Beranda blog Halaman 238

Petani Muda Keren Buktikan Pertanian Modern Mampu Tembus Pasar Global

Di saat banyak anak muda mulai menjauh dari dunia pertanian, komunitas Petani Muda Keren justru hadir membawa warna baru. Komunitas yang dibentuk oleh Agung Widyatama pada tahun 2020 ini berhasil menunjukkan bahwa bertani bukan lagi pekerjaan yang identik dengan cara lama, tetapi bisa menjadi peluang usaha modern yang menjanjikan dan mampu membuka jalan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Lewat konsep pertanian modern berbasis komunitas, Petani Muda Keren mengembangkan sistem pertanian organik atau natural farming yang dipadukan dengan teknologi smart farming. Pendekatan ini membuat pertanian terasa lebih dekat dengan generasi muda karena tidak hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil dan efisiensi.

 

Menurut I Gede Wahyu Wiranata, CEO Mikiko Technology, komunitas ini membangun sistem pertanian yang terintegrasi dari awal hingga akhir. Mulai dari pembibitan, proses budidaya, perawatan tanaman berbasis teknologi, sampai pemasaran hasil panen dilakukan secara terhubung dalam satu ekosistem.

 

Menariknya, hasil pertanian yang mereka kelola tidak hanya dijual di pasar lokal. Produk-produk hortikultura dan buah-buahan dari komunitas ini sudah masuk ke berbagai sektor seperti retail, hotel, restoran, hingga kafe. Bahkan, beberapa hasil panen mereka berhasil menembus pasar internasional.

 

Produk pertanian dari Petani Muda Keren kini dikirim ke sejumlah negara seperti China, kawasan Eropa, hingga Timur Tengah. Hal ini menjadi bukti bahwa produk pertanian lokal sebenarnya punya kualitas yang mampu bersaing di pasar global jika dikelola dengan serius dan didukung akses pasar yang tepat.

 

Namun yang paling menarik, keberhasilan komunitas ini bukan hanya soal ekspor atau bisnis semata. Di balik pencapaian tersebut, ada dampak nyata yang dirasakan petani lokal di Bali dan sekitarnya. Melalui sistem koperasi dan jaringan komunitas, para petani mendapat pendampingan, akses pasar, hingga peluang pengembangan usaha yang sebelumnya sulit mereka jangkau sendiri.

 

Petani Muda Keren juga menjadi rumah bagi berbagai unit usaha yang bergerak di bidang retail, ekspor, teknologi pertanian, pembibitan, sampai edukasi pertanian. Semua unit ini saling mendukung untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.

 

Tidak sedikit petani yang sebelumnya kesulitan mengembangkan usaha karena terbatas modal akhirnya mendapat bantuan untuk terhubung dengan berbagai pihak yang bisa mendukung pembiayaan maupun pengembangan bisnis mereka.

 

Selain memberdayakan petani yang sudah ada, komunitas ini juga fokus mencetak generasi petani baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program P4S atau Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya yang menjadi tempat belajar pertanian modern bagi anak-anak muda.

 

Lewat pelatihan tersebut, banyak generasi muda mulai melihat pertanian dari sudut pandang yang berbeda. Bertani bukan hanya soal menanam dan panen, tetapi juga tentang bisnis, inovasi, teknologi, hingga peluang pasar yang luas. Dari sini lahir banyak agripreneur muda yang mulai memahami bagaimana membangun usaha pertanian dari hulu sampai hilir.

 

Bagi komunitas ini, pertanian adalah sektor masa depan yang punya potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Karena itu, yang dibangun bukan hanya kemampuan bertani, tetapi juga pola pikir kewirausahaan dan semangat untuk terus berinovasi.

 

Kehadiran Petani Muda Keren menjadi contoh bahwa kolaborasi, teknologi, dan semangat anak muda bisa membawa perubahan besar bagi dunia pertanian Indonesia. Dari sawah hingga pasar dunia, komunitas ini membuktikan bahwa petani lokal mampu tumbuh dan bersaing secara global tanpa meninggalkan semangat pemberdayaan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhan Sjafrie Dampingi Prabowo dalam Konsolidasi Program MBG yang Diikuti 12.173 Peserta

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tema “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” di Sentul International Convention Center (SICC) pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan diikuti oleh 12.173 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koordinator Wilayah, Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen seluruh unsur pelaksana dalam menyukseskan Program MBG.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan Program MBG. Presiden juga kembali menegaskan pentingnya menjaga amanah dan tanggung jawab dalam mengemban tugas mewujudkan masa depan anak-anak Indonesia melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Lebih lanjut, Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan agar seluruh pelaksana senantiasa menjaga tugas tersebut sebagai pengabdian kepada bangsa dan negara, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan berpihak kepada rakyat.

Kehadiran Menhan RI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari fondasi ketahanan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jelang Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Gelar Open House dan Tumbuhkan Harapan Baru bagi Anak Kurang Mampu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar open house Sekolah Rakyat menjelang satu tahun penyelenggaraannya pada Juli 2026. Melalui kegiatan ini, para tamu yang hadir bisa melihat langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Sebelumnya, open house telah diawali oleh kedatangan Pengurus Nasional Karang Taruna ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Mei lalu (13/5). Kali ini giliran para calon siswa (casis) bersama orang tuanya yang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor.

“Hari ini kita diberi kesempatan untuk bersilaturahmi, bertemu dengan Bapak Ibu sekalian dalam rangka kegiatan Open House Sekolah Rakyat menjelang satu tahun dimulainya penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada Juli tahun 2025 lalu,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat berdialog dengan casis di SRMP 10 Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Kedatangan casis dan orang tua casis disambut oleh penampilan yel-yel, pidato 4 bahasa asing, dan paduan suara dari siswa SRMP 10 Bogor serta penampilan tari. Pada kesempatan ini mereka juga berkesempatan untuk berdialog dengan Gus Ipul.

Acara dipandu oleh MC yang merupakan siswa SRMA 13 Bekasi, bernama Misfan Nazriel Faturrahman. Dia membuka dan memandu acara menggunakan Bahasa Inggris, menunjukkan bahwa kepercayaan dirinya telah tumbuh selama hampir satu tahun di Sekolah Rakyat.

Alhamdulillah di Sekolah Rakyat saya mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang sangat baik. Mendukung saya secara akademik dan juga membuat cita-cita saya jadi lebih jelas,” kata Misfan.

Salah satu calon siswa yang hadir yaitu Muhammad Revaldi, ibunya merupakan penyandang disabilitas daksa, dan ayah angkatnya bekerja sebagai ojek dengan penghasilan yang tidak menentu.

Remaja berusia 17 tahun ini, tepaksa putus sekolah saat kelas 2 SD karena kesulitan ekonomi. Sejak saat itu dia lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan, termasuk memulung.

Namun kini setelah kurang lebih 9 tahun tidak tersentuh pendidikan, Sekolah Rakyat memberikan harapan baru kepada Revaldi.

Iis Anggel selaku orang tua Revaldi tidak kuasa meneteskan air mata saat berdialog dengan Gus Ipul. Iis berharap melalui Sekolah Rakyat, anaknya bisa sukses dan mengangkat derajat keluarga.

“Karena dari kecil udah susah lah, ibaratnya udah seharusnya berpendidikan, dia tidak berpendidikan, jadi ikut susah,” kata Iis haru.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan atensi dan perhatian khusus kepada keluarga yang paling tidak mampu dan belum terbawa dalam proses pembangunan.

“Karena Bapak Presiden ingin seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang baik, tidak ada yang tertinggal, sehingga nanti anak-anakku sekalian bisa menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, rekrutmen casis dilakukan melalui penjangkauan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Pada saat ada penjangkauan, jadi menjangkaunya kita pakai data, tidak boleh memanipulasi data, tidak boleh menerima imbalan dalam bentuk apapun. Jadi para orang tua wali, para pendamping, tidak boleh ada pungutan, tidak boleh ada yang titip-titip,” tegasnya.

Dalam acara ini, Gus Ipul turut didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, dan pejabat Kemensos lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tiga Daerah Usulkan Sekolah Rakyat Permanen, Kemensos Targetkan Pembangunan Dimulai Oktober 2026

Magnet Sekolah Rakyat semakin kuat. Dalam sehari, tiga daerah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen, yaitu Kepahiang, Belitung Timur, dan Bangka Tengah. Kepada tiga kepala daerah di atas, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta untuk segera memenuhi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di daerah masing-masing. Dengan demikian, proses pembangunan dapat segera dimulai pada Oktober mendatang atau masuk tahap III.

