Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Nasib Sang Saka Bendera Merah Putih

SuaraPemerintah.ID– Tidak lama lagi Indonesia merayakan ulang tahun ke 76. Jika kita samakan dengan usia manusia, angka tersebut terbilang sudah menapaki uzur. Uforia nasionalisme tertanam didada masayarakat Indonesia patut dipertanyakan?. Seberapa nasionalime masyarakat sambut kemerdekaan bangsanya. Sudahkan kita memasang bendera di rumah, sebagai simbol kemerdekaan. Mungkin hal itu sebagian orang mengaggap sudah usang, bahkan tidak lagi peduli dengan kibaran bendera merah putih di halaman rumahnya.

Jika menelisik mundur ke belakang, dahulu orang-orang ramai memasang bendera saat bulan Agustus tiba. Dari tingkat desa, RT/RW, Kelurahan sampai tingkat pemerintahan pusat, kibaran bendera merah putih jelas nampak dipelupuk mata. Bahkan di kampung-kampung bendera merah putih berkibar di atas pohon tinggi menjulang. Penjual bendera dengan semangat berkeliling jalan kaki dengan gerobaknya, menjajakan bendera bermacam ukuran dan bambu bercat merah putih sebagai tiang, serta pernak pernik 17 Agustusan. Rasanya ada rasa bangga dan haru bahwa kita sudah merdeka.

- Advertisement -

Kini rasanya sudah jarang kita melihat animo masyarakat berlomba-lomba memasang bendera merah putih di halaman rumahnya. Kemana jiwa nasionalime kita. Kemana bendera merah putih yang dulu tersimpan rapih di lemari. Mungkin, barangkali sudah di makan rayap, atau hilang terbawa arus saat musim banjir.

Di tambah lagi Indonesia sedang dilanda pandemi corona. Kibaran bendera merah putih menjadi putih seutuhnya, jangan menyerah, jangan kalah dengan keadaan. Ya, kita memang sedang menghadapi musim panggebluk kata orang Jawa bilang seperti itu peribahasanya. Tapi, bukan berarti semangat nasionalisme redup. Kita bangsa sudah terbiasa menghadapi berbagai ujian dan rintangan, toh kenapa sekarang menjadi pesimis. Malu rasanya dengan para pejuang, para pahlawan kemerdekaan, mereka mengorbankan jiwa raga untuk generasi penerus bangsa. Ironis, soal mengibarkan bendera saja kita tidak bisa.

- Advertisement -

Bung Karno bilang, jangan sekli-kali melupakan sejarah. Jas Merah !. Dengan kita mengibarkan bendera merah putih di halaman depan rumah bisa menjadi momentum membangkitkan jika nasionalime, dan menghargai arti sebuah kemerdekaan. Merdeka dalam arti sesungguhnya, merdeka menikmati hidup dan rasa bersyukur.

Coba kita tengok isi lemari, mungkin bendera merah putih masih terlipat, terbungkus lantaran hanya dikibarkan pada bulan Agustus saja. Mari bangkit, Indonesia sudah merdeka BUNG !

Sekali Merdeka, tetap Merdeka !

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru