Beranda blog Halaman 1183

Safari Ramadhan di Merangin, Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Rp 45 Juta

Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bantuan saat Safari Ramadhan 1446 Hijriah/2025 sekitar Rp 45 juta untuk masjid Raya Al-Istiqomah, Pasar Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Selasa (04/03/25) malam.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris berharap bantuan pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi ini dapat berguna untuk pembangunan masjid Raya Al-Istiqomah.

“Bantuan pemerintah Provinsi Jambi melalui Baznas Provinsi Jambi senilai Rp 25 juta dan dana CSAR Bank 9 Jambi Rp 20 juta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris juga memberikan santunan untuk anak yatim, disabilitas, dan masyarakat sekitar yang melaksanakan sholat Isya dan Tarawih bersama di Masjid Raya Al-Istiqomah.

Ia berharap, seluruh umat muslim termasuk masyarakat Merangin dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan nya terhadap Allah SWT di bulan Ramadhan ini.

“Mudah-mudahan Romadhon kita yang masuk hari kelima ini diberikan kesehatan kekuatan dan semangat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mari kita tingkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Ramadan Ramah Anak, Menag Ajak Guru dan Orangtua Perhatikan Hak Anak

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar menyatakan dukungannya terhadap gerakan “Ramadan Ramah Anak”. Ia mengajak seluruh guru di sekolah, madrasah, dan pesantren, serta orang tua di rumah, untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan lebih memperhatikan hak-hak anak.

“Saya mengajak seluruh umat Muslim, terutama para guru di sekolah, madrasah, pesantren, dan orang tua di rumah, untuk memanfaatkan waktu selama bulan suci Ramadan dengan menjalankan ibadah sebaik-baiknya, serta melaksanakan program untuk anak-anak dengan memperhatikan hak-hak mereka,” ujar Menag, Rabu (5/3/25).

Menag menekankan bahwa berbagai kegiatan Ramadan seperti salat berjemaah, berbuka puasa bersama, dan iktikaf dapat menjadi momen kebersamaan yang tetap ramah anak.

“Kita bisa salat berjemaah, kita bisa berbuka puasa berjemaah, kita bisa beriktikaf berjemaah, dan kita juga bisa pergi bersama dalam rangkaian ibadah Ramadan,” tutur Menag.

Gerakan Ramadan Ramah Anak merupakan bentuk sinergi lintas kementerian. Deklarasi gerakan ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Selain Menag, deklarasi juga dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, serta Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari hasil analisis internal pemerintahan yang menemukan dua faktor utama penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak, yakni pola asuh dalam keluarga dan penggunaan gawai yang belum bijaksana.

“Berangkat dari ini, kami ingin memanfaatkan momentum Ramadan sebagai kesempatan bagi keluarga untuk introspeksi, melihat kembali pola asuh terhadap anak-anak, serta mulai membatasi penggunaan gadget agar lebih bijak,” ujar Arifah.

Arifah berharap, gerakan ini dapat menjadi tonggak bagi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan Ramadan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak, baik di rumah, sekolah, maupun tempat ibadah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kepala BNN Hadiri Rapat Terbatas Bersama Presiden, Perkuat Konsolidasi Program Pemerintah

Kepala BNN RI Marthinus Hukom menghadiri Rapat Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (4/3). Rapat ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi pelaksanaan program pemerintah serta memastikan efektivitas implementasi kebijakan di berbagai sektor.

Presiden menegaskan pentingnya sinergi antar instansi guna meningkatkan koordinasi, optimalisasi sumber daya, serta penguatan upaya penegakan hukum. Beliau juga menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk terus meningkatkan kolaborasi demi mencapai target pembangunan nasional.

Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan beberapa program prioritas dalam 130 hari pemerintahan, termasuk pembangunan sekolah rakyat, peningkatan fasilitas pendidikan di pelosok, serta pendirian 70.000 koperasi desa sebagai outlet untuk sembako, obat-obatan, dan klinik.

Presiden menekankan pentingnya pemotongan rantai kemiskinan dengan menyekolahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di sekolah terbaik serta memperluas akses kesehatan bagi masyarakat. Ia juga meminta jajarannya agar memastikan implementasi program berjalan efektif tanpa ragu dalam menjalankan kebijakan prioritas.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa seluruh instansi pemerintah harus bekerja sama dalam mengatasi berbagai permasalahan nasional yang memerlukan waktu dan proses. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan bergantung pada kerja sama solid antarinstansi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Di akhir rapat, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih dan meminta seluruh pejabat untuk tidak melakukan korupsi. Ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bekerja dengan adil dan profesional. Diharapkan hasil rapat ini dapat mempercepat realisasi kebijakan strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Kaltim Ajak Masyarakat Jadi “Pejuang Subuh” dalam Salat Berjamaah

Gubernur Kaltim, Haji Rudy Masud (Harum) mengajak masyarakat untuk menjadi Pejuang Subuh dengan meramaikan saf-saf masjid di waktu subuh.

