spot_img

BERITA UNGGULAN

AMAN Siapkan Kongres untuk Tentukan Sikap terhadap Pemerintah

SuaraPemerintah.ID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) telah menyiapkan kongres lima tahunan ke-6  yang akan digelar di Wilayah Adat Tabi, Papua pada 24-30 Oktober 2022.

Dalam kongres ini Masyarakat Adat akan melakukan musyarawarah untuk merumuskan sikap dan pandangan Masyarakat Adat terhadap berbagai kebijakan pemerintah selain mengonsolidasikan gerakan Masyarakat Adat, berdialog serta merumuskan dan menetapkan mekanisme organisasi Masyarakat Adat terbesar di dunia ini.

- Advertisement -

Mengambil tema “Bersatu Pulihkan Kedaulatan Masyarakat Adat untuk Menjaga Identitas Kebangsaan Indonesia yang Beragam dan Tangguh Menghadapi Krisis”, pemulihan menjadi kata kunci yang menegaskan persoalan Masyarakat Adat, sementara kedaulatan menjadi pengikat atas melekatnya hak Masyarakat Adat sekaligus syarat bagi Indonesia untuk merawat keberagaman dan ketangguhan menghadapi krisis apapun.

Ketua Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, perhelatan KMAN VI akan menjadi momentum yang menegaskan bahwa keberagaman itu indah.

- Advertisement -

“Kita harus bersatu dan kompak, karena ini adalah persembahan luar biasa Masyarakat Adat. Kita akan menyambut saudara-saudara kita dari seluruh penjuru Nusantara,” tegasnya. Ia mengatakan, selain pemerintah di tingkat pusat dan daerah, dukungan atas KMAN VI juga datang dari komunitas Masyarakat Adat Papua, DPR Papua, Gubernur Papua, Dewan Adat Papua dan Majelis Rakyat Papua.

Ia menjelaskan, sebanyak 2.449 komunitas Masyarakat Adat se-Indoneia akan mengikuti gelaran KMAN VI ini. “Presiden Joko Widodo akan hadir pada acara tersebut. Kami sudah komunikasi langsung dengan Pak Presiden,” terang Matius saat konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/07).

Matius berharap perhelatan KMAN VI dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Jayapura. Pasalnya, komsumsi yang akan disuguhkan selama berlangsungnya acara merupakan kuliner khas daerahnya.

“Selain kuliner, kami juga sediakan pameran budaya berupa cendera mata dan kerajinan dari tujuh Wilayah Adat Papua, kami kasih ruang untuk memperkenalkan budaya,” imbuh Matius.

Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi melanjutkan, KMAN VI akan menunjukkan bahwa Masyarakat Adat adalah komponen utama dan garda terdepan bangsa serta solusi atas berbagai persoalan di Indonesia dan dunia.

“Kongres ini akan dihadiri oleh sekitar lima ribu hingga sepuluh ribu Masyarakat Adat dari berbagai penjuru Nusantara, ratusan peninjau dan perwakilan Masyarakat Adat dari mancanegara, aktivis, peneliti, akademisi, jurnalis, para duta besar negara sahabat dan lainnya yang mencapai sekitar 30 persen dari jumlah peserta,” beber Rukka.

“Semua akan berkumpul di Wilayah Adat Tabi, tinggal di rumah-rumah penduduk dan makan dari makanan yang biasa dikonsumsi Masyarakat Adat Tabi di sana,” Rukka menambahkan.

Kongres ini akan mengagendakan beragam kegiatan yang terdiri dari pawai budaya, dialog umum, rangkaian saresehan, sidang-sidang, pagelaran seni dan budaya Masyarakat Adat, pameran produk Masyarakat Adat, festival kuliner, Festival Danau Sentani serta perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Papua.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru