Beranda blog Halaman 934

Presiden Terima Kunjungan Steve Forbes, Bahas Visi Indonesia Terbuka dan Kompetitif

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Steve Forbes, Chairman & Editor-in-Chief Forbes Media, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/7). Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini membahas peluang kerja sama ekonomi, investasi, dan penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang mendampingi Presiden Prabowo, menyampaikan bahwa diskusi berlangsung hangat dan produktif.

“Membicarakan banyak hal, termasuk bertukar pikiran mengenai Indonesia, mengenai Amerika dan bagaimana juga hubungan antara kedua negara ini bisa lebih ditingkatkan,” ujar Rosan kepada awak media usai pertemuan.

Rosan juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan visi Indonesia untuk terbuka terhadap kerja sama internasional.

“Bagaimana Bapak Presiden melihat ke depan Indonesia ini menjadi lebih baik dengan bekerja sama juga dengan banyak negara secara terbuka, termasuk juga dengan Amerika Serikat,” ungkapnya.

Sementara itu, Steve Forbes menyampaikan pandangannya tentang potensi besar Indonesia di masa depan. Ia menilai langkah-langkah reformasi yang dijalankan pemerintah akan membawa Indonesia semakin kompetitif secara global.

“Kami yakin reformasi yang sedang berlangsung akan memungkinkan Indonesia untuk melangkah lebih jauh lagi. Layaknya roket yang perlahan lepas landas, lalu mulai bergerak maju. Kami yakin Indonesia adalah roket yang mencapai kecepatan penuh dalam hal menghilangkan hambatan bisnis, yang memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Forbes.

Forbes juga menekankan optimisme terhadap hubungan perdagangan Indonesia-AS.

“Kami yakin perdagangan kami dengan Indonesia akan terus berkembang dan kami menantikan hubungan yang sangat bermanfaat antara AS dan Indonesia. Indonesia adalah negara yang memiliki harapan untuk masa depan, dan itulah yang kami butuhkan saat ini,” ucap Forbes.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Kamis: Cek Lokasi, Jadwal, dan Biayanya

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling di Jakarta pada Kamis ini. Warga yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan C dapat memanfaatkan layanan ini di lima lokasi strategis yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Informasi resmi yang dibagikan melalui akun X (dulu Twitter) @tmcpoldametro menyebutkan bahwa layanan SIM Keliling Jakarta hari ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pelayanan ini bertujuan memudahkan masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM tanpa harus datang ke kantor Satpas.

Namun perlu diingat, layanan ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih aktif. Sementara itu, bagi pemilik SIM B atau SIM yang sudah kedaluwarsa, perpanjangan hanya dapat dilakukan di Satpas karena dokumen yang dibutuhkan berbeda.

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini

Berikut daftar lokasi SIM Keliling Jakarta 24 Juli 2025 yang dapat diakses oleh masyarakat:

  1. Jakarta Timur: Mall Grand Cakung

  2. Jakarta Utara: LTC Glodok

  3. Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata

  4. Jakarta Barat: Mall Citraland

  5. Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng

Syarat dan Prosedur Perpanjangan SIM

Untuk melakukan perpanjangan SIM di gerai SIM Keliling, masyarakat wajib membawa beberapa dokumen, yaitu:

  • KTP asli dan fotokopi

  • SIM lama yang masih berlaku dan fotokopinya

Sesampainya di lokasi, pemohon akan diminta untuk mengisi formulir perpanjangan dan mengikuti tes kesehatan serta tes psikologi. Penting untuk diketahui bahwa layanan ini tidak melayani pembuatan SIM baru ataupun perpanjangan yang sudah lewat masa berlakunya.

Biaya Perpanjangan SIM A dan C

Biaya perpanjangan SIM di layanan keliling mengacu pada PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku untuk Polri:

  • Perpanjangan SIM A: Rp80.000

  • Perpanjangan SIM C: Rp75.000

  • Tes Psikologi: Rp37.500

  • Asuransi (opsional): Rp50.000

Dengan adanya layanan SIM Keliling ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah dalam mengakses layanan kepolisian, khususnya untuk memperpanjang SIM dengan cepat dan efisien tanpa harus mengantre panjang di kantor Satpas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Cerah Sepanjang Hari di Jakarta, BMKG: Suhu Capai 35 Derajat Celcius

Warga DKI Jakarta dapat menikmati cuaca cerah sepanjang hari ini, Kamis, 24 Juli 2025. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diprakirakan akan diselimuti langit cerah sejak pagi hingga malam.

