Beranda blog Halaman 921

Setelah 7 Tahun, Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia Kembali Digelar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim pada Selasa (29/07/2025), dalam rangka annual consultation meeting antara Indonesia dan Malaysia. Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta ini menjadi momentum penting setelah terakhir diselenggarakan di Kuching, Sarawak pada tahun 2017 lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, dalam keterangannya usai mendampingi Presiden, menyampaikan bahwa mekanisme konsultasi tahunan ini tidak hanya penting untuk memperbarui berbagai isu strategis, tetapi juga makin mempererat hubungan kedua pemimpin negara.

“Saya kira banyak hal-hal dan update-update yang perlu terus dikomunikasikan. Dan saya kira ini satu mekanisme yang bisa disamping juga makin mendekatkan hubungan antara kedua pemimpin,” kata Menlu.

Pertemuan konsultasi tahunan ini digelar dalam format konsultasi bilateral yang menyentuh sejumlah isu strategis. Menurut Menlu, fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup perkembangan hubungan bilateral, dinamika kawasan Asia Tenggara, serta isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama.

“Jadi tadi juga kedua pemimpin berbicara mengenai kemajuan-kemajuan yang kita capai selama beberapa waktu ini. Perundingan perbatasan, kemudian penurunan angka penangkapan nelayan di masing-masing wilayah yang sebelumnya juga banyak menjadi masalah antara Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.

Menlu mengatakan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin dan delegasi digelar dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo mendorong penguatan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia untuk kesejahteraan masyarakat kedua negara.

“Kita berasal dari rumpun yang sama, kita memiliki budaya yang sama, kita share bahasa yang sama. Oleh karena itu, persahabatan Indonesia dan Malaysia harus sangat erat,” ujar Menlu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendikdasmen Kunjungi SMKN 10 Makassar, Ajak Siswa Wujudkan Indonesia Hebat

Suasana penuh semangat dan kegembiraan mewarnai kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, ke SMK Negeri 10 Makassar pada Jumat pagi (25/7). Kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi civitas sekolah, sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam membangun karakter dan kualitas generasi muda Indonesia.

Kepala SMKN 10 Makassar beserta jajaran guru, pengawas, dan para siswa, menyambut Menteri Abdul Mu’ti yang turut serta dalam kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan baik dan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 10 menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kunjungan Mendikdasmen. Ia menuturkan bahwa SMKN 10 saat ini memiliki lebih dari 1.400 siswa dengan sembilan konsentrasi keahlian, serta kemitraan aktif bersama industri terkemuka seperti PT Samsung, PT Telkomsel, dan Honda Astra. Ia juga menyoroti prestasi membanggakan siswa yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada ajang LKS Nasional di Jakarta.

“Ini merupakan karunia dan mungkin jawaban doa-doa kami. Senam pagi bersama Bapak Menteri menjadi momen yang sangat berarti, terutama dalam membangun semangat kebersamaan dan motivasi anak-anak kami,” ungkapnya.

Menteri Mu’ti, dalam arahannya yang penuh inspirasi, menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini. Ia mengajak para siswa untuk menjalani hari-hari dengan semangat, sukacita, dan tekad yang tinggi dalam meraih cita-cita.

“Kita harus mengisi hari-hari kita dengan semangat dan kegembiraan. Karena dari kebahagiaan itulah muncul energi positif yang bisa menggerakkan kita untuk menjadi lebih baik, bahkan menginspirasi orang-orang di sekitar,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya soft skills abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, komunikasi efektif, kolaborasi, serta karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, keterampilan tersebut akan memperkuat kompetensi lulusan SMK dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Guru Bahasa Inggris SMKN 10 Makassar, Ibu Eli, turut menambahkan bahwa kegiatan senam pagi bersama ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan siswa dalam belajar. “Dengan gerakan fisik di pagi hari, psikomotorik mereka terbangkitkan. Anak-anak jadi lebih segar dan siap belajar. Ini langkah penting dalam membentuk karakter dan gaya hidup sehat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar program ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian integral dalam kurikulum sekolah. “Kami ingin ini bukan hanya program sesaat. Ini adalah pondasi kuat untuk menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” tutupnya.

Kunjungan Menteri ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga karakter, kesehatan, dan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan dan gerakan perubahan dari sekolah, diharapkan generasi muda Indonesia tumbuh menjadi insan yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Deru & Menteri Hukum Resmikan Layanan Posbankum di 3.258 Desa Sumsel

Dalam upaya signifikan untuk memperkuat akses keadilan bagi masyarakat, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru hari ini meresmikan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan Pembukaan Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan Wilayah Sumatera Selatan. Acara yang berlangsung di Griya Agung Palembang, Senin (28/7) yang dihadiri langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas.
Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Sumsel atas pencapaian luar biasa. “Saya yakin hari ini bukan hanya kemenangan SDA-nya yang luar biasa tetapi SDM-nya luar biasa,” ujar Menteri.
Ia memuji kemampuan Sumsel yang berhasil membentuk 3.258 Posbankum, menyebutnya sebagai prestasi yang patut dicontoh dalam memfasilitasi layanan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mentransformasikan layanan hukum secara digital agar lebih mudah diakses dan tidak berbelit-belit.
Sementara itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru menjelaskan bahwa keberadaan Posbankum ini sangat krusial mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum memahami hukum.
“Kita di Sumsel tergolong orang yang taat hukum, tapi tidak semuanya yang paham hukum,tentu adanya pos bantuan hukum ini menjadi angin segar sehingga persoalan hukum tidak perlu sampai ke meja hukum namun dapat diselesaikan di tingkat bawah” kata Herman Deru.
Ia optimistis kehadiran pos bantuan hukum ini akan menjadi angin segar, memungkinkan persoalan hukum diselesaikan di tingkat paling bawah tanpa harus sampai ke meja pengadilan, serta tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.
Penyebaran Posbankum di Sumatera Selatan telah mencapai 3.258 desa/kelurahan, menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pelatihan paralegal diikuti oleh 6.687 peserta dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat Sumsel yang kurang mampu, membawa bantuan hukum lebih dekat kepada mereka.
Pada kesempatan ini, Provinsi Sumsel juga mendapatkan penghargaan Rekor MURI sebagai Provinsi Pertama yang berhasil membentuk Posbankum di Seluruh Desa/Kelurahan. Pencapaian ini menegaskan komitmen Pemprov Sumsel dalam memberikan pelayanan hukum yang merata dan inklusif.

Turut hadir Kapolda Sumsel : Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., Kakanwil Kemenkum Sumsel Maju Amintas Siburian dan para Bupati/Wakikota.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sinergi KPK–ASDP Perkuat Tata Kelola Pascapenindakan: Fokus pada Tiga Program Perbaikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendorong perbaikan sistem di tubuh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pascapenanganan perkara dugaan korupsi terkait kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) oleh ASDP pada periode 2019–2022.

Sebagai langkah tindak lanjut, KPK bersama manajemen ASDP memetakan tiga program prioritas perbaikan, yakni pengadaan kapal baru, pengelolaan kapal, dan integrasi data manifest penumpang. Ketiga program tersebut diluncurkan dalam kick-off meeting di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Senin (28/7).

“Upaya perbaikan ini merupakan sinergi antara fungsi penindakan dan pencegahan KPK. Saat ini, kedeputian penindakan sedang menangani kasus di ASDP, sementara fungsi pencegahan masuk untuk memperkuat sistem agar kedepan tidak terulang kembali,” ujar Direktur Antikorupsi Badan Usaha KPK, Aminudin.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai bahwa perbaikan tata kelola merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.

“Saya sangat mengapresiasi keinginan bersama ini, agar tidak terulang kembali. Perbaikan sistem melalui sinergi dan kolaborasi pencegahan korupsi—baik dari pengadaan kapal, pengelolaan kapal (ship management), maupun integrasi manifest—jadi komitmen bersama ke depan,” tuturnya.

