Rachmawati Soekarnoputri tutup usia pada umur 70 tahun, pada Sabtu (3/7/2021)di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Dia adalah putri ketiga mendiang Presiden Soekarno. Diketahui penyebab meninggalnya adalah akibat terpapar Covid-19. Hl ini disampaikan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.“Iya, betul meninggal dunia. Meninggal dunia karena Covid-19,” kata Dasco, Sabtu (3/7/2021), dikutip dari Kompas.com.
Rachmawati lahir dengan nama Diah Pramana Rachmawati Soekarno. Ia memiliki lima saudara kandung. Rachma kecil diasuh oleh ibu angkat yang bernama Ibu Hadi. Pasalnya sang ibu kandung, Fatmawati meninggalkan Istana karena protes Soekarno menikahi Hartini.
Rachmawati seperti Megawati juga berkarier di bidang politik. Ia dilantik menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ketika itu, Ahmad Muzani. Jabatan itu masih ia emban hingga saat ini.
Rachmawati juga aktif sebagai Ketua Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), pendiri Yayasan Bung Karno yang kini bernama Universitas Bung Karno, dan Ketua Yayasan Pendidikan
Soekarno.
Rachmawati, dilansir dari halaman media Universitas Bung Karno, melalui Yayasan Pendidikan Soekarno mendirikan sekolah-sekolah di berbagai daerah. Beberapa di antaranya adalah SMA Nasional di Klaten, Semarang dan Boyolali, TK Rachmawati di Boyolali, dan TK Sarinah di Jakarta, Cibubur juga Klaten.
Ia mengabdikan diri di bidang pendidikan, karena bercita-cita melestarikan keinginan Soekarno, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dalam kerangka “Nation and Character Building”. Atau, dengan kata lain berarti pembangunan karakter dan jiwa bangsa.
Rachma juga pernah memberikan motor Kawasaki GTR1400 Concours untuk Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspom AD). Kegiatan ini diunggah di oleh akun Youtube resmi TNI
AD.
“Apa yang saya berikan ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat digunakan semaksimal mungkin. Insha Allah tahun depan Puspom AD akan memiliki 100 unit motor kawal dan 40 unit kendaraan roda empat, yang akan disebar ke seluruh tanah air,” katanya.
Rachmawati berharap bahwa pemberian itu dapat memperbarui motor kawal yang dimiliki oleh Puspomad. Selain itu juga bisa memberikan suatu performa, karena kendaraan kawal
ini sangat penting keamanan pejabat, VVIP, dan tamu negara asing. Baginya, citra Indonesia tampak dari kendaraan kawal itu.
Atas kepergian Rachma, berbagai kalangan mengucapkan belasungkawa dan menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
Presiden Jokowi mengucapkan doa dan mengunggah foto Rachmawati yang tampak berdiri di atas mimbar pidato dengan berlatang belakang foto Soekarno. “Semoga almarhumah mendapatkan mendapatkan tempat nan lapang di sisi Allah SWT, dan segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan
dan kesabaran,” tutup Jokowi.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan Sujarwoto turut pula menyampaikan rasa berduka cita. “ Kami terima kasih atas pengabdian beliau dan telah membesarkan partai, begitu hebat beliau dan kami sangat kehilangan kader,” katanya, Sabtu (3/7/2021).
Sandiaga Uno pada waktu yang sama juga menyampaikan rasa dukanya lewat unggahan media sosial pribadinya. “Innalillahi wainnailaihi ro’jiun. Kita kembali berduka. Indonesia baru
saja kehilangan sosok putri terbaik bangsa, Ibu Rachmawati Soekarnoputri, putri dari Presiden pertama kita, Ir. Soekarno,” tulis Sandi.
Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menyampaikan ucapan duka mendalam atas berpulangnya Rachmawati. “Atas nama masyarakat Provinsi Bengkulu menyampaikan ucapan bela sungkawa, rasa ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah Ibu Rachmawati Soekarnoputri Putri. Dan kita mendoakan semoga almarhumah mendapat tempat layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan hikmah atas musibah ini,” ujar Rohidin.
Duka cita dari berbagai wakil negara internasional juga dihaturkan. Rachmawati memang vokal menyuarakan ketidaksukaannya terhadap praktik neokolonialisme dan neoimperialisme yang masih terjadi di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, Iran, Kuba, Venezuela, juga Korea Utara.
- Advertisement -


.webp)

