Sejak pagi hari, langit cerah telah tampak menaungi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Kepulauan Seribu. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga siang dan sore hari tanpa gangguan cuaca ekstrem seperti hujan atau angin kencang.

BMKG juga memperkirakan cuaca cerah akan terus bertahan hingga malam hari di seluruh wilayah ibu kota. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang memiliki aktivitas luar ruangan, termasuk pekerja, pelajar, hingga wisatawan yang tengah menikmati suasana Jakarta.

Dari sisi suhu, Jakarta hari ini akan berada dalam kisaran antara 24 hingga 35 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara diperkirakan berkisar antara 39 hingga 83 persen, menunjukkan kondisi udara yang relatif kering di beberapa waktu tertentu.

Cuaca cerah seperti ini memberikan peluang baik untuk berbagai aktivitas di luar ruangan, termasuk berolahraga, wisata kota, atau mobilitas harian masyarakat. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga hidrasi tubuh dan melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung, terutama pada siang hari saat suhu berada di titik tertinggi.

Untuk informasi cuaca Jakarta terkini, masyarakat dapat mengakses langsung situs resmi BMKG atau menggunakan aplikasi cuaca yang terhubung dengan data BMKG secara real-time.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bapanas Minta Pemda Percepat Penyaluran Beras SPHP ke Masyarakat

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) Beras serta optimalisasi serapan hasil pertanian lokal. Keduanya menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sistem pangan yang lebih adil, tangguh, dan berpihak pada petani.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke kawasan UPLAND, Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (21/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Andriko menyoroti pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mempercepat distribusi Banpang Beras kepada keluarga penerima maBapanasat (KPM).

“Mengingat realisasi bantuan pangan di Jawa Timur masih sekitar 4 persen, sehingga kami minta pemda kabupaten/kota turut mempercepat distribusi agar maBapanasatnya segera dirasakan masyarakat,” tegas Andriko.

Program Banpang Beras yang dialokasikan untuk Juni dan Juli 2025 sejak Juni 2025 ditujukan kepada 18,3 juta KPM secara nasional. Karena itu, keterlibatan aktif pemda sangat penting agar bantuan tersebut dapat segera sampai ke tangan masyarakat.

Selain Banpang, Andriko juga mengingatkan perlunya percepatan penyaluran beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat konsumen. Beras SPHP ini merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah memenuhi standar kualitas dan disalurkan melalui berbagai lembaga, seperti PT Pos Indonesia, Perum Bulog, ID Food, PTPN, PIHC, UPT Kementerian Pertanian, TNI-Polri, serta Koperasi Desa Merah Putih. Penyalurannya dikawal ketat oleh Satgas Pangan guna memastikan distribusi yang efisien dan tepat sasaran.

Dalam dialog bersama Komisi IV dan kelompok tani, Bapanas juga menampung berbagai aspirasi dari petani. Salah satu isu yang mencuat adalah rendahnya harga bawang merah di tingkat produsen yang kerap tidak menguntungkan. Menanggapi hal ini, Andriko menegaskan bahwa Bapanas telah mengambil langkah konkret.

“Kami telah menerbitkan Peraturan Badan Nomor 12 Tahun 2024 tentang harga acuan pembelian dan penjualan untuk bawang merah, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Kami berharap ini dijadikan acuan oleh pelaku usaha, baik dalam membeli dari petani maupun dalam menjual ke konsumen. Ini penting agar harga lebih adil dan petani terlindungi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bapanas mendorong agar hasil panen bawang merah dan produk olahan pertanian lainnya dari kawasan UPLAND Pujon Kidul dapat terhubung dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta jaringan Koperasi Desa Merah Putih. Keterhubungan ini diharapkan dapat membuka pasar yang lebih luas dan berkelanjutan bagi produk petani lokal.

“Selain pasar reguler, hasil panen juga harus dikoneksikan dengan dua program strategis itu. Ini agar berapa pun jumlah panen di daerah Pujon bisa terserap pasar dengan baik,” ujar Andriko.

