Pemkab Purworejo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional 2025.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purworejo Suranto, ST., S.Sos., MPA, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Wiyoto Harjono, ST.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi menyampaikan apresiasi atas prakarsa dan dukungan nyata Polres Purworejo dalam mendampingi program ketahanan pangan sesuai arahan Presiden.
“Kami berterima kasih kepada Polres Purworejo atas prakarsa dan pendampingan serta dukungan nyata dalam program ketahanan pangan sesuai arahan Bapak Presiden,” ucapnya.
Dion menambahkan, meskipun produksi jagung di Purworejo tahun 2024 mengalami penurunan karena sebagian petani kembali menanam padi, pemerintah tetap optimistis dapat mendukung target nasional. Saat ini, Indonesia masih mengimpor jagung untuk kebutuhan bahan baku pakan ternak, namun Presiden Prabowo Subianto menargetkan pada tahun 2025 impor jagung dihentikan dan tahun 2026 mulai ekspor.
“Ini pekerjaan besar bagi kita semua. Di Purworejo, produksi jagung memang menurun dibanding tahun lalu karena sebagian petani kembali menanam padi. Namun dengan sinergi pemerintah daerah, Polres, dan Kodim, target nasional ini dapat kita dukung bersama,” tegas Dion.
Wabup Dion menilai, kunci percepatan swasembada adalah modernisasi sistem pertanian. Salah satu contoh suksesnya adalah Desa Kalimiru, yang menjadi pionir panen jagung menggunakan teknologi modern.
Melalui kerja sama dengan BUMDesma Kecamatan Bayan, Desa Kalimiru berhasil melaksanakan panen perdana jagung menggunakan mesin corn harvester — langkah yang menjadikannya desa pertama di Kabupaten Purworejo yang menerapkan mekanisasi penuh dalam pertanian jagung.
“Langkah inovatif dan berani dari Kepala Desa Kalimiru bersama BUMDesma ini patut menjadi percontohan untuk memodernisasi pertanian, tidak hanya jagung tetapi juga komoditas lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si. turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Kalimiru. Ia menilai penerapan teknologi pertanian modern menjadi bukti keseriusan daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami melihat Kepala Desa Kalimiru sangat aktif dan inovatif. Penanaman jagung dengan conseder dan kultivator, penyemprotan hama menggunakan drone ‘Garengpung’, hingga panen dengan corn harvester adalah contoh mekanisasi pertanian yang luar biasa,” ucap Kapolres.
Ia berharap inovasi seperti ini dapat diadopsi oleh desa-desa lain di Purworejo untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil pertanian lokal.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)










