Beranda blog Halaman 917

Wali Kota Cimahi Dorong Regenerasi Petani Lewat Olimpiade Pertanian Indonesia 2025

Pemerintah Kota Cimahi bekerja sama dengan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) Kota Cimahi menggelar kegiatan Canvassing Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2025, Senin (28/07), di Aula Gedung B Pemkot Cimahi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi petani dan mendorong minat generasi muda terhadap sektor pertanian modern.

Sebanyak 64 pelajar dari 16 SMA dan MA se-Kota Cimahi mengikuti sosialisasi ini bersama guru pembina masing-masing. Mereka diperkenalkan pada potensi pendidikan tinggi di bidang pertanian serta beragam jenis lomba OPI yang akan diselenggarakan secara daring pada September hingga Oktober 2025.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam transformasi pertanian. “Pertanian hari ini bukan lagi sekadar membajak sawah, tapi sudah menyangkut teknologi, kreativitas, dan inovasi. Anak-anak Cimahi harus menjadi bagian dari masa depan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Meski Cimahi memiliki keterbatasan lahan, menurut Ngatiyana, kota ini sangat potensial untuk mengembangkan pertanian perkotaan seperti hidroponik, akuaponik, dan teknologi pertanian lainnya. Ia juga menyambut baik program jalur prestasi Golden Ticket masuk IPB bagi siswa berprestasi di OPI 2025.

Ketua DPC HA-IPB Kota Cimahi, Harjono, menyatakan bahwa OPI adalah strategi nasional membangun ekosistem pertanian berbasis pemuda. Ia juga menegaskan bahwa pertanian mencakup banyak sektor, seperti peternakan, perikanan, hingga kehutanan, dan semua itu adalah pilar ketahanan pangan nasional, sehingga meskipun Kota Cimahi memiliki lahan pertanian yang terbatas, tapi bukan tidak mungkin dapat mengembangkan sektor lain dan melakukan inovasi dalam hal pemanfaatan lahan.

“Melalui canvassing Olimpiade Pertanian ini diharapkan dapat menggugah minat generasi muda, khususnya siswa SMA/MA, untuk kembali melirik sektor pertanian dan berkontribusi dalam pembangunan ketahanan pangan nasional,” pungkas Harjono.

Adapun lomba-lomba yang ditawarkan dalam OPI tahun ini meliputi Cerdas Cermat, Gagasan Tertulis, Fotografi dan Videografi Pertanian, serta Anak Petani Berprestasi. Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai, piala, sertifikat, serta kesempatan emas meraih Golden Ticket menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tanpa tes.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan emas bagi pelajar Cimahi untuk berkiprah di dunia pertanian modern dan menjadi agen perubahan di bidang pangan nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wakil Bupati Magelang Undi Tabungan Tamades Deposito dan Kredit BPR BKK Muntilan

Bupati diwakili Wakil Bupati Magelang Sahid didampingi Sekretaris Daerah Adi Waryanto, mengundi hadiah utama tabungan Tamades Deposito dan Kredit PT BPR BKK Muntilan bertempat di Balkondes Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Selasa (29/7).

Hadiah tabungan utama berupa satu unit mobil Daihatsu New Ayla warna hitam diraih nasabah dengan nomor undian 1065373 dari Kantor Cabang BPR BKK Kaliangkrik atas nama Titin Suryani.

Kemudian hadiah tabungan yang kedua dan ketiga berupa dua unit sepeda motor Honda Beat diraih nasabah dengan nomor undian 170718 dari Kantor Cabang Dukun atas nama Endang Wati dan nomor undian 762843 dari Kantor Cabang Ngluwar atas nama Ventiana Nuryani Effendi.

Undian kredit yang juga berhak atas satu unit sepeda motor Honda Beat diraih nasabah dengan nomor undian 34 dari Kantor Cabang Salam atas nama Joko Prasetyo.

Wakil Bupati Magelang Sahid menyampaikan, peran BPR BKK Muntilan sangat vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui inklusi keuangan bagi masyarakat di pedesaan dan UMKM.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk terus mendukung keberadaan dan perkembangan BPR BKK sebagai lembaga keuangan yang dekat dan peduli terhadap rakyat,” kata Sahid.

Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, kebiasaan menabung dan berinvestasi dalam bentuk deposito merupakan langkah cerdas dan strategis. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi nasabah secara personal, namun juga mendukung stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.

