SuaraPemerintah.ID –Â Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan, pada kuartal II tahun 2021, kini kondisi UMKM telah membaik dan berjalan seperti biasa, bahkan para pelaku UMKM sempat tutup kembali aktif seperti semula.
“Survei yang dilakukan asosiasi e-commerce Indonesia juga menyebutkan bahwa selama pandemi telah terjadi kenaikan penjualan e-commerce sebesar 25 persen. Ini artinya masyarakat Indonesia, terutama pelaku UKM, telah keluar dari zona nyaman dan beradaptasi untuk bertahan,” papar Teten, Jakarta, dilansir Antara, Kamis (5/8/21).
Teten mengatakan, saat ini digitalisasi sangat penting dalam pemulihan ekonomi nasional sehingga dapat mendorong UMKM untuk terus bangkit. Survei telah dilakukan Bank Dunia pada 2021 dengan menyebut, bahwa 80 persen UMKM telah masuk ekosistem digital mempunyai daya tahan lebih baik. Namun dalam digitalisasi terdapat beberapa tantangan dan masalah, salah satunya kurangnya literasi digital serta akses pasar.
Mengenai hal itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengungkapkan, sebanyak 45 juta rakyat Indonesia termasuk mitra ultra mikro yang butuh pendanaan. Sesuai survei internal BRI dari angka 45 juta tersebut baru 15 juta mendapatkan pelayanan dari lembaga keuangan.
“Jadi ada sekitar 5 juta yang meminjam dari rentenir dan 7 juta yang pinjam dari keluarga. Sisanya sama sekali belum mendapatkan layanan dari lembaga keuangan. Ini yang akan menjadi fokus BRI. Karena selama ini, banyak yang mengeluh sulit untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Tapi ketika ditanya apakah sudah pernah mencoba pinjam ke bank, dijawab belum pernah,” tutur Sunarso.
Maka dari itu, BRI melakukan program antara lain cara mengakses informasi, pasar dan juga permodalan. Pendiri Warung Pintar, Agung Bezharie Adinegoro mengatakan, masalah sering terjadi di warung tradisional adalah rantai pasok yang masih tradisional.
“Karena itu, Warung Pintar berusaha melakukan digitalisasi terhadap warung tradisional. Dalam satu tahun terakhir, keinginan penjual untuk melakukan digitalisasi cukup besar. Warung, distributor, dan juga grosir, banyak yang datang ke Warung Pintar untuk membantu beralih ke digital,” ujarnya.
Selanjutnya, Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainuddin mengatakan, bahwa bidang usaha termasuk dalam kategori rentan apabila terjadi risiko, sehingga negara dapat melindungi mereka dan membantu UMKM naik kelas dari sisi perlindungan tenaga kerja.
Dia berharap agar UMKM dapat mengikuti kepesertaan BPJamsostek sehingga mendapatkan perlindungan. Dia menjelaskan bagi UMKM ingin mendaftar dapat melalui e-commerce, serta pembayaran iuran dapat dilakukan secara online.


.webp)


















