Beranda blog Halaman 947

Menag Terima Kunjungan Jajaran Gereja HKBP, Bahas Ekoteologi dan Kurikulum Cinta

Menag Nasaruddin Umar hari ini menerima kunjungan jajaran pengurus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik VIII DKI Jakarta di kantor pusat Kementerian Agama. Pertemuan ini membincang pentingnya ekoteologi dan kurikulum cinta dalam memupuk pesatuan antaragama.

“Program yang kami bawa adalah kurikulum cinta dan ekoteologi. Selama ini kita sering melihat yang mengajarkan agama itu menekankan pada perbedaan dan kebencian pada orang yang di luar mereka. Bagi kita, orang yang mengajarkan kebencian itu bukan mengajarkan agama,” ucap Menag Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Hadir, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung, Kepala Bidang Marturia Pdt. Christopel Pasaribu, Perwakilan HKBP Resor Tebet Pdt. Martunas Manullang, Ketua Umum Panitia Tahun Transformasi HKBP Distrik VIII Kamidun Padiangan, dan anggota majelis Pekerja Sinode Distrik (MPSD) St. Ginagan Nainggolan, dan St. Andar Siburian.

Selain kerukunan antarmanusia, lanjut Menag, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga keharmonisan kehidupan manusia dengan alam dan lingkungan. Sebab, semuanya adalah sama-sama makhluk Tuhan. Karenanya, Menag mengajak HKBP untuk ikut memperkenalkan ekoteologi.

“Saat ini penting menjaga hubungan antar umat beragama dengan lingkungannya,” ujarnya.

Sekretaris Distrik Pdt. Sakarias Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program-program Kementerian Agama. “HKBP akan mendukung program-program Kementerian Agama, karena sudah menjadi janji gereja atas kehadirannya untuk berkontribusi pada negara dan bangsa,” jelas Pdt. Sakarias.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gereja HKBP selalu beradaptasi dengan zaman sesuai dengan kebutuhan umat, namun tidak meninggalkan prinsip ajaran.

“Gereja HKBP bisa bertahan 168 tahun ini karena mampu berbenah dan beradaptasi dengan zaman,” katanya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Ajak Tokoh Agama Garut Kenalkan Kurikulum Cinta dalam Pendidikan Agama

Menag Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama di Kabupaten Garut untuk mengenalkan kurikulum cinta dalam pendidikan agama. Pesan ini Menag sampaikan di Aula Pondok Pesantren Al Musaddadiyah.

Turut hadir, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Ali Ramdhani, Bupati Garut Abdusy Syakur, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ali Abdul Latif, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Saepullah, serta Pembina Pondok Pesantren Al Musaddadiyah Tantowi Jauhari Musaddad.

“Apa yang dimaksud kurikulum cinta? Bagaimana mengajarkan agama, tapi tidak mengajarkan kebencian kepada orang beragama lain,” ungkap Menag, Selasa (16/7/2025).

Menurut Menag, pendidikan agama yang mengandung unsur indoktrinasi perbedaan dapat merusak keutuhan bangsa. Ia menekankan pentingnya penanaman nilai cinta kasih sejak dini agar Indonesia tetap utuh dalam kedamaian.

“Apa jadinya bangsa Indonesia kalau anak-anak kita diajarkan indoktrinasi perbedaan oleh guru-guru agamanya? Maka dari itu, kita perlu mengajarkan cinta sejati agar Indonesia tetap utuh,” lanjutnya.

Menag juga menyampaikan refleksi mendalam terkait ajaran Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa jika Al-Qur’an dipadatkan menjadi satu nilai inti, maka kata kuncinya adalah cinta.

“Ada analisis bahwa kalau Al-Qur’an itu dipadatkan, maka pemadatannya adalah dengan surah Al-Fatihah, 7 ayat. Dipadatkan lagi, pemadatannya adalah ayat yang pertama, yaitu Bismillahirrahmanirrahim. Intinya basmalah itu adalah ar-Rahman dan ar-Rahim. Rahman dan Rahim ini berasal dari akar kata yang sama, rahima. Apa artinya rahima? Cinta,” jelas Menag.

“Jadi Al-Qur’an itu kalau dipadati dengan satu kata, maka kosa katanya itu adalah cinta,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa agama sejatinya membawa pesan kasih sayang, bukan kebencian. “Jadi kalau ada orang mengajarkan agama tapi mengajarkan kebencian, itu bukan mengajarkan agama, tapi mengajarkan kebalikan dari agama,” tegasnya.

