Beranda blog Halaman 935

Wali Kota Cimahi Resmikan 15 Koperasi Kelurahan, Targetkan Keadilan Ekonomi

Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Senin (21/7), sebagai langkah strategis memperkuat perekonomian masyarakat berbasis komunitas lokal. Peluncuran ini dilaksanakan serentak secara nasional dan diikuti secara daring oleh seluruh kepala daerah bersama Presiden Prabowo Subianto, yang meresmikan terbentuknya lebih dari 80.000 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana, memimpin langsung kegiatan peluncuran Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi. Ia menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses barang dan jasa pokok dengan harga terjangkau, serta upaya mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir atau “bank emok”.

“Melalui koperasi ini, kita ingin menghadirkan sistem distribusi ekonomi yang lebih adil. Masyarakat bisa mengakses kebutuhan dasar seperti sembako, obat-obatan, gas elpiji, bahkan layanan logistik dengan harga bersaing,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.

Sebanyak 15 koperasi kelurahan di Kota Cimahi telah terbentuk, masing-masing dengan akta notaris dan badan hukum yang sah. Setiap koperasi memiliki unit usaha potensial seperti simpan pinjam, apotek, logistik, dan layanan klinik. Meskipun belum menerima bantuan modal dari pusat, koperasi diharapkan tetap mandiri melalui kontribusi anggota dan sinergi dengan sektor swasta.

Pemkot Cimahi juga membentuk Satuan Tugas Koperasi Merah Putih tingkat kota yang dipimpin langsung oleh Wali Kota. Satgas ini berfungsi melakukan pengawasan dan pembinaan, didukung oleh Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) sebagai leading sector.

Ngatiyana menekankan pentingnya koperasi sebagai sarana untuk menggerakan ekonomi rakyat. “Ini bukan hanya program, tapi gerakan bersama untuk membangun ekonomi dari bawah. Dengan koperasi, kita dorong kemandirian warga dan keadilan sosial,” tegasnya.

Peluncuran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemendikdasmen Kirim 6 Siswa Terbaik dalam Ajang International Mathematical Olympiad 2025

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mengirimkan enam siswa terbaik Indonesia untuk berkompetisi di ajang bergengsi Olimpiade Matematika Internasional atau International Mathematical Olympiad (IMO) ke-66 yang diselenggarakan pada 10 s.d. 20 Juli 2025 di Sunshine Coast, Queensland, Australia.

Tim Olimpiade Matematika Indonesia terdiri dari enam siswa-siswi terbaik hasil binaan Pusat Prestasi Nasional, yaitu Danica Odelia (SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong), Janssen Edyth Lim (SMAK Immanuel Pontianak), Jesreel Hasiholan Tua Sigalingging (SMAS Kristen 5 BPK Penabur Jakarta), Leonardo Valerian (SMAS Darma Yudha Riau), Louis Wilson Gunawan (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta), dan Raymond Christopher Tanto (SMAK Kalam Kudus Sukoharjo).

“Berikan yang terbaik. Saya yakin adik-adik dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang IMO 2025,” kata Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, Kamis (10/7).

Untuk mempersiapkan delegasi Indonesia di Ajang Talenta Internasional, Puspresnas telah melaksanakan beberapa tahapan pembinaan. Pada bulan Maret 2025 Tim Pembina IMO telah melakukan seleksi terhadap 22 peserta yang berasal dari pemenang Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan 5 orang siswa pembinaan tahun lalu yang masih memenuhi syarat. Kemudian, terpilih sebanyak 6 siswa yang berhak mengikuti pembinaan sekaligus menjadi delegasi Indonesia pada ajang IMO tahun 2025. Selanjutnya, diadakan Pembinaan Tahap I dan Tahap II oleh Puspresnas.

Selaku Koordinator Pembina IMO, Aleams Barra, menyampaikan bahwa Tim Olimpiade Matematika Indonesia telah melakukan persiapan dengan maksimal. “Persiapan terakhir ini khususnya pada mental para siswa. Lalu kita juga mengadakan dua kali simulasi menyerupai pelaksanaan IMO yaitu, tiga soal dalam waktu 4,5 jam, yang terpenting mereka bisa fokus, tenang, dan percaya diri. Semoga semua persiapan yang dilakukan menghasilkan hasil maksimal dengan meraih medali,” ujar Aleams.

Sementara itu, salah satu peserta Bernama Raymond Christopher Tanto, siswa asal SMAS Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, mengatakan bahwa Pembinaan Tahap II IMO sangat membantu dirinya juga bersama rekan satu timnya. “Pada pembinaan yang diselenggarakan Puspresnas ini kita hampir setiap hari melakukan simulasi pengerjaan soal sehingga sangat membantu. Lewat pembinaan ini, saya juga bisa berdiskusi dan belajar bersama teman-teman satu tim,” jelasnya.

Dengan lugas, Raymond optimis membawa pulang medali untuk Indonesia. “Saya berharap bisa memberikan hasil yang terbaik dan membawa pulang enam medali untuk Indonesia,” kata Raymond yang juga peraih medali perunggu IMO tahun 2024.

Rasa optimis lainnya juga turut diungkapkan oleh Danica Odelia, siswi asal SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten. Menurutnya, selama masa persiapan ia sangat mendapatkan manfaat yang baik guna menuju perlombaaan.

“Wawasan saya jadi lebih luas karena bisa menanyakan hal-hal baru dari teman-teman lainnya pada pembinaan ini. Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia di ajang IMO 2025,” tambah Danica.

IMO merupakan olimpiade matematika tingkat internasional yang mempertemukan pelajar-pelajar terbaik dari berbagai negara untuk bersaing dalam penyelesaian soal-soal matematika tingkat tinggi. Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, namun juga melatih pikir logis, kreatif, dan ketahanan mental peserta.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hadiri Peringatan HAN 2025, Wattimena Komitmen Wujudkan Suara Hati Anak

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 tingkat Kota Ambon, yang digelar Rabu (23/7/25) di Hotel Zest Ambon.

Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, bersyukur sebab di momentum HAN tahun ini, anak – anak yang diwakili Forum Anak Kota Ambon, telah menyampaikan “Suara Hati” yang menjadi harapan mereka untuk dapat diwujudkan oleh Pemerintah, salah satunya untuk mewujudkan Ambon sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Anak – anak menyampaikan suara hati menggambarkan apa yang jadi harapan mereka antara lain diperhatikan dalam seluruh kebijakan pemerintah untuk jadikan kota Ambon sebagai kota layak anak, dan selaku Wali Kota saya komitmen untuk lakukan hal ini,” ujarnya.

Wattimena mengakui, paling tidak Pemkot akan berupaya perbaiki variabel terkait pemenuhan hak anak dikota ini.

“Mereka (anak-anak) juga minta difasilitasi dalam berbahgai hal, misalnya membangun tempat bermain anak di Ruang Terbuka Publik,” tambahnya.

Dari sisi kelengkapan administrasi Kependudukan, lanjutnya, anak – anak harus memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akte Kelahiran. Selain itu, anak – anak juga butuh perlindungan dari kekerasan dan ekspolitasi, sebab undang – undang menjamin hal itu.

Yang menarik, Wattimena katakan, akan memberlakukan pembatasan jam malam, bagi anak – anak sekolah.

“Akan dikeluarkan, Keputusan Wali Kota atau peraturan Wali kota, jadi jam 10 malam tidak ada lagi anak – anak usia sekolah yang berkeliaran di kota ambon, selain itu kita akan giatkan lagi jam belajar dari jam 7 sampai dengan jam 9 malam,” lanjutnya.

Terakhir, Wattimena juga menekankan perlindungan anak dari bahaya paparan iklan rokok. Untuk itu OPD terkait juga akan menindaklanjuti dengan pelarangan penjualan rokok di sekitar sekolah, termasuk membatasi iklan rokok di tempat – tempat umum yang sering dikunjungi anak – anak.

“Itu suara hati Anak Kota Ambon untuk kita realisasikan agar anak – anak di kota ambon menjadi anak yang hebat,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Puncak perayaan HAN 2025 tingkat Kota Ambon turut dihadiri ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, Wakil Wali Kota (Wawali) Ely Toisutta, para Pimpinan OPD serta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Khaeron Pastikan BPI Danatara Tetap dalam Pengawasan DPR

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khoeron, menegaskan bahwa DPR tetap akan memiliki fungsi pengawasan terhadap keberlangsungan BPI Danantara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara.

Hal ini disampaikan Herman dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN dan Kepala BPI Danantara di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini sekaligus menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya anggapan bahwa Danantara tidak dapat diawasi oleh DPR. Menurutnya, hampir seluruh norma yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 merupakan bagian dari lingkup pengawasan parlemen.