“Untuk itu mari kita jadikan momentum ini sebagai dorongan untuk memperkuat literasi keuangan dan semangat menabung bagi masyarakat,” ajaknya.

Ia berharap PT. BPR BKK Muntilan (Perseroda) terus berinovasi dan menjaga integritas dalam memberikan layanan terbaik, serta senantiasa berperan aktif dalam pembangunan daerah Kabupaten Magelang yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

Dirut PT BPR BKK Muntilan, Augustinus Subekti Rahayuwono menyampaikan, Undian Tamades Deposito dan Kredit Tahun 2025 ini sebagai salah satu wujud apresiasi dan penghargaan atas kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong masyarakat untuk menjalin mitra dengan PT BPR BKK Muntilan (Perseroda).

“PT BPR BKK Muntilan akan terus mendorong masyarakat Kabupaten Magelang untuk menabung secara langsung untuk meningkatkan perkembangan daerah melalui penempatan dana yang dikelola dalam mendorong kemajuan di Kabupaten Magelang,” ungkapnya.

Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Jarot Mulyawan menyampaikan, acara ini bukan hanya sekedar ajang penarikan undian semata. Ini bentuk apresiasi dan penghargaan dari PT BPR BKK Muntilan kepada nasibah setia yang telah mempercayakan dana masyarakat dan layanan keuangan.

“Lebih dari itu, sejatinya juga memberikan dorongan positif kepada masyarakat Kabupaten Magelang untuk terus menabung, membangun budaya literasi keuangan dan mempercayai PT BPR BKK seperti tuan di Kabupaten Magelang,” kata Jarot Mulyawan.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan di tengah tantangan ekonomi global dan nasional yang makin terstrukturasi, peran Lembaga Keuangan Mikro seperti PT BPR BKK Muntilan diharapkan bisa semakin krusial.

Ia berharap nantinya, peran BPR BKK Muntilan harus hadir sebagai solusi bukan hanya sekedar lembaga penyimpanan uang, akan tapi juga sebagai mitra perusahaan yang bisa menjaga kesejahteraan masyarakat khususnya Kabupaten Magelang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Jatim dan Menteri PPPA Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2025 di Pasuruan

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hj. Arifatul Choiri Fauzi, menghadiri acara puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi 2025 di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Anak Indonesia Bersaudara” ini dihadiri oleh 1.050 anak dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA, serta perwakilan forum anak dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Acara ini berlangsung sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak, serta upaya menjadikan anak sebagai subjek pembangunan yang dilibatkan secara bermakna dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam rangkaian acara tersebut, diisi dengan tarian Bujang Ganong, permainan tradisional seperti Ular Tangga, Egrang, Congklak, Bakiak, Dam Daman, dan Gangsing. Peserta juga menikmati minum susu dan telur ayam, serta penyerahan 1 ton ikan segar bermutu kepada 20 panti asuhan di Jawa Timur dalam rangka Gerakan Gemar Makan Ikan. Selain itu, dilakukan penyerahan lukisan kepada Menteri PPPA RI dan Gubernur Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyampaikan pesan agar masyarakat bersama-sama melindungi dan membahagiakan anak-anak Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjaga talenta anak dan memberi ruang agar prestasi mereka dapat mengharumkan nama keluarga, daerah, maupun bangsa.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Fauzi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak anak demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ia menambahkan bahwa dukungan dari orang tua sangat diperlukan dalam memenuhi hak sipil, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi anak.

Arifatul Fauzi mengungkapkan bahwa berdasarkan data SIMFONI-PPA dari Kementerian PPPA, tercatat sebanyak 16.713 kasus kekerasan terhadap anak sejak 1 Januari 2025 hingga saat ini, dengan 62,8 persen korban adalah anak-anak dan 80,5 persen di antaranya adalah anak perempuan. Penyebab utama kekerasan tersebut meliputi pola asuh keluarga yang buruk, penggunaan gawai yang tidak bijak, dan faktor lingkungan.

Kementerian PPPA saat ini sedang menggalakkan program pembatasan penggunaan gawai dan kembali memperkenalkan permainan tradisional serta meningkatkan rasa nasionalisme melalui lagu nasional dan cerita pahlawan nasional.