“Segera dipersiapkan lahan yang bagus supaya kemudian Kementerian PU clear. Mudah-mudahan Oktober sudah bisa running (pembangunan),” kata Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, dan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Kriteria lahan yang diusulkan untuk Sekolah Rakyat permanen di antaranya harus memiliki status jelas dan bukan lahan pertanian maupun perkebunan. Kondisi geografisnya pun harus landai atau tidak boleh di atas 10 derajat, memiliki akses jalan, terdapat sumber air bersih dan aliran listrik, serta tidak berada di daerah rawan bencana.

Agus Jabo menambahkan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini tak hanya menyediakan akses pendidikan gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin. Orangtua mereka juga akan diberdayakan dan rumahnya yang tak layak huni diperbaiki. Lantaran tujuan utamanya adalah memutus mata rantai kemiskinan.

Sehubungan dengan hal ini, Kabupaten Kepahiang mengusulkan lahan seluas 7 hektare di Desa Air Sempiang Kabawaten. Namun, lahan ini masih memiliki kendala lantaran terdapat bangunan waterpark di atas lahan yang diusulkan. Agus Jabo pun menyarankan Pemkab Kepahiang untuk mencari lahan baru atau membongkar waterpark tersebut.

“Mau pakai lahan ini, terus kemudian dibongkar atau mau ganti lahan itu sudah masuk tahap 3. Jadi kalau nanti ganti lahan pun itu proposalnya tetap. Proposalnya tetap, cuma lokasinya diganti,” jelas dia.

Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur mengusulkan Kawasan Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Belitung Timur di Dusun Manggarawan, Desa Padang, Kecamatan Manggar sebagai lahan pembangunan Sekolah Rakyat. Luas lahannya mencapai 8,6 hektare dan berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian PU telah memenuhi kriteria.

Kemudian, Kabupaten Bangka Tengah mengusulkan lahan di Kelurahan Padang Mulya, Kecamatan Koba seluas 9 hektare. Lokasi ini telah dinyatakan memenuhi kriteria. Namun, pihak Pemkab masih menunggu penerbitan sertifikat tanah dari Kementerian ATR/BPN lantaran lahan ini merupakan pecahan dari tanah seluas kurang lebih 50 hektare.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Demak Eisti’anah Raih Satyalancana Wira Karya, Bukti Komitmen Kembangkan Sektor Kelautan dan Perikanan

Bupati Demak, Eisti’anah, menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusi dan dedikasinya dalam pengelolaan, pengembangan, serta pembangunan sektor kelautan dan perikanan sepanjang tahun 2025.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap keberhasilan Pemerintah Kabupaten Demak dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Prosesi penganugerahan dilaksanakan di Plaza Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026), dan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Selain Bupati Demak, penghargaan Satyalancana Wira Karya juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah dan tokoh yang dinilai berhasil mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan di wilayah masing-masing.

Mereka antara lain Herman Deru, Ansar Ahmad, Muhammad Yusran Lalogau, Andrei Angouw, serta Muhammad Isa Anshori.

Menurut Mendagri Tito Karnavian, seluruh penerima penghargaan telah melewati proses seleksi yang panjang dan ketat, mulai dari penjaringan oleh tim panitia seleksi, verifikasi administrasi, hingga proses validasi lapangan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Setelah melalui penjaringan dari tim pansel gabungan dan juga cek lapangan, Alhamdulillah Bapak-Bapak dan Ibu terpilih untuk mendapatkan anugerah tanda kehormatan ini,” ujar Mendagri.

Ia menambahkan, meskipun prosesi penganugerahan berlangsung secara sederhana dan khidmat, hal tersebut tidak mengurangi makna penghargaan yang diberikan negara kepada para penerima. Terlebih, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar sehingga perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Tito berharap pembangunan sektor maritim dapat dilakukan secara optimal dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui pengembangan kawasan konservasi laut yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menggali potensi wilayah masing-masing serta menghadirkan berbagai inovasi dalam pengembangan sektor kemaritiman.

