Penguatan koperasi dan UMKM menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan potensi usaha warga, Pemerintah Kota Malang berupaya memperluas peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan hal tersebut saat berbagi praktik baik tentang sinergi UMKM dan sektor ekonomi kreatif untuk memperkuat perekonomian daerah di tingkat nasional, dikutip dari agenda CNN Indonesia Business di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Wahyu mengatakan, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, saat ini terdapat 418 koperasi berstatus aktif. “Kita melihat koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang perlu terus beradaptasi dan berkembang,” jelasnya.
Wahyu menjelaskan, Pemkot Malang mendorong penguatan koperasi melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas kreatif, startup, mahasiswa, dan berbagai potensi usaha di Kota Malang. Sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang Media Arts, Kota Malang memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat koperasi dan UMKM.
Malang Creative Center (MCC) juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan koperasi dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, kriya, fesyen, film, musik, dan gim. Digitalisasi turut menjadi bagian penting dalam pengembangan koperasi. Melalui pengembangan platform digital terintegrasi, pengelolaan organisasi dan transaksi koperasi diharapkan semakin transparan serta mampu mendukung pertumbuhan usaha anggotanya.
Selain penguatan koperasi, Pemkot Malang juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, salah satunya melalui pelatihan digital branding dan marketing. Pelaku usaha dibekali kemampuan membuat konten promosi, fotografi, videografi, serta memanfaatkan berbagai kanal digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Wahyu menegaskan, kemampuan menghasilkan produk yang baik perlu diikuti dengan kemampuan membangun merek dan memasarkan produk. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas. “Teknologi tidak hanya menjadi platform, tetapi juga menjadi alat untuk membuka pasar, memperkuat usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Upaya penguatan koperasi dan UMKM tersebut juga sejalan dengan implementasi Dasabakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, yakni Ngalam Laris. Melalui program RT Berkelas, Pemkot Malang mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat di lingkungan, termasuk usaha kuliner, kerajinan, jasa, dan berbagai usaha milik warga lainnya.
Wahyu menyampaikan, RT Berkelas tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenali dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari pemasaran, legalitas, permodalan hingga pemanfaatan teknologi, dapat menjadi perhatian bersama. “Melalui RT Berkelas, kami ingin potensi tersebut lebih mudah dikenali dan dikembangkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, penguatan koperasi dan UMKM di Kota Malang juga sejalan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta upaya memperkuat ketahanan pangan. Koperasi diharapkan dapat berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk memperkuat rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok serta membuka peluang usaha bagi warga.
Menurut Wahyu, penguatan ekonomi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, koperasi, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas hingga masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut, koperasi dan UMKM diharapkan dapat tumbuh bersama, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan warga Kota Malang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






