Anggota DPD RI, Lia Istifhama meninjau langsung kantor Bank Mandiri Regional VIII Jawa Timur di Surabaya sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan sektor UMKM melalui akses pembiayaan yang lebih inklusif.
Dalam kunjungan tersebut, Ning Lia disambut jajaran manajemen, termasuk Regional Chief Executive Officer Region VIII Jawa Timur Muhammad Assidiq Iswara. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas penguatan dukungan perbankan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ning Lia menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Mandiri dalam mendorong UMKM naik kelas, khususnya melalui pembiayaan dengan nominal kecil yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha pemula.
“Saya mengapresiasi langkah Bank Mandiri yang terus mendorong UMKM naik kelas, termasuk dukungan pembiayaan dengan nominal kecil yang selama ini menjadi kebutuhan pelaku usaha pemula,” ujar Ning Lia.
Ia juga menyoroti tantangan akses kredit yang masih dihadapi UMKM, terutama terkait sistem Otoritas Jasa Keuangan melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Menurutnya, banyak pelaku usaha potensial terhambat akibat catatan kredit administratif.
“Perlu ada solusi agar UMKM yang sebenarnya potensial tidak terhambat hanya karena kendala administratif. Edukasi dan pendampingan juga harus diperkuat. Kami berharap perbankan bisa mendorong UMKM untuk lebih mandiri yang berkelanjutan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Assidiq menjelaskan bahwa kebijakan SLIK mengacu pada regulator. Namun, terdapat wacana pembiayaan di bawah Rp1 juta tidak akan tercatat dalam sistem, sehingga dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM pemula.
Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga aktif mengembangkan program Rumah BUMN sebagai pusat pendampingan UMKM. Program ini mencakup pelatihan, pembinaan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha yang telah berkembang.
“Rumah BUMN menjadi wadah bagi UMKM untuk naik kelas, mulai dari usaha kecil hingga berorientasi ekspor. Kami juga memberikan akses pembiayaan bertahap, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, disertai pendampingan usaha,” jelas Assidiq.
Wilayah Jawa Timur sendiri menjadi salah satu fokus pengembangan, dengan cakupan area Surabaya, Jember, dan Malang. Saat ini, Bank Mandiri tercatat memiliki ratusan jaringan kantor cabang di Jawa Timur untuk memperluas akses layanan keuangan.
Wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, Jember, dan Malang, menjadi fokus pengembangan Bank Mandiri dalam memperluas akses layanan keuangan. Dukungan juga diperkuat melalui sinergi dengan lembaga penjamin seperti Askrindo dalam menjaga kualitas kredit UMKM.
Melalui kolaborasi antara perbankan, regulator, dan pemerintah, Ning Lia berharap ekosistem UMKM di Indonesia semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami mendorong UMKM berkembang dengan modal karena kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong kemandirian agar usahanya berkelanjutan,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)