Arifatul Fauzi menambahkan bahwa keluarga harus memberikan fondasi yang kuat melalui pendidikan agama, akhlak, dan budi pekerti. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini yang mampu membawa kebahagiaan bagi 1.050 anak yang hadir.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Dukungan Penuh atas Peluncuran Aplikasi “Jaga Desa” untuk Transparansi Dana Desa

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa melalui kehadirannya pada kegiatan peluncuran aplikasi Real-Time Monitoring Village Management Funding atau “Jaga Desa”, yang dilaksanakan di kawasan Lemah Haur, Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Selasa (29/7).

Bupati Bogor, Rudy Susamanto menegaskan bahwa pengelolaan dana desa yang terbuka dan berbasis digital merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan publik terhadap pemerintahan desa yang bersih, cepat, dan efisien.

“Saya sampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas peluncuran aplikasi Jaga Desa yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Aplikasi ini menjadi langkah maju untuk memastikan pengelolaan dana desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipantau secara real-time oleh berbagai pihak,” ujar Bupati Rudy.

Bupati Bogor juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor siap menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu yang ditawarkan oleh aplikasi ini, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola desa yang lebih baik.

“Semalam kami juga telah menandatangani naskah kerjasama dan komitmen bersama. Ini bukan hanya bentuk formalitas, tapi wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan pemerintahan desa yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam memperkuat sistem pengawasan keuangan desa berbasis teknologi informasi.

Peluncuran aplikasi Jaga Desa dihadiri oleh kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan Negeri, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Gubernur Agus Fatoni Launching Penyaluran Cadangan Beras Bantuan Pangan di Kabupaten Sarmi

Usai mengunjungi sekolah rakyat, Pj Gubernur Papua Agus Fatoni mengunjungi Pasar Sentral Mararena. Melalui kesempatan ini, Fatoni sekaligus melaunching penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan bulan Juni-Juli Tahun 2025 Kabupaten Sarmi.

“Jadi hari ini sekaligus akan dibagikan beras kepada 2.996 warga di 10 distrik, jumlah semuanya ada 47,96 ton totalnya. Ini untuk masyarakat di kabupaten Sarmi,” ucap Fatoni di Pasar Sentral Mararena, Sarmi, Papua, Jumat (25/07/2025).

Sebagaimana diketahui, terdapat 10 distrik di Kabupaten Sarmi, di antaranya Distrik Sarmi, Tor Atas, Pantai Barat, Pantai Timur, Bonggo, Apawer Hulu, Sarmi Selatan, Sarmi Timur, Pantai Timur Bagian Temgah dan Bonggo Timur.

Melalui kesempatan ini, Fatoni juga meninjau ke dalam Pasar Sentral Sarmi. Di sana, dirinya bertemu kepada pedagang sekaligus mengecek sejumlah harga bahan pokok.

Mayoritas harga bahan pokok, seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat cenderung naik namun fluktuatif. Namun harga beras cenderung stabil dan tidak ada peningkatan.

“Tapi ini harga tempe tidak naik ya? Stabil? Ini tempe diambil dari sekitar sini,” kata Fatoni.

“Jadi beras tetap, minyak ada kenaikan dikit,” sambungnya.

Salah satu pedagang yang ditemui menyebut harga telur juga cenderung stabil. Hal ini dikarenakan stok telur diambil dari peternak lokal.

“Harga gula naik, harga telur tetap dikarenakan ada kerja sama dengan peternak lokal,” ucap pedagang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pramono Anung Saksikan Penyerahan 45 BAST Fasos-Fasum Pengembang ke Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyaksikan penandatanganan 45 Berita Acara Serah Terima (BAST) pemenuhan kewajiban fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari para pengembang pemegang Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT), Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), maupun Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk Semester I Tahun 2025.

Gubernur Pramono menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang akuntabel, memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Ini adalah awal yang baik. Saya berterima kasih kepada para pengembang yang hari ini telah menyelesaikan kewajiban fasos dan fasum. Terus terang, saya berharap dan berkeinginan membangun Jakarta tidak semata-mata bergantung pada APBD,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, pada Selasa (29/7).

Menurutnya, penyediaan sarana dan prasarana dasar yang memadai diperlukan untuk mendukung ruang kota yang layak huni, aman, dan inklusif bagi seluruh warga. Ia juga mengapresiasi peran pengembang yang telah memenuhi kewajiban terkait Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

“Langkah ini menjadi contoh dan dorongan bagi pengembang lain agar segera menyerahkan fasos dan fasum sesuai ketentuan yang berlaku. Aset ini harus dikelola secara profesional dan tepat guna agar memberi manfaat langsung bagi pelayanan publik dan masyarakat,” imbuhnya.

