Beranda blog Halaman 1084

Cuaca Jakarta Hari Ini, 23 April 2025: BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Rabu, 23 April 2025. Informasi ini dikutip dari laman resmi BMKG yang memberikan prakiraan cuaca harian untuk wilayah ibu kota dan sekitarnya.

Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diperkirakan akan mengalami kondisi berawan. Namun, seiring berjalannya waktu, hujan ringan diprediksi akan turun secara merata di hampir seluruh penjuru Jakarta saat siang hari tiba.

Memasuki malam hari, cuaca diperkirakan kembali berawan, baik di daratan Jakarta maupun wilayah pesisir seperti Kepulauan Seribu.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan, khususnya pada siang hari. Warga Jakarta yang berencana beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk membawa perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan demi kenyamanan dan keselamatan.

Suhu udara di Jakarta hari ini diperkirakan berada dalam kisaran 24 hingga 31 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara diprediksi berkisar antara 67 hingga 96 persen, yang menandakan kondisi udara cukup lembap sepanjang hari.

Untuk informasi cuaca terbaru dan lebih rinci, masyarakat dapat memantau update dari situs resmi BMKG atau aplikasi cuaca terpercaya lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan SIM Keliling Kembali Hadir di 5 Titik Jakarta, Ini Lokasi dan Syaratnya

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menghadirkan layanan SIM Keliling di Jakarta sebagai solusi praktis bagi warga yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM). Layanan ini tersedia pada Rabu, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, di lima titik strategis yang tersebar di wilayah Ibu Kota.

Melalui informasi yang dibagikan akun resmi X (Twitter) @TMCPoldaMetro, berikut lima lokasi SIM Keliling Jakarta hari ini:

  • Jakarta Timur: Mall Grand Cakung

  • Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata

  • Jakarta Utara: LTC Glodok

  • Jakarta Pusat: Area Parkir Arion Mall, Jalan Pemuda Rawamangun

  • Jakarta Barat: Mall Citraland

Syarat dan Ketentuan Perpanjangan SIM

Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan SIM Keliling Jakarta ini wajib membawa dokumen-dokumen berikut:

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku

  • Fotokopi dan asli SIM lama yang masih aktif

  • Bukti cek kesehatan

  • Bukti lulus tes psikologi

Penting untuk diketahui, layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku. Jika masa berlaku SIM sudah habis, maka pemohon wajib melakukan pembuatan SIM baru di kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

Biaya Perpanjangan SIM

Biaya perpanjangan SIM ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni:

  • Rp80.000 untuk perpanjangan SIM A

  • Rp75.000 untuk perpanjangan SIM C

Sementara itu, untuk SIM golongan B, perpanjangan tidak bisa dilakukan melalui layanan SIM Keliling karena jenis dokumen tersebut dikhususkan untuk kendaraan dengan bobot di atas 3,5 ton. Oleh karena itu, perpanjangannya hanya dapat dilakukan di kantor Satpas terdekat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri PU dan Bupati Indramayu Panen Perdana Metode IPHA, Hasilkan 11 Ton Per Hektare

Metode Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) mampu meningkatkan hasil pertanian hingga 11,4 ton per hektare dibandingkan dengan metode konvensional. Untuk itu pemerintah terus mendorong agar petani beralih ke metode IPHA.

Selain meningkatkan hasil pertanian, metode IPHA juga menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani selama menggarap lahan sawahnya.

Peningkatan produksi hasil pertanian menggunakan metode IPHA dibuktikan dengan panen perdana yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Bupati Indramayu Lucky Hakim, Selasa (22/4/2025) di Desa Cikedung Lor Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu.

Lokasi Panen perdana merupakan lahan sawah yang berada di Daerah Irigasi Rentang BBWS Cimanuk Cisanggarung. Di wilayah Kabupaten Indramayu luas lahan yang dijadikan demplot saat ini berada di 121 desa dengan luas lahan mencapai 242,65 hektare.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan, pengurangan biaya produksi dengan metode IPHA ada pada pengurangan bibit jika pada metode konvensional menggunakan 25-30 kilogram per hektare maka dengan IPHA hanya membutuhkan 10 kilogram per hektare. Kemudian penggunaan genangan air jika pada konvensional antara 7-10 sentimeter sedangkan IPHA hanya membutuhkan 2-3 sentimeter.

“Hari ini kita saksikan bersama bahwa hasil padi dari metode IPHA ini meningkat tajam menjadi 10-11 ton per hektare. Kita sinergikan dengan Kementerian Pertanian untuk dilakukan duplikasi di berbagai daerah lainnya di Indonesia,” kata Menteri Dody.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menjelaskan, metode IPHA yang yang diterapkan saat ini mencoba untuk diterapkan di desa-desa lainnya karena penggunaan air untuk sawah harus diatur. Pertanian di hilir Indramayu juga harus mendapatkan perhatian sehingga dengan metode ini sawah yang ada di hilir (wilayah 3) bisa menikmati air.

“Hari ini sudah dilihat contohnya bahwa dengan metode IPHA hasilnya meningkat luar biasa sekaligus menekan biaya produksinya. Mudah-mudahan petani kita bisa beralih dari konvensional ke IPHA demi kesejahteraan petani,” kata Lucky Hakim.

Sementara itu anggota Komisi V DPR RI, Daniel Muttaqien Syaefuddin menjelaskan, pihaknya terus meminta kepada Kementerian PU untuk memaksimalkan sistem irigasi yang melintasi Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Pasalnya, di kedua daerah ini pertanian sangat diandalkan menjadi lumbung pangan nasional di Indonesia.

Pada kesempatan itu juga diserahkan burung hantu untuk menanggulangi hama tikus yang ada di daerah tersebut.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Tanggap Darurat Sampah, Pemkot Cimahi Kerahkan Armada Kebersihan

Pemerintah Kota Cimahi resmi menyatakan status darurat sampah dan menggelar Apel Siaga Pembersihan Sampah secara serentak, Senin (21/04), menyusul lonjakan volume sampah pasca-Lebaran.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, ini melibatkan Unsur Forkopimda Kota Cimahi termasuk Kejaksaan Negeri, Polres Cimahi, Kodim 0609 Cimahi, dan DPRD Kota Cimahi, sebagai langkah konkret untuk mengatasi krisis sampah di Kota Cimahi.

Aksi bersih-bersih dilaksanakan di tiga poros utama: TPS Cibeber, TPS Marimar di belakang Area Cimahi Mall, dan TPS Pasar Atas. Sebanyak 16 truk pengangkut dikerahkan di TPS Cibeber, dengan puluhan armada tambahan disebar ke lokasi lain.

“Penumpukan sampah ini darurat. Kami kerahkan seluruh kekuatan untuk bersihkan Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Pemkot Cimahi akan memasang incinerator di sejumlah titik strategis, dimulai dari kawasan Cibeber. Teknologi ini akan digunakan untuk mengolah sampah yang telah dipilah masyarakat menjadi residu yang kemudian diubah menjadi produk seperti paving block untuk keperluan masyarakat. Upaya ini ditargetkan mengurangi ketergantungan Kota Cimahi pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini kembali menggalakan kampanye wajib pilah sampah. Ia meminta partisipasi aktif semua masyarakat Kota Cimahi untuk memilah sampah rumah tangga. Sosialisasi pemilahan sampah akan dilakukan kepada sekitar seribu penggerobak dengan target 1.000 penggerobak mendapat pelatihan dalam sepekan ke depan.

Chanifah menegaskan sistem pengangkutan sampah akan dibedakan berdasarkan jenis sampah. “No pilah, no angkut akan kami terapkan setelah masa sosialisasi,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pertama di Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi Gelar Retreat ASN

Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan acara Sinkronisasi Kebijakan Politik Kepala Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Depo Pendidikan Bela Negara, Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/04) hingga Minggu (21/04).

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya Pemerintah Kota Cimahi dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pusat dan provinsi, sekaligus memperkuat kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 70 pejabat struktural, terdiri dari Eselon II dan IIIA, serta melibatkan sejumlah narasumber nasional dari Kemendagri, Lemhanas, hingga Rektor IPDN.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang strategis untuk merenungkan kembali makna pengabdian sebagai pelayan publik. “Kita tidak hanya membutuhkan pejabat yang pintar, tetapi mereka yang memiliki integritas, spiritualitas, dan kemauan untuk melayani dengan ikhlas,” tegasnya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyampaian visi dan misi pembangunan Kota Cimahi untuk lima tahun ke depan, yang terangkum dalam semangat CIMAHI MANTAP (Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif). Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, telah dirumuskan 17 program strategis, mulai dari beasiswa pendidikan untuk 10.000 warga (BEWARA), penguatan 1.000 UMKM, pembangunan Cimahi Command Center, hingga layanan kesehatan dan sosial yang inklusif.

