Suarapemerintah.id – PT Pertamina (persero) mulai bangkit dari keterpurukan dengan meraup laba bersih sebesar US$ 408 Juta atau sekitar Rp 6 Triliun di bulan Juli. Raihan laba bersih tersebut membantu menurunkan kerugian yang didera secara drastis dari Rp 11 Triliun menjadi US$ 360n Juta atau Rp 5,3 Triliun.
Raihan laba tersebut juga berpengaruh kepada rasa percaya diri di pihak manajemen dan direksi Pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati misalnya, ia optimis perusahaannya bisa membalikkan keadaan di semester I.
“Dengan tren positif ini kami yakin dapat meningkatkan kinerja di semester IIÂ 2020 ini, dan dapat membukukan keuntungan di tahun ini,” ujar Nicke.
Rasa pede yang tinggi dari Nicke bukan tidak beralasan. Ia menyebut di era new normal ini konsumsi BBM di masyarakat akan kembali bergairah karena mulai beraktifitas.
Nicke mennuturkan saat ini konsumsi BBMÂ di beberapa daerah sudah mulai meningkat.
”Pada Juli 2020, pendapatan mengalami peningkatan 9 persen dan perseroan membukukan keuntungan operasi US$ 1,2 miliar. Sehingga, pada periode tersebut pun kerugian berkurang menjadi Rp 4,5 triliun,”ungkapnya.
Rasa optimis yang tinggi juga ditunjukkan oleh Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina.
Ia melihat Pertamina sudah kembali on the right track.
”Laba Bersih (unaudited) di Juli sebesar US$408 juta, maka kerugian dapat ditekan dan berkurang menjadi US$360 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Dengan memperhatikan trend yang ada, kami optimistis kinerja akan terus membaik sampai akhir tahun 2020,” katanya.
Selain itu, kinerja Laba Operasi dan EBITDA juga tetap positif, sehingga secara kumulatif dari Januari sampai dengan Juli 2020 mencapai US$ 1,26 milyar dan EBITDA sebesar US$ 3,48 milyar.
Hal ini menunjukkan bahwa secara operasional Pertamina tetap berjalan baik, termasuk komitmen Pertamina untuk menjalankan penugasan dalam distribusi BBM dan LPG ke seluruh pelosok negeri serta menuntaskan proyek strategis nasional seperti pembangunan kilang.
Walaupun begitu, ia tetap mengingatkan kepada seluruh pihak di Pertamina untuk tetap fokus menjalankan strategi yang telah ditentukan dari berbagai aspek baik operasional maupun finansial,
“Tentu saja, perbaikan kinerja tidak semudah membalikkan tangan, perlu proses dan perlu waktu. Sekarang ini, sudah terlihat dengan kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, kinerja Pertamina mulai pulih kembali,” katanya.


.webp)