Ketua Rombongan kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, menyampaikan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menyukseskan program bantuan pangan yang telah dialokasikan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pusat, tetapi juga oleh pelaksanaan yang efektif di tingkat daerah.

“Kami di Komisi IV mendorong agar sinergi ini ditingkatkan, khususnya dalam mempercepat distribusi bantuan pangan dan juga menyerap hasil panen petani. Jangan sampai hasil pertanian melimpah tapi tidak ada jaminan pasar. Ini bisa menurunkan semangat petani,” ungkap Slamet.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam keterangan terpisah menegaskan bahwa penguatan sistem pangan nasional harus berangkat dari kolaborasi multipihak yang konkret dan terukur.

“Yang terpenting adalah keberpihakan terhadap petani dan masyarakat. Negara hadir melalui program bantuan pangan, stabilisasi harga, dan penyerapan komoditas lokal. Namun semua ini hanya bisa berhasil jika seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, ikut bergerak aktif,” ujar Arief.ingga, dari sisi pendanaan, koordinasi telah kita lakukan dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

Wagub Rano berharap penyelenggaran pelatihan bagi pengurus KKMP mampu memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap prinsip koperasi, tata kelola yang baik, serta pengelolaan usaha secara efisien dan transparan.

“Harapannya, KKMP dapat tumbuh menjadi model koperasi yang profesional, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, seluruh KKMP di DKI Jakarta sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan berbadan hukum sehingga siap beroperasi. Seluruh gerai KKMP di DKI Jakarta didukung oleh Bank Mandiri dan Bank Jakarta.

Adapun gerai KKMP di Melawai merupakan hasil kolaborasi BUMN dan BUMD. Koperasi ini menyediakan sembako yang disuplai oleh PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, produk-produk UMKM yang telah diseleksi, LPG 3kg dan Bright Gas yang didukung Pertamina, serta pemasangan jaringan internet oleh PT Telkom Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (PPKUKM), Elisabeth Ratu Rante Allo; Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar; beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentan Amran Canangkan Majene Jadi “Kabupaten Bawang”, Pasok Kawasan Timur Indonesia

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mencanangkan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sebagai calon sentra baru produksi bawang merah nasional. Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Banggae, Sabtu (19/7), Mentan Amran menyampaikan rencana visioner pengembangan kawasan hortikultura di Majene, menjadikannya sebagai Kabupaten Bawang di wilayah timur Indonesia.

“Kita akan menjadikan (Majene) ini Kabupaten Bawang. Kita akan mengembangkan seperti Solok (Sumatera Barat), yang pernah kami kembangkan dan sekarang sudah 13 ribu hektare. Tahun depan, insya Allah, minimal 50 hektare, bisa 100 hektare pembibitan di sini (Majene),” ujar Amran di hadapan petani dan jajaran pemerintah daerah.

Mentan menilai bawang merah asal kabupaten Majene memiliki potensi unggul. Selain kualitas dan rasa yang sangat baik, produksi bawang merah menurutnya mirip dengan bawang dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Selain itu letak geografis kabupaten Majene yang strategis juga membuatnya ideal untuk memasok kebutuhan kawasan Indonesia Timur dan bahkan Kalimantan.

“Kenapa? Rasanya beda, kualitas bawangnya beda, sangat baik. Mirip Enrekang. Nah ini kita akan kembangkan, sehingga saudara-saudara kita tidak lagi jauh membeli bawang. Bisa saja nanti menyuplai Kalimantan dan sekitarnya,” tambahnya.

Mentan Amran kemudian berkomitmen untuk mendukung pengembangan komoditas ini secara bertahap dan sistematis. Fokus awal akan dimulai dari lahan pembibitan 10–20 hektare, disertai bantuan pompa irigasi dan alat mesin pertanian (alsintan), yang akan diperluas secara progresif dalam 1–4 tahun ke depan.

