SuaraPemerintah.ID– Putut Andriatno, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Trading & Commerce Pertamina, mengatakan bahwa penyebab dari rendahnya serapan Premium saat ini adalah karena kesadaran masyarakat semakin baik pada penggunaan BBM berkualitas, sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.
“Saat ini masyarakat sudah mulai sadar dan menggunakan BBM berkualitas atau BBM yang sesuai dengan spec (spesifikasi) kendaraannya,” ungkap Putut Andriatno, Selasa (24/08/21).
Selain karena kesadaran masyarakat semakin baik, menurutnya penurunan konsumsi ini juga merupakan akibat dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah dalam rangka menekan penyebaran pandemi Covid-19.
“Salah satunya (karena imbas PPKM) karena total gasoline selama PPKM turun di kisaran 10 persen,” paparnya saat ditanya apakah ada pengaruh dari penerapan PPKM.
Putut menjelaskan, demi mendorong masyarakat beralih dari Premium, Pertamina terus memberikan edukasi masyarakat untuk menggunakan bensin dengan nilai oktan lebih tinggi, dan memberikan diskon bensin dengan nilai oktan lebih tinggi seperti Pertalite. Upaya ini menurutnya kemungkinan juga berpengaruh turunnya konsumsi Premium oleh masyarakat.
“Pertamina juga terus mengedukasi dan memberikan benefit tambahan kepada masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas, yang mungkin mempengaruhi juga konsumsi JBKP Premium,” tegas Putut.
Putut memaparkan, seperti dilansir cari CNBC Indonesia, meski Pertamina mendorong masyarakat untuk beralih dari Premium ke BBM yang lebih ramah lingkungan, namun selama masih mendapatkan penugasan dari pemerintah, maka Pertamina akan terus menyalurkan Premium.
“Premium merupakan jenis bahan bakar penugasan, selama pemerintah masih menugaskan pertamina menyalurkan, maka tugas kami menyalurkan produk tersebut,” pungkasnya.


.webp)















