Jumat, September 17, 2021
spot_img

Jasa Marga sebut Jalan Tol Gempol-Pasuruan Terhubung Langsung Kawasan PIER

SuaraPemerintah.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP), menyebutkan Jalan Tol Gempol-Pasuruan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Jalan Tol Gempol-Pasuruan juga menjadi salah satu jalur alternatif dalam memperlancar roda perekonomian bagi UMKM.

Direktur Utama Jasamarga Gempol Pasuruan Widiyatmiko Nursejati menjelaskan manfaat dari Gerbang Tol (GT) Rembang sebagai penopang kawasan industri terbesar di Jawa Timur seluas 356 hektare dengan penyewa bertaraf internasional dan mendukung transaksi ekspor dan impor.

Hal ini dikatakan oleh Dirut Widiyatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, 3 Juli 2021.

“Kehadiran GT Rembang yang langsung menghubungkan kota-kota sekitar Pasuruan dengan Kawasan Industri PIER, diharapkan dapat membantu kelancaran kegiatan industri dan mobilitas logistik berskala domestik dan internasional sehingga dapat menjadi motor penggerak perekonomian, khususnya di daerah Pasuruan dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa keberadaan Jalan Tol Gempol-Pasuruan bermanfaat bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Jalan Tol Gempol-Pasuruan juga menjadi salah satu jalur alternatif dalam memperlancar roda perekonomian bagi UMKM, terutama di kawasan mebel Bukir, Pasuruan, yang berjarak sekitar satu km dari GT Pasuruan,” katanya.

Guna mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur dan memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah, Jalan Tol Gempol-Pasuruan mempunyai akses yang terhubung langsung dengan Kawasan Industri PIER.

Tol Gempol-Pasuruan yang membentang sepanjang 34,15 km dari daerah Gempol hingga Pasuruan ini memiliki empat gerbang tol yakni Bangil, Rembang, Pasuruan, dan Grati.

Salah satu gerbang tol yang bersinggungan langsung dengan Kawasan Industri PIER yaitu GT Rembang di Km 789+000.

GT Rembang mempunyai tiga gardu layanan transaksi entrance dan tiga gardu exit yang dilengkapi dengan gardu tol otomatis (GTO) multi sebanyak empat unit untuk memberikan pelayanan khusus bagi kendaraan golongan II hingga golongan V seperti truk kontainer dan trailer.

Komposisi gardu di gerbang ini sengaja dirancang untuk mendukung kenyamanan transaksi jenis kendaraan besar yang berlalu lalang keluar masuk kawasan industri melalui gerbang tol PIER tersebut.

Kawasan Bukir merupakan sentra industri UMKM yang memproduksi berbagai macam jenis mebel dengan bahan baku kayu jati di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

Widiyatmiko juga mengatakan perjalanan dari Pasuruan menuju Pelabuhan Tanjung Perak via jalan tol dapat ditempuh selama sekitar satu jam, sementara nontol mencapai dua jam atau menghemat waktu 50 persen.

“Diharapkan efisiensi waktu ini dapat dirasakan oleh semua pihak, baik pelaku industri besar, menengah, maupun bagi pengguna jalan lainnya,” ujarnya. (red/pen)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close