spot_img

BERITA UNGGULAN

Pernikahan Dini Jadi Pemicu Risiko Stunting di Sumedang

Pemkab Sumedang terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) 2025 di Gedung TP-PKK Sumedang. Dalam sambutannya, Wabup Fajar menekankan bahwa upaya penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Upaya menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kunci keberhasilan ada pada sinergi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ucap Wabup Fajar.

- Advertisement -

Berdasarkan data SIGIZI KESGA, prevalensi stunting di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan signifikan sebesar 6,74 persen, dari angka awal 17,1 persen menjadi 10,36 persen. “Capaian ini patut disyukuri, namun jangan membuat berpuas diri. Masih banyak tugas di depan mata yang perlu diselesaikan bersama,” ujar Fajar.

Ia mengajak seluruh anggota TPPS untuk terus memperkuat kolaborasi agar setiap ibu hamil, bayi, dan balita mendapatkan layanan gizi dan kesehatan terbaik. “Jadikan TPPS bukan hanya sebagai tim administratif, tetapi sebagai gerakan nyata masyarakat untuk mewujudkan Generasi Bebas Stunting di Kabupaten Sumedang,” tambahnya.

- Advertisement -

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang, Aceng Solahudin Ahmad, mengungkapkan bahwa kasus pernikahan dini menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko stunting. “Kasus pernikahan dini di Sumedang cukup tingginya mencapai 260 kasus per tahun. Pernikahan dini, sebagai salah satu faktor yang meningkatkan risiko stunting. Tentunya ini perlu sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk menekan angka pernikahan dini, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap potensi lahirnya anak stunting,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi remaja mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan menjadi orang tua perlu diperkuat agar pernikahan dini dapat ditekan dan generasi mendatang tumbuh lebih sehat.

Selain faktor sosial, Aceng juga menyoroti pentingnya asupan gizi seimbang, terutama protein hewani, dalam pencegahan stunting. “Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging merupakan sumber gizi utama yang dibutuhkan anak untuk tumbuh optimal. Saya mengajak masyarakat untuk mengubah pola konsumsi sehari-hari dengan memperbanyak makan protein hewani,” himbaunya.

Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui TPPS dan DPPKBP3A, berkomitmen terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, sanitasi layak, serta pencegahan pernikahan dini sebagai langkah strategis untuk mencetak Generasi Emas Sumedang Bebas Stunting 2030.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru