Beranda blog Halaman 1351

Ini Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, 17 Desember 2024

Bagi Anda yang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) hampir habis, tak perlu khawatir! Kini, perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan mudah melalui layanan Satpas SIM Keliling yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Yuk, simak jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling untuk hari ini, Selasa, 17 Desember 2024.

Perpanjang SIM Lebih Praktis, Jangan Sampai Telat!

Perlu diingat, jika masa berlaku SIM Anda habis, Anda harus membuat SIM baru dengan biaya yang lebih mahal dan proses yang lebih panjang. Jadi, pastikan Anda memperpanjangnya sebelum tanggal kedaluwarsa.

Namun, ada syarat baru yang perlu diperhatikan. Mulai 1 Juli 2024, pemohon SIM wajib menunjukkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Aturan ini berlaku sesuai dengan Perpol Nomor 2 Tahun 2023 dan diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini

Dilansir dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya, layanan SIM Keliling untuk perpanjangan SIM A dan C beroperasi di 5 lokasi berikut:

  1. Jakarta Timur: Mall Grand Cakung
  2. Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata
  3. Jakarta Barat: Mall Citraland & LTC Glodok
  4. Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng

Jam Operasional: Pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB.

Syarat Perpanjangan SIM di Satpas Keliling

Sebelum datang ke lokasi SIM Keliling, pastikan Anda sudah menyiapkan dokumen berikut:

  1. Fotokopi KTP yang masih berlaku
  2. Fotokopi dan SIM lama (asli wajib dibawa)
  3. Bukti cek kesehatan
  4. Bukti tes psikologi

Biaya Perpanjangan sesuai PP Nomor 60 Tahun 2016:

  • SIM A: Rp 80.000
  • SIM C: Rp 75.000

Cara Perpanjang SIM di Layanan SIM Keliling

Berikut langkah mudah perpanjang SIM di layanan SIM Keliling:

  1. Daftar di lokasi dan isi formulir data diri yang diberikan petugas. Jangan lupa bawa alat tulis sendiri ya, biar lebih cepat!
  2. Serahkan formulir yang telah diisi dan tunggu antrean Anda dipanggil.
  3. Lakukan cek kesehatan dan lanjutkan ke proses foto SIM di dalam mobil layanan.
  4. Setelah selesai, tinggal menunggu SIM baru Anda jadi! Petugas akan memanggil nama sesuai identitas di SIM.

Jangan Sampai Terjaring Razia!

Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai jenis kendaraan yang dikemudikan. Jika SIM sudah habis masa berlakunya, lebih baik segera diperpanjang daripada terkena sanksi tilang!

Itu dia informasi lengkap jadwal SIM Keliling Jakarta hari ini, Selasa 17 Desember 2024. Manfaatkan layanan ini agar proses perpanjangan SIM jadi lebih cepat dan praktis. Jangan sampai SIM Anda kedaluwarsa ya!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Desa Mosun di Kabupaten Maybrat Gandeng Fasilitator TEKAD Bangkitkan Potensi Ekonomi Lokal Desa

SuaraPemerintah.IDDesa Mosun, sebuah desa kecil di Kecamatan Aifat Utara, Kabupaten Maybrat, dengan populasi hanya 199 jiwa, kini menjadi contoh sukses pemberdayaan desa melalui budidaya ikan lele.

Perubahan besar ini hasil dari kolaborasi Pemerintah Desa Mosun dengan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), yang sejak 2021 mengarahkan masyarakat Desa untuk menggali potensi lokal, khususnya perikanan air tawar.

Diketahui, sumber mata air melimpah yang dimiliki Desa Mosun adalah modal utama dalam pengembangan budidaya ikan lele. Dengan masa panen yang relatif singkat dan harga jual yang menguntungkan, budidaya lele menjadi solusi tepat untuk meningkatkan pendapatan warga. Hasilnya, Desa Mosun kini menjadi pemasok utama ikan lele untuk Kecamatan Aifat Utara dan Aifat.

“Kami melihat budidaya lele sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendampingan dari Program TEKAD, kami optimis potensi ini dapat terus berkembang,” ujar Kordinator TEKAD Maybrat, Marthen Nataniel Wafom, Senin (16/12/2024).

Marthen menambahkan Program TEKAD juga memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan, termasuk teknik pemijahan ikan, manajemen keuangan, dan perawatan kolam. Salah satu momen penting adalah pelatihan pada September 2024, yang membuka wawasan masyarakat untuk memproduksi bibit ikan secara mandiri.

“Dengan belajar teknik pemijahan, kami tidak lagi harus membeli bibit dari luar, sehingga biaya produksi menjadi lebih hemat,” kata Yulianus Fadan, salah satu peserta pelatihan yang sukses mendirikan usaha Budidaya Lele.

“ Dalam satu siklus panen sebanyak 1.000 ekor ikan lele, bisa meraup penghasilan Rp7-8 juta. Hasil ini sangat membantu ekonomi keluarga kami dan mendorong semangat untuk terus mengembangkan usaha,” tambah Yulianus.

Hasilnya dalam tiga tahun terakhir, Desa Mosun telah menunjukkan kesuksesan yang nyata. Keberhasilan budidaya ikan lele tidak hanya mendongkrak ekonomi rumah tangga, tetapi juga menarik perhatian Dinas Perikanan Kabupaten Maybrat. Melihat potensi besar ini, pemerintah desa mulai memperluas program dengan membentuk kelompok-kelompok baru yang fokus pada pengembangan usaha perikanan dan ekonomi rumah tangga lainnya.

Pemerintah desa bersama Program TEKAD juga mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola hasil usaha masyarakat secara lebih terstruktur. Mereka juga berencana menyusun Peraturan Desa (Perdes) agar pelaku usaha lokal, seperti rumah makan, diwajibkan membeli hasil panen dari petani dan pembudidaya lokal.

“Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menggali potensi lokal mereka,” pungkas Kepala Desa Mosun.

Untuk diketahui, Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) adalah program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Program TEKAD bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga perdesaan melalui pengembangan mata pencaharian atau usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan di 25 (dua puluh lima) Kabupaten yang ada di 9 (sembilan) Provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pj Gubernur Jatim Naikkan Dana Operasional NPCI Lima Kali Lipat

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia olahraga inklusif. Dalam langkah progresifnya, Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur (Jatim), Ady Karyono memberikan apresiasi tinggi kepada National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Timur atas prestasi yang membanggakan di kancah olahraga nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jatim memutuskan untuk meningkatkan dana operasional NPCI Jatim hingga lima kali lipat, dari sebelumnya Rp 500 juta menjadi Rp 2,5 miliar per tahun. Tidak hanya itu, tambahan hadiah sebesar Rp 100 juta juga diberikan untuk menunjang operasional kesekretariatan NPCI Jatim yang berlokasi di Kota Mojokerto.

Pj. Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata penghormatan atas dedikasi dan kerja keras para atlet difabel yang terus mengukir prestasi. “Peningkatan dukungan ini tidak hanya menjadi penghargaan terhadap pencapaian yang sudah diraih, tetapi juga investasi bagi masa depan olahraga inklusif di Jawa Timur. Kami ingin memastikan bahwa seluruh atlet memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi tanpa hambatan,” ungkapnya.

Hal itu disampaikannya dalam penyerahan bonus kepada para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang telah mengharumkan nama Jawa Timur di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Jawa Tengah serta Paralimpik Paris 2024.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) berlangsung di Lapangan Panggremaan, Kota Mojokerto, Sabtu (14/12/2024).

Ketua NPCI Jatim, Imam Kuncoro, menyambut baik kebijakan ini dan mengucapkan terima kasih atas perhatian besar dari Pemprov Jatim. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Pj. Gubernur atas dukungan luar biasa ini. Dana operasional yang diberikan akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan memfasilitasi kebutuhan para atlet. Dukungan seperti ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Imam.

Peningkatan dana operasional ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi NPCI Jatim untuk lebih optimal dalam membina atlet paralimpiade. Dengan sumber daya yang lebih memadai, NPCI Jatim berkomitmen untuk mencetak lebih banyak atlet berkualitas yang mampu bersaing di ajang internasional seperti ASEAN Para Games dan Paralympic Games.

Sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi atlet paralimpiade terbesar di Indonesia, langkah ini semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pembinaan olahraga difabel. Selain itu, inisiatif Pemprov Jatim juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk memberikan perhatian lebih kepada para atlet penyandang disabilitas.

Dengan komitmen yang ditunjukkan ini, Jawa Timur semakin membuktikan dirinya sebagai pelopor kesetaraan dalam olahraga dan menjadi teladan bagi daerah lain dalam menghargai prestasi tanpa diskriminasi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Wali Kota Mojokerto Turun Ke Pasar, Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan

Untuk memastikan ketersedian kebutuhan bahan pokok menjelang natal dan tahun baru 2025 Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro pagi ini Kamis (12/12/2024) secara langsung meninjau ke Pasar Tanjung Anyar bersama Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Bobby Ruswin serta Sekada Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo.

Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini menuturkan bahwa dari hasil pantauan kepada beberapa pedagang harga bahan pokok masih relatif stabil jikalau ada kenaikan itu bukanlah bukanlah kenaikan harga yang signifikan.

“Secara umum harga masih sesuai HET, tidak ada kenaikan yang signifikan, malah ada beberapa komoditas yang turun seperti daging ayam ras yang biasanya tiga puluh lima ribu atau tiga puluh enam ribu menjadi tiga puluh dua atau tiga puluh tiga ribu rupiah,” terangnya.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Berinvestasi

Lebih lanjut ia menambahkan kenaikan juga terjadi pada komoditas yang memang terjadi karena faktor cuaca. “Sayur ada kenaikan sedikit, karena kondisi memang musim penghujan jadi gampang busuk, termasuk rawit mulai ada kenaikan sedikit,” imbuh Ali Kuncoro.

Meskipun saat ini harga bahan pangan masih stabil, Ali Kuncoro menuturkan Pemkot Mojokerto melalui Disnas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) siap melakukan intervensi jika ada lonjakan harga.

“Nanti jika harga melambung terlalu tinggi akan kita intervensi dengan operasi pasar hingga harga dipasaran tetap terkendali,” tuturnya.

Ditengah bencana banjir yang melanda Kota Mojokerto, Ali Kuncoro berharap pasokan kebutuhan bahan tetap tercukupi, distribusi lancar karena pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari itu berpengaruh pada laju perekonomian yang ada di daerah.

“Semoga bisa kita pertahankan karena ketika berbicara sembako maka itu berbicara kebutuhan paling dasar yang ada di masyarakat lebih-lebih saat ini kita sedang menghadapi masalah genangan banjir yang ada di 4 kelurahan di Kota Mojokerto. Tapi kita akan terus melakukan upaya-upaya terbaik untuk mengatasi setiap permasalahan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.

Kabulog Mojokerto Muhammad Husin yang turut serta dalam tinjauan pasar pagi ini menegaskan bahwa stok beras dipastikan aman untuk 8 bulan ke depan. Ia menerangkan musim hujan tidak berpengaruh terhadap stok yang sudah tersedia di gudang Bulog.

“Terkait stok di pasar kami gencar melakukan operasi pasar yang bekerja sama dengan Diskopukmperindag. Kami rutin melakukan operasi pasar setiap hari selasa dan kamis di Pasar Tanjung serta bekerjasama Peracangan TPID. Sehingga stok aman, hujan juga tidak berpengaruh terhadap stok karema kami pastikan di Gudang bulog masih aman. Terkait harga beras medium masih di bawah HET dijual diharga 12.000 sedangkan HET di 12.500,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Jateng Telah Selesaikan Konflik Agraria 18.015 Bidang Tanah

Capaian pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam reforma agraria dinilai sudah baik. Salah satunya, telah menyelesaikan konflik agraria kurang lebih 18.015 bidang tanah.

“Kalau dari sisi kinerja reforma agraria di Jawa Tengah, mungkin secara keseluruhan sudah lumayan bagus. Permasalahan-permasalahan sengketa tanah, status tanah, juga sudah banyak yang diselesaikan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno di sela menghadiri Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria, di PO Hotel, Semarang, Jumat (13/12/2024).

Ditambahkan, Pemprov Jateng juga telah melakukan redistribusi tanah eks Hak Guna Usaha PT Sinar Kartosuro seluas 198 hektare di Kabupaten Semarang, dan redistribusi tanah timbul seluas 1.178 hektare di Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Pj Gubernur Jateng: Bersatu untuk Indonesia Bebas Korupsi

Meskipun demikian, lanjut dia, kinerja Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat kabupaten/ kota, perlu tetap dioptimalkan. Apalagi, reforma agraria menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah, sehingga harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

“Kami berharap teman-teman kabupaten/kota bisa mengalokasikan anggaran untuk reforma agraria, karena ini salah satu upaya yang ujungnya menyejahterakan masyarakat,” ujar sekda.

Sumarno menerangkan, saat ini baru delapan kabupaten/ kota di Jateng, yang telah mengintegrasikan program reforma agraria dalam APBD tahun 2024. Daerah tersebut meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Sragen, Temanggung, Demak, Kendal, Klaten, dan Pemalang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jateng, Sri Yanti Achmad, mengapresiasi kedelapan kabupaten/kota yang telah mengalokasikan anggaran, untuk pelaksanaan program reforma agraria. Hal tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah, dalam menyukseskan agenda reforma agraria.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Wali Kota Malang Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Tanjungrejo

Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Iwan Kurniawan berkunjung dan berdialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kampung Moderasi Beragama di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun Kota Malang, Selasa (10/12/2024).

Pj. Wali Kota Malang bersama jajaran terkait saat berdialog dengan toga dan tomas di Kelurahan Tanjungrejo Iwan Kurniawan mengungkapkan kunjungannya ke Kelurahan Tanjungrejo dan juga Kapel Katolik Santa Theresia Lisieux ini adalah tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang.

“Alhamdulilah luar biasa. Benar apa yang disampaikan Ketua FKUB KH. Taufik Kusuma, ternyata toleransi antarumat beragama di Kelurahan Tanjungrejo luar biasa,” jelas Iwan.

Baca juga: Pj. Wali Kota Malang Apresiasi Program Aksesibilitas untuk Difabel

Kerukunan antarumat ini terlihat dari rumah ibadah yang saling berdekatan, dan itu tidak menjadi sebuah permasalahan. “Pesan kami kepada FKUB, terus tingkatkan kolaborasi dan sinergi yang sudah berjalan dengan baik agar kerukunan antarumat beragama senantiasa terjaga, tak hanya di salah satu wilayah, tetapi di seluruh Kota Malang,” terang Iwan.

Iwan pun berharap realita tingginya toleransi dan kerukunan yang terjalin ini bisa dibuat menjadi satu profil atau buku yang bisa memperkuat literasi pembelajaran. “Agar generasi di masa yang akan datang dapat mempertahankan serta mengikuti jejak para tokoh yang telah menjaga keindahan toleransi umat beragama dengan baik,” kata Iwan.

Pada kesempatan ini Iwan juga berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat di Tanjungrejo yang turut menyukseskan pelaksanaan Pilkada di Kota Malang beberapa saat lalu. Kesuksesan ini menurutnya tidak lepas dari kerja sama yang apik dari semua pihak yang telah menjaga kondusivitas dengan baik sehingga Pilkada berjalan damai dan lancar.

sementara itu, Romo Hendrikus Suwaji mengatakan jika kerukunan antarumat beragama di Tanjungrejo sangat luar biasa. Meskipun masyarakatnya mejemuk dengan perbedaan yang ada, tetapi tetap selalu rukun dan damai dalam menjalani kehidupan sehari hari.

“Kami bersyukur hari ini Pj. Wali Kota Malang datang bersama jajaran untuk berdialog membangun kebersamaan dan lebih mendekatkan masyarakat dengan pemangku wilayah,” terang Suwaji.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bangga! Banyuwangi Lahirkan Film Lokal ‘Rindu yang Bertepi’

Gala premier premier film “Rindu yang Bertepi” garapan rumah produksi asli Banyuwangi, resmi tayang di bioskop-bioskop di Kabupaten Banyuwangi. Digarap dan diperankan oleh sineas-pemeran lokal, film ini mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Senin (16/12/2024), film “Rindu yang Bertepi” merupakan film bergendre romance yang bercerita tentang perjalanan seorang anak mencari ibunya. Seluruh kru dan pemain yang terlibat merupakan orang asli Banyuwangi. Bisa dibilang, film ini merupakan film pertama garapan rumah produksi dan sineas lokal yang tayang di bioskop.

Produser Idrus Efendi mengatakan, film tersebut digarap oleh PT Chandra Abhipraya, rumah produksi yang ia bangun. Film tersebut disutradarai oleh Stanie Hanief dan diperankan oleh aktor-aktris Banyuwangi. Beberapa di antaranya, yakni seniman senior Yons DD, Dwi Ikawato, M Al Firmansyah, Lara Anggie Rukmkana, dan Fida AP. “Film ini sepenuhnya dari Banyuwangi. Kami persembahkan juga untuk Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang bertepatan dengan bulan Desember ini,” kata Idrus.

Karena digarap sepenuhnya oleh tangan-tangan anak lokal, ia berharap film tersebut dapat menjadi kebangaan warga Banyuwangi. Idrus mengaku tergugah untuk membuat film dengan kru dan pengambilan gambar sepenuhnya di Banyuwangi karena kabupaten ini sudah sering menjadi lokasi syuting film-film oleh rumah produksi Ibu Kota. Fakta itu menunjukan Banyuwangi punya potensi besar untuk digarap oleh sineas dan talenta-talenta lokal.