“Ini kita fokus bawang. Daerah pegununggan kami bantu pompa, irigasi pompa, kemudian alat mesin pertanian. Mulai pembibitan dulu mungkin 10-20 hektare. Tahun depan, kita lakukan cukup besar. Berikutnya, itu saya kira sudah cukup besar. Mungkin 1-2 tahun, sampai di maksimal 3-4 tahun. Ini sudah menjadi kabupaten bawang. Itu mimpi kita,” terang Amran

Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa Indonesia telah swasembada bawang merah konsumsi sejak 2016. Tahun 2024, produksi mencapai 2,08 juta ton (konde basah) atau sekitar 1,35 juta ton rogol kering panen, melebihi kebutuhan nasional sebesar 1,2 juta ton. Artinya, Indonesia memiliki surplus sekitar 150 ribu ton per tahun.

Letak geografis Majene sangat strategis, berada di jalur lintas yang menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Kalimantan. Posisi ini menjadikannya kandidat ideal untuk menjadi salah satu yang menopang produksi hortikultura komoditas bawang merah di Kawasan Indonesia Timur dan IKN.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang turut hadir menyambut kunjungan Mentan, menyatakan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk menyukseskan transformasi sektor pertanian di Majene. Ia menyebut bahwa hortikultura, terutama bawang merah, kini menjadi potensi unggulan Majene, menggantikan dominasi kelapa yang sebelumnya menjadi tulang punggung pertanian di wilayah tersebut.

“Dulu semuanya itu kelapa, tapi sekarang sudah bervariasi. Yang secara ekonomis ingin dikembangkan adalah bawang, peternakan kambing, dan sektor kelautan,” ujar Suhardi.

Menurutnya, intervensi sektor pertanian sangat penting bagi Majene, yang saat ini mencatat tingkat kemiskinan tertinggi di Sulawesi Barat, yaitu 13–14 persen, sementara lima kabupaten lainnya sudah menurun ke angka 7 persen.

“Pada prinsipnya kami Pemprov Sulbar siap diperintah Pak Menteri. Apa yang diperintahkan untuk Majene, saya siap laksanakan. Kita perlu membina kelompok tani agar naik kelas, dari yang tadinya hanya kelompok biasa menjadi madya atau utama. Di sini sudah banyak yang kategori terampil, tinggal fasilitas yang belum sepenuhnya tersedia,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharu turut menambahkan bahwa semangat petani Majene untuk mengembangkan komoditas hortikultura sudah mulai terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan alat berat dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama.

“Dulu kalau kita tanya ke pasar, bawang dari mana? Selalu jawabannya dari daerah lain. Tapi sekarang, alhamdulillah, sudah menunjuk wilayah lokal di Kabupaten Majene,” ujar Wakil Bupati.

Ia menambahkan bahwa tanaman bawang merah sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak 2019, namun sempat terhambat karena pandemi COVID-19. “Kemarin alhamdulillah panen, dan hasilnya sangat luar biasa. Petani semangat, tapi mereka membutuhkan dukungan alat berat. Mohon perkenan Bapak Menteri untuk memberikan bantuan, agar petani makin semangat,” pinta nya ke Mentan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Yogya Fokuskan Koperasi Merah Putih Bergerak di Sektor Riil

Presiden RI  Prabowo Subianto telah meluncurkan kelembagaan Koperasi desa/kelurahan Merah Putih secara nasional dalam peringatan Hari Koperasi Nasional pada Senin (21/7). Pemerintah Kota Yogyakarta memfokuskan Koperasi Kelurahan Merah Putih bergerak pada sektor riil. Di Kota Yogyakarta telah dibentuk 45 kelembagaan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Jajaran Pemkot Yogyakarta dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Yogyakarta bersama pengurus Koperasi Kelurahan Merah Puti  mengikuti peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara daring di Kelurahan Purwokinanti. Usai peluncuran, Hasto meninjau Kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih Purwokinanti di Jalan Jayeng Prawiran.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan semua pihak untuk melaksanakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan betul. Hal itu sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2025 untuk melaksanakan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Pemkot Yogyakarta mengarahkan Koperasi Merah Putih bergerak pada usaha-usaha sektor riil.
“(Koperasi) tentu yang berbasis gotong royong dan fokus pada sektor riil,” kata Hasto saat peluncuran Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Purwokinanti.
Hasto menyatakan koperasi sesuai dengan Asta Cita ke-6 misi Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa/kelurahan untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Oleh karena itu pihaknya mengajak semua pihak majukan koperasi ini betul-betul menjadi bagian dari pengamalan Pasal 33 bahwa perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Sedangkan koperasi itu fokusnya mensejahterakan anggota.
Menurutnya dulu koperasi banyak bergerak pada simpan pinjam, yang sektor riil sedikit. “Oleh karena itu fokus kita seperti arahan Bapak Presiden kita bisa membuat (usaha) sembako, toko sembako, klinik desa/kelurahan, apotek desa/kelurahan ,simpan pinjam boleh ada, coolstorage logistik desa  dan koperasi-koperasi lain sesuai kearifan lokal masing-masing,” terangnya.
Salah satu upaya Pemkot Yogyakarta menggerakan Koperasi Kelurahan Merah Putih  pada sektor riil adalah melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara BUMD Pemkot Yogyakarta Jogjatama Vishesha dengan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Kesepakatan bersama itu terkait suplai produk bahan pokok dari Food Station Jogjatama Vishesha untuk usaha retail sembako Koperasi Kelurahan Merah Putih. Selain sekitar 6 gerai produk Koperasi Merah Putih, dari kearifan lokal Kota Yogyakarta juga memiliki koperasi Bank Sampah Induk.
“Jogjatama Vishesha MoU dengan pengurus Koperasi Merah Putih mensuplai retail Koperasi Merah Putih. Nanti retail jadi toko sembako mereka, maka BUMD bisa membantu Koperasi Merah Putih. Nanti ada warung warga dan toko warga. Ini (koperasi) menjadi bagian kepanjangan dari usaha gudang dan coolstorage dari BUMD,” jelas Hasto.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto menyebut dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta sudah terbentuk Koperasi Merah Putih dan telah berbadan hukum. Dengan dibentuknya 45 Koperasi Kelurahan Merah Putih, menambah jumlah koperasi di Kota Yogyakarta menjadi sekitar 495 koperasi. Sebagai bentuk kepedulian, dalam kegiatan itu ada pemberian CSR berupa pembayaran iur BPJS Ketenagakerjaan selama 6 bulan dari Koperasi Sari Husada Koperkasa kepada transporter sampah di Kelurahan  Purwokinanti, Muja Muju dan Rejowinangun.
“Di mana kedepannya akan kita dorong menjadi koperasi sektor riil. Dengan  peluncuran ini diharapkan memotivasi koperasi untuk segera melaksanakan secara profesional dan membuka diri terhadap berbagai badan usaha yang ada, dan mendorong masyarakat  berpartisipasi aktif menjadi anggota koperasi,” tambah Tri Karyadi.
Sedangkan Ketua Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Purwokinanti, Widodo Yuwono menyambut baik program Koperasi Kelurahan Merah Putih. Termasuk kesepakatan bersama dengan penyalur sembako dari BUMD Pemkot Yogyakarta Jogjatama Vishesha. Koperasi Kelurahan Merah Putih Purwokinanti sementara memiliki 25 anggota dan sudah membayar iuran. Para transporter sampah dan bank sampah di Purwokinanti juga akan diajak masuk anggota Koperasi Merah Putih,

“Sementara usaha gerai sembako. Kita belum ke arah simpan pinjam. Kita juga akan mewadahi dari produk kerajinan dan kuliner dari warga kerja sama dengan UMKM. Modal usaha sementara ini kita patungan dulu dari pengurus-pengurus koperasi dan anggota. Modal untuk mencari bahan (produk) dan nanti akan dikembalikan lagi hasilnya ke anggota dan pengurus koperasi,” tandas Widodo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Jatim Tinjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Mojokerto

Menjelang peluncuran nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan peninjauan langsung ke salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Mojokerto.

Gubernur Khofifah meninjau langsung kegiatan operasional Koperasi Merah Putih Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan. Dalam kunjungannya, Ia memuji sinergi yang terjalin baik antara pemerintah kota, Koperasi Merah Putih, Pertamina, ESDM, dan Bulog.

“Terima kasih Bu Wali, Pak Lurah, pengurus koperasi, dan tim Bulog, Pertamina, ESDM. Ini luar biasa, sinergi dari berbagai pihak ini penting untuk menjamin ketersediaan stok, agar tidak ada kekosongan barang,” tutur Gubernur Khofifah dalam laman Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (21/07/2025).

Ia juga menekankan koperasi bukanlah pesaing pelaku UMKM, melainkan mitra strategis dalam memperkuat ekonomi di tingkat kelurahan.

Keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan justru dapat memperluas akses pasar bagi masyarakat tanpa mematikan usaha kecil yang sudah ada. “Koperasi Merah Putih harus menjadi mitra UKM, bukan kompetitor. Jadi, tidak boleh ada keresahan dari pelaku usaha sekitar,” tegasnya.

Salah satu keunggulan Koperasi Merah Putih adalah menjual sembako dan barang kebutuhan pokok lainnya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang turut mendampingi kunjungan tersebut memastikan tidak ada kendala distribusi terhadap komoditas yang dijual di Koperasi Merah Putih.

“Alhamdulillah, akses distribusinya sangat baik. Apalagi Miji ini termasuk kelurahan sedang, tapi penduduknya padat sehingga kebutuhan untuk sembako bisa ter-cover, apalagi lokasi koperasinya mudah diakses oleh warga se-kelurahan,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Prabowo Lantik 2 Ribu Perwira Remaja TNI-Polri dalam Praspa 2025 di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2025 yang digelar dengan khidmat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. Sebanyak 2.000 calon perwira remaja resmi dilantik dalam upacara tersebut, terdiri atas 827 lulusan Akademi Militer (Akmil), 433 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 293 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 447 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Mengawali rangkaian upacara, Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara menerima laporan dari Perwira Upacara Brigjen TNI Arynovian, sebelum menuju mimbar upacara untuk memimpin seluruh rangkaian upacara. Usai penghormatan kebesaran dan laporan dari Komandan Upacara Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Kosasih, yakni Keputusan Presiden Nomor 56/TNI Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 57/Polri Tahun 2025.

Sebagai simbol penghargaan atas prestasi akademik dan kepemimpinan, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat perwira kepada delapan perwira remaja penerima Adhi Makayasa dari tiap matra, yaitu: Letda Arhanud Alim Bimo Pratowo (Akmil TK IV), Letda Inf Muh. Afridzal Muchlis (Akmil TK III), Letda Laut Pelaut Menanda Putra Duta (AAL TK IV), Letda Laut Teknik Aryya Handaru (AAL TK III), Letda Teknik Evan Basith Reswara (AAU TK IV), Letda Elektronika Axel Fahreza Aditama (AAU TK III), Ipda Muh. Malik Aditya K. (Akpol TK IV), dan Ipda Fathan Putra Rifito (Akpol TK III).

Selanjutnya, lima calon perwira remaja dari berbagai agama maju ke depan untuk mewakili rekan-rekannya dalam prosesi pengambilan sumpah perwira. Presiden Prabowo pun memimpin langsung pengambilan sumpah tersebut. “Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” ujar Presiden Prabowo mendiktekan sumpah perwira TNI dan Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan selamat atas pelantikan para perwira remaja TNI-Polri. Kepala Negara mengingatkan besarnya tanggung jawab yang kini dipikul oleh para perwira remaja dan mengingatkan bahwa mereka bukan sekadar lulusan akademi, melainkan sosok yang menjadi tumpuan harapan seluruh rakyat Indonesia.

“Saudara harapan seluruh rakyat. Berbaktilah dengan sebaik-baiknya. Selamat bertugas perwira remaja TNI Polri 2025. Rakyat negara dan bangsa menanti dharma baktimu,” ujar Presiden Prabowo.

Upacara ditutup dengan laporan akhir Komandan Upacara, penghormatan kebesaran, serta salam kebangsaan yang menggetarkan semangat nasionalisme seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Turut hadir dalam upacara tersebut adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, para menteri kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PU Siapkan 63 Jembatan Gantung Tahun 2026 dan Tuntaskan 50 Jembatan Tahun 2025

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan jembatan gantung guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah dengan medan geografis sulit. Pada tahun 2026, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp630 miliar untuk membangun 63 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jembatan gantung menjadi solusi aksesibilitas bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini harus menempuh jalur memutar dan tidak efisien. “Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mempercepat aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,”kata Menteri Dody.

Pembangunan jembatan gantung juga merupakan bagian dari implementasi strategi PU 608 untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan akses desa ke pusat ekonomi. Jembatan gantung dinilai penting untuk membuka konektivitas antar desa atau kecamatan, seperti memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian ke pasar.