Gubernur Pramono menambahkan, pihaknya telah meminta dukungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta dan Kantor Pertanahan di lima wilayah kota untuk mempercepat proses sertifikasi aset fasos dan fasum demi legalitas dan pemanfaatan yang optimal. Ia juga mengimbau jajaran terkait agar menyiapkan proses birokrasi yang sederhana dalam penyelesaian kewajiban KLB dari para pengembang.

“Melalui perangkat daerah, kami akan terus menindaklanjuti penagihan atas kewajiban yang belum diselesaikan. Saya meminta agar urusan birokrasi dapat diselesaikan maksimal dalam 18 hari kerja, agar proses kelengkapan infrastruktur publik bisa dipercepat,” jelasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sukses Penanganan Karhutla di Sumsel, Herman Deru Dipuji Menteri Lingkungan Hidup

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, MM mendapatkan apresiasi nasional atas komitmennya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.
Kali ini, pujian disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq saat memimpin Apel dan Simulasi Pengendalian Karhutla Provinsi Sumsel Tahun 2025 yang digelar di Halam Griya Agung, Selasa (29/7).
Dalam amanatnya, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan rasa bangga terhadap penurunan signifikan angka Karhutla di Sumsel jika dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain. Hal ini menurutnya menjadi bukti nyata kerja keras Pemprov Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dalam menjaga ekosistem lahan gambut agar tetap stabil dan mencegah terjadinya kebakaran.
“Kita sangat bangga. Di Sumsel terjadi penurunan kasus Karhutla yang cukup signifikan dibandingkan daerah lain. Ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak menjaga tinggi muka air gambut tetap stabil. Kebakaran hanya mungkin terjadi jika ada unsur kesengajaan,” tegas Hanif.
Ia juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai atau sengaja menyebabkan Karhutla, termasuk pemegang konsesi lahan.
“Kami mendorong agar aparat seperti Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, dan Forkopimda tidak ragu mengambil langkah hukum tegas. KLHK siap mendukung penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa apel siaga ini merupakan wujud kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan.
Apel ini juga digelar sebagai implementasi arahan Presiden RI dalam membangun solusi permanen pengendalian Karhutla dengan mengedepankan upaya pencegahan. Hal ini sejalan dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari komitmen Indonesia menghadapi krisis iklim global.
Hanif mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami Karhutla besar di beberapa tahun, seperti 1981, 1997, 2015, hingga 2023. Oleh karena itu, kekompakan lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Berdasarkan data Kementerian LHK, sejak 1 Januari hingga 31 Mei 2025 telah terjadi 983 kasus Karhutla di berbagai wilayah Indonesia dengan luas terdampak mencapai 5.485 hektare. Sementara itu, untuk Sumsel hingga 23 Juni 2025 tercatat 1.104 hotspot dan 64 kejadian Karhutla dengan total luas terbakar 43 hektare.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras jajaran Pemprov Sumsel dalam upaya pemadaman dan penanggulangan Karhutla,” ungkap Hanif.
Dalam amanat akhir, Menteri LH berharap Sumsel terus meningkatkan langkah pencegahan, memantau prakiraan cuaca secara berkala, serta memastikan kesiapan SDM, sarana, prasarana, dan pendanaan dalam pengendalian Karhutla.
Usai apel, rombongan pejabat meninjau kesiapan pasukan dan peralatan Karhutla serta menyaksikan langsung simulasi pemadaman Karhutla sebagai bentuk kesiapsiagaan Sumsel dalam menghadapi musim kering tahun ini.

Turut hadir Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, MM, Plt. Kepala BMKG RI Prof. Ir. Dwi Korita Karnawati, M.Sc, Deputi Kemenko Polhukam RI Bidang Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Purwito Hadi Wardhono, serta perwakilan dari Basarnas RI dan unsur Forkopimda Sumsel serta Para Kepala OPD Prov. Sumsel.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur KDM: Stabilitas Jadi Kunci Jabar Raih Investasi Triliunan Rupiah

Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi tujuan investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data resmi Kementerian Investasi/BKPM yang dirilis Selasa (29/7) hingga Juli 2025 realisasi investasi yang masuk ke Jabar telah mencapai Rp72,5 triliun.
Pencapaian ini didorong kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari RT, RW, kepala desa/lurah, camat, hingga kepala dinas penanaman modal di seluruh daerah.
Menurutnya, keberhasilan Jabar mempertahankan minat investor tidak lepas dari kerja bersama menjaga stabilitas dan mengatasi hambatan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga iklim investasi dari gangguan, hambatan infrastruktur, hingga keamanan. Hasilnya, Jawa Barat tetap menjadi pilihan utama investor dengan nilai Rp72,5 triliun hingga Juli 2025,” ujar KDM sapaan akrab Gubernur Dedi, Rabu (30/7/2025).
Selain menjaga pertumbuhan investasi, Pemdaprov Jabar kini berfokus agar investasi berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Mulai Agustus 2025, proses lamaran kerja di Jabar akan beralih dari sistem manual menjadi digital terintegrasi melalui Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten/kota.
“Data pencari kerja akan terintegrasi. Perusahaan cukup mengakses database ini dan memanggil kandidat sesuai kualifikasi. Proses administrasi dilakukan setelah kandidat diterima, sehingga mengurangi biaya tidak perlu bagi pencari kerja,” tambah KDM.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Dedi Taufik, menegaskan keberhasilan ini adalah bukti keseriusan Pemdaprov Jabar menciptakan kepastian berusaha.
“Minat investasi yang tinggi di Jabar adalah bukti bahwa regulasi, infrastruktur, dan pelayanan perizinan berjalan baik. Kami terus mempercepat perizinan dan menjaga transparansi agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Jabar,” katanya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemdaprov Jabar optimistis nilai investasi hingga akhir 2025 akan terus meningkat, disertai pertumbuhan lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat Jawa Barat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Gusnar Imbau Masyarakat Gorontalo Tidak Panik dan Waspada Tsunami

Informasi peringatan dini tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), direspon cepat oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Melalui sambungan telepon yang disiarkan Radio Suara Rakyat Hulondalo, Rabu (30/7/2025), Gusnar mengimbau masyarakat untuk waspada.

“Sesuai informasi dari BMKG ada potensi tsunami akibat gempa yang terjadi di Rusia dan akan berdampak ke perairan Indonesia tidak terkecuali kawasan Teluk Tomini. Saya meminta kepada seluruh warga masyarakat yang ada di sepanjang pantai Teluk Tomini untuk waspada tetapi tidak perlu panik,” ujar Gubernur Gusnar.

Berdasarkan infomasi BMKG, wilayah yang masuk dalam zona waspada peringatan tsunami meliputi Kepulauan Talaud, Halmahera Utara, sejumlah wilayah di Papua Barat dan Papua, serta Kota Gorontalo. Dalam informasi itu diprediksi untuk wilayah Kota Gorontalo akan terjadi pada pukul 16.39 Wita.

“Prakiraan BMKG bahwa akan terjadi kenaikan permukaan air laut kurang lebih 50 sentimeter di kawasan pantai Teluk Tomini termasuk di Gorontalo. Diperkirakan akan terjadi pada pukul 16.39 Wita,” kata Gusnar.

Oleh karena itu sebagai langkah antisipasi, Gusnar meminta kepada aparat pemerintah kelurahan, desa, koramil, polsek, dan kecamatan, untuk senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat untuk memantau potensi tsunami. Gubernur Gusnar juga menginstruksikan seluruh aparat membantu masyarakat apabila diperlukan.

“Kami akan terus memantau perkembangannya menit per menit dan akan terus berkomunikasi dengan BMKG. Kami sudah menyiapkan posko di kantor Gubernur Gorontalo untuk memantau setiap perkembangan. Kita doakan semoga bencana ini tidak terjadi dan seluruh masyarakat selalu dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Gusnar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KPK Bangun Fondasi Integritas Calon ASN Lewat Pendidikan Antikorupsi di PTKL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas melalui pendidikan antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi kementerian/lembaga (PTKL). Langkah ini menjadi strategi penting dalam membentuk mentalitas antikorupsi sejak dini bagi calon ASN dan PNS.