Ia juga pentingnya menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi lintas dinas. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif setiap pemimpin unit kerja dalam menerapkan strategic leadership dan manajemen kinerja berbasis indikator terukur. “Tanpa sinergi dan loyalitas, program sebesar apa pun tidak akan berdampak maksimal. Kita harus tegak lurus, berani, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ngatiyana juga menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain peningkatan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang masih jauh dari target.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HD Paparkan Potensi Sumsel Didepan Peserta PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-34

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) didampingi Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang (CU) menerima Widyaiswara Utama Sespim Irjen Pol Tomex Korniawan dan Tim dalam rangka kunjungan Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-34 tahun 2025, bertempat di ruang rapat Gubernur, Senin (21/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Tomex menjelaskan kehadirannya bersama Tim selain bersilaturahmi juga ingin mempelajari dan mendapatkan informasi yang lengkap tentang Sumsel.

“Mohon bantuan dan arahannya pak Gubernur, agar peserta PKDN Sespimti ini bisa mengetahui apa saja tentang Sumsel dengan jelas,” katanya.

Gubernur Herman Deru menyambut baik keinginan tersebut. Menurutnya suatu kebanggaan bagi dirinya setelah 61 hari dilantik memimpin Sumsel pada periode 2025-2030, mendapatkan kunjungan para siswa PKDN Sespimti.

“Sumsel adalah Provinsi terluas di Sumatera, terdiri dari 17 Kabupaten/kota. Sebelumnya Sumsel disebut Sumbagsel. Saya adalah Gubernur ke-17 dan Gubernur ke-20, sebab ada jeda setelah masa jabatan pertama saya habis, ada Penjabat (Pj) Gubernur yang mengisi,” jelasnya.

Dikatakan Herman Deru, Provinsi Sumsel merupakan provinsi besar dengan suku yang heterogen. Jumlah kabupaten/kota Sumsel ini relatif masih sedikit, sebab ada 1 kabupaten yakni OKI yang luas wilayahnya sama dengan Timor Leste.

Setiap sungai besar yang mengalir di wilayah Sumsel lanjut dia, ditandai dengan suku yang besar, seperti Komering, Enim, Lematang dan Ogan. Apbd Sumsel bisa dikatakan rata-rata. Namun demikian Sumsel kaya dengan sumber daya alam.

“Sumsel berbeda dengan DKI. APBD DKI besar melalui bagi hasil pajak. Sedangkan pendapatan provinsi Sumsel terbesar hanya dari potensi pajak kendaraan,” ujarnya.

Herman Deru berharap nantinya, saat peserta PKDN Sespimti duduk sebagai Forkopimda dapat membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan menjalin kemitraan strategis.

Kunjungan PKDN Sespimti harap Herman Deru dapat diisi dengan diskusi singkat dan dinamis membahas dinamika pembangunan di Sumsel terkait pengelolaan pertambangan, minerba, digitalisasi, regulasi, serta peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah.

“Tidak serta merta semua harus digitalisasi, namun terpenting juga harus ada regulasinya. Adapun untuk bidang pangan, saya setuju pemerintah pusat menghentikan impor. Kemitraan antara kabupaten/kota/ provinsi dengan Forkopimda harus bersamaan dengan peningkatan kemampuan IT masyarakat. Literasi digital perlu disebarluaskan,” imbuhnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pramono Anung Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, pada Senin (21/4).

“Duka cita yang mendalam dan turut berbelasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus,” tulis Pramono melalui akun media sosial pribadinya.

Pramono mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok pemberani dan penuh pengabdian terhadap umat Katolik. Paus Fransiskus merupakan pemimpin pertama Gereja Katolik Roma yang berasal dari Amerika Latin.

Ia menambahkan, kepemimpinan Paus Fransiskus yang penuh kasih akan terus dikenang oleh banyak orang. “Kepemimpinan beliau yang penuh kasih, keberaniannya, dan pengabdiannya kepada umat akan selalu dikenang,” tutur Pramono.