Menutup pesannya, Menag menekankan pentingnya keselarasan antara pemahaman agama dengan perilaku umat. Semakin dekat hubungan seseorang dengan agamanya, semakin damai kehidupan yang terwujud.

“Semakin berjarak antara umat dengan agamanya, maka semakin banyak kejahatan yang terjadi. Semakin menyatu antara penganut dengan agamanya, maka semakin indah kehidupannya. Inilah tentang kita,” pungkasnya.

Silaturahmi ini menjadi momen strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam membangun harmoni sosial, sekaligus menegaskan kembali peran pesantren dan lembaga keagamaan dalam menyemai nilai-nilai universal kemanusiaan dan cinta kasih.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wamen Viva Yoga Ingin Maluku Utara Kembali Sebagai Pusat Perdagangan Dunia

Kedatangan Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dalam Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate, Maluku Utara, (15/7/25) membawa berkah bagi pemerintah kabupaten dan kota di provinsi kepulauan itu.

Tujuh daerah yakni Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Halmahera Utara serta Kota Tidore Kepulauan mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp35 Miliar.

Dari bantuan itu rinciannya adalah, Pulau Morotai sebesar Rp8,647.020.000, Halmahera Timur Rp2,594.000.000, Halmahera Selatan Rp4.587.020.000, Halmahera Tengah Rp 11. 829.005.000, Halmahera Utara Rp 4.911.020.000, Kepulauan Sula Rp 1,297.020.000, dan Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 1.457.020.000.

Kepada wartawan, Wamen Viva Yoga mengatakan dana yang dikucurkan tersebut merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan agar pembangunan lewat program transmigrasi dapat menjaga integrasi nasional, mengentaskan kemiskinan, dan berkontribusi mewujudkan kedaulatan pangan.

“Bantuan yang diberikan kita harap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan potensi unggulan daerah”, ujarnya.

Wamen Viva Yoga menegaskan agar program transmigrasi diakselerasi pemerintah daerah guna mencipatkan kawasan perekonomian di daerah masing-masing.

“Kementerian Transmigrasi menetapkan kawasan yang ada tak berfokus pada sentra tanaman pangan namun juga komoditas lain yang juga dapat meningkatkan perekonomian”, ujarnya.

Komoditas lain itu seperti pala, cengkeh,  kakao, kelapa, dan rempah-rempah.

“Ini merupakan produk ungulan yang sangat luar biasa dan bertaraf internasional”, tuturnya.

Komoditas tersebut berpotensi diekspor dari Maluku Utara. Untuk menunjang potensi ekspor maka perlu dibentuk lembaga ekonomi dan bisnis yang mengelola semua proses, dari hulu ke hilir. Wilayah Oba, Weda, dan Wasile perlu didorong menjadi zona industri transmigrasi terintegrasi berbasis agro-maritim.

Diingatkan bahwa Maluku Utara pada Abad XV dan XVI merupakan pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Bangsa-bangsa Eropa datang dan berebut untuk menguasai Ternate dan Tidore agar dapat memonopoli rempah-rempah.

“Bukti dari massifnya kedatangan bangsa-bangsa di  Eropa ke Maluku Utara adalah banyaknya peninggalan benteng-benteng pertahanan mereka”, ungkap Wamen Viva Yoga.

“Dulu merupakan jalur rempah dunia yang hari ini bersalin rupa menjadi koridor ekonomi biru, hijau, dan industri”, tambahnya.

Koridor ini disebut sangat tepat karena dari segi geografi, budaya, ekonomi, dan sosial masyarakat sangat mendukung.

Sebagai provinsi yang berbatasan dengan Filipina dan Samudera Pasifik, Maluku Utara bukan wilayah biasa. Provinsi ini mampu menjadi simpul strategis kawasan Indonesia bagian timur. Untuk mencapai hal yang demikian maka perlu strategi untuk membuka wilayah terluar menjadi kawasan bernilai tambah serta menyeimbangkan pusat dan pinggiran.

“Maluku Utara merupakan episentrum baru ekonomi di timur”, tegasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Apresiasi Program BISA, Mendes Yandri: Bisa Diaplikasikan ke Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto didampingi Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria, menghadiri Pameran Ide dan Model Bisnis Inovasi Pengembangan Ekonomi Biru di Desa dan Daerah Tertinggal di Operational Room, Rabu (16/7/25).

