Beranda blog Halaman 1021

Wamen PU Akui Dipanggil Kejati NTT Soal Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Eks Pejuang Tim-tim

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengaku mendapat panggilan untuk dimintai keterangan dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) terkait dugaan korupsi pembangunan rumah bagi eks pejuang Tim-tim (Timor-Timur).

Hal itu ditegaskan dengan adanya surat pemanggilan yang beredar di media, surat itu dirilis tanggal 14 Mei 2025 dengan nomor B-1915/N.3/Fd.1/05/2025.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa Wamen PU Diana Kusumastuti diminta datang pada tanggal 21 Mei 2025 untuk dimintai keterangan selaku Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Persero) dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR tahun 2023, namun dirinya tidak hadir pada waktu yang dijadwalkan.

Wamen PU mengatakan, bahwa dirinya tidak dapat hadir sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan karena kesibukannya. Namun dirinya sudah menjadwalkannya kembali untuk dapat hadir memberikan keterangan.

“Memang kami mendapatkan surat tersebut, namun karena kemarin kesibukan kami jadi kami akan menjadwalkan ulang. Namun, waktunya kami masih belum mendapatkan dari Kejati,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (26/5/25).

Wamen PU mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri PU Dody Hanggodo. Dody telah memberikan arahan agar Diana bisa memberikan keterangan kepada Kejati dan tidak perlu mengambil cuti sementara hingga kasus ini selesai.

“Sebenarnya saya sudah diskusi dengan pak menteri dan saya diminta untuk memberikan keterangan saja kepada Kejaksaan Tinggi. Nah, ini yang harus saya siapkan dan tidak perlu cuti,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri PU Ungkap Kesiapan Infrastruktur untuk Kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menggelar konferensi pers pada Senin (26/5/2025) di Auditorium Kementerian PU, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menyampaikan sejumlah hal strategis yang tengah menjadi fokus Kementerian PU, mulai dari persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron, hingga dukungan terhadap program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto seperti Sekolah Rakyat (SR) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia pada akhir Mei ini, Menteri PU mengungkapkan bahwa salah satu lokasi yang akan dikunjungi adalah kawasan Candi Borobudur.

Menurut Menteri PU, Presiden Prabowo ingin menunjukkan ketinggian budaya bangsa Indonesia melalui destinasi bersejarah tersebut.

“Beberapa waktu lalu, saya telah meninjau kawasan Candi Borobudur untuk memastikan kesiapan infrastruktur di sekitar kawasan berfungsi dengan baik. Saya ingin memastikan akses jalan dapat dilalui dan penataan kawasan tertata dengan baik. Sedangkan untuk area situs candi itu sendiri, menjadi tanggung jawab Kementerian Kebudayaan melalui Injourney. Namun, Kementerian PU juga siap memberikan dukungan infrastruktur di dalam area kawasan Candi Borobudur apabila dibutuhkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PU juga menerangkan mengenai progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) sebagai bentuk implementasi komitmen Presiden Prabowo dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

“Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan fisik Tahap 1 dan Tahap 2 di tahun 2025 sekitar Rp10,074 triliun. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 100 hingga 200 sekolah setiap tahunnya dengan harapan seluruh Kabupaten/ Kota memiliki minimal satu SR,” ujarnya.

Pembangunan SR dibagi dalam beberapa tahap. Untuk Tahap 1A, tersebar di 65 lokasi di 24 provinsi di seluruh Indonesia dengan target selesai pada Juli 2025. Sementara Tahap 1B mencakup sekitar 37 lokasi dengan target selesai paling lambat pada Agustus 2025.

“Pada tahap awal ini sifatnya sementara, dan masing-masing sekolah hanya menampung sekitar 50 siswa sesuai kebutuhan. Sementara itu Tahap 2 SR ditargetkan selesai pada 2026 dan memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” tambahnya.

Menteri PU juga menambahkan, untuk pembangunan SR Tahap 2 ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah seperti misalnya lahan minimal 5-6 hektare, kemiringan tidak lebih dari 10 persen, tidak merupakan lahan sawah aktif dan lain-lain.

“Kementerian PU akan melakukan dukungan pembangunan fisiknya, begitu pula dengan Kemendikdasmen yang akan mendukung dari sisi pelajar dan pengajar, kemudian BGN juga akan mensupport dapur untuk MBG. Kami semua bekerja sama sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk mendukung kesuksesan program SR dengan Kementerian Sosial sebagai pengampunya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Maulidya Indah Junica menyebutkan bahwa progres fisik pembangunan SR Tahap 1 telah berjalan selama 16 hari kerja. “Saat ini capaian realisasinya sebesar 4,5%, dan mengalami deviasi positif sebesar 1,3%. Kami terus menjaga agar progres ini tetap on track sehingga dapat selesai sesuai dengan target,” kata Dirjen Maulidya.

Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Menteri Dody juga menyampaikan bahwa Kementerian PU bekerja sama dengan BUMN Karya melalui program CSR untuk membangun tiga dapur prototipe MBG di Jambi, Kebumen, dan Banjar. Tiga BUMN Karya yang telah menyatakan komitmennya adalah Adhi Karya, Hutama Karya, dan PP.

“Dapur prototipe ini akan dilengkapi fasilitas sanitasi dan penyediaan air baku, serta ditargetkan beroperasi paling lambat Agustus 2025. Dapur prototipe yang telah dibangun ini nantinya akan menjadi acuan BGN untuk pengembangan dapur MBG di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Dody.

Menutup konferensi pers, Menteri Dody kembali menekankan bahwa fokus utama Kementerian PU tetap berada pada upaya peningkatan sistem irigasi sebagai tulang punggung pencapaian swasembada pangan nasional. “Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendukung kesuksesan program prioritas nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dan dari seluruh program strategis yang telah kami jalankan, dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Turut mendampingi Menteri PU dan Wamen PU dalam konferensi ini, seluruh pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian PU.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Top Digital Public Relations Award 2025 Siap Digelar, Apresiasi Tertinggi untuk Praktik PR Digital

Mengawali kuartal kedua tahun 2025, Media InfoEkonomi.ID menggandeng TRAS N CO Indonesia perusahaan Consulting terkemuka yang mendedikasikan diri terhadap perkembangan brand & bisnis di Indonesia, kembali menghadirkan ajang penghargaan prestisius di bidang digital public relations, yaitu Top Digital Public Relations Award 2025.

Acara ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan perusahaan-perusahaan BUMN, anak usaha BUMN, BUMD, serta Financial Sector dalam membangun reputasi digital, memperkuat eksistensi, serta membentuk persepsi positif publik melalui strategi komunikasi digital yang relevan dan berdampak.

Top Digital PR Award 2025 akan digelar pada Kamis, 26 Juni 2025, bertempat di Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta. Dengan mengangkat tema “Transformasi Digital PR: Membangun Reputasi di Era AI dan Data”, acara ini akan dirangkaikan dengan seminar nasional yang menghadirkan para pakar PR, untuk berbagi wawasan dan praktik terbaik dalam membangun komunikasi korporat yang beretika di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

CEO InfoEkonomi.ID, Arief Munajad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan penghargaan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung perusahaan di Indonesia agar terus memberikan performa komunikasi terbaik, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Keberhasilan di era digital bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana kita menjaga etika dalam membangun narasi komunikasi yang berkelanjutan. Itulah esensi dari transformasi digital PR yang sesungguhnya,” ujar Arief.

“Kami percaya, keberhasilan di era digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan prinsip etika dalam membangun narasi komunikasi yang berkelanjutan,” tambah Arief.

Senada, CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, menekankan pentingnya pengelolaan reputasi digital sebagai aset penting di tengah persaingan global. “Tanpa manajemen komunikasi yang tepat, kepercayaan publik bisa memudar. Di sinilah peran strategis PR sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dan publik sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Tri menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan riset digital dengan tiga parameter utama yakni Digital Media Aspect, Digital Sentiment Aspect, dan Digital Awareness Aspect. Metode penilaian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kekuatan digital PR sebuah perusahaan berdasarkan data valid, aktual, dan relevan dari platform daring selama periode riset.