Pada kesempatan itu, Pramono berharap umat Katolik diberikan kekuatan dalam menghadapi masa duka ini.

Presiden Prabowo Subianto melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, serta Kepulauan Bangka Belitung masa jabatan tahun 2025-2030 pada Kamis, 17 April 2025. Dalam acara pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, John Tabo dan Ones Pahabol dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, sementara Hidayat Arsani dan Hellyana dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Para kepala daerah ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Penjabat Gubernur dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan Tahun 2025-2030. Dalam hal ini, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti membacakan surat keputusan tersebut.

Usai pembacaan Keppres RI, Presiden Prabowo pun mengambil sumpah jabatan para kepala daerah yang dilantik.

“Akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat oleh Presiden Prabowo kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, serta Kepulauan Bangka Belitung masa jabatan tahun 2025-2030. Setelahnya, para kepala daerah masing-masing menandatangani berita acara pelantikan.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang kemudian diikuti oleh para undangan lain yang hadir.

Turut hadir dalam pelantikan ini ialah para ketua dan wakil ketua lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hadir pula Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentan Targetkan NTB Jadi Lumbung Jagung Nasional, Produksi Capai 742 Ribu Ton di 2025

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan peningkatan produksi jagung secara signifikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai langkah strategis menuju kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Dalam acara panen raya jagung yang berlangsung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Senin (21/4), Mentan Amran menyampaikan ambisinya untuk menciptakan lompatan eksponensial dalam produksi jagung, sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia.

“Kita ingin lompatan eksponensial, lompatan luar biasa di bawah gagasan besar atau skala prioritas Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami hanya operator, kemudian petani bergerak luar biasa,” kata Mentan Amran saat panen raya jagung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, NTB, Senin (21/4).

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Mentan mengungkapkan bahwa estimasi luas panen jagung di NTB pada tahun 2025 mencapai 105.287 hektare, dengan proyeksi produksi mencapai 742.912 ton jagung kadar air 14 persen (KA 14%).

Pencapaian ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjadikan NTB sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Indonesia.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung penuh petani NTB, khususnya melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi seperti pupuk, benih unggul, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

”Kami mimpikan NTB menjadi lumbung pangan khususnya jagung dan padi. Ini mimpi kita semua dan kami akan siap mendukung. Seluruh sarana produksi khususnya pupuk dipenuhi dengan baik,” ujar Mentan sebagaimana keterangan di konfirmasi di Jakarta, Senin.

Dalam upaya mendorong pertanian berkelanjutan, Mentan juga menekankan pentingnya penerapan modernisasi pertanian. Menurutnya, alsintan (alat dan mesin pertanian) bukan hanya alat bantu, tetapi simbol kemajuan sektor pertanian Indonesia.

“Alsintan bukan hanya alat, tetapi juga simbol modernisasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Selain infrastruktur dan teknologi, Mentan menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kelembagaan. Ia menyerukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas area tanam, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat distribusi hasil pertanian.

“Kunci dari semua ini adalah semangat kolaborasi. Antara pusat dan daerah, antara pemerintah dan petani, serta antar kelembagaan. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergandeng tangan untuk memperluas tanam, meningkatkan produksi, dan memastikan efisiensi distribusi pangan,” tegasnya.

Mentan menyampaikan optimismenya terhadap masa depan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa pencapaian kemandirian pangan bukanlah hal yang mustahil selama semua pihak dapat saling bersinergi.

“Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan sinergi antarpihak, kita bisa wujudkan Indonesia yang swasembada, mandiri, dan berdaulat pangan. Sumbawa adalah bagian penting dari mimpi besar itu,” kata Mentan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkes Budi: Jangan Biarkan Oknum Rusak Citra 300 Ribu Dokter Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter tidak boleh mengaburkan dedikasi dan integritas ratusan ribu dokter lain yang selama ini bekerja dengan profesionalisme tinggi.

“Kita memiliki hampir 300 ribu dokter di Indonesia. Jangan sampai tindakan segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter secara keseluruhan,” ujar Menkes Budi dalam keterangan persnya, Senin (21/4).

Ia menekankan pentingnya sikap adil dan proporsional dalam menyikapi kasus tersebut.

“Dokter-dokter baik jumlahnya jauh lebih banyak. Jangan sampai yang baik-baik ini tertutup oleh ulah oknum yang ngaco,” tegasnya.

Menkes juga mengakui bahwa sistem pengawasan dan penegakan etik dalam dunia medis selama ini masih memiliki kelemahan, terutama dalam aspek transparansi dan ketegasan sanksi.

“Ketika sistem tidak transparan dan tidak tegas, oknum merasa bebas berbuat tanpa pengawasan. Akibatnya terungkap, dan kepercayaan masyarakat pun terganggu,” imbuhnya.

Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem pengawasan profesi medis melalui implementasi Undang-Undang Kesehatan yang baru. UU ini memberikan kewenangan yang lebih kuat bagi pemerintah untuk mengidentifikasi dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran etik, tanpa pengecualian.

Salah satu langkah konkret adalah pencatatan rekam jejak pelaku dan pendistribusian data tersebut ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah. Dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan secara sistematis dan lebih cepat.

“Langkah ini penting agar kita bisa melindungi mayoritas dokter yang selama ini bekerja dengan benar, profesional, dan penuh tanggung jawab,” jelas Menkes.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Brian Yuliarto turut menekankan pentingnya momentum ini sebagai titik evaluasi dalam sistem pendidikan profesi dokter, khususnya di jenjang spesialis.

“Tentu ada hal-hal yang masih belum sempurna. Mari kita perbaiki bersama-sama agar ke depan program pendidikan dokter spesialis bebas dari praktik-praktik yang bisa mencoreng nama baik profesi,” ujar Prof. Brian.