Mendes Yandri mengapresiasi Inovasi yang dipaparkan oleh 11 Inovator dalam program Blue Innovation Startup Acceleration (BISA). Pasalnya dari Inovasi yang dipaparkan itu bisa diaplikasi ke desa-desa, utamanya desa pesisir.

“Jumlah desa pesisir di Indonesia itu hampir 20% Dari 75 ribu desa. Dan faktanya hampir 30% dari 20% itu adalah desa tertinggal,” kata Mendes Yandri.

Salah satu upaya untuk mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Berkembang hingga Desa Mandiri adalah lewat transformasi teknologi dan pengetahuan. Mendes Yandri memaparkan, Inovasi dalam program BISA ini bisa dijadikan salah satu solusi. Sebut saja, Inovasi kepala ikan yang bisa dijadikan biostimulan. Kemudian ada bekas jaring ikan yang bisa dijadikan pumping block.

Ada juga produksi perahu listrik Kemudian ada juga sampah-sampah yang bisa dijadikan produk yang miliki nilai. Program ini disebut Mendes Yandri, sangat strategis dan ssangat bagus.

“Inovasi ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” kata Mendes Yandri.

Inovasi ini dinilai bakal jadi budaya yang luar biasa karena mampu mengubah residu atau sampah memiliki nilai ekonomi. Olehnya, Kemendes PDT bakal memberikan dukungan penuh terhadap Inovasi dalam BISA ini.

Bahkan, program ini bakal disambungkan dengan 12 Aksi Bangun Desa yang dicanangkan oleh Kemendes PDT, diantaranya soal Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDesa. Termasuk, swasemba energi, Hilirisasi Produk Pesisir Pantai.

Mendes Yandri dan Wakil Mendes Ariza Patria bakal menyambangi lokasi pelaksanaan Inovasi sebagai bentuk dukungan secara langsung kepada Inovator tersebut. Nantinya program itu bakal dijadikan Pilot Project untuk ditindaklanjuti.

“Insya Allah program ini akan kita replikasi atau kita lakukan juga di daerah lain karena program ini sangat bagus. Dan insya Allah bangun desa-bangun desa itu akan kita percepat,” kata Mendes Yandri.

Sementara itu, Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Samsul Widodo, BISA ini untuk perkenalkan solusi, inovasi dan praktek terbaik terhadap peluang pengembangan ekonomi kelauatan yang relevan dengan gagasan kekinian.

“Kegiatan ini diharapkan jadi salah satu alternatif dalam penguatan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademisi, Masyarakat, Media, serta Inovator dalam pembangunan desa yang sejalan dengan amanat Asta Cita ke-6,” kata Samsul Widodo.

Kemendes PDT mendorong Inovasi-inovasi ini lebih dikenalkan ke desa-desa agar bisa menjadi peluang usaha baru bagi desa lewat BUMDesa.

Turut hadir Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, hingga Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, UK Ambassador to Indonesia and Timor Leste Dominis Gerny, Head of Nature, Climate and Energy – UNDP Indonesia Aretha Aprilia, dan Director BISA William Hendra

Turut mendampingi Mendes Yandri, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Nusron Siap Kunker ke Sulawesi Utara untuk Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara pada 17-18 Juli 2025.

Kunjungan ini jadi momen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai unsur masyarakat dalam mendorong percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian ATR/BPN di wilayah timur Indonesia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Harison Mocodompis, menyatakan bahwa kunjungan kerja ke Sulawesi Utara ini telah dipersiapkan dengan matang untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kunjungan ini tidak hanya seremonial, tapi menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan pesan-pesan strategis kementerian tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat daerah,” ujar Menteri Nusron di Jakarta, Rabu (16/07/25).

Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Utara dengan sejumlah organisasi keagamaan, seperti MUI, Sinode GMIM, Keuskupan Manado, dan KGPM. Penandatanganan akan berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin. Di momen tersebut, juga akan dilakukan penyerahan sertipikat tanah untuk rumah ibadah, aset wakaf, serta tanah milik pemerintah daerah.

“Dalam agenda tersebut, Menteri Nusron juga dijadwalkan memberikan sambutan dan arahan sekaligus menegaskan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam melayani masyarakat tanpa diskriminasi,” lanjut Harison Mocodompis.

Agenda Menteri Nusron akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama gubernur dan jajaran pemerintah daerah, serta ziarah ke makam tokoh nasional Kyai Modjo di Tondano, Kabupaten Minahasa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Selain itu, rencananya akan dilakukan pengarahan sekaligus penandatanganan prasasti peresmian sejumlah renovasi kantor di Sulawesi Utara, di antaranya Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Utara, serta Kantor Pertanahan Kabupaten Bolmut dan Boltim.