“Saya mengucapkan selamat kepada perusahaan BUMN, Subsidiary BUMN, BUMD, dan institusi sektor keuangan yang telah meraih skor tertinggi dalam TOP DIGITAL PR INDEX 2025, dan dinobatkan sebagai penerima 7th TOP DIGITAL PUBLIC RELATIONS AWARD 2025. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang kredibel, inspiratif, dan berdampak positif bagi kemajuan perusahaan,” tutup Tri.

Sebagai ajang tahunan bergengsi di bidang kehumasan digital, Top Digital PR Award diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk terus berinovasi, menjaga relevansi, dan meningkatkan kualitas komunikasi digital yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan citra perusahaan dan kemajuan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Menteri PU Ungkap Anggaran Pembangunan Sekolah Rakyat Capai Rp10 Triliun

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo membeberkan bahwa anggaran untuk pembangunan sekolah rakyat untuk tahap I dan II mencapai Rp 10 triliun.

Hal ini diungkapkan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Press Conference yang digelar di Kementerian PU pada Senin (26/05/25).

“Angkanya disiapkan untuk tahap I, tahap II total Rp 10 triliun, tapi mungkin ngga akan disiapkan semua tahun ini karena kan tangannya cuma dua jadi semampunya dan sebagian besar akan disiapkan di 2026,” ujarnya.

Dody memaparkan bahwa pembangunan sekolah rakyat program Presiden Prabowo Subianto anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PU.

Lebih lanjut, Dody mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengejar pembangunan sekolah rakyat tahap I yang dijadwalkan rampung pada Juli 2025 dan bisa digunakan. Adapun pembangunan tahap I ini terdiri dari tahap I-A dan tahap I-B dengan total 64 sekolah dari Sabang-Merauke.

“Tahap II itu targetnya harus wajib selesai di Juni 2026. Kita sekarang lagi kejar tahap I supaya Juli 2025 itu benar-benar bisa dipakai. Total tadi itu yang 64 (sekolah) tahap I A dan 30 sekian tahap I B,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, bahwa harapan Presiden Prabowo pembangunan sekolah rakyat sebanyak 100-200 unit tiap tahunnya selama tiga tahun ke depan.

“Setiap tahun itu 100, 100-200 Setiap tahun, selama 3 tahun berturut-turut sehingga harapannya tiap Kabupaten itu ada satu sekolah rakyat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Ngatiyana-Adhitia Komitmen Tuntaskan Masalah Banjir di Kota Cimahi

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menegaskan dirinya bersama Wali Kota Cimahi Ngatiyana berkomitmen untuk mengentaskan permasalahan banjir selama 5 tahun masa kepemimpinannya. Namun akan dilakukan secara bertahap sebab anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit.
 
“Jadi kita membutuhkan biaya sekitar Rp 70 sampai 80 miliar kalau Cimahi ini ingin bebas banjir sepenuhnya. Rp 80 miliar untuk Kota Cimahi ini ini hal yang cukup, kita split di setiap tahun anggaran. Kami selama 5 tahun periode kami setidaknya 60 sampai 70 persen bisa tertangani (masalah banjir),” kata Adhitia, Jumat (23/5).
 
Dengan kemampuan anggaran yang ada, dalam penanganan banjir ini Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi membutuhkan peran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat. 
 
Sebab, ada wilayah yang jadi langganan banjir di Kota Cimahi yang berbatasan dengan daerah lainnya seperti di Melong dengan Kabupaten Bandung dan penanganan banjir Cilember dengan wilayah Kota Bandung. 
 
“Mudah-mudahan ada intervensi baik dari provinsi maupun dari pusat sehingga ada kekuatan finansial yang lebih besar dalam rangka menyelesaikan masalah banjir dan genangan-genangan air yang selalu terjadi di jalan-jalan yang ada di Kota Cimahi,” kata Adhitia.
 
Pemkot Cimahi juga merencanakan pembangunan ground tank di titik-titik genangan, khususnya di kawasan yang rawan limpasan air ke pemukiman warga. “Kita akan pasang ground tank di sepanjang jalan yang sering terjadi genangan air yang masuk ke arah pemukiman warga. Mudah-mudahan bisa dieksekusi dengan cepat,” ujar Adhitia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

DKI Jakarta Raih WTP ke-8 Berturut-turut, Gubernur Pramono Apresiasi Kinerja Pemprov

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemprov DKI Jakarta untuk laporan keuangan tahun 2024. Predikat ini merupakan yang kedelapan kali secara berturut-turut sejak 2017.

“Alhamdulillah, BPK RI kembali memberikan opini WTP atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta Tahun 2024,” ujar Pramono dalam rapat paripurna Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/5).

Ia mengucapkan terima kasih kepada DPRD DKI Jakarta atas kolaborasi yang baik dalam menjalankan fungsi legislasi. Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Terima kasih juga kepada BPK RI atas pendampingan dan pemeriksaan yang objektif,” katanya.

Pramono menegaskan, opini WTP ini menjadi komitmen Pemprov DKI kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sebagai wujud nyata dari pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab demi kemajuan Jakarta dan kesejahteraan bersama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemprov DKI yang akan menindaklanjuti berbagai temuan dan rekomendasi dari BPK RI, yang harus ditindaklanjuti dalam waktu 60 hari ke depan.

Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan, Pramono menyebutkan tujuh langkah strategis yang tengah dijalankan Pemprov DKI yang terdiri dari penguatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan, pengembangan sistem informasi persediaan secara elektronik, pensertifikatan tanah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selanjutnya penagihan dan penatausahaan aset fasos dan fasum, penguatan sistem pengendalian internal oleh kepala perangkat daerah dengan pendampingan dari Inspektorat, reviu laporan keuangan berbasis risiko (risk-based review) oleh Inspektorat, percepatan tindak lanjut atas LHP BPK RI.

Pramono menegaskan, pengelolaan keuangan yang baik menjadi modal penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.

“Saya berharap capaian ini menjadi pemantik semangat untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan dan aset daerah,” ujarnya.

Ia berharap, sinergi antara Pemprov dan BPK RI terus terjalin dalam mewujudkan tata kelola yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Penguatan sinergi ini penting demi menyukseskan transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Firman Soebagyo Sayangkan Terbatasnya Stok Vaksin PMK bagi Hewan Ternak Jelang Iduladha

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti sejumlah kendala serius yang masih dihadapi dalam upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha. Hal tersebut disampaikan Firman usai melakukan kunjungan kerja spesifik (kunspek) Komisi IV DPR RI di Kabupaten Purwakarta, yang juga melibatkan Badan Karantina dan berbagai stakeholder peternakan.

“Yang menarik ini adalah, pertama, banyak kita temukan bahwa masih ada persoalan-persoalan yang bagi kami serius. Terutama penjelasan daripada Badan Karantina, dalam rangka persiapan untuk menjelang Hari Raya Idul Adha. Karena hari ini konteksnya peternakan, tadi disampaikan bahwa problem yang kita hadapi tadi adalah bagaimana kesiapan Pemerintah untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan, menjelang Hari Raya Idul Adha nanti, tiba-tiba ada wabah, yang terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terulang kembali. Karena itu, biasanya terjadi seperti itu,” kata Firman Soebagyo kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/05/2025).

Selain itu, Firman mengungkapkan bahwa pemerintah hanya mampu menyediakan 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional, jauh di bawah kebutuhan riil di lapangan. Sementara itu, para pelaku usaha swasta memiliki stok sekitar 20 juta dosis vaksin, namun vaksin tersebut harus dibeli sendiri oleh peternak skala menengah dan besar.

“Yang menjadi keberatan kami (DPR RI) adalah Pemerintah menyampaikan hanya menyediakan vaksin, itu jumlahnya 4 juta. Sedangkan, yang ada di stok para pelaku usaha swasta, itu ada 20 juta vaksin. Namun, vaksin yang 20 juta itu, itu harus dibeli dan kemudian dipakai oleh mereka, para pelaku peternakan yang skala menengah dan skala besar. Persoalannya adalah, kalau untuk skala menengah, itu siapa yang akan menyuntikkan. Ini problemnya. Karena, dokter hewan kita itu masih sangat terbatas, kalau kita mengandalkan dari dokter hewan yang berada di Pemerintahan. Oleh karena itu, tadi kami sarankan agar vaksinasi ini dilakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder. Bahwa, Pemerintah itu hanya mampu menyediakan 4 juta untuk nasional. Artinya, sangat kecil sekali, dibandingkan populasi sapi yang ada,” jelasnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah ini menghimbau agar pemerintah memperluas kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk membantu proses vaksinasi. Sosialisasi juga dinilai penting agar seluruh stakeholder memahami peran pemerintah yang terbatas dalam penyediaan vaksin nasional.