Selain menghubungkan aktivitas ekonomi, jembatan gantung juga membantu masyarakat mengakses fasilitas publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan di daerah yang terpisah sungai, jurang, atau lereng perbukitan.

Penentuan 63 lokasi pembangunan jembatan gantung tahun 2026 akan melalui kajian teknis mendalam dan survei lapangan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, tingkat keterisolasian wilayah, aksesibilitas transportasi, dan aspek teknis lainnya. Jembatan gantung umumnya dibangun dengan bentang antara 30–200 meter dan lebar sekitar 1,8 meter, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Sementara itu, pada tahun 2025 ini, Kementerian PU juga tengah menyelesaikan pembangunan 50 jembatan gantung, sebagian diantaranya telah rampung. Termasuk di antaranya 8 jembatan di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Jembatan Gantung Kanjero (68 meter) dan Jembatan Gantung Poton (36 meter) di Kabupaten Luwu Utara, Jembatan Gantung Lamangiso (68 meter) dan Jembatan Gantung Jauh Pandang (51 meter) di Kabupaten Wajo, Jembatan Gantung Kalimporo (51 meter), Jembatan Gantung Minasa Upa (102 meter), Jembatan Gantung Benteng Pattiro (68 meter), dan Jembatan Gantung Palambuta (Bululoe) (51 meter).

Pembangunan jembatan gantung akan terus menjadi program prioritas Kementerian PU sebagai sarana mendukung konektivitas nasional dan pengentasan keterisolasian wilayah yang selaras dengan upaya percepatan pembangunan Indonesia Sentris.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bangga Dilantik Presiden Prabowo, Perwira Remaja TNI–Polri Siap Emban Amanah Negara

Momen pelantikan 2 ribu perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2025, Rabu, 23 Juli 2025, memberikan kesan mendalam bagi para lulusan akademi militer dan kepolisian. Tidak hanya menjadi simbol pencapaian atas perjuangan selama pendidikan, momen ini juga menjadi awal pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.
Salah satu perwira remaja yang dilantik, Ipda Pol Muhammad Malik Aditya Kurniawan, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Tentunya saya sangat bersyukur dan bahagia sekali diberikan kesempatan, bahwa perjuangan selama 4 tahun akhirnya selesai sudah, dan akan memulai kembali perjalanan yang baru ke depan,” ujarnya.
Aditya, yang berasal dari Jember, Jawa Timur, menuturkan bahwa dukungan keluarga dan teman-teman merupakan kunci keberhasilannya menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian. Meski perjalanan tak mudah, Aditya menyimpan banyak kenangan indah selama masa pendidikan. Kini, dengan pangkat perwira di pundaknya, Aditya bertekad memberikan yang terbaik.
“Saya akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Senada, seorang putra daerah asal Cilacap, Letda Tek Abdurrofi, lulusan Akademi Angkatan Udara, juga mengungkapkan rasa bangganya. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika berkesempatan berjabat tangan langsung dengan Presiden Prabowo.
“Saya merasa seperti mendapatkan kehormatan tersendiri karena bisa bertatap muka dan berjabat tangan langsung dengan Presiden dan jajaran Panglima,” ucap Abdurrofi saat ditemui usai upacara.
Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama selama pendidikan. Ayah dan ibunya pun tak kuasa menahan haru saat melihat anak mereka resmi menjadi perwira. “Harapannya ya, ananda Abdurrofi itu bisa menepati sumpah dan janjinya sebagai prajurit dan sebagai perwira, semoga amanah,” ucap sang ayah.
Ketika ditanya alasan memilih matra udara, Abdurrofi mengaku semula tak terpikir untuk masuk TNI AU. Namun setelah mengenal lebih jauh dunia akademi militer, ia terinspirasi oleh para penerbang TNI AU dan telah menyusun rencana ke depan.

“Setelah ini kami melanjutkan di sekolah penerbang PTTA. Setelah itu lulus, berdinas. Tujuan saya adalah menunjukkan yang terbaik, melanjutkan karir, sekolah tepat pada waktunya, dan naik pangkat pada waktunya. Sisanya saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” kata Abdurrofi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News