Beranda blog Halaman 178

Bea Cukai Gencarkan Edukasi Ekspor-Impor di Kampus, Cetak Generasi Muda Siap Tembus Pasar Global

Bea Cukai menggelar edukasi di berbagai perguruan tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang peran dan tugas negara di bidang kepabeanan dan cukai, serta mendorong minat menjadi pelaku ekspor. Kegiatan yang dilaksanakan di Malang dan Kotawaringin Timur tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami peluang sekaligus tantangan dalam perdagangan internasional, sehingga mampu menciptakan inovasi dan daya saing di pasar global.

Sepanjang bulan Juni, kegiatan kolaborasi edukatif dilaksanakan sebanyak dua kali di Malang. Bea Cukai Malang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Improving Business Acumen Through Export-Import Literacy” yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang pada Selasa (23/06) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Malang menyampaikan materi seputar tata laksana ekspor, meliputi langkah penting sebelum memulai ekspor, pengetahuan mengenai klasifikasi barang, serta mekanisme pembayaran internasional dalam kegiatan ekspor dan impor.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, menjadi pembicara pada seminar nasional bertema From Campus to Global Market “Be The Next Smart Exporter” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) pada Selasa (30/6) di Aula BAU UMM.

Dalam presentasinya, Lukman menyampaikan peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk merealisasikan ekspor. “Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis memberikan asistensi kepada UMKM dalam memahami ketentuan ekspor, memenuhi persyaratan kepabeanan, serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia,” ujar Lukman.

Sementara itu, di Kotawaringin Timur, Bea Cukai Sampit menyelenggarakan kuliah umum mengenai dinamika perdagangan internasional (ekspor dan impor) bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit pada Jumat (12/06).

Kepala Kantor Bea dan Cukai Sampit, Agus Dwi Setia Kuncoro, selaku pembicara memaparkan konsep dasar ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto, perdagangan internasional dan menjelaskan tugas pokok Bea Cukai. Ia menekankan fungsi Bea Cukai sebagai pelindung masyarakat dari barang ilegal atau berbahaya (Community Protector), fasilitator perdagangan dan industri (Trade Facilitator dan Industrial Assistance), serta penghimpun penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai (Revenue Collector).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen informasi bagi masyarakat tentang kepabeanan dan cukai, serta termotivasi untuk berperan aktif sebagai penggerak ekonomi daerah Kotawaringin Timur melalui kegiatan perdagangan internasional,” ujar Agus.

Hadirnya Bea Cukai dalam kegiatan kuliah umum di perguruan tinggi menjadi langkah awal dari berbagai inisiatif kolaboratif di masa depan yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai ekspor-impor, tetapi juga memiliki wawasan praktis yang dapat menjadi bekal dalam membangun jiwa kewirausahaan dan meningkatkan daya saing di era perdagangan global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sultan Muda Fair 2026 Resmi Digelar, OJK dan Pemprov Sumsel Perkuat Ekosistem Youngpreneur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital melalui peningkatan pemahaman inovasi keuangan digital (IKD) yang aman dan bertanggung jawab, serta mampu mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso, dalam kegiatan Sultan Muda Fair 2026 dengan tema “Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya” yang digelar di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin.

Adi Budiarso mengatakan, bahwa transformasi digital di sektor jasa keuangan telah membuka peluang besar untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan inklusi keuangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, perkembangan tersebut harus diiringi dengan peningkatan kecerdasan finansial masyarakat.

“Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, kita juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha, sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Adi.

Adi menegaskan, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan pelindungan konsumen sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem keuangan digital. Dalam menjalankan perannya, OJK tidak hanya bertindak sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan, penggerak kolaborasi, dan mitra strategis dalam mewujudkan generasi muda yang cakap digital dan cerdas finansial.

Lebih lanjut, Adi menyampaikan, bahwa berdasarkan data hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi mendekati Rp122 triliun, hanya dalam lima bulan pertama tahun 2026. Mayoritas pengguna aset kripto merupakan generasi muda. Sementara itu, sejak Mei 2022 hingga Mei 2026, industri aset kripto telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dalam sambutannya menegaskan dukungan Pemprov Sumsel atas program Sultan Muda yang merupakan wujud nyata sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi digital daerah, dan diharapkan mampu mencetak generasi muda Sumsel yang kreatif, inovatif, serta mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah maupun nasional.

“Kita punya 600 ribu pelaku UMKM di Sumsel, dan program 100 ribu Sultan Muda ini bukan omong doang, tapi peluang nyata. Gunakan fasilitas Sultan Muda Sumsel Center ini untuk tumbuh bersama dan bangun jejaring pasar yang kuat,” kata Herman.

Pemprov Sumsel berupaya mendorong agar Sultan Muda semakin tertantang untuk terus berinovasi, untuk terus berkembang, membuka pasar seluas-luasnya, dan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Program Sultan Muda

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, pada kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang kolaboratif, sistematis, dan berkelanjutan.

Melalui Sultan Muda Fair 2026, penguatan Program 100.000 Sultan Muda serta hadirnya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), OJK ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, sehat, produktif, serta terlindungi dalam ekosistem keuangan digital.

Kegiatan ini menjadi upaya OJK dalam mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di daerah, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan dengan sinergi lintas sektor bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem youngpreneur Sumatera Selatan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.

Sejalan dengan penguatan peran OJK sebagai regulator dan katalis untuk memperluas akses keuangan dan memperkuat literasi keuangan, pelaksanaan Sultan Muda Fair 2026 juga menjadi bagian dari implementasi Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan, yang diperkuat melalui hadirnya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung OJK Sumatera Selatan sebagai pusat kolaborasi, edukasi, kurasi, dan akselerasi pengembangan youngpreneur di daerah.

Program ini sekaligus merupakan kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya penguatan sumber daya manusia unggul, peningkatan produktivitas ekonomi rakyat, serta percepatan transformasi digital nasional.

Sultan Muda Fair 2026 turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Alfreno Kautsar Ramadhan, serta Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Yopy Prabowo, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan digital dan pengembangan UMKM berbasis inovasi di daerah.

Adapun rangkaian kegiatan Sultan Muda Fair 2026 meliputi:

  1. Dukungan akun Canva Premium kepada 1.000 pengusaha muda dengan total nilai Rp1,14 miliar untuk penguatan branding dan pemasaran digital yang difasilitasi oleh Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital.
  2. Digital Financial Literacy & Youngpreneur Summit sebagai forum peningkatan literasi keuangan digital dan penguatan kapasitas youngpreneur.
  3. Digital Creative Workshop with Canva untuk meningkatkan kemampuan desain, branding, dan pemasaran digital.
  4. Financial & Entrepreneur Expo sebagai wadah promosi produk UMKM dan perluasan jaringan usaha.
  5. Soft Launching Kredit Sultan Muda sebagai inisiatif perluasan akses pembiayaan bagi generasi muda dan UMKM produktif melalui akses keuangan formal yang inklusif.

Kegiatan ini diikuti oleh 500 peserta secara hybrid (offline dan online), terdiri atas pelaku UMKM muda, komunitas kreatif, mahasiswa, serta generasi muda Sumatera Selatan, guna memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat kapasitas kewirausahaan digital.

Sejalan dengan implementasi program tersebut, hingga saat ini tercatat sebanyak 10.264 pengusaha muda telah tergabung dalam Program Sultan Muda Sumatera Selatan sejak peluncurannya pada 16 Mei 2025, yang menunjukkan tingginya partisipasi dan potensi generasi muda dalam mengembangkan usaha berbasis digital dan pemanfaatan inovasi keuangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif, meningkatnya literasi keuangan digital, optimalisasi pemanfaatan inovasi keuangan digital secara bertanggung jawab, semakin luasnya akses pembiayaan UMKM, serta terbentuknya ekosistem youngpreneur yang kuat di Sumatera Selatan.

Sultan Muda Fair 2026 diharapkan menjadi katalis penguatan literasi keuangan digital dan kewirausahaan berbasis inovasi, sekaligus mempercepat lahirnya generasi muda yang berdaya saing dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan Resmi Tempati Kantor Baru, Perkuat Sinergi dengan Pemkab

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan kantor baru Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan di Jl Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Senin (6/7/2026).

 

Gus Shobih – sapaan akrabnya mengucapkan selamat kepada Dewan Pesantren yang akhirnya memiliki kantor baru yang dulunya adalah Ex UPT Pendidikan Kecamatan Pohjentrek. “Alhamdulillah, dewan pesantren hari ini sudah menemukan rumahnya, semoga baiti jannati, rumahku adalah surgaku, surga buat pendidikan, khususnya Pendidikan kepesantrenan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

 

Ketua Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj bersyukur sekaligus berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah memfasilitasi Dewan Pendidikan agar ada tempat untuk koordinasi, komunikasi dan silaturrahmi dengan pemangku kepentingan mengenai dunia pondok pesantren.

 

“Ini bukan sekedar lambang fisik sebuah bangunan, tapi ikhtiyar bersama untuk meningkatkan khidmat, memperkuat koordinasi dan memperkuat silaturrahmi antar pondok pesantren sekaligus sebagai jembatan antara pesantren dengan pemerintah daerah, supaya dari pesantren kalau ingin sharing bisa mudah,” katanya.

 

Dengan ditempatinya kantor baru, KH Tantowie berharap nantinya akan lahir sebuah gagasan yang maslahat, program kerja yang produktif serta resolusi yang dapat membawa kemajuan bagi santri dan dunia pesantren, utamanya menjadikan ponpes di Kabupaten Pasuruan menjadi mandiri.

 

Tasyakuran menempati kantor baru ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dari KH Tantowie kepada Gus Shobih serta disaksikan para ulama seperti Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin beserta Penjabat Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Mas’um Hasyim serta kiyai lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wagub Jatim Emil Dardak Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati untuk melakukan wawancara pendataan SE2026, di kediaman Wakil Gubernur, Margorejo Surabaya, Senin (6/7/2026).

 

Wagub Emil menyampaikan bahwa pertanyaan yang diberikan dalam SE2026 ini adalah untuk mendata kondisi ekonomi yang mencakup apa yang dimiliki dan bagaimana kondisi ekonomi berkaitan dengan pendapatan. “Untuk memperoleh data tersebut memang tidak mudah, tapi kami meminta kerjasama segenap warga Jawa Timur karena pendataan ini penting agar kebijakan yang disusun pemerintah lebih berbasis data. Tanpa kebijakan yang berbasis data tentu kita akan kesulitan untuk menjawab permasalahan – permasalahan yang sebetulnya dihadapi masyarakat dilapangan,”jelas Wagub Emil.

 

“Sejauh ini selama 20 hari sudah mencapai progress yang baik hampir seperempat jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di Jatim sudah terdata. Memang kami berharap bahwa angka ini bisa terus meningkat sehingga kita bisa betul – betul memperoleh gambaran yang akan menjadi landasan dari perumusan kebijakan untuk seluruh instansi pemerintah,”lanjutnya.

 

Wagub juga mengatakan bahwa partisipasi warga dalam memberikan informasi ini berarti juga telah berpartisipasi untuk pembangunan di Indonesia. “Sensus Ekonomi sangat penting agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar menjawab kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan,”kata Wagub.

 

Plt. BPS Jatim Herum Fajarwati mengatakan untuk Jawa Timur Sensus Ekonomi 2026 menjadi tolak ukur keberhasilan secara nasional karena ekonomi Jatim tertinggi nomor dua setelah DKI Jakarta dan sebanyak 41.538 Petugas SE2026 dikerahkan dalam pelaksanaan Sensus 2026 ini.

 

Tujuan Sensus Ekonomi, kata Herum adalah untuk menghasilkan gambaran ekonomi secara menyeluruh yang akan menggambarkan peta perekonomian dari setiap wilayah, struktur ekonominya, daya saing eknomi dari setiap wilayah. Sensus Ekonomi menjadi landasan pembangunan database kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi dan jawaban yang jujur dari masyarakat sangat menentukan kualitas data untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

 

“BPS menjamin kerahasiaan data responden sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sistem pendataan juga telah memenuhi standar keamanan informasi (ISO) sehingga data masyarakat tetap terlindungi,”tambahnya.

 

“Sensus Ekonomi menjadi landasan pembangunan database kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi dan jawaban yang jujur dari masyarakat sangat menentukan kualitas data untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,”katanya.

 

Dalam kunjungan ini, Petugas SE2026 memasang stiker Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Wakil Gubernur sebagai tanda bahwa telah dilakukan wawancara pendataan oleh Petugas Sensus 2026.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

32 Warga Salatiga Ikuti Pelatihan Gratis, Wali Kota Ajak Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Sebanyak 32 warga Kota Salatiga mengikuti pelatihan keterampilan gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker), di Balai Latihan Kerja (BLK) Salatiga, Senin (6/7/2026). Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Para peserta terbagi dalam dua kelas pelatihan, yakni 16 peserta pelatihan tata rias wajah dan 16 peserta pelatihan barista. Mereka adalah warga Kota Salatiga yang telah lolos, melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat.

Wali Kota Robby Hernawan mengajak para peserta untuk memiliki pola pikir sebagai pencipta lapangan pekerjaan, bukan sekadar menjadi pencari kerja.

“Setelah pelatihan ini selesai, jangan hanya berpikir untuk bekerja. Tetapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan, atau dengan kata lain kalian adalah bosnya,” bebernya, saat membuka pelatihan.

Ditambahkan, program pelatihan itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang kerja, tumbuh wirausaha baru, serta semakin memperkuat perekonomian daerah.

Melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pasar, terang Robby, pihaknya optimistis para peserta mampu menjadi tenaga kerja profesional maupun pelaku usaha yang inovatif, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga pelatihan yang diberikan bisa bermanfaat, karena saya yakin ini adalah passion adik-adik sekalian. Tinggal nanti kalian gali dengan sentuhan seni yang berbeda dan lebih kreatif dari yang lainnya, sehingga akan lahir SDM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pesannya.

Kepala Disperinnaker, Agung Hendratmiko menyampaikan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan, sehingga diharapkan mampu mengikuti pelatihan secara optimal.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja agar bisa bersaing atau membuka usaha secara mandiri,” ujarnya.

Dijelaskan, selama kurang lebih 20 hari ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif dengan dukungan fasilitas yang disediakan secara penuh oleh pemerintah, mulai dari perlengkapan pelatihan, seragam, tas dan lainnya. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tema “Ayah Hadir” Menggema di Harganas ke-33 Sragen, Bupati Dorong Peran Aktif Ayah

Kehadiran ayah di dalam keluarga, bisa diwujudkan melalui berbagai cara sederhana. Seperti meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak, mengajak keluarga beraktivitas bersama, hingga membangun komunikasi yang hangat.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, saat senam bersama dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, di Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, kehadiran seorang ayah secara utuh dapat menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis, produktif, dan bahagia. Karena itu, peran ayah tidak cukup hanya hadir secara fisik, tetapi juga perlu terlibat secara emosional dalam kehidupan keluarga.

Mengusung tema “Ayah Hadir”, bupati mengajak para ayah untuk lebih aktif mendampingi istri dan anak, sehingga keluarga menjadi lebih nyaman, produktif, dan bahagia, sekaligus menjawab fenomena fatherless yang masih banyak dijumpai di masyarakat. Di mana ayah hadir secara fisik, tetapi tidak terlibat secara emosional dalam keluarga.

“Banyak cara untuk menjadi ayah yang hadir. Hal-hal kecil yang dilakukan bersama keluarga, akan memberikan makna besar. Ayah hadir untuk membahagiakan keluarga,” imbuhnya.

Senada, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dia mengatakan, kualitas keluarga sangat menentukan kualitas generasi yang akan datang.

“Tema tahun ini mengingatkan bahwa ayah harus hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui dukungan moral, perhatian, dan kasih sayang. Keluarga adalah awal terbentuknya masyarakat yang sejahtera,” katanya.

Linda menambahkan, berbagai persoalan sosial dapat diminimalkan, apabila setiap anggota keluarga menjalankan perannya dengan baik. Ayah dan ibu, menurutnya, harus sama-sama hadir secara utuh, agar anak tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul.

“Keluarga yang baik diawali dari ayah yang hadir. Ayahnya memperhatikan istri dan anaknya, ibu juga memperhatikan suami dan anaknya. Anak-anak yang mendapatkan perhatian dengan baik, akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Peringatan Harganas ke-33 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Sragen tersebut diikuti ratusan warga. Selain senam bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan memperkuat semangat kebersamaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK, Akses KPR Subsidi untuk MBR Kini Lebih Mudah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri peluncuran Optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, Senin (6/7/2026). Optimalisasi SLIK tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, optimalisasi SLIK menjadi jawaban atas salah satu persoalan yang selama ini paling banyak dikeluhkan masyarakat saat mengakses pembiayaan rumah subsidi.

“Sebagai Menteri Perumahan, hari ini saya bahagia karena ini adalah harapan jutaan rakyat Indonesia. Saya temukan paling tidak sudah 40 kali ke perumahan subsidi. Saya banyak langsung bertemu masyarakat, dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Utara. Salah satu keluhan utama adalah soal SLIK yang menghambat rakyat untuk bisa mendapat kesempatan. Hari ini hambatan itu sudah dicabut Ketua OJK dan tim,” ujar Menteri Ara.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah. Selain meningkatkan kuota rumah subsidi menjadi 350 ribu unit, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Menteri Ara juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Komisioner OJK beserta jajaran yang dinilai telah merespons berbagai masukan terkait kendala masyarakat dalam mengakses pembiayaan rumah subsidi.

