SuaraPemerintah.ID – Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami sembilan kali erupsi beruntun sejak dini hari hingga pagi ini, Kamis, 3 Oktober 2024. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.14 WIB, dan terakhir terpantau pada pukul 07.24 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak gunung.
Melansir okezone.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa meskipun erupsi masih berlangsung, tinggi letusan tidak terlihat secara signifikan. Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, saat ini berstatus waspada atau level II.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Ghufron Alwi, menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 99 detik.
Ghufron juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak. Selain itu, masyarakat diminta untuk menjauh dari jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 km dari puncak.
Situasi ini menuntut perhatian dan kewaspadaan dari masyarakat sekitar, agar tidak terjebak dalam bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Semeru.


.webp)

