“Implementasi PAK di PTKL sangat krusial karena institusi ini adalah jalur pembibitan calon ASN dan PNS. Saat lulus nanti dan memiliki kewenangan, mereka akan mampu menolak korupsi karena sudah terbentuk sikap mental yang jujur,” ujar Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, dalam Webinar Penguatan Kapasitas PTKL Seri 2 bertema Pengantar Tindak Pidana Korupsi dan Pengelolaan Konflik Kepentingan, pada Selasa (29/7).

Dalam paparannya, Ibnu mengidentifikasi empat jenis tindak pidana korupsi yang kerap terjadi di lingkungan ASN, yaitu gratifikasi, suap menyuap, pemerasan, dan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan barang dan jasa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga batas antara urusan pribadi, keluarga, dan pekerjaan untuk menghindari konflik kepentingan.

“Tindakan korupsi yang paling sering terjadi itu gratifikasi, suap, pemerasan, serta pengadaan barang dan jasa. Hati-hati dan jauhi konflik kepentingan. Kita harus bisa menempa mahasiswa dan diri sendiri untuk tidak melakukan hal-hal tersebut,” pesannya kepada ratusan peserta.

Ibnu juga mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum seperti KPK. “Tidak harus menjadi aparat penegak hukum seperti jaksa dan hakim, tapi dari profesi masing-masing seperti dosen, mahasiswa, tokoh agama bisa melakukan pendidikan dan pencegahan korupsi. KPK tidak bisa sendirian,” pungkasnya.

Webinar ini diikuti oleh sivitas akademika dari tiga PTKL, yakni Politeknik Statistika STIS Badan Pusat Statistik, Politeknik Pengayoman Indonesia Kementerian Hukum dan HAM, serta Politeknik Transportasi Perhubungan Darat Indonesia Kementerian Perhubungan.

Semangat membangun budaya antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi turut disuarakan oleh Gandjar Laksmana Bonaprapta, Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang menjadi narasumber pada sesi Pengantar Tindak Pidana Korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi tidak layak disebut sebagai budaya.

“Budaya yang sepatutnya adalah budaya antikorupsi. Jangan menyebut budaya korupsi karena korupsi kejahatan yang luar biasa yang merugikan saya dan anda,” ujarnya. Menurutnya, budaya merupakan nilai luhur yang harus diwariskan, sedangkan korupsi adalah extraordinary crime yang wajib diberantas.

Ganjar juga menjelaskan pentingnya memahami potensi penyalahgunaan wewenang, termasuk dalam praktik pendidikan seperti jual beli nilai. “Dosen bertugas mengajar dan kewenangannya memberikan nilai dari ujian yang diselenggarakan. Maka, potensi penyalahgunaan kewenangan dosen ialah jual beli nilai kepada mahasiswa,” terangnya.

Ia mengajak para pengajar untuk memisahkan kepentingan pribadi dan jabatan demi menghindari gratifikasi, yang bisa hadir dalam berbagai bentuk—mulai dari titipan makanan, pemberian fasilitas mewah, hingga uang duka atau uang pernikahan.

Untuk membedakan apakah sebuah pemberian bersifat pribadi atau berkaitan dengan jabatan, Ganjar menyarankan refleksi diri. “Jika saya tidak lagi jadi menteri, orang itu akan tetap memberikan hadiah? Apakah saya akan memberinya jika orang itu bukan rektor atau dekan?” tutupnya.

Pada tahun 2025, KPK memulai pendampingan implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) di PTKL sebagai lanjutan dari upaya penguatan ekosistem integritas di perguruan tinggi. Sebelumnya, program ini difokuskan pada PTN dan PTKL sebagai bagian dari strategi jangka panjang pendidikan antikorupsi.

Implementasi PAK mengusung dua strategi utama: internalisasi nilai-nilai antikorupsi melalui kurikulum, dan penguatan ekosistem pendidikan berintegritas yang mendukung tujuan pembelajaran.

Pendampingan dimulai dengan kick-off meeting pada Maret 2025 sebagai wujud komitmen pimpinan kampus. Selanjutnya, asesmen mandiri integritas dilakukan pada Maret–April, dan data hasilnya diolah pada Mei.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa masih ada dua aspek utama yang perlu diperkuat, yakni sistem pengendalian gratifikasi dan suap, serta pengelolaan konflik kepentingan. Untuk itu, pada Mei–Juni 2025, KPK menyelenggarakan sesi penguatan kapasitas pertama secara luring di kampus, dengan materi seputar integrasi PAK dalam kurikulum dan strategi pengendalian risiko korupsi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News