“Ini pentingnya kita membaca potensi wilayah kita dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Bapak-Bapak dan Ibu yang terpilih hari ini memiliki keunggulan itu,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemendagri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

ASN Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Jiwa Bela Negara Melalui Latsarmil Komcad 2026

ASN Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN meneguhkan komitmen bela negara dan semangat pengabdian kepada bangsa melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Komitmen tersebut tercermin dalam Upacara Malam Api Semangat Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Latsarmil Komcad 2026 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.773 peserta dari 55 kementerian dan lembaga, termasuk ASN Kemendukbangga/BKKBN.

Upacara dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Gabriel Lema, dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta pengabdian aparatur negara dalam mendukung ketahanan nasional.

Keikutsertaan ASN Kemendukbangga/BKKBN dalam program Komcad merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan jiwa nasionalisme yang tinggi.

Setelah menjalani pelatihan dasar kemiliteran selama kurang lebih satu setengah bulan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai aparatur sipil negara.

Malam Api Semangat Kebangsaan menjadi simbol bahwa semangat mencintai tanah air dan melayani masyarakat harus terus menyala dalam diri setiap ASN, sebagaimana api yang terus menyala sebagai lambang pengabdian tanpa henti kepada bangsa dan negara.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan prosesi penyiraman bunga, penyematan baret, dan brevet Komcad yang menjadi simbol lahirnya amanah baru bagi para peserta.

Prosesi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas keberhasilan menyelesaikan pelatihan, tetapi juga penegasan komitmen untuk menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta kesetiaan terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membangun ASN yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional.

Melalui program Latsarmil Komcad, Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat melahirkan ASN yang tangguh, berintegritas, memiliki semangat kebangsaan yang kuat, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.

Penguatan karakter ASN juga dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan memiliki komitmen tinggi terhadap kepentingan bangsa.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Gabriel Lema, menegaskan bahwa status sebagai Komponen Cadangan bukan sekadar identitas formal, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk terus mengabdi kepada Indonesia.

Melalui partisipasi aktif dalam Latsarmil Komcad 2026, ASN Kemendukbangga/BKKBN diharapkan semakin siap menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Sumbar Perkuat Kompetensi ASN Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui penguatan budaya menulis, berpikir ilmiah, dan pengambilan keputusan berbasis data. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi Pejabat Fungsional yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis pengetahuan di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurut Mahyeldi, ASN saat ini dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik, serta tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.

“ASN harus terus beradaptasi dan berkembang. Profesionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir analitis, sistematis, dan berbasis data,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan bahwa pejabat fungsional memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas teknis pemerintahan yang membutuhkan keahlian khusus dan profesionalisme tinggi.

Karena itu, kemampuan menyusun karya tulis ilmiah dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki ASN. Selain mendukung pengembangan karier, karya ilmiah juga menjadi sarana untuk melahirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi organisasi pemerintah.

“Karya tulis ilmiah bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif dalam pengembangan karier jabatan fungsional. Lebih dari itu, karya ilmiah menjadi sarana untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik,” katanya.

Menurut Mahyeldi, penguatan budaya menulis dan berpikir ilmiah akan membantu mewujudkan knowledge-based bureaucracy atau birokrasi berbasis pengetahuan, sehingga setiap kebijakan dan program pemerintah memiliki landasan analisis yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gubernur Sumbar berharap para peserta tidak hanya memahami teknik penulisan karya ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan organisasi, dan dapat diterapkan dalam peningkatan kinerja pemerintahan.

“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk karya ilmiah yang inovatif, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat budaya belajar, meningkatkan kapasitas diri, serta memperluas wawasan profesional secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat, Barlius, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pejabat fungsional dalam menyusun karya tulis ilmiah sesuai standar akademik dan kebutuhan pengembangan profesi.

Pelatihan diikuti oleh 30 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah memenuhi persyaratan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring.

Tahapan pelatihan meliputi pembelajaran klasikal pada 3–5 Juni 2026, pembelajaran daring pada 8–9 Juni 2026, serta pembelajaran klasikal lanjutan pada 23–25 Juni 2026.

Barlius menambahkan bahwa tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara BPSDM Sumbar, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, akademisi, serta pejabat struktural dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Melalui pelatihan ini, Pemprov Sumbar berharap lahir lebih banyak karya ilmiah yang mampu menjadi sumber inovasi dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan ASN yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PPPA Dorong Perempuan Perkuat Kepercayaan Diri dan Perlindungan Diri Melalui Seni Bela Diri

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus mendorong terciptanya ruang yang aman, setara, dan inklusif bagi perempuan dan anak perempuan. Salah satu upaya yang didorong adalah melalui penguatan kepercayaan diri dan kemampuan perlindungan diri lewat olahraga serta seni bela diri.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, dalam kegiatan Southeast Asia Women Citizen Dialogue Indonesia (SEA-WCD Indonesia) di Jakarta.

