Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan evaluasi total terhadap program beasiswa negara. Ia menilai pembenahan menyeluruh diperlukan agar program strategis tersebut semakin tepat sasaran, inklusif, dan akuntabel.
“Pembenahan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses rekrutmen, penguatan kontrak, hingga penanaman nilai kebangsaan kepada seluruh penerima manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, LPDP bukan sekadar program pembiayaan pendidikan, melainkan instrumen strategis negara untuk mencetak generasi unggul yang berintegritas dan berkarakter Indonesia. Karena itu, setiap tahapan program, mulai dari seleksi hingga masa pengabdian, harus diperkuat dengan sistem yang transparan dan terukur.
Ia menegaskan, mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang belajar di luar negeri membawa nama baik Indonesia. Oleh sebab itu, komitmen untuk kembali dan mengabdi kepada bangsa harus menjadi poin utama dalam kontrak.
“Ketika negara membiayai dan mengirim mahasiswa belajar ke luar negeri, maka ada tanggung jawab moral dan tanggung jawab kebangsaan yang melekat. Mereka harus kembali, harus berbuat, dan harus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Menurutnya, LPDP bukan sekadar program pembiayaan pendidikan, melainkan instrumen strategis negara untuk mencetak generasi unggul yang berintegritas dan berkarakter Indonesia. Karena itu, setiap tahapan program, mulai dari seleksi hingga masa pengabdian, harus diperkuat dengan sistem yang transparan dan terukur.
Ia menegaskan, mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang belajar di luar negeri membawa nama baik Indonesia. Oleh sebab itu, komitmen untuk kembali dan mengabdi kepada bangsa harus menjadi poin utama dalam kontrak.
“LPDP ini dibiayai oleh negara, oleh uang rakyat. Maka kesempatan itu harus terbuka luas. Anak-anak kita di daerah 3T, di pondok pesantren, harus diberi ruang dan peluang yang sama. Jangan sampai beasiswa ini hanya berputar di kelompok tertentu saja,” katanya.
Sebagai Ketua PKB NTB, ia menambahkan bahwa evaluasi total LPDP perlu mencakup perbaikan sistem rekrutmen, kejelasan tujuan program, serta transparansi proses seleksi. Dengan langkah tersebut, program beasiswa negara diharapkan semakin inklusif, profesional, dan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Dengan begitu, LPDP diharapkan semakin inklusif, akuntabel, dan tepat sasaran,” katanya menambahkan.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News


.webp)