“Jadi menurut saya tidak benar kalau kemudian banyak beredar bahwa Danantara tidak bisa diawasi. Itu keliru. Justru sebagian besar norma dalam Undang-Undang ini masuk dalam pengawasan DPR,” tegas Herman dalam rapat tersebut.

Disamping itu, Herman juga mencermati penyusunan Rencana Anggaran dan Kinerja Perusahaan (RAKP) Danantara, termasuk 21 program utama yang telah diidentifikasi meskipun belum seluruhnya dilaksanakan. Menurutnya, dalam paparan yang disampaikan pihak pemerintah dalam rapat tersebut sudah secara baik mengidentifikasi masalah-masalah utama yang berpotensi hadir.

Lebih lanjut, legislator dari dapil Jawa Barat VIII ini pun menyatakan dukungan terhadap keberadaan Danantara, namun juga menekankan bahwa keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi perusahaan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.

“Kalau ke depan Danantara menunjukkan kinerja baik, tentu itu juga merupakan keberhasilan bersama, termasuk Komisi VI DPR RI. Namun jika muncul banyak persoalan, maka penyempurnaan terhadap undang-undang ini akan menjadi kebutuhan yang harus dibahas kembali,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK Awasi Pengelolaan Anggaran Pilkada 2024, Fokus pada KPU dan Bawaslu

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) menggelar Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD) Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Belanja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), di Jakarta, Senin (21/7).

Acara tersebut dihadiri bersama oleh Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota V BPK, Bobby Adityo Rizaldi dan Anggota VI BPK, Fathan Subchi yang memberikan arahan kepada peserta rapat tentang pemeriksaan yang akan dilakukan.

Dalam sambutannya, Anggota I BPK menekankan pentingnya pelaksanaan pemeriksaan yang mengacu Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), serta memedomani panduan, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis pemeriksaan yang berlaku. Anggota I BPK juga mengingatkan agar seluruh tim pemeriksa untuk menjunjung tinggi independensi, integritas, dan profesionalisme, sekaligus membangun komunikasi efektif dengan entitas terkait yang diperiksa, dan memperkuat koordinasi antartim.

Pemeriksaan ini dilaksanakan secara serentak oleh Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (Ditjen PKN) I, V, dan VI melalui kolaborasi antara BPK Pusat dan BPK Perwakilan. Cakupan pemeriksaan meliputi pengelolaan belanja di Sekretariat Jenderal KPU dan Bawaslu, serta Kantor KPU dan Bawaslu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Anggota V BPK menyoroti tantangan strategis dalam pengelolaan anggaran Pilkada, termasuk kompleksitas skema pendanaan dan potensi tumpang tindih anggaran yang dapat mengarah pada inefisiensi. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam pengadaan logistik, pengamanan, dan mobilisasi petugas ad hoc. Menurutnya, dengan meningkatnya ekspektasi publik dan pengawasan media, KPU dan Bawaslu diharapkan menerapkan prinsip transparansi dan kedisiplinan dalam pencatatan, pelaporan, serta penggunaan anggaran.

Dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemeriksaan juga disampaikan oleh Anggota VI BPK. Ia menjelaskan bahwa Ditjen PKN VI mengikutsertakan seluruh perwakilan di lingkungannya untuk melaksanakan pemeriksaan pada sejumlah entitas KPU dan Bawaslu di daerah. Koordinasi dan diskusi intensif dengan Ditjen PKN I telah dilakukan dalam rangka penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan business case pemeriksaan.

Anggota VI BPK turut mengimbau agar seluruh tim pemeriksa menjaga sinergi, komunikasi, dan koordinasi baik antar tim maupun dengan kelompok kerja (pokja) di lapangan, guna menemukan solusi atas tantangan dan permasalahan yang dihadapi selama proses pemeriksaan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, BPK berharap terwujud sinergi kuat antara BPK, KPU, dan Bawaslu dalam rangka memperkuat akuntabilitas keuangan negara di sektor pemilihan umum. Pemeriksaan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan tepat waktu, serta memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi penyelenggaraan Pilkada yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Deputi Administrasi KPU, Suryadi, Deputi Administrasi Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya BPK, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BPK, serta tim pemeriksa BPK.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPOM dan Kemhan Sepakat Perkuat Ketahanan Nasional di Sektor Obat dan Makanan

Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menandatangani Kesepakatan Bersama untuk memperkuat ketahanan nasional di bidang obat dan makanan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Kolaborasi keduanya menjadi tonggak penting dalam upaya sinergi lintas sektor guna menjamin keamanan, mutu, dan ketersediaan produk obat dan makanan di Indonesia.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan pada moment pertemuan 3 kementerian/lembaga yaitu Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kementerian Pertahanan (Kemhan), dan BPOM. Pada pertemuan tersebut dibahas kerja sama yang akan dilakukan antarlembaga dalam upaya peningkatan ketersediaan obat dan makanan untuk mendukung kesehatan dan ketahanan nasional.