“Kemudian, yang 20 juta itu, itu diundang para stakeholder agar mereka memberi, dan kemudian Pemerintah kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Fakultas Kedokteran Hewan, atau Peternakan, untuk melakukan penyuntikan vaksin tadi. Ini solusinya,” bebernya.

Selain itu, Firman menegaskan bahwa regulasi karantina hewan ini, dinilai kurang tegas. Ia menekankan bahwa semua sapi yang akan dipindahkan antar daerah wajib divaksinasi dan membawa sertifikat vaksin sebagai syarat mutlak.

“Yang paling rawan itu adalah kebijakan di karantina. Karantina ini tanggung jawab untuk distribusi. Alur keluar masuk untuk sapi yang akan dikirim ke daerah dan masuk daerah, itu tugas dari Badan Karantina. Disitu ada aturan, atau regulasi yang kurang tegas. Bahwa, dalam aturannya itu wajib membawa sapi yang akan dimobilisasi, atau dikirim ke daerah satu ke daerah lain, itu wajib untuk dilakukan vaksinasi. Namun, ada celah yang tadi disampaikan oleh Badan Karantina, bilamana ada masyarakat yang membawa sapi, melintas ke Badan Karantina, atau melihat ke wilayah lain, belum divaksin, maka diminta untuk sapinya menunggu dan harus divaksin. Ini bahaya sekali. Dan itu bisa menimbulkan efek, ketika memang satu sapi itu terindikasi, maka sapi yang lain akan menular. Itu bahaya disitu,” tegas Firman.

Dengan demikian, Politisi Partai Golkar ini berharap pentingnya penegakan aturan ketat di titik-titik karantina agar penyebaran PMK dapat dicegah sejak awal. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kebijakan dan pelaksanaan pengendalian penyakit hewan di Indonesia, terutama menjelang momentum besar seperti Idul Adha.

“Ini yang harus diatur, makanya saya meminta, penegasan kepada Pemerintah untuk buat regulasi yang sifatnya itu jangan lentur, tegas saja bahwa tidak boleh lewat kalau tidak ada sertifikat vaksin. Jadi, dari hulunya. Oleh karena itu, sosialisasi menjadi penting,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Indonesia-Kuba Perkuat Kerja Sama Pengobatan Kanker Anak dan Bioteknologi Medis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan Bilateral dengan Kuba. Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-78 di Geneva pada Kamis (21/5).

Penandatanganan MoU antara Indonesia dan Kuba dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba José Angel Portal Miranda.

Adapun, bidang kerja sama yang disepakati mencakup 1) Pelayanan kesehatan termasuk perawatan primer dan sekunder; 2) Kesehatan dan gizi ibu dan anak; 3) Ketahanan kesehatan termasuk keadaan darurat kesehatan masyarakat, tindakan penanggulangan farmasi dan medis; termasuk vaksin, terapi, dan diagnostik; 4) Pengendalian penyakit menular dan tidak menular termasuk tuberkulosis, kanker, penyakit jantung, stroke, dan penyakit urologi, HIV-AIDS, malaria, demam berdarah, diabetes, serta cakupan vaksinasi; 5) Tenaga kesehatan, seperti pengembangan sumber daya manusia kesehatan, manajemen perawatan kesehatan, pelatihan dan pendidikan dengan program langsung; 6) Pembiayaan kesehatan dan pengembangan kebijakan kesehatan termasuk peninjau bersama untuk publikasi kebijakan kesehatan; 7) Teknologi kesehatan termasuk kesehatan digital dan bioteknologi; dan 8) Bidang kerja sama lainnya yang disetujui bersama secara tertulis oleh Para Pihak.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Indonesia dengan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba melakukan pertemuan bilateral (bilateral meeting) untuk mengapresiasi dan mendukung pembaharuan MOU RI-Kuba di bidang kesehatan; melakukan penelitian dan pengobatan bersama, khususnya untuk kanker/tumor pada anak sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama RI-Kuba di bidang produk bioteknologi dan layanan kesehatan; pemberian beasiswa kedokteran bagi mahasiswa Indonesia di Kuba, guna meningkatkan jumlah tenaga medis, khususnya di daerah terpencil; dan Indonesia menyatakan dukungan terhadap inisiatif kerja sama rumah sakit saudara antara RSAB Harapan Kita dan Rumah Sakit Juan Marquez di Kuba.