Program pengadaan kapal baru akan diarahkan pada penguatan regulasi serta benchmarking dengan praktik terbaik di kementerian/lembaga/BUMN lain. Sementara dalam pengelolaan kapal, perhatian difokuskan pada digitalisasi sistem informasi dan penyusunan pedoman manajemen yang lebih kokoh.

Adapun integrasi manifest penumpang diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan data kependudukan dalam validasi data, termasuk penyelarasan platform Ferizy milik ASDP dengan sistem milik Kementerian Perhubungan. Meski demikian, Aminudin menegaskan bahwa cakupan perbaikan tidak terbatas hanya pada tiga area tersebut.

“Kami akan sesuaikan, jadi tidak terbatas pada tiga perbaikan saja. Silakan sampaikan usulan, nanti akan dimatangkan bersama aspek-aspek yang akan diperbaiki. Ini harus jelas output-nya dan terdata agar memudahkan pengukurannya. Tapi yang penting, usulan tidak tumpang tindih dengan lembaga lain seperti BPKP,” tegasnya.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marcianis, turut memaparkan sejumlah tantangan, seperti belum adanya standar definisi ‘kapal baru’ serta tingginya biaya dan waktu pengadaan kapal dalam negeri dibanding impor.

“Di internal, masih ada beda pemahaman soal apa yang dimaksud ‘kapal baru’. Kalau orang kapal, kapal baru merupakan kapal yang lunas di awal. Di Pelni dan ASDP, pengadaan kapal baru adalah kapal yang diadakan baru, terlepas itu second atau rebuilding,” jelasnya.

Untuk integrasi manifest, Yossianis menerangkan bahwa ASDP sebagai penyedia platform tiket bekerja sama dengan operator penyeberangan, dan kini sedang mengupayakan integrasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. “Karena ASDP sebagai penyedia platform ticketing, sedangkan manifest seharusnya disediakan oleh operator layanan penyeberangan. Namun kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan,” tambahnya.

Aminudin menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya komitmen internal ASDP sebagai kunci sukses perbaikan tata kelola. “Perbaikan ini penting untuk mencegah tindak pidana korupsi kembali terjadi. Selain itu, perbaikan sistem dapat menjadi benteng dalam pengambilan keputusan direksi sekaligus menjadi tonggak integritas,” pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan ini Kasatgas Antikorupsi Badan Usaha KPK Rosana Fransisca beserta tim, serta jajaran direksi ASDP termasuk Wakil Dirut Yossianis Marcianis dan Direktur Operasi & Transformasi Rio Theodore Natalianto Lasse.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sambut SBY dan Pelukis Internasional, Gubernur Pramono: Ikon Jakarta Mendunia

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Balai Kota Jakarta, pada Selasa (29/7). Gubernur Pramono merasa terhormat atas kedatangan SBY bersama pelukis internasional asal Jerman, Christopher Lehmfuhl, dan SBY Art Community, untuk melukis dua ikon Kota Jakarta, yaitu Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Hari ini, Balai Kota mendapatkan kehormatan karena kedatangan Pak SBY, Presiden ke-6 RI, dan pelukis internasional yang berasal dari Jerman, Chistopher. Pelukis ini memang salah satu yang memiliki talenta luar biasa, karena melukis full pakai tangan, tidak pakai kuas sama sekali,” ungkap Gubernur Pramono.

Ia menuturkan telah berjumpa dengan Christopher di sejumlah kesempatan. Salah satunya, pada 2023 silam, di salah satu galeri di Brussel saat menikmati hasil karya sang pelukis.

“Selain melukis Monas, yang bersangkutan juga ingin melukis Bundaran HI. Jadi, dua tempat inilah yang akan dilukis dan mudah-mudahan hasil karyanya yang memperlihatkan ikon Jakarta bisa mendunia,” jelasnya.

Gubernur Pramono bersama SBY turut mendampingi Christopher dan SBY Art Community melukis Monas dari lantai 23 Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta. Setelahnya, Christopher dan SBY Art Community melanjutkan kegiatan melukis di Sky Deck Bundaran HI.

