SuaraPemerintah.ID – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan guguran lava sebanyak 21 kali pada Kamis (3/9), dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,5 kilometer.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa guguran lava ini meluncur ke arah Kali Bebeng.
Melansir cnnindonesia.com, pengamatan dari pukul 00:00 hingga 06:00 WIB menunjukkan bahwa selama periode tersebut, Gunung Merapi juga mengalami 40 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 3 hingga 21 mm. Selain itu, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas puncak gunung.
Morfologi kubah barat daya Merapi menunjukkan adanya perubahan akibat aktivitas pertumbuhan kubah, sementara tidak ada perubahan signifikan pada kubah tengah. Volume kubah barat daya tercatat sebesar 2.777.900 meter kubik, sedangkan kubah tengah mencapai 2.366.900 meter kubik.
Saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga, dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang berpotensi terkena bahaya. Guguran lava dan awan panas dapat berdampak pada area selatan-barat daya, termasuk Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng. Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro dan Sungai Gendol.
Agus mengingatkan bahwa jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga tiga kilometer dari puncak gunung, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.


.webp)

