Pada hari kedua, Menteri ATR/Kepala BPN dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Tahun 2025. Dalam kesempatan itu, ia akan memberikan pembinaan kepada para PPAT sebagai mitra strategis dalam pelayanan pertanahan nasional.

Kunjungan Menteri Nusron ke Sulawesi Utara akan ditutup dengan pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, sebelum bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Sam Ratulangi pada sore hari.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Jadi Pembicara di Pra Rakor BPK, Menteri Nusron Tegaskan Tanah adalah Fondasi Ketahanan Pangan

Tanah adalah landasan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapkan langsung Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat menjadi narasumber di Pra Rapat Koordinasi (Pra Rakor) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Jakarta, Selasa (16/07/25).

“Tidak akan ada kebijakan pangan kalau tidak ada tanah. Tanah itu adalah problem kemanusiaan. Karena itu, semua program pangan harus bertumpu pada kepastian lahan,” tegas Nusron Wahid di hadapan jajaran BPK.

Dalam paparannya, Menteri Nusron menjelaskan strategi Kementerian ATR/BPN mendukung ketahanan pangan, mulai dari perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), penerapan skema Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), hingga optimalisasi tanah telantar untuk redistribusi kepada masyarakat. Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, penerapan LSD terbukti menekan alih fungsi lahan sawah secara signifikan.

“Dulu, rata-rata alih fungsi lahan bisa puluhan ribu hektare per tahun. Sejak ada LSD, dalam empat tahun hanya sekitar 5.600 hektare di delapan provinsi. Selama saya menjabat, saya belum pernah menandatangani satu pun izin alih fungsi LSD,” ungkap Menteri Nusron.

Selain pengendalian alih fungsi lahan sawah, Menteri Nusron mendorong percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) hingga Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Tata ruang yang akurat penting untuk memastikan kebijakan pangan, perumahan, energi, dan hilirisasi industri tidak saling tumpang tindih.

Untuk mendukung redistribusi tanah kepada masyarakat, Kementerian ATR/BPN juga menyiapkan optimalisasi tanah telantar serta tanah eks Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU) yang masa berlakunya telah habis. Hal itu bertujuan demi memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan. Dengan keempat strategi tersebut diharapkan swasembada pangan nasional dapat terwujud.

Turut jadi pemateri dalam kegiatan ini, Kepala Badan Pangan Nasional, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, dan Kepala Badan Riset Nasional. Mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN, Inspektur Jenderal, Dalu Agung Darmawan, serta Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Kartika Sari.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Seskab Teddy Ungkap Diplomasi Telepon Presiden Prabowo–Trump Turunkan Tarif Produk RI

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kembali melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Selasa malam, 15 Juli 2025, melalui sambungan telepon. Percakapan yang berlangsung saat Presiden Prabowo tengah berada di Eropa dalam rangkaian kunjungan luar negerinya ini membahas kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap produk Indonesia.

“Dalam percakapan yang sangat serius namun dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban selama hampir 17 menit, kedua pemimpin membahas sejumlah isu, terutama mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Usai proses negosiasi panjang, Seskab Teddy mengatakan bahwa kedua pemimpin negara berhasil mencapai kesepakatan penting. Tarif impor Amerika Serikat terhadap produk-produk Indonesia diturunkan secara signifikan.

“Setelah proses negosiasi yang alot dan dengan memahami kepentingan masing-masing negara, akhirnya dicapai kesepakatan penurunan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen pada produk-produk Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Seskab Teddy, tarif dagang yang dikenakan Amerika Serikat ke Indonesia menjadi salah satu yang terendah di Asia. Presiden Prabowo mengambil peran langsung dalam proses negosiasi dengan semangat memperjuangkan kepentingan nasional.

“Setelah berbagai upaya negosiasi dilakukan oleh pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo sendiri secara langsung melakukan negosiasi penurunan tarif dengan Presiden Donald Trump yang adalah seorang negosiator tangguh. Kepala Negara pun terus berunding hingga tercapai titik temu untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia,” tambah Seskab Teddy.

Kesepakatan tarif dagang ini memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Apalagi, pencapaian ini datang tidak lama setelah Indonesia dan Uni Eropa menyepakati tarif dagang nol persen yang turut memperluas akses pasar produk nasional di kawasan Eropa.

“Kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi kali ini merupakan kabar baik, yang datang setelah tercapainya kesepakatan tarif dagang nol persen antara Indonesia dengan Uni Eropa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan bahwa hasil kesepakatan ini akan segera ditindaklanjuti oleh menteri terkait. “Untuk detail hasil kesepakatan tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia ini, akan ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Bertemu Presiden Belarus, Bahas Pupuk hingga Komoditas Strategis

Dalam perjalanan kembali ke Tanah Air usai kunjungan di Prancis, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, singgah sejenak di Republik Belarus dan menggelar pertemuan hangat dengan Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, pada Selasa, 15 Juli 2025. Pertemuan tersebut digelar di kediaman Presiden Lukashenko, Ozyorny, yang terletak di luar ibu kota Minsk.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam dalam suasana yang santai dan bersahabat ini mencerminkan kedekatan dan rasa hormat antara kedua pemimpin negara. Presiden Prabowo merupakan presiden kedua setelah Presiden Rusia Vladimir Putin yang datang ke kediaman Presiden Lukashenko setelah direstorasi.

“Bapak Presiden, setelah restorasi rumah ini (dulunya rumah militer), sebelum Anda, hanya Presiden Putin yang mengunjungi rumah ini. Dulu kala, bahkan sebelum restorasinya, (Presiden Tiongkok) Xi Jinping berkunjung ke sini bersama keluarganya,” ungkap Presiden Lukashenko saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko membahas sejumlah isu strategis, termasuk peluang kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara. “Saya senang menyambut Anda di rumah ini dan siap membahas semua isu yang mungkin menjadi agenda hubungan kita,” ujar Presiden Lukashenko.

Presiden Prabowo pun menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat tersebut. Kepala Negara turut mengundang Presiden Lukashenko untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Terima kasih sekali lagi, Yang Mulia, terima kasih. Kehormatan besar saya diterima di rumah. Saya juga berharap Yang Mulia nanti tidak lama juga akan berkunjung ke Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.

Menanggapi undangan tersebut, Presiden Lukashenko pun menyatakan kesiapannya untuk kembali berkunjung ke Indonesia setelah sebelumnya berkunjung pada tahun 2013. “Saya menantikan untuk kembali berkunjung ke Indonesia,” ujar Presiden Lukashenko dengan senyum hangat.

Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan singkat ke Belarus juga membuahkan pembahasan yang penting terkait kebutuhan strategis masing-masing negara. Salah satunya adalah terkait potensi peningkatan kerja sama dalam sektor perdagangan komoditas dan pemenuhan kebutuhan pupuk.

“Belarus butuh banyak komoditas dari kita dan kita juga membahas sama mereka karena kita butuh untuk pupuk, potas, dan sebagainya,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Tuntaskan Diplomasi Strategis Global: Dari BRICS hingga IEU-CEPA

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Tanah Air pada Rabu, 16 Juli 2025, usai menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Amerika Latin, dan Eropa. Ketibaan Kepala Negara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo mengawali kunjungan kerja ke Arab Saudi dan bertemu langsung dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Mohammed bin Salman Al Saud. “Hasilnya produktif, Anda sendiri dengar pengumuman mereka ya, bukan pengumuman kita, pengumuman mereka. Mereka juga menilai sangat berhasil. Banyak kemajuan yang kita capai di beberapa bidang. Mereka tingkatkan investasi di Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan gagasan pembangunan perkampungan haji permanen bagi jemaah asal Indonesia. “Saya mengajukan bahwa Indonesia ingin membangun perkampungan haji yang permanen di situ. Secara prinsip mereka tidak keberatan tapi tentunya akan dilakukan persiapan-persiapan perencanaan teknis,” imbuh Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah. “Di beberapa bidang kita juga sangat erat kerja sama dengan Arab Saudi, dengan negara-negara saudara-saudara kita di Timur Tengah, Mesir, Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Jordan, sangat-sangat sinkron kita,” ujar Presiden Prabowo.

Dari Timur Tengah, Presiden melanjutkan perjalanan ke Brasil untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di kota Rio de Janeiro. Selain itu, Presiden juga mengadakan lawatan kenegaraan ke ibu kota Brasil, Brasilia, dan bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. “Kemudian BRICS tentunya kita juga diterima sebagai anggota. Sesudah itu saya kunjungan resmi ke Republik Federasi Brasil, diterima Presiden Lula dengan baik,” ucap Presiden.

Presiden menekankan pentingnya kerja sama antara Brasil dan Indonesia yang belum tergarap optimal. “Brasil dan Indonesia sama-sama negara sangat besar, memiliki hutan tropis yang sangat besar, bisa dikatakan paru-paru dunia. Kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar. Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil. Jadi ini kita ingin tingkatkan,” ungkap Kepala Negara.

Selanjutnya, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Brussel, Belgia, untuk menghadiri pertemuan dengan Uni Eropa, serta pertemuan empat mata bersama Raja Belgia, Philippe. Presiden menyampaikan bahwa telah dicapai terobosan besar setelah lebih dari satu dekade perundingan. “Setelah 10 tahun perundingan alot akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang itu sama dengan Free Trade Agreement. Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0 persen tarif, mereka juga. Jadi kita sangat ini lah, ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan. Kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar. Jadi ini simbiosis,” ungkap Presiden.

Usai dari Brussels, Presiden bertolak ke Prancis untuk menghadiri peringatan Hari Nasional Prancis Bastille Day sebagai tamu kehormatan. Dalam kesempatan itu, Kontingen Satgas Patriot II dari Indonesia menjadi pembuka parade militer di Champs Élysées. Presiden juga melakukan pertemuan dan jamuan santap malam privat dengan Presiden Emmanuel Macron. “Habis itu saya ke Prancis, kita diberi kehormatan bisa memimpin defile Hari Nasional Prancis. Ini sesuatu yang baru pertama kali dalam sejarah suatu negara dari Asia mimpin defile di Prancis, kehormatan besar. Saya lakukan juga pembicaraan lama dengan Presiden Macron membahas banyak masalah juga cukup sangat produktif,” jelas Kepala Negara.

Mengakhiri lawatan luar negeri, Presiden melakukan kunjungan singkat ke Minsk, Belarus, untuk bertemu dengan Presiden Aleksandr Lukashenko. “Dan habis itu saya mampir di Belarus, di Minsk,” tutup Kepala Negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dialog Prabowo-Trump Berbuah Manis: Tarif Ekspor RI ke AS Turun Tajam

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa produk ekspor dari Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 19% dan menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan penetapan tarif sebelumnya yang mencapai 32%. Hal ini menjadi capaian penting dari upaya negosiasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menjaga akses pasar ekspor. Besaran tarif tersebut juga menjadi yang terendah dari sejumlah negara lainnya seperti Bangladesh (35%), Thailand (36%), Sri Lanka (30%), Malaysia (25%), Brunei (25%), Vietnam (20%), hingga Filipina (20%).

Keberhasilan penurunan tarif yang merupakan hasil kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mencapai kesepakatan pasca surat resmi Presiden Trump pada 7 Juli 2025. Respons cepat Pemerintah Indonesia melalui negosiasi lanjutan pada 9 Juli 2025 di Washington D.C. langsung difinalisasi oleh kedua kepala negara sebagai bentuk komitmen bersama untuk menuntaskan pembahasan secara konstruktif.

“Saya bicara dengan Presiden Donald Trump ya Alhamdulillah juga penuh dengan alot. Akhirnya ada persepakatan. Kita juga ada, istilahnya, kita memahami kepentingan-kepentingan mereka. Mereka memahami kepentingan kita dan kita sepakati sekarang tarifnya dari 32 (persen) diturunkan jadi 19 (persen),” jelas Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan pers setiba di Indonesia, Rabu (16/07).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap proses negosiasi. Presiden Prabowo Subianto juga menyebut bahwa Presiden Donald Trump sebagai sosok negosiator yang tangguh, namun menekankan pentingnya dialog yang berkelanjutan hingga tercapainya kesepahaman yang seimbang bagi kedua belah pihak.

Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan yang cermat dan menyeluruh, serta mengedepankan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia sebagai prioritas utama dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.

“Semua sudah kita hitung. Semua kita berunding. Kita juga memikirkan. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sendiri secara intensif telah melakukan proses negosiasi tersebut sejak April 2025 lalu melalui kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan tim negosiasi ke AS untuk bertemu sejumlah perwakilan Pemerintah AS. Ke depan, Pemerintah Indonesia akan terus melanjutkan penguatan kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dan AS melalui sejumlah dialog dan kerja sama konkret di berbagai sektor.

Pemerintah juga secara konsisten terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas hubungan dagang dengan seluruh negara melalui pendekatan diplomasi ekonomi yang konstruktif dan berkelanjutan. Upaya secara aktif dan adaptif untuk menjalin kemitraan global tersebut menjadi pilar utama dalam memperkuat posisi Indonesia pada rantai nilai global serta menjaga terbukanya akses pasar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News