“Yang mengundang Pak SBY, tetapi saya bersyukur kegiatan melukis ini bisa dilakukan di Balai Kota. Ketika saya berkomunikasi dengan Pak SBY, beliau minta rekomendasi tempat, apakah di Kota Tua, Balai Kota, atau Bundaran HI. Akhirnya dipilih di sini, karena di lantai 23 bagus banget. Monasnya dapat, Katedral dapat, Istiqlal dapat, ada Stasiun Gambir, dan sebagainya. Dia yang minta, itu simbolnya Jakarta,” terang Gubernur Pramono.

Sementara itu, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pertemuannya dengan Gubernur Pramono dalam rangka memperkenalkan pelukis asal Jerman yang memiliki keahlian khusus finger painting, heavy texture, dan plein air painting–melukis langsung di lokasi atau luar ruangan.

“Saya belajar dengan Christopher. Saya pergi ke Berlin dan diajari melukis alam dengan jari. Hari ini yang bersangkutan, dengan izin Pak Gubernur, melukis Monas dan sekitarnya dari lantai 23. Lalu, sore hari, kalau memungkinkan, bisa melukis Bundaran HI. Tergantung cuaca,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, Christopher Lemhfuhl merupakan pelukis dari Kornfeld Galerie Berlin, Jerman. Ciri khas karyanya adalah menggambarkan lanskap urban dan alam dengan efek tiga dimensi yang kuat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menaker Yassierli Pantau Distribusi BSU di Makassar

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memantau progres distribusi sekaligus secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/7).

Lokasi pertama yakni kantor Pos di Jalan Selamet Riyadi No.10, Bulo Gading, Ujung Pandang, Kota Makassar meninjau penyaluran dan dialog interaktif kepada 100 pekerja. Sedangkan di lokasi kedua di Café Agung Jalan DR Sam Ratulangi, Mamajang Luar, Makassar, Yassierli menemui enam orang pekerja penerima BSU.

Yassierli menegaskan kunjungannya ke Makassar menunjukkan komitmen Pemerintah dalam menjaga kesejahteraan pekerja melalui program BSU 2025.

“Melalui program BSU, negara hadir dengan cara yang konkret. Kami pastikan bantuan ini disalurkan langsung, tepat waktu, dan tepat sasaran kepada para pekerja yang paling membutuhkan,” ujar Yassierli di Kantor Pos Makassar.

Hingga 26 Juli 2025, dari total alokasi 5.738.737 penerima dengan anggaran Rp 3,44 triliun, telah berhasil disalurkan kepada 4.511.020 penerima senilai Rp 2,71 triliun atau setara 78,61 persen dari target nasional.

“Masih tersisa 1.227.717 penerima atau senilai Rp 736,63 miliar yang akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan PT Pos Indonesia (Persero) di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, ” katanya.

Sementara jumlah penerima sukses salur secara nasional adalah 14.673.339 orang pekerja (91,99 persen). Sedangkan jumlah penerima sukses salur di Sulawesi Selatan adalah 320.466 orang pekerja (89,65 persen).

“Hingga siang ini, jumlah penerima sukses salur di Kota Makassar sebanyak 132.668 orang pekerja atau 90,31 persen, ” kata Yassierli.

Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menambahkan bahwa data peserta yang digunakan telah melalui proses verifikasi ketat untuk menjamin keabsahan penerima.

“Kami terus bekerja sama dengan Kemnaker dan Pos Indonesia agar bantuan ini hanya diterima oleh peserta yang benar-benar memenuhi syarat dan belum menerima bantuan lain,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hangat dan Bersahabat, Presiden Prabowo Sambut PM Malaysia di Istana Merdeka

Hubungan erat antara Indonesia dan Malaysia kembali diperkuat melalui kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor.

PM Anwar tiba di Istana Merdeka disambut dengan pasukan jajar kehormatan dan korps musik Paspampres. Begitu turun dari kendaraan, Dato’ Seri Anwar langsung disambut hangat oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Senyum dan jabat tangan kedua pemimpin mencerminkan keakraban yang telah lama terjalin antara dua negara serumpun.

