SuaraPemerintah.ID– Memasuki musim penghujan, Kali Jambe di Desa Jejalen Jaya dan Kali Sepak yang berada di Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara (Tamara) dilakukan normalisasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan membersihkan volume sampah menimbun dua kali tersebut.
Kegiatan normalisasi Kali Jambe dari Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane (BBWSC) dan dilakukan oleh Kodam Jaya sepanjang 1,3 KM dari hilir ke hulu, dengan lebar 12 meter. Sementara Kali Sepak dilakukan normalisasi sepanjang 2 KM dari hilir ke hulu dengan lebar 12 meter.
Camat Tambun Utara, Najmuddin mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kegiatan normalisasi dari tahun 2018 sampai 2020. Usulan tersebut disampaikan ke Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Pusat. Dan saat ini kegiatan normalisasi terealisasi di dua kali yaitu untuk di Kali Jambe dan Kali Sepak.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kecamatan Tambun Utara khususnya Desa Jejalen Jaya mengucapkan terimakasih atas adanya proyek normalisasi ini. Semoga dengan adanya kegiatan normalisasi ini daerah Jejalen Jaya tidak banjir lagi seperti tahun lalu,” ujar Najmuddin, Rabu (15/09/21).
Najmuddin menambahkan, dengan adanya dua kegiatan normalisasi ini diharapkan minimal banjir dapat lebih cepat surut, karena pada tahun lalu banjir baru bisa surut hingga satu minggu. Dirinya meyakini dengan adanya progres kegiatan normalisasi tersebut banjir tidak akan kembali melanda warga masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di bantaran kali.
“Untuk pekerjaan normalisasi tersebut memang tidak melibatkan aparatur pemerintah ya, baik kecamatan maupun desa, tetapi kami sebagai yang punya wilayah harus tahu juga. Jadi kita yang aktif. Dengan bertanya kepada penyelenggara proyek. Saya khawatir jika kita tidak kontrol akan salah titiknya. Saya sudah tiga kali turun dan kalau ada yang salah penempatannya, mereka harus mengakomodir kemauan kita,” papar eks Kepala Desa Ujung Harapan Bahagia tersebut.
Dari hasil kunjungannya ke lokasi kegiatan normalisasi, Ia mengaku jika warga masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut, karena selama ini warga masyarakat kerap menjadi korban terjadinya banjir.
“Warga berharap dengan adanya kegiatan normalisasi ini tidak ada kembali terjadi banjir di wilayah mereka,” tutur Najmuddin.
Masih kata Dia,dalam dua tahun terakhir beberapa titik di wilayah Kecamatan Tambun Utara kerap terendam banjir. Bahkan sekitar awal tahun 2021 ketinggian banjir dari Kali Jambe hingga setinggi dada orang dewasa. Sementara di Kali Sepak banjir hingga selutut orang dewasa. Banjir baru surut antara tiga hari sampai satu minggu.
“Tahun tahun 2020 awal itu kantor kecamatan terendam hampir sepinggang. Ekses air yang dari Kali Bekasi enggak lancar buangannya ke Kali CBL. Pas awal tahun 2021 itu hampir seluruh wilayah Kecamatan Tambun Utara itu terendam banjir,” tutup Najmuddin.


.webp)


