Ia berharap, ke depan tidak ada lagi kasus serupa yang terulang. Setiap institusi pendidikan dan calon dokter diharapkan terus menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ibas: Perempuan Adalah Kartini Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan bahwa perempuan Indonesia adalah Kartini masa lalu, masa kini dan masa depan untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan bangsa. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya sebagai objek, namun juga menjadi penggerak. Tidak hanya berdiri di belakang atau di samping, tapi bisa berdampingan dan berjalan bersama untuk mewujudkan kesuksesan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro, Ketua FPD DPR RI dari Partai Demokrat dalam Audiensi dengan topik Kartini Masa Kini: Meretas Batas, Menginspirasi Negeri dalam rangka memperingati Hari Kartini, 21 April 2025.
“Selamat Hari Kartini!, untuk kalian semua yang mewakili, dari 133 juta perempuan di Indonesia, kalian adalah perempuan yang mewakili dari perempuan-perempuan Tanah Air. Lanjut terus Perempuan Indonesia terus memberikan cahaya dalam kehidupan ini,” ungkapnya mengawali sambutan.
“Untuk saya, Kartini (Perempuan Indonesia) adalah sosok yang penting, yang Hebat. Untuk saya, Ibu Saya (Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono) adalah Kartini masa lalu. Istri saya, Aliya Baskoro Yudhoyono adalah Kartini masa kini. Dan anak-anak perempuan saya adalah Kartini untuk masa depan” tutur Ibas dengan penuh semangat.
“Saya yakin kalian juga sama, tidak hanya menjadi Kartini dalam kehidupan kalian, tapi juga memiliki sosok siapapun dalam hidup ini,” lanjut Ibas. “Saya yakin kalian adalah contoh Kartini yang berhasil, sukses bisa membuat perempuan Indonesia lebih tergerak dalam kebebasan kemajuan di masa depannya,” sambungnya.
Dalam sambutannya, Edhie Baskoro Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini menegaskan bahwa peran perempuan telah menjadi kekuatan besar dalam perjalanan sejarah bangsa. “Bicara perempuan Indonesia, tentunya kita berbicara tentang sejarah yang panjang, bagaimana peran perempuan tidak hanya menjadi yang terpenting dalam kehidupan keluarganya, tapi juga terus meningkatkan performanya dalam segala kehidupannya,” terang Ibas.
Edhie Baskoro Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini juga menyinggung UUD 1945 pasal 27 ayat 1 yang menyatakan bahwa warga negara sama kedudukannya di dalam hukum, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan hukum antara laki-laki dan perempuan. “Tidak ada perbedaan yang perlu kita berlakukan di negeri kita tercinta ini, semuanya setara,” imbuhnya.
Di momen yang sangat istimewa, Ibas juga mengajak seluruh audiens untuk mengenak sosok sekaligus meneladani semangat RA Kartini, salah satunya dengan mewujudkan kutipanya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ia berharap kalimat tersebut tidak hanya menjadi kutipan belaka, namun benar-benar bisa mewujudkan Indonesia yang terang, cerah, tidak ada kesunyian maupun ketidakmajuan dalam kebangsaan ini. “Sehingga peradaban itu juga harus dimulai dari sesuatu yang sederhana. Bagaimana perempuan juga bisa menjadi pilar dari kemajuan, tidak hanya untuk dirinya tapi untuk keluarganya serta untuk bangsa dan dunia,” ucap Ibas.
Selain hal tersebut, Ibas juga mengingatkan perempuan adalah pembawa peradaban dan pentingnya menghidupkan kembali semangat “tahukah engkau semboyanku”, “Aku Mau” dua kata ringkas yang juga digaungkan Raden Ajeng Kartini. “Jadi kata-kata itu bisa digaungkan dan menujukkan semangat “pantang menyerah”, disebarluaskan kepada perempuan-perempuan yang ada di Tanah Air, bisa menimbulkan satu optimisme baru dan sesuatu yang mengajak agar kita semakin memikirkan tentang kebaikan, kemajuan, keberhasilan, juga kesuksesan,” ucap Ibas.
Lebih jauh, Edhie Baskoro Yudhoyono Wakil Rakyat dari Dapil VII Jawa Timur ini menilai bentuk perjuangan perempuan masa kini memang berbeda dengan masa Kartini. Meskipun demikian, semangat perjuangannya masih tetap sama.
“Dan hari ini perjuangan itu pun harus kita teruskan. Tidak lagi lewat surat, tapi berjuang melalui tulisan, pikiran, dan keberanian dalam bermakna di berbagai macam kegiatan. Apakah lewat layar seni, panggung politik, ruang kelas, ruang siar bahkan media sosial dan lain sebagainya, katanya”.
Di akhir sambutannya, Edhie Baskoro yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin ini mengajak para peserta, Kartini masa kini dan masa depan untuk bersatu dan berkolaborasi dalam pikiran dan aksi. “Mari kita merajut kebersamaan. Perempuan hari ini tidak sekadar menginspirasi, tapi juga menciptakan kolaborasi dan kerja sama dalam negeri kita. Masih ada tantangan bangsa dan kita harus kerja keras. ‘Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out (kesuksesan adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang diulang-ulang setiap hari)’”, kutip motivasi Ibas.
“Siapa kalian? Kalian adalah perempuan Indonesia yang mencintai negerinya dan juga ikut memajukan kehidupan ini. Menjadi kekuatan perempuan yang tangguh dan hebat. Kekuatan dalam gagasan, suara, dan kekuatan dalam aksi. Menjadi perempuan yang terus bersinar di Tanah Air,” pungkasnya.
Tissa Biani, salah satu peserta acara menyampaikan apresiasi dan aspirasinya pada acara ini. “Saya sangat senang sekali, karena saya sudah melihat peran baik perempuan di industri perfilman Indonesia. Sudah menjadi sutradara, produser, pemain film, kami sangat bersyukur. Namun, itu justru menjadi tantangan kita semua, khususnya pemerintah, supaya tidak gegabah dalam melihat peluang signifikan ini. Mengenai jam kerja, banyak perempuan di luar sana sebagai istri, ibu, bekerja di perfilman, namun belum ada regulasi pemerintah mengenai jam kerja perempuan, supaya didukung menghasilkan karya hebat tapi juga ruang yang aman untuk perempuan.”
Dalam acara ini hadir beberapa perempuan hebat Indonesia, beberapa di antaranya Anggia Kharisma Anggia, produser kenamaan dari Visinema salah satunya film ‘Jumbo’; Tamara Dewi Founder Liberty Society; Nadya Arina Aktris film, Indah Nada Puspita, pengusaha muda fesyen; Cindy May Mcguire, 1st runner up Putri Indonesia 2022; dan Felicia Tjiasaka educator investasi dan masih banyak lagi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News