Sebelum memasuki ruang kredensial, Presiden Prabowo memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra, serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Tak berselang lama, PM Anwar juga memperkenalkan delegasi Malaysia yang mendampinginya dalam kunjungan ini. Setelah sesi perkenalan, kedua pemimpin melangkah menuju ruang kredensial untuk melakukan foto bersama sebagai simbol penghormatan dan penguatan hubungan diplomatik.

Agenda kemudian berlanjut dengan pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo. “Terima kasih Dato’ Seri, kita berjumpa lagi, dalam satu bulan sudah dua kali,” ujar Presiden Prabowo dalam pengantarnya saat pertemuan.

Seusai pertemuan tête-à-tête, kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi masing-masing negara dalam rangka annual consultation meeting. Pertemuan tersebut dikemas dalam suasana hangat sambil menikmati jamuan santap siang di Istana Merdeka.

Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam memperkokoh kemitraan Indonesia-Malaysia yang saling menguntungkan, sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk terus menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ini Sederet Inovasi Layanan Publik yang Dimiliki Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan sejumlah inovasi unggulan untuk memudahkan layanan publik. Hingga saat ini, Pemkot Surabaya memiliki sekitar 342 inovasi layanan publik yang dimanfaatkan untuk menunjang layanan di tingkat dinas, kelurahan, dan kecamatan.

Inovasi yang dikembangkan diantaranya mulai dari sektor Ekonomi, Teknologi Informasi, Administrasi Kependudukan (Adminduk), Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Lingkungan, Ketentraman dan Ketertiban, Budaya, Kepemudaan, Perdagangan, Tata Ruang, Ketenagakerjaan, Perhubungan, Pelayanan Publik, Pekerjaan Umum, dan sebagainya. Inovasi-inovasi itu terus dikembangkan oleh pemkot bukan sekadar untuk meningkatkan layanan publik, akan tetapi juga sebagai penunjang kesejahteraan warga Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, setiap inovasi yang dimiliki oleh pemkot maupun warga Surabaya harus berdampak jangka panjang. “Sebenarnya inovasi yang ada di Surabaya itu kita berharap bisa membuat dampak ya. Misalnya percepatan pelayanan publik, kemudian ada lagi yang juga untuk menurunkan kemiskinan,” kata Wali Kota Eri, Senin (28/7/2025).

Maka dari itu, Wali Kota Eri mengajak seluruh jajaran di pemkot dan masyarakat Kota Surabaya untuk berpartisipasi dalam ajang Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025. Ajang yang digelar oleh pemkot melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya ini, menjadi peluang untuk jajaran pemerintah kota dan masyarakat berkontribusi secara langsung dalam pembangunan Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyampaikan, inovasi-inovasi yang lahir di Kota Surabaya itu harus mengutamakan tujuh poin penting. Tujuh poin itu diantaranya, menurunkan kemiskinan, menurunkan angka kematian ibu dan anak, mengatasi stunting, mengurangi pengangguran terbuka dengan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan gini rasio, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan meningkatkan perekonomian Surabaya.

“Jadi semua inovasi ini tujuannya adalah tujuh ini. Alhamdulillah yang harusnya turun, kita di Surabaya berhasil turunkan (kemiskinan, kematian ibu dan anak, stunting, dan gini rasio) semua. Yang harusnya naik, IPM juga naik. Jadi tujuan inovasi adalah itu di Surabaya,” jelas Cak Eri.

Di kesempatan ini, Cak Eri turut mendorong anak muda untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan inovasi di Kota Surabaya. Melalui lomba Inovboyo sebelumnya, Kota Surabaya berhasil meraih peringkat pertama Kota Terinovatif dalam Ajang Innovative Government Award (IGA) 2024 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (RI). Menurutnya, capaian ini tidak akan bisa diraih oleh Pemkot Surabaya, jika tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat dan anak muda Kota Surabaya.

“Sama seperti tahun lalu, jadi kemarin kita banyak melibatkan anak muda ya untuk menggerakkan inovasi, apa sih yang ingin dilakukan anak muda untuk Surabaya. Karena buat saya, menggerakkan anak muda itu luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, Inovboyo 2025 bukan sekadar lomba inovasi, akan tetapi juga sebagai wadah untuk masyarakat dan jajaran PD di lingkungan pemerintah kota untuk menuangkan ide, serta berpartisipasi dalam pembangunan Kota Surabaya. Irvan menjelaskan, lomba Inovboyo 2025 memiliki visi yang terdiri dari tiga pilar transformasi masa depan Kota Surabaya. Pilar yang pertama, yaitu menciptakan “Demokratis Inovasi: Setiap Warga adalah Inovator”. Pada pilar ini, ia menyebutkan, setiap lapisan masyarakat memiliki suara dan ruang untuk berkontribusi berinovasi untuk kemajuan kota.

Pilar yang kedua yaitu “Ekonomi Sirkular dan Berkelanjutan”. Adanya Inovboyo, akan melahirkan inovasi-inovasi yang mentransformasi Surabaya menjadi kota Circular Economy Champion ke depannya. Sedangkan pilar yang ketiga, yakni menciptakan “Teknologi Humanis: Artificial Intelligence (AI) untuk Kemanusiaan”. Pada pilar ini, Inovboyo akan menjadikan teknologi sebagai alat bantu untuk mendukung berbagai program pemerintahan.

Irvan menyebutkan, Adanya AI, internet of things (IoT), dan big data tidak lagi menjadi istilah teknis yang menakutkan, akan tetapi bisa menjadi sahabat keseharian yang bisa digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah riil di tengah masyarakat. Salah satunya seperti inovasi-inovasi berbasis teknologi yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya tersebut.

“Bayangkan, jika sistem AI dapat membantu memprediksi banjir dengan akurasi tinggi melalui aplikasi mobile yang terhubung dengan ponsel warga, dengan begitu maka pemerintah dan warga bisa melakukan deteksi dini akan adanya bencana,” pungkasnya.

Inovasi-inovasi yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya diantaranya adalah SIMBA, aplikasi ini digunakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya untuk meningkatkan efisiensi administrasi barang. Selain itu, Bakesbangpol juga memiliki SIRUMI yang digunakan sebagai alat untuk meningkatkan akses informasi rumah ibadah.

Tidak hanya itu, ada juga SIPENA yang dimanfaatkan sebagai alat untuk mengoptimalkan ruang penyimpanan arsip. Selain SIPENA, ada juga SIORMAS yang dimanfaatkan sebagai alat untuk memudahkan pencatatan organisasi masyarakat di Surabaya.

Tidak kalah dengan Bakesbangpol, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya punya inovasi SIMPANAN. Inovasi ini digunakan BPKAD Surabaya untuk memudahkan pengelolaan arsip IPT yang lebih efisien.

Sementara itu, Bappedalitbang Surabaya juga memiliki inivasi yang tak kalah menarik. Inovasi-inovasi itu diantaranya, SI TALAS yang digunakan sebagai alat untuk meningkatkan aksesibilitas informasi ramah anak di Surabaya. Selain SI TALAS, juga ada Opslan. Aplikasi ini untuk meningkatkan efisiensi penyusunan rencana strategis.

Selain itu, Bappedalitbang Surabaya juga punya Devplan, yang digunakan sebagai alat untuk meningkatkan responsivitas penyusunan rencana strategis. Yang menarik, ada juga Inovboyo, yang digunakan Bappedalitbang untuk mendorong inovasi dan kreativitas jajaran pemkot dan masyarakat Surabaya.

Ada pula SIBAPPER, inovasi ini digunakan Bappedalitbang untuk meningkatkan manajemen pengetahuan. Selain itu, ada MBOIS, yang digunakan untuk meningkatkan pengembangan inovasi di Surabaya. Selain itu, ada juga e-Monev yang digunakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Pemkot Surabaya.

Di samping itu juga ada E-Kajian, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan data kajian. Terakhir, Bappedalitbang memiliki e-data yang berguna untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data kegiatan di lingkungan Pemkot Surabaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

EBIFF 2025 Resmi Ditutup, Kaltim Jadi Magnet Budaya Internasional

Gemuruh tepuk tangan dan sorotan lampu menyinari malam penutupan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 di GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda.

Festival budaya internasional terbesar di Kalimantan Timur ini ditutup secara simbolis melalui pemukulan gimar oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Sekda Sri Wahyuni, Presiden CIOFF Said Rachmat, serta perwakilan delegasi mancanegara.

Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan semua pihak yang telah membuat EBIFF 2025 sukses menggema di Kalimantan Timur.

“Beberapa hari terakhir kita menyaksikan bagaimana panggung seni budaya menjelma menjadi ruang diplomasi yang hidup. Ini momentum berharga untuk memperkenalkan kekayaan lokal dan pariwisata Kaltim ke dunia,” ungkapnya dalam Penutupan EBIFF 2025 di Stadion Kadrie Oening Sempaja, Senin (28/7) malam.

Ragam budaya dari berbagai penjuru dunia berpadu indah, membentuk simfoni ekspresi seni, musik, dan tarian. Festival ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga motor penggerak bagi ekonomi kreatif, UMKM, hingga pelaku seni dan budaya lokal.

Seno Aji menegaskan bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen menjadikan EBIFF sebagai agenda budaya tahunan yang berkelanjutan, simbol dari identitas dan kebanggaan masyarakat Benua Etam.

Tak hanya berbahasa Indonesia, dalam penutup pidatonya, Seno Aji menyampaikan pesan mendalam dalam bahasa Inggris.

“May the memories we share here inspire stronger collaboration, cultural exchange, and mutual understanding between East Kalimantan and the world,” ungkapnya.

Ia berharap semangat dari EBIFF dapat menyulut inspirasi bagi daerah lain dan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai pusat budaya dan kreativitas Indonesia.

Dengan berakhirnya EBIFF 2025, gema budaya yang terpancar selama festival ini menjadi bara semangat baru. Kaltim siap menari bersama dunia, menjaga budaya tetap hidup, lestari, dan mendunia. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

EBIFF 2025 Resmi Ditutup, Delegasi Mancanegara Menari Jepen Bersama Warga Kaltim

Gelaran East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 resmi ditutup dengan pertunjukan spektakuler tari jepen massal yang melibatkan ribuan peserta, termasuk delegasi dari berbagai negara.

Penutupan berlangsung meriah di Stadion Gelora Kadrie Oening pada Senin 28 Juli 2025, menjadi bukti nyata akulturasi budaya yang harmonis.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia Said Rachmat, serta para kepala perangkat daerah turut serta membaur menarikan Jepen bersama para peserta.

Sorotan utama tertuju pada keikutsertaan kontingen tari dari negara-negara sahabat seperti Rusia, Korea Selatan, Polandia, India, dan Rumania. Mereka larut dalam irama dinamis dan gerakan khas Jepen yang penuh semangat.

Salah satu peserta dari Polandia, Julia, mengaku terkesan dengan tari tradisional asal Kalimantan Timur tersebut.

“Tari Jepen sangat menarik. Gerakannya sangat berbeda dengan yang biasa kami pelajari di Polandia, tapi ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujarnya.

Julia juga mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Indonesia menjadi pengalaman budaya yang membekas.

“Sebelumnya saya tidak tahu banyak tentang budaya Indonesia. Tapi setelah belajar langsung di sini, saya jadi lebih memahami.

Saya ingin membawa pengalaman ini pulang dan menyimpannya sebagai kenangan yang tak terlupakan,” tambahnya.

Tari Jepen massal ini sukses memukau ribuan penonton yang memadati area stadion. Tepuk tangan meriah dan sorakan penonton mengiringi penampilan pamungkas sekaligus menandai berakhirnya pesta budaya rakyat ini.

Diharapkan kesuksesan EBIFF 2025 menjadi momentum untuk terus memajukan dan melestarikan seni, budaya, serta tradisi masyarakat dari seluruh dunia. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News