Pada sesi diskusi bersama media diakhir pertemuan, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kerja sama strategis ini. Sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk melakukan pengawasan komprehensif sepanjang rantai pasok mulai dari sebelum beredar hingga saat produk berada di pasaran, BPOM berperan krusial dalam menjaga keamanan, khasiat, dan mutu produk obat dan makanan.

“Pengawasan obat dan makanan bukan hanya isu kesehatan, melainkan juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan ketahanan bangsa,” ucap Taruna Ikrar.

Saat ini tercatat ada 14.238 nomor izin edar (NIE) obat yang beredar di wilayah Indonesia. Namun demikian masih ada sejumlah problem. Taruna Ikrar menyebut ketercukupan obat masih menjadi kendala besar. Padahal obat merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan bagian dari ketahanan nasional.

“Kemandirian obat bagian dari ketahanan nasional. Kami berharap kerja sama dengan Kemhan untuk mengatasi keturcukupan itu,” lanjutnya.

Secara rinci, Taruna menjelaskan 4 problem di sektor obat. Pertama, 94% bahan baku obat masih impor dari berbagai negara khususnya India, China, Belanda, Jerman, dan Amerika. Kedua, harga obat masih terbilang mahal dibanding beberapa negara. Ketiga, ketersediaan obat yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan untuk pengobatan beberapa penyakit spesifik seperti penyakit jantung dan sebagainya. Keempat masih terlihat banyak produk ilegal baik yang belum mendapat izin maupun obat palsu.

Karena itu, menurutnya diperlukan sinergi kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertahanan. “Kami punya keterbatasan tenaga, pegawai kami 6.700. Ada unit pelaksana teknis (UPT) setiap provinsi, dan kurang dari 50% di kota/kabupaten, termasuk perbatasan. Maka untuk ketercukupan kebutuhan dan kemandirian obat sebagai ketahanan nasonal, kami bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan termasuk melawan berbagai macam mafia pelanggaran obat dan makanan,” jelas Taruna Ikrar

Salah satu implementasi nyata dari sinergi ini adalah dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP). Dengan unit usaha apotek desa sebagai salah satu program unggulannya. Koperasi dengan jumlah 80.081 unit ini baru saja diresmikan dan diluncurkan secara kelembagaan pada 21 Juli 2025.

Kerja sama ini bertujuan mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan dan pertahanan. Nantinya BPOM bersama Kementerian Pertahanan akan mendukung penyediaan obat-obatan generik yang terjangkau di gerai apotek desa, sebagai bagian dari upaya menjamin akses obat yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut saat ini pihaknya telah mulai memproduksi obat-obatan. Nantinya obat tersebut akan diserahkan kepada Koperasi Merah Putih. “Produksi obat sudah berjalan dan kita akan hibahkan kepada Satgas Koperasi Merah Putih, 5 Oktober nanti kita produksi massal obat dan kirim ke desa-desa dengan harga 50% lebih murah dari pasaran agar bisa dinikmati rakyat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kementerian Pertahanan juga menandatangani Kesepakatan Bersama Kementerian Kesehatan. Fokusnya yakni pembangunan fasilitas kesehatan terutama rumah sakit di wilayah perbatasan yang rawan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pengawalan Kemhan, termasuk mengoptimalkan rumah sakit yang dimiliki Kemhan. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan akses kesehatan yang baik dan terjangkau bagi masyarakat,” terang Menteri Kesehatan.

Sementara itu terkait dengan produksi obat di bawah Kemhan, Kepala BPOM yakin Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki standar dan kompetensi untuk memproduksi obat. Tentu pihaknya akan melakukan sertifikasi cara pembuatan obat yang baik (CPOB) agar obat yang diproduksi sesuai standar keamanan, khasiat, dan mutunya.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini diharapkan menjadi landasan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara melalui penguatan ketahanan nasional di bidang obat dan makanan demi Indonesia yang lebih sehat, maju, dan mandiri,” tutup Kepala BPOM.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Kediri Vinanda Tinjau Penyaluran Bantuan Beras 20 Kg untuk Warga

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tinjau penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah, Selasa (22/07/2025) di Kelurahan Tamanan. Di lokasi ini ada 495 penerima bantuan. Mbak Wali menyaksikan satu per satu proses penyaluran dan berbincang langsung dengan warga.

“Kami mengapresiasi Bapanas dan Bulog karena ini merupakan upaya dari pemerintah untuk sama-sama menjamin ketahanan pangan. Kami ingin memastikan penyaluran bantuan pangan ini berproses dengan lancar, tertib dan tepat sasaran,” ujarnya.

Mbak Wali menjelaskan bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dimana DTSEN digunakan oleh Kemensos untuk mengelola penerima bantuan sosial. Wali kota termuda ini berharap agar bantuan pangan berupa beras ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima.

“Lalu kepada panitia yang mendistribusikan bantuan pangan ini harus memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran,” jelasnya.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Kediri Harisun menambahkan di Kota Kediri ada 26.832 penerima bantuan. Ditargetkan penyaluran di Kota Kediri selesai pada hari Jumat mendatang. Untuk proses penyalurannya, penerima bantuan diberi surat undangan, lalu datang ke lokasi dan diverifikasi oleh petugas. Yakni dicocokkan antara KTP dan KK serta data yang ada. 1 penerima bantuan bisa membantu mengambilkan 3 orang namun harus membawa KTP. Untuk penyaluran bantuan pangan setiap penerima mendapat 20 kilogram beras. Penyaluran ini alokasi bulan Juni-Juli.

“Nanti yang belum diambil kita beri waktu sampai 5 hari. Target di Kota Kediri hari Jumat selesai kalau nasional tanggal 31 Juli harus sudah tersalur. Beras yang disalurkan ini premium, bukan hanya di Kediri hampir merata di Jatim bahkan Indonesia premium berasnya,” imbuhnya.

Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah, Mbak Wali kota kediri vinanda Pastikan Proses Berjalan Lancar dan Tepat Sasaran

Turut mendampingi, Kepala DKPP Moh. Ridwan, Kepala Dinas Sosial Paulus, Kepala Bagian Perekonomian Tetuko Erwin, Camat Mojoroto Bambang Tri, Lurah Tamanan Yahya, dan tamu undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cegah dan Percepat Penurunan Stunting, Wabup Tuban Beri Pengarahan di Kecamatan Grabagan

Wabup Tuban, Drs. Joko Sarwono didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tuban, Ayuk Krisnawati Joko Sarwono melakukan kunjungan ke kantor Kecamatan Grabagan, Rabu (23/07).

Kunjungan tersebut dalam rangka memberi pengarahan terkait upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Dalam sambutannya, Wabup Joko Sarwono menekankan monitoring ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen dan menguatkan sinergi terhadap upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kecamatan Grabagan diharapkan lebih menguatkan langkah sinergi.

“Ikhtiar yang telah dijalankan selama ini hendaknya dapat dilipatgandakan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, keterlibatan ibu-ibu dan organisasi perempuan sangat diperlukan. Sudut pandang dan pola komunikasi antarorganisasi akan mampu memberi kontribusi besar dalam memaksimalkan upaya pencegahan stunting.

“Pencegahan dan penurunan stunting menjadi tanggung jawab semua pihak demi mewujudkan generasi penerus Kabupaten Tuban yang sehat, unggul, dan berkarakter,” tegas Wabup.

Lebih lanjut, perlu adanya pemetaan wilayah secara detail. Pemetaan tersebut mencakup jumlah calon pengantin, ibu hamil, hingga keluarga rawan stunting. Dengan demikian dapat diambil langkah intervensi sesuai dengan data kewilayahan.

Wabup Tuban menggarisbawahi perlunya upaya preventif untuk mengurangi risiko anak stunting. Remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga rawan stunting menjadi prioritas. Upaya pencegahan ini diharapkan membawa daya ungkit yang besar untuk menekan angka stunting.

Ketua TPPPS Kabupaten Tuban ini menekankan wilayah yang memiliki angka prevalensi stunting yang cukup tinggi harus mendapat perhatian ekstra. Langkah intervensi dan preventif harus dijalankan secara simultan. Tujuannya, agar laju prevalensi stunting dapat ditekan mulai dari faktor penyebabnya.

Plt. Camat Grabagan, Sucipto mengatakan Kecamatan Grabagan menjadi wilayah yang memiliki angka prevalensi stunting yang cukup banyak. Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan langkah kolaboratif bersama lintas sektor.

“Besar harapan kami adanya intervensi langsung dari TPPPS Kabupaten Tuban untuk kecamatan Grabagan,” katanya.

Sucipto menyebutkan TPPPS Kecamatan Grabagan terus berupaya menurunkan angka stunting, mulai dari pencegahan, intervensi ke rumah tangga, dan pembagian makanan bergizi. Berbagai kegiatan dijalankan secara kolaboratif, mulai dari pemerintahan, Puskesmas, TNI, Polri, Puskesmas, KUA, kader posyandu, dan pihak lainnya.

Secara tindak pencegahan, edukasi dan sosialisasi tentang angka kecukupan gizi, pencegahan pernikahan dini dan kenakalan remaja digelar secara berkala. “Puskesmas Grabagan juga mengembangkan inovasi bernama Pangling (Puskesmas Keliling) dan inovasi Smile (Stop Anemia Remaja Putri dengan Minum Tablet FE),” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Kaltim Wujudkan Program Internet Gratis Desa, Fokus pada Pelayanan Publik

Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal hadir menjadi narasumber dalam program Dialog Publika yang disiarkan langsung dari Studio 2 TVRI Kaltim pada Selasa (22/7).

Acara ini mengangkat tema “Internet Gratis Desa, Menjembatani Kesenjangan Digital di Kaltim”.

Dalam dialog tersebut, Muhammad Faisal menjelaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadirkan akses internet gratis untuk desa-desa yang masih mengalami keterbatasan konektivitas digital.

Prinsipnya program ini, merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan kesenjangan digital antarwilayah, khususnya antara daerah perkotaan dan pedesaan.

“Internet bukan lagi sekadar kebutuhan sekunder, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar untuk pendidikan, layanan publik, dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

“Melalui program internet gratis desa ini, kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari arus digitalisasi,” tegas Faisal dalam dialog tersebut.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa pihaknya terus bekerja secara aktif untuk memastikan program ini berjalan sesuai target dengan progres yang terus dipantau.

“Kami terus bergerak. Bersabar bukan berarti diam. Setiap hari selalu on progres. Kami prioritaskan desa-desa yang memiliki pelayanan publik, seperti kantor desa, sekolah, dan puskesmas. Mudah-mudahan internet ini bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Faisal.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan target Diskominfo Kaltim dalam program ini.

“Kami menargetkan sekitar 150 desa setiap bulannya bisa mendapatkan akses internet gratis. Ini tantangan, tapi juga komitmen kami agar tidak ada desa yang tertinggal secara digital,” tambahnya.

Program ini dijalankan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan internet. Selain memperluas akses informasi, kehadiran internet di desa juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi digital bagi masyarakat desa. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kepala Diskominfo Kaltim Dorong ASN Punya Mindset Digital: “Mulai dari Diri Sendiri, Baru Ajak Orang Lain”

Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memiliki mindset digital dalam memberikan pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kaltim saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Pelayanan Publik Berbasis IT Angkatan I yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Selasa (22/7/25).

Dalam pelatihan bertema “Digitalisasi Pelayanan Publik di Provinsi Kalimantan Timur” tersebut, Faisal mengingatkan bahwa era digital bukan lagi soal perangkat dan sistem, tetapi tentang pola pikir.

“Mindset digital adalah pola pikir bagaimana digital membantu pekerjaan kita, bukan kita yang mencari digital” tegas Kepala Diskominfo Kaltim.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk memulai transformasi dari hal-hal kecil di lingkup pribadi dan pekerjaan sehari-hari.

“Mulailah dari hal kecil, baru dari hal besar. Mulai dari sendiri, baru mengajak orang lain” pesan Faisal, menekankan pentingnya aksi nyata dalam perubahan budaya kerja.

Kehadiran Faisal dalam pelatihan yang digelar di ruang kelas A1.1 ini memberikan sudut pandang praktis dan strategis bagi peserta.

ASN dari berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kaltim tampak antusias mengikuti materi, serta aktif berdiskusi mengenai penerapan layanan digital di unit kerja masing-masing.

BPSDM Kaltim sebagai penyelenggara berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi ASN untuk memperkuat peran sebagai pelayan publik yang adaptif dan responsif terhadap kemajuan teknologi informasi.

Dengan menguatkan mindset digital di kalangan ASN, Muhammad Faisal menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik di Kaltim bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata yang dimulai dari pola pikir setiap individunya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News