Pembentukan MoU ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan akses pasar produk farmasi dan peralatan medis Indonesia ke Kuba dan negara-negara Amerika Selatan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-46 ASEAN di KLCC

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin, 26 Mei 2025, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN. Tiba pukul 08.35 waktu setempat (WS), Presiden Prabowo disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim di halaman KLCC.

Kedua pemimpin negara kemudian mengabadikan momen ini dalam sebuah foto bersama dengan latar belakang ikon Malaysia, Menara Kembar Petronas. Setelahnya, Presiden Prabowo diarahkan menuju ruang tunggu untuk bergabung dengan pemimpin negara ASEAN lainnya yang hadir dalam konferensi ini.

Dari ruang tunggu, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara lainnya kemudian menuju ruang konferensi. Selama perjalanan, Presiden tampak berbincang hangat dengan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr dan Perdana Menteri (PM) Thailand Paetongtran Shinawatra.

Sebelum sesi pleno, para pemimpin negara ASEAN terlebih dahulu melakukan sesi foto grup bersama. Pada momen ini, Presiden Prabowo tampak berdiri diantara PM Kamboja Hun Manet dan PM Timor Leste Xanana Gusmao.

Dalam KTT ke-46 ASEAN yang bertema “Inclusivity and Sustainability”, Presiden Prabowo akan berbicara pada sesi pleno yang mengangkat topik terkait langkah ASEAN ke depan. Selain itu, Kepala Negara juga akan berbicara pada sesi retreat yang secara global akan membahas terkait isu-isu regional dan internasional.

Tidak hanya mengikuti rangkaian pertemuan KTT, Presiden Prabowo juga diagendakan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara sahabat. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara.

Lebih luas, kehadiran Presiden tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat solidaritas di ASEAN. Namun, hal ini juga memperkuat peran kepemimpinan Indonesia di kawasan di tengah dinamika global.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT ke-46 ASEAN yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita

Indonesia-Tiongkok Sepakati Kerja Sama Strategis Senilai Rp81,5 Triliun

Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi kerja sama internasional, khususnya di sektor ekonomi dan industri. Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Qiang di Jakarta, pada Minggu (25/5), kedua negara menyepakati empat nota kesepahaman dan delapan poin kerja sama strategis. Di antaranya, dua nota penting berfokus pada penguatan rantai pasok dan pengembangan kawasan industri terintegrasi.

Kedua memorandum strategis tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing global. Fokus kerja sama mencakup sektor manufaktur, teknologi tinggi, logistik, dan energi baru terbarukan—bidang-bidang yang menjadi prioritas transformasi ekonomi nasional. Implementasi kerja sama ini diproyeksikan akan menarik investasi sebesar ±Rp81,5 triliun dan membuka hingga 15 ribu lapangan kerja baru di Indonesia.

“Nota kesepahaman ini membuka ruang bagi masuknya investasi berkualitas tinggi dan menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi industri berbasis nilai tambah,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pernyataannya usai penandatanganan nota kesepahaman.

Selain membuka peluang investasi, kerja sama ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan sektor industri lokal untuk terlibat aktif dalam rantai pasok global. Pemerintah akan memfasilitasi pengembangan proyek-proyek strategis, termasuk di kawasan industri Batang–Yuanhong, serta kawasan-kawasan lain yang ditetapkan sebagai bagian dari inisiatif perluasan proyek percontohan. Hal ini menjadi langkah nyata menuju pemerataan pembangunan dan daya saing industri nasional.

Dengan dukungan kebijakan, fasilitasi proyek, dan mekanisme pemantauan bersama, Pemerintah Indonesia berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi konkret terhadap peningkatan nilai tambah industri, peningkatan investasi berkualitas tinggi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Koordinasi lintas kementerian akan dilakukan secara teknis untuk memastikan implementasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google Berita