Ajakan ini ia sampaikan dalam kegiatan salat Subuh berjamaah di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center, Samarinda, yang diikuti oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni serta pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Rabu (5/3/25).

Salat Subuh tersebut dipimpin oleh Ustaz Asrof sebagai imam, sementara tausiah dan doa disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, H. Muhammad Rasyid. Dalam tausiahnya, ia membahas hal-hal yang membatalkan puasa serta pentingnya mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

Setelah salat, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama remaja masjid dan pemuda Kaltim.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Kaltim menekankan pentingnya menjaga salat Subuh sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan.

“Jaga Subuhnya! Karena siapa yang mampu menjaga salat Subuhnya, maka ia akan mendapatkan banyak manfaat,” ujarnya di hadapan jamaah.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para marbot (penjaga masjid), Pemprov Kaltim mencanangkan program umrah gratis. Gubernur Kaltim berharap setiap masjid dan langgar memiliki sertifikasi atau identitas yang jelas untuk mendukung program ini.

Selain menjadi tempat ibadah, Gubernur Kaltim juga menegaskan bahwa masjid harus berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan masyarakat. Ia mendorong masyarakat untuk menghargai pemuka agama lain sebagai bentuk menjaga keberagaman di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga diisi dialog interaktif bersama remaja masjid dan pemuda Kaltim. Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Tegar dan Andromeda, siswa SMA Negeri 3 Samarinda, menanyakan visi Kaltim dalam bidang pendidikan. Menjawab hal itu, Gubernur Kaltim menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di Kaltim dapat mengenyam pendidikan minimal hingga 16 tahun, bahkan hingga jenjang S3.

Sementara itu, Lilis, salah satu pengurus Islamic Center, bertanya mengenai kiat agar terbiasa melaksanakan salat Subuh di masjid. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menekankan pentingnya niat yang lurus dalam beribadah.

“Sama seperti puasa, meskipun kita tidak sahur, tetapi jika sudah berniat, maka puasa tetap sah dan tuntas. Begitu pula dalam kehidupan, niat adalah hal utama,” jelasnya.

Acara ditutup dengan salat sunah berjamaah yang dipimpin oleh Imam Besar Islamic Center. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan spiritual dan intelektual.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Al Haris Beberkan Program 100 Hari Kerja Pimpin Jambi

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik pada 20 Februari yang lalu dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, bertempat di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (03/03/25).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, unsur Forkopimda, dan Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Al Haris mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Jambi atas partisipasi dalam Pilkada Tahun 2024, dan bisa melaksanakan suksesi kepemimpinan dengan lancar, aman, dan damai, dan daerah ini tetap dalam kondisi aman dan rukun. Kondisi itu bisa terwujud, tentunya atas kontribusi semua pemangku kepentingan dan masyarakat Provinsi Jambi.

“Untuk itu, kami mohon doa dan dukungan dari semua pemangku kepentingan serta dari seluruh masyarakat Provinsi Jambi, agar kami dapat mengemban amanah besar tersebut, menjalankan tugas dan tangggung jawab dengan sebaik-baiknya, dan mempedomani aturan perundang-undangan yang berlaku, untuk membangun dan meningkatkan kemajuan Provinsi Jambi dalam segala sektor, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan daerah Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris.

Dijelaskan Gubernur Al Haris bahwa dalam menyusun Rencana Kerja 100 Hari yang tentunya tidak lepas dari isu aktual dan sinergi kebijakan pembangunan Pusat dan Daerah skala priroitas. Hal ke depan yang akan menjadi prioritas awal untuk dilakukan rencana aksi meliputi: Memastikan Ketersediaan Komoditi Pangan Daerah (antisipasi menghadapi puasa dan lebaran), Penyelesaian Batas Wilayah (indentifikasi dan aksi penyelesaian), Pengendalian Inflasi, Penguatan Regulasi terhadap Program Jaringan Memajukan Jambi (Pro – Jambi).

Selanjutnya adalah Fasilitasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten/Kota, Percepatan Penyediaan Rumah Layak Huni Bagi Masyarakat Miskin, Peningkatan Kualitas Sumberdaya manusia dalam bidang Pendidikan (Bantuan Pendidikan SMA/SMK/SLB dan Bantuan Pendidikan S1, S2 dan S3) , Peningkatan Pelayanan Kesehatan; (Optimalisasi layanan kesehatan pada RSUD dan RSJ serta Kepesertaan BPJS bagi masyarakat miskin), Pengendalian Banjir Perkotaan Jambi; dan Penanganan Tanggap Darurat Infrastruktur (Jalan, Jembatan dan Irigasi).

“Ini adalah pidato pertama kami setelah dilantik, dan ada kewajiban untuk menyampaikan pidato pertama didepan anggota dewan untuk masa jabatan kami 2025-2030. Saya menyampaian visi misi Jambi Mantap jilid dua dengan mendukung penuh program Asta Cita dari Presiden Republik Indoensia sehingga ada sinsergi antara program Bapak Presiden dengan program kami didaerah, karena memang dalam Asta cita itu sudah ada program Jambi Mantap dan untuk itu agar kita siergikan dan kita sikronkan,” ucap Gubernur Al Haris.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyatakan bahwa tantangan pembangunan semakin kompleks, dengan berbagai perubahan kebijakan nasional dan global. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja sinergis untuk menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi dalam membangun Provinsi Jambi.

“Maka dari itu, kami mengharapkan agar sinergi yang selama ini telah kita bangun dengan baik, akan tetap dipertahankan dan tingkatkan. Saya mengajak kita semua terus meningkatkan kolaborasi dalam membangun Provinsi Jambi,” kata Gubernur Al Haris.

“Saya yakin bahwa kita semua punya semangat yang sama, untuk mewujudkan Provinsi Jambi yang jauh lebih maju dan berdaya saing, serta masyarakatnya lebih sejahtera,” pungkas Gubernur Al Haris.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag: Bantu Korban Banjir Bekasi Saat Ramadan, Pahalanya Berlipat Ganda

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengatakan, jika masyarakat membantu korban banjir yang melanda wilayah Bekasi, terutama di bulan Ramadan, maka mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Hal tersebut Menag sampaikan saat diwawancara oleh wartawan usai menghadiri acara di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (5/3/25).

“Di bulan Ramadhan ini, sangat baik untuk saling menolong. Bagi kita, mungkin bantuan yang diberikan terasa sedikit, tapi bagi mereka yang terdampak banjir, itu sangat berarti. Pahalanya pun berlipat ganda,” ujar Menag.

“Kasihan mereka. Banyak yang tenggelam itu ya kebutuhan sehari-harinya, pakaian, bahkan ada yang terendam habis itu rumah,” lanjutnya.

“Jadi, inilah saat yang paling baik untuk berbagi. Pahalanya besar sekali di bulan Ramadhan,” tutur Menag.

Banjir yang melanda beberapa titik di Bekasi sejak 4 Maret 2025, menyebabkan ribuan warga harus mengungsi. Banyak dari mereka kehilangan harta benda dan mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sempat Tertunda, BNN dan Ekuador Lanjutkan Kerjasama Pemberantasan Narkotika

Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Ekuador untuk Indonesia, Luis Arellano Jibaja, bersama wakilnya, Pablo Bonifaz Arboleda, pada Selasa (4/3). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen kerja sama antara Indonesia dan Ekuador yang terjalin sejak 2022 silam.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dalam menangani peredaran narkotika yang semakin kompleks. Indonesia, melalui BNN, terus berkomitmen memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum, termasuk dengan menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat, salah satunya Ekuador.

“Kunjungan ini memberikan peluang bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama di bidang pertukaran informasi, peningkatan teknologi deteksi narkotika, serta penguatan kapasitas penegak hukum dalam menangani kejahatan narkotika,” ungkap Kepala BNN RI.

Saat mendampingi Kepala BNN RI, Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Agus Irianto, mengisahkan kerja sama antara Indonesia dan Ekuador terjalin ketika delegasi BNN melakukan kunjungan kerja ke Ekuador dan menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Kementerian Dalam Negeri Ekuador.

Pernyataan tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk pertukaran data terkait narkotika, penyelenggaraan pelatihan bersama, bantuan hukum, serta kunjungan observasi ke pelabuhan dan bandara untuk mempelajari teknologi deteksi narkotika.

Sebagai tindak lanjut dari LoI tersebut, kedua belah pihak telah menyusun rancangan Memorandum of Understanding (MoU) yang difinalisasi pada September 2023. Namun, penandatanganan MoU sempat tertunda akibat situasi di Ekuador yang tidak kondusif.

Selanjutnya, pada 2 Februari 2024, Kepala BNN RI bertemu dengan Duta Besar Ekuador untuk Indonesia terdahulu, Y.M. Santiago Javier Chávez Pareja, dan menyepakati konsep MoU yang telah dirancang sebelumnya. Menindaklanjuti hal tersebut, dalam pertemuan hari ini, BNN berharap rencana penandatanganan MoU dapat segera dilanjutkan demi memperkuat kerja sama bilateral di bidang pemberantasan narkotika.

“Kami sangat menghargai hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Ekuador. Semoga langkah ini membawa manfaat bagi kedua negara dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman, sehat, dan bebas narkoba,” ujar Kepala BNN RI mengakhiri pertemuan tersebut.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Atasi Banjir, Gubernur Pramono Instruksikan Pembukaan Pintu Air

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung ketinggian air di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (4/3) sore. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan Jakarta menyebabkan debit air tinggi di sejumlah sungai di Jakarta meluap hingga menggenangi permukiman warga.

Usai meninjau Pintu Air Manggarai, Pramono memastikan kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani dampak banjir.

“Hari ini secara khusus kami mengadakan rapat yang agak mendadak, karena tinggi permukaan air di Manggarai ini sudah 850 sentimeter (cm). Kalau tinggi permukaan air di Manggarai sudah 850 cm artinya Jakarta sekarang sudah siaga 2,” ujar Pramono.

Pramono pun menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) agar membuka pintu-pintu air untuk mengurangi beban air, terutama di wilayah Ciliwung. Melalui pembukaan sejumlah Pintu Air Manggarai, debit air yang merendam di sejumlah daerah akan mulai berkurang.

Di antaranya yakni di Pegangsaan, Kenari, Cikini, Kwitang, Kebon Sirih, Senen, Gambir, Pasar Baru, Kebon Kelapa, Kartini, Mangga Dua Selatan, Pademangan, Mangga Besar dan Pinangsia.

“Mudah-mudahan hujan kiriman dari atas ini dalam waktu 1-2 hari segera surut dan menurut Bu Ika (Plt Kadis SDA) kalau sampai dengan 850 cm ini biasanya 9 jam baru surut,” kata Pramono.

Selain itu, Pramono juga menyampaikan opsi untuk membuka pintu air di wilayah vital secara bertahap. Namun ia memastikan pembukaan pintu air tersebut tidak akan menyebabkan banjir di daerah strategis Jakarta.

“Air ke Masjid Istiqlal dioperasikan dua pintu dan untuk itu dijaga dan kami menjamin Istiqlal tidak akan banjir,” ujarnya.

Pramono juga memerintahkan untuk mengaktifkan seluruh pompa air di 200 titik guna mempercepat pembuangan air ke laut. Selain itu, modifikasi cuaca akan segera dilakukan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengalihkan curah hujan ke laut.

“Tadi sudah dilakukan BPBD bahwa akan dilakukan segera untuk modifikasi cuaca karena memang banjir yang terjadi di Jakarta sekarang ini boleh dikatakan mayoritas hampir 90 persen lebih adalah kiriman, karena curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengaktifkan Kampung Siaga Bencana dengan melibatkan masyarakat dan pihak swasta untuk membantu warga terdampak. Dapur umum juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama selama bulan Ramadan.

“Apalagi ini bulan puasa nanti sahur dan buka puasa jangan sampai terganggu. Tadi bu Kepala Dinsos juga menyampaikan bahwa di lapangannya sampai sekarang tidak ada keluhan karena kebutuhan untuk puasa sahur dan sebagainya tertangani secara baik,” tutur Pramono.

Untuk penanganan jangka panjang, Gubernur Pramono menekankan pentingnya pengerukan sungai, melanjutkan proyek sodetan dan membangun sumur resapan di saluran air. Ia juga akan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah sekitar Jakarta untuk penanganan banjir secara komprehensif.

“Saya akan membuka diri untuk duduk bersama dengan gubernur, bupati, wali kota yang sekarang ini terdampak, dalam waktu dekat ini. Karena penyelesaian ini kan tidak bisa parsial hanya Jakarta,” kata Pramono.

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca diperkirakan akan dilakukan selama lima hari ke depan.

“Hari ini BNPB sudah melakukan OMC, kita mungkin besok atau paling lambat hari Kamis kita akan melakukan modifikasi cuaca,” ujar Maruli.