“Saya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Ketua OJK beserta seluruh jajaran. Tanpa OJK berani mengambil keputusan hari ini, tidak ada kesempatan yang baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Keberpihakan kepada rakyat harus jelas, tentu dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa optimalisasi SLIK merupakan bentuk dukungan OJK terhadap program prioritas pemerintah, termasuk percepatan Program 3 Juta Rumah dan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Menurut Friderica, optimalisasi SLIK bertujuan menghadirkan sistem informasi debitur yang lebih mutakhir, kredibel, dan mampu mendukung penyaluran pembiayaan secara lebih tepat sasaran dengan tetap menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua penyempurnaan utama dalam optimalisasi SLIK. Pertama, percepatan pelaporan data kredit atau pembiayaan yang telah lunas menjadi maksimal tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan sehingga informasi debitur menjadi lebih sesuai dengan kondisi terkini. Kedua, penyesuaian cakupan informasi debitur yang ditampilkan dalam SLIK melalui penerapan threshold nominal di atas Rp1 juta secara kumulatif berdasarkan nomor identitas debitur.

Friderica menegaskan bahwa SLIK merupakan penyedia informasi bagi lembaga jasa keuangan dan bukan satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan pemberian kredit. Penyempurnaan tersebut diharapkan dapat membantu proses analisis kredit maupun pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, secara lebih tepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Agus Edy Siregar menyampaikan bahwa optimalisasi SLIK juga diarahkan untuk mempercepat keterkinian data, meminimalkan pengaduan masyarakat atas data kredit yang belum diperbarui, serta memperkuat ekosistem pembiayaan nasional melalui sistem pelaporan kredit yang lebih kredibel.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari asosiasi pengembang perumahan. Realestat Indonesia (REI), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menilai percepatan pembaruan data kredit dan penyesuaian informasi debitur dalam SLIK akan mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah mengakses KPR subsidi serta mempercepat penyaluran pembiayaan perumahan.

Peluncuran Optimalisasi SLIK ditandai dengan seremoni peluncuran oleh Menteri PKP bersama Ketua Dewan Komisioner OJK dan jajaran sebagai simbol dimulainya implementasi penyempurnaan Sistem Layanan Informasi Keuangan. Melalui sinergi antara OJK, Kementerian PKP, BP Tapera, perbankan, dan para pemangku kepentingan, optimalisasi SLIK diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta mendukung percepatan pencapaian Program 3 Juta Rumah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Program BSPS 2026 Meningkat, Kementerian PKP Gandeng Kemendagri dan BPS Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama jajaran menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Rapat tersebut membahas penguatan koordinasi antara Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri, dan BPS dalam mendukung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), khususnya untuk memastikan proses pendataan, verifikasi, serta penetapan calon penerima bantuan berjalan tepat sasaran dan terintegrasi.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri dan BPS terhadap pelaksanaan Program BSPS yang tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

Menurutnya, peningkatan alokasi Program BSPS memerlukan koordinasi yang semakin kuat dengan pemerintah daerah serta dukungan data yang akurat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program BSPS tahun ini meningkat sangat signifikan. Kami mendapat dukungan luar biasa dari Menteri Dalam Negeri melalui koordinasi dengan seluruh kepala daerah, sehingga proses pelaksanaannya dapat berjalan lebih baik. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, kami juga mendapat dukungan penuh dari BPS melalui penyediaan data yang akurat,” ujar Menteri PKP.

Ia juga menjelaskan bahwa sinergi tersebut akan diperkuat dalam pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni di kawasan perbatasan. “Menteri Dalam Negeri sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga mendukung rencana perbaikan sekitar 15 ribu rumah tidak layak huni di kawasan perbatasan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemendagri dan BPS dalam menyukseskan program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa Kemendagri akan terus menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan kepada pemerintah daerah agar proses pelaksanaan BSPS berlangsung secara terpadu.

Menurut Tito, pemerintah daerah akan mengusulkan calon penerima bantuan yang selanjutnya diverifikasi menggunakan data BPS serta dilakukan pengecekan lapangan oleh tim Kementerian PKP.

“Kami mengonsolidasikan pemerintah daerah untuk menyampaikan usulan calon penerima bantuan. Selanjutnya usulan tersebut diverifikasi menggunakan data BPS dan dilakukan pengecekan lapangan oleh tim Kementerian PKP sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme serupa juga akan diterapkan dalam program perbaikan rumah di kawasan perbatasan. Hingga saat ini telah terdapat sekitar 36 ribu usulan yang akan diverifikasi lebih lanjut.

Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Kemendagri juga akan menggelar konsolidasi lanjutan bersama seluruh kepala daerah.

“Pada hari Jumat nanti kami akan mengundang seluruh kepala daerah agar seluruh pemerintah daerah dapat bergerak secara paralel dalam menyukseskan Program BSPS,” kata Tito.

Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan kesiapan BPS untuk terus mendukung kebijakan Kementerian PKP melalui penyediaan data statistik yang akurat hingga tingkat daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang telah terbangun di tingkat pusat akan diperkuat melalui koordinasi antara BPS daerah, pemerintah daerah, dan tim Kementerian PKP di lapangan agar proses pendataan dan verifikasi semakin efektif.

Melalui penguatan koordinasi antara Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri, dan BPS, pemerintah berkomitmen memastikan Program BSPS dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, dan berbasis data yang akurat. Sinergi ini diharapkan semakin mempercepat upaya pengurangan rumah tidak layak huni di berbagai daerah sekaligus memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Gibran Dorong JCI Indonesia Cetak Pemimpin Muda Berdaya Saing Global

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima Junior Chamber International (JCI) Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (03/07/2026). Pertemuan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk melalui pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mampu berkiprah di tingkat global.

2026 National President JCI Indonesia, Siegfried Listijosuputro, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut JCI Indonesia memperkenalkan organisasinya sebagai wadah pengembangan kepemimpinan bagi anak muda berusia 18 hingga 40 tahun.

“JCI adalah Junior Chamber International, organisasi kepemimpinan untuk anak-anak muda berusia 18 sampai 40 tahun yang tersebar di kurang lebih 120 negara di seluruh dunia. Salah satunya adalah JCI Indonesia,” ujar Siegfried.

Siegfried menambahkan, JCI Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Wapres sebagai salah satu pemimpin muda yang dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Kita merasa bahwa Mas Wapres Gibran adalah pemimpin muda yang sangat menginspirasi,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wapres mendorong JCI Indonesia untuk terus aktif mengambil peran, khususnya dalam berbagai forum dan kegiatan internasional, sebagai bagian dari upaya mencetak lebih banyak pemimpin muda Indonesia yang memiliki daya saing global.

“Mas Wapres mengimbau JCI tetap aktif dalam beraktivitas dan terutama di kegiatan internasional supaya kita mencetak lebih banyak pemimpin-pemimpin yang berskala global, berskala internasional,” pungkas Sigfried.

Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain 2019 JCI President Alexander Tio, Senate President Rainer Prakuso Tobing, 2026 Local President JCI Batavia Allana Abdullah, serta 2027 Senate Golf Convention Director Raymond Lee Santoso.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM Singapura di Halim Perdanakusuma Tutup Leaders’ Retreat 2026

Kehangatan hubungan Republik Indonesia dan Singapura tidak hanya tercermin dalam rangkaian pertemuan resmi di Istana Merdeka, tetapi juga pada momen perpisahan yang berlangsung penuh keakraban. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung mengantar keberangkatan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Presiden Prabowo dan PM Wong tampak saling berbisik disertai senyum hangat. Sesaat kemudian, keduanya saling berjabat tangan dan berbincang sejenak yang mencerminkan hubungan baik antara kedua pemimpin.

Presiden Prabowo dan PM Wong kemudian berjalan beriringan menuju tangga pesawat, diiringi penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang berbaris di sisi kiri dan kanan. Presiden Prabowo kemudian mengantar langsung PM Wong hingga ke tangga pesawat. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus penegasan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Singapura yang semakin berkembang.

Turut melepas keberangkatan PM Wong antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, serta Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Singapura di Republik Indonesia, ME7 Gan Chee Weng Melvin.

Prosesi pelepasan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja PM Lawrence Wong di Indonesia yang menghasilkan berbagai capaian strategis melalui Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura. Lebih dari sekadar seremoni kenegaraan, momen perpisahan itu memperlihatkan eratnya hubungan kedua pemimpin yang diharapkan semakin memperkuat kemitraan Indonesia dan Singapura dalam menjaga stabilitas kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis pada masa mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News