Selasa, Agustus 3, 2021
spot_img

Wakil Gubernur Jatim Serukan Pelaku Bisnis Hulu Migas Dukung UMKM

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong pelaku bisnis hulu minyak dan gas bumi untuk mendukung industri kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui program corporate social responsibility (CSR).

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengatakan, saat ini digitalisasi menjadi keniscayaan untuk siapa saja. Kalau dulu orang bisa berjualan secara lokal, mengandalkan toko-toko setempat.

Namun, ketika masuk ke ranah digital, persaingannya menjadi lebih luas, sehingga daya saingnya harus didorong. Industri kreatif pun memiliki posisi penting, bukan hanya sebagai produk akhir, tapi juga enabler atau fasilitator untuk pelaku UMKM.

“Kami berharap industri migas berkolaborasi dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM, termasuk dalam digitalisasi,” kata Emil dalam acara media gathering regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina secara daring, Kamis (24/6/2021).

Emil mengatakan, di Jawa Timur ada 800.000 pelaku industri kecil yang memekerjakan 2 juta tenaga kerja. Industri kecil ini memiliki modal di bawah Rp 1 miliar dan industri menengah bermodal mulai Rp 1 miliar hingga Rp 15 miliar yang memiliki sumbangsih 30 persen dari total tenaga kerja Jatim.

“Bayangkan kalau kita injeksi bantuan, maka 30 persen tenaga kerja di Jatim bisa mendapatkan support,” katanya.

Pemprov Jatim sendiri sudah memiliki program Millenial Job Center yang ditargetkan secara kumulatif sejak berdiri hingga tahun ini memiliki 3.000 proyek transformasi digital untuk UMKM dan pelaku usaha di Jatim.

Program ini untuk menjawab realitas dunia kerja saat ini, dimana perusahaan saat ini tidak lagi jor-joran mencari pegawai karena harus efisien dan menjadi ramping.

“Perusahaan yang memilih tetap di masa lalu, tetap gemuk organisasinya, tidak terlalu digital, akan kalah efisien dengan perusahaan yang bisa melakukan transformasi,” kata Emil.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), Nurwahidi, mengatakan, industri hulu migas sangat berpihak pada pengusaha lokal dan usaha mikro kecil menengah.

SKK Migas bersama Kementerian Investasi dan BPKM mengadakan workshop peningkatan daya saing usaha. Dalam kesempatan itu industri hulu migas menyosialisasikan kegiatan dan memaparkan kesempatan apa saja yang dapat diikuti para pengusaha-pengusaha lokal. “Respons pengusaha lokal Jawa Timur dan Jawa Tengah cukup positif,” kata Nurwahidi.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Regional Indonesia Timur telah menjalankan sejumlah program kegiatan CSR di beberapa wilayah operasi.

Diantaranya adalah PHE WMO dengan program pengembangan Taman Wisata Laut Desa Labuan dan Wisata Pasir Putih Tlangoh serta Edu Farming Bandangdaja, Pertamina EP Asset-4 Poleng dengan program Edu Green Village di Desa Doudo, CMBR Lembung Paseser dan Mangrove Sister School Lembung Paseser, Pertamina EP Asset-4 Donggi dengan program peningkatan teknologi pertanian tepat guna dan peningkatan gizi balita, ibu hamil dan ibu menyusui di daerah 3 T (Terdepan, terluar dan terpencil), JOB Tomori dengan program konservasi penyu dan PEP Asset-4 Papua dengan program bantuan pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi anak-anak pemilik ulayat di ring satu operasi perusahaan.

“Kami selalu berupaya untuk memberikan manfaat dengan menjalankan program program pemberdayaan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” terang Iwan.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
362PelangganBerlangganan

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

Special Interview

GPR Milenial

Suara Tokoh

close