Film “Rindu yang Bertepi” akan tayang di tiga bioskop yang ada di Banyuwangi mulai Senin (16/12/2024). Idrus berharap, film tersebut akan mendapat penerimaan positif oleh seluruh warga Banyuwangi.

Bupati Ipuk turut hadir dan menyaksikan gala premier film “Rindu yang Bertepi”. Ia mengapresiasi dan bangga dengan keberanian sineas dan talenta Banyuwangi dalam membuat karya film untuk tayang di layar lebar. “Film bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga menjadi sarana promosi pariwisata. Apalagi film ini mengambil lokasi sepenuhnya di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ia mengatakan akan terus mendukung tumbuhnya industri kreatif di Kabupaten Banyuwangi, termasuk dalam bidang perfilman. Bukti dukungan itu salah satunya adalah izin-izin yang dikeluarkan untuk rumah produksi yang ingin membuat film di Banyuwangi.

“Kami selalu memberi izin untuk rumah-rumah produksi bahkan yang berasal dari luar daerah. Apalagi untuk film yang dihasilkan oleh rumah produksi dari Banyuwangi, pasti kami akan mendukung penuh,” lanjutnya.

Ia berharap, Idrus dkk tak mudah berpuas diri dengan tayangnya film perdana mereka. Ipuk mendorong agar sineas asli Banyuwangi terus berkarya dan menghasilkan film-film yang lebih baik ke depannya.

“Saya ucapkan selamat atas tayangnya film ini. Pesan saya, ayo terus berkreasi, jangan pernah berhenti. Kalian sudah mewujudkan satu langkah maju. Mari wujudkan untuk karya-karya yang lebih lagi,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Semarang Cegah Banjir dengan Proyek Infrastruktur Canggih

Data curah hujan terbaru dari ModAthus Lempongsari menunjukkan intensitas hujan ekstrem terjadi di Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir. Berdasar pemantauan intensitas hujan, hujan ekstrem tercatat terjadi pada 11 Desember 2024 sekitar pukul 00.00 hingga mencapai puncaknya pada 12 Desember pagi hari dengan curah hujan lebih dari 300 mm.

Menurut klasifikasi intensitas curah hujan, nilai curah hujan ini jauh melampaui kategori hujan ekstrem (>150 mm/hari). Meski demikian, atas berbagai upaya penanganan intensif yang dilakukan Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang dalam mengantisipasi banjir, beberapa wilayah yang sebelumnya menjadi langganan genangan kini tak lagi terjadi genangan.

Wilayah tersebut antara lain adalah Tlogosari yang salah satu upaya penanganan yang telah dilakukan adalah dengan meninggikan jembatan Nogososro. Di jembatan ini diterapkan inovasi fast trash.

Baca juga: Pemkab Semarang Sediakan Rp5 Miliar Pinjaman Modal UMKM

Sampah-sampah akan terfilter sehingga tidak masuk ke jembatan. Pembangunan Jembatan Nogososro ini menjadi upaya penanganan banjir untuk wilayah Parang Sarpo, Tlogosari Wetan, Tlogosari Kulon, hingga Muktiharjo.

“Harapannya tentu tidak terjadi lagi limpasan atau banjir di wilayah tersebut,” terang wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu belum lama ini.

Dengan ditinggikannya jembatan, nantinya aliran air ke muara Sungai Tenggang akan lancar. BBWS Pemali-Juana, lanjut Mbak Ita juga sedang melakukan proses lelang Normalisasi Kali Tenggang. Normalisasi direncanakan multiyears mulai 2025 dan 2026.

“PR yang sudah bertahun-tahun adalah Kali Tenggang sempit. Harus dinormalisasi seperti sungai lainnya. Saat ini sedang proses lelang, Insyaa Allah tiga bulan, maksimal empat bulan, akan bisa dimulainya normalisasi Kali Tenggang,” jelasnya.

Dengan normalisasi Kali Tenggang, Mbak Ita menyebut, bisa mengatasi persoalan banjir di wilayah Pedurungan, Gayamsari, Semarang Utara, dan Genuk. Selain itu juga ada rencana proyek giant sea wall serta pembangunan kolam retensi seluas 250 hektar akan menjadi solusi penanganan banjir di wilayah Semarang bagian utara dan dan timur.

Di samping Tlogosari, wilayah lain yang juga tidak lagi menjadi langganan genangan adalah kawasan Jalan Woltermonginsidi, Kecamatan Pedurungan. Upaya Pemkot Semarang untuk melakukan peninggian PJM (Penghubung Jalan Masuk) efektif mencegah terjadinya genangan air yang kerap timbul saat intensitas hujan tinggi.

Demikian pula di wilayah Muktiharjo Kidul, yang kerap kali menjadi langganan genangan, kini tidak lagi terjadi. Hal ini salah satunya setelah adanya pemasangan saluran U-Ditch oleh Pemerintah Kota Semarang. Langkah tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas saluran air, dan mengurangi risiko limpasan air ke permukiman.

Kepala Dinas PU, Soewarto menegaskan, jika pihaknya tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak tetapi juga membangun sistem yang lebih tahan terhadap intensitas hujan ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan tata kota yang lebih adaptif terhadap iklim. Dengan langkah proaktif dari Pemerintah Kota Semarang, diharapkan risiko dampak negatif akibat curah hujan ekstrem dapat diminimalkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Bupati Subang Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

Penjabat Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd, hari ini resmi menerima petikan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri terkait perpanjangan masa jabatannya sebagai Pj. Bupati Subang.

SK ini diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, dalam acara yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung. Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan SK perpanjangan masa jabatan kepada Pj. Bupati Majalengka, Dr. H. Dedi Supandi, M.Si. Pada hari Sabtu (14/12).

Acara ini dirangkaikan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Dua pejabat yang dilantik adalah:

  • Dr. Rita Kardinasari, S.Psi., M.Si. sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama.
  • Dr. Drs. H. R. Iip Hidayat, M.Pd. sebagai Analis Kebijakan Ahli Utama.
Baca juga: Proyek Jalan dan Jembatan di Subang Ditargetkan Rampung Akhir 2024

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Jawa Barat menyampaikan pentingnya memanfaatkan kompetensi dan pengalaman para pejabat yang baru dilantik, khususnya dalam peran strategis mereka di pemerintahan. Bey juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan birokrasi menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Pj. Gubernur memberikan apresiasi kepada Dr. Imran atas dedikasi dan kepemimpinannya selama menjabat. Dirinya bahkan dengan santai mengungkap bahwa Dr. Imran sebelumnya sempat “pamit-pamitan” kepada masyarakat Subang.

Ia juga menyoroti tindakan tegas Dr. Imran dalam menangani kasus bullying yang terjadi beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pencapaian luar biasa Pj. Bupati Majalengka, termasuk berbagai penghargaan dan inovasi yang berhasil diraih selama masa jabatannya. Ia berharap keduanya terus meningkatkan pelayanan publik dengan inovasi baru, transparansi, dan dedikasi tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan jajaran Pemprov Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Subang, Pj. Ketua TP. PKK, dan Ketua DWP Kabupaten Subang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bey Machmudin Tinjau Bencana Banjir Rob di Subang

Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin meninjau lokasi bencana banjir rob di Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Ahad (15/12/2024) sore.

Setelah meninjau beberapa titik rumah yang terdampak banjir rob, Bey berkoordinasi dengan Kepala Desa Legon Wetan dan akan menyiapkan upaya darurat jangka pendek dengan membangun tanggul geobag untuk mengalihkan aliran air masuk ke permukiman dan jalan.

“Sudah ada upaya darurat dari ibu Kades untuk membangun geobag dan ini adalah yang tercepat yang bisa dilakukan,” ujar Bey Machmudin saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Bey Machmudin Apresiasi Uji Coba Program Makan Gratis di SMP 3 Bogor

Namun, kata Bey, tanggul geobag bersifat jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang Pemda Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk membangun penahan ombak yang lebih tinggi dan permanen.

“Tapi secara jangka panjang, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk membuat penahan ombak yang mungkin lebih permanen dan lebih tinggi dan itu harus cepat (dibangun),” ujarnya.

Bey mengimbau warga yang berada di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang akan melanda hingga awal 2025.

“Selain itu, masyarakat harus berhati-hati apalagi iklim seperti sekarang ini di akhir tahun kita harus berhati-hati,” tandas Bey.

Bencana banjir rob tersebut merendam rumah milik 1.792 kepala keluarga dari empat desa yaitu Desa Legon Wetan, Desa Mayangan, Desa Pangarengan, dan Desa Tegalurung.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News