Dalam kunjungan ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat; Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum; Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin dan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Munjirin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Wilayah Jabodetabek

BNPB mendukung upaya penanganan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Hal tersebut dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi tersebut pada hari ini, Selasa (4/3), dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP. Penyemaian bahan baku berupa garam (NaCl) diharapkan dapat dilakukan pada area target. Operasi ini akan berlangsung dalam tiga sorti.

Sorti pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB dan sorti terakhir pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Penyemaian 1 ton NaCL setiap sortinya akan dilakukan pada ketinggian 8.000 – 11.000 kaki.

BNPB bersama instansi terkait yang melakukan OMC ini berharap dapat mengalihkan potensi hujan di wilayah Jabodertabek yang terdampak banjir ke area yang lebih aman. Di samping itu, OMC ini diharapkan dapat untuk menurunkan intensitas hujan dan dampak bencana yang lebih besar.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. menyampaikan, operasi ini akan berlangsung menyesuaikan dengan prediksi cuaca yang telah ditetapkan.

“Saat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi,” ujar Suharyanto pada pada Konferensi Pers Penanganan Banjir di Wilayah Jabodetabek, Selasa (4/3).

“Prakiraan cuaca juga menunjukkan masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025. Kita akan dukung dengan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di sekitar Jawa Barat,” lanjutnya.

Suharyanto menegaskan, Pemerintah Pusat melalui BNPB berkomitmen untuk terus memprioritaskan keselamatan masyarakat dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam situasi tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan melalui dukungan peralatan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan optimal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentrans Temui Mendikti Saintek, Bahas Program Dapur SDM Unggul ‘Transmigrasi Patriot’

Menteri Transmigrasi atau Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto berkolaborasi menjalakan program beasiswa Transmigrasi Patriot.

Ia berharap, kolaborasi Kementrans dengan Kemendikti Saintek bisa membuat Transmigrasi Patriot berjalan optimal.

“Agar program ini berjalan dengan optimal, mohon kiranya kami diberikan penjabaran mengenai batasan atau aturan standar untuk bisa berkolaborasi dengan Mendikti Saintek menjalankan Program Transmigrasi Patriot,” kata Mentrans Iftitah dalam pertemuan dengan Brian beserta jajaran Kemendikti Saintek pada Senin, 3 Maret 2025.

Transmigrasi Patriot merupakan dapur sumber daya manusia (SDM) unggul, menjadi wadah para akademisi untuk mengabdikan diri di kawasan transmigrasi. Program ini diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi dan sosial, serta menciptakan lapangan kerja, serta menciptakan pusat ekonomi baru bagi warga setempat.

Mentrans Iftitah berharap Transmigrasi Patriot bisa segera diresmikan dalam waktu dekat. Jika regulasi dan kajian sudah selesai, program diharapkan bisa segera dilaksanakan guna menciptakan SDM) unggul melalui program transmigrasi.

Mentrans Iftitah pun menyampaikan, pihaknya sudah bertemu dan mendapatkan dukungan dari Lembaga Penyalur Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) untuk Transmigrasi Patriot.

“Kami sudah diskusi dengan LPDP, Menteri Keuangan sangat support dengan kegiatan tersebut, sebagai langkah lebih lanjut agar pendidikan tinggi sosialisasi dengan universitas untuk mengoptimalkan Program Transmigrasi Patriot,” katanya.

Lebih lanjut, Mentrans Iftitah mengibaratkan pengembangan kawasan transmigrasi seperti gula dan semut. Menurutnya, kualitas SDM harus ditingkatkan lebih dahulu karena investor, industrialisasi, hingga hilirisasi akan datang dan berjalan secara otomatis bila kualitas SDM sudah baik.

“Paradigma baru transmigrasi ibaratnya datangkan dulu gulanya, nanti semut akan datang sendirinya. Istilah ini berarti tingkatkan dulu,” ucap Mentrans Iftitah.

Merespons, Brian menyambut baik dan mendukung Transmigrasi Patriot. Dia bilang, Kemendikti Saintek akan menyiapkan aturan dan akan koordinasi dengan perguruan tinggi yang akan kolaborasi mendukung program unggulan Kementrans.

“Kami akan tindak lanjuti, sinergi dengan universitas untuk segera menjalankan pilot project ini. Jika aturan dan regulasi segera dirampungkan maka tiga hingga empat bulan mendatang bisa segera assesment awal tentu dengan penjaringan minat dari LPDP dan kesiapan Kementerian Transmigrasi untuk menjalankan program Transmigrasi Patriot,” ucap Brian.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News