Menurut Veronica, olahraga dan seni bela diri tidak hanya berfungsi sebagai sarana menjaga kesehatan fisik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, mental yang tangguh, serta rasa percaya diri bagi perempuan dan anak perempuan.

“Olahraga seperti karate, ju-jitsu, pencak silat, judo, aikido, hingga vovinam masih sering dipandang bukan bagian dari dunia perempuan, padahal dapat membangun rasa percaya diri dan mental yang kuat bagi anak perempuan,” kata Wamen PPPA Veronica Tan di Jakarta, Selasa.

Veronica menilai masih terdapat budaya patriarki yang memengaruhi cara pandang masyarakat dalam mendidik anak perempuan dan laki-laki. Perbedaan tersebut sering kali berdampak pada akses terhadap pendidikan, pengembangan diri, hingga kesempatan untuk meraih cita-cita.

Karena itu, KemenPPPA terus mendorong terciptanya lingkungan yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Menurutnya, perjuangan pemberdayaan perempuan tidak semata-mata berbicara mengenai kesetaraan gender, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mencapai masa depan yang diinginkan.

“Perjuangan yang kita lakukan bukan sekadar berbicara tentang gender equality, tetapi mengenai keadilan dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang,” kata Veronica.

KemenPPPA juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung perempuan serta anak perempuan.

Veronica menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, organisasi sipil, komunitas, hingga dunia internasional.

“Di mana pun kita berada, baik di Jepang, Indonesia, Eropa, maupun negara lainnya, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membantu dan mendukung perempuan dan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia berharap forum dialog tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat keberanian perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya, termasuk hak untuk bermimpi, berkembang, dan melindungi diri.

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder dan Sekretaris Jenderal Guardian Girls International, Shin Koyamada, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin regional bahkan global dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui olahraga, budaya, dan aksi komunitas.

Menurutnya, kemitraan yang dibangun antarnegara di kawasan Asia Tenggara dapat memperkuat upaya menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan.

“Melalui kemitraan di seluruh Asia Tenggara, kami berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan,” ujar Shin.

Melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan kapasitas perempuan, KemenPPPA terus berupaya menciptakan ruang yang aman dan mendukung perempuan untuk berkembang secara optimal. Dorongan terhadap partisipasi perempuan dalam olahraga dan seni bela diri menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun generasi perempuan yang tangguh, percaya diri, dan mampu melindungi dirinya di tengah berbagai tantangan sosial yang ada.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi Tambah Kapasitas Satelit Satria untuk Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah cepat untuk memastikan layanan telekomunikasi dan internet masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tetap berjalan selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna–Melonguane.

Sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas di wilayah perbatasan, Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi menambah kapasitas bandwidth menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia pada 154 titik layanan dengan kapasitas mencapai 50 hingga 150 Mbps.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal meskipun infrastruktur kabel laut tengah dalam proses perbaikan.

Selain meningkatkan kapasitas jaringan satelit, Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk menjaga kualitas layanan pada berbagai titik strategis dan objek vital di wilayah terdampak.

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Indra Maulana, menegaskan bahwa pemerintah menempatkan keberlangsungan layanan masyarakat sebagai prioritas utama selama proses restorasi berlangsung.

Menurutnya, pekerjaan pemulihan infrastruktur harus dilakukan secara cermat karena berada di kawasan yang memiliki jaringan kabel laut aktif dan memerlukan tingkat presisi tinggi.

“Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra Maulana di Jakarta Pusat, Rabu (03/06/2026).

Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Darien Aldiano menyampaikan bahwa seluruh tim tetap bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan jaringan.

“Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya,” kata Darien Aldiano.

Pekerjaan restorasi menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan.

Selain kondisi cuaca laut yang dinamis, area pekerjaan juga berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna sehingga seluruh proses harus dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi.

Tim teknis juga menghadapi kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur yang curam.

Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel memerlukan kehati-hatian lebih untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026 diproyeksikan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi terus berkomitmen mengawal proses restorasi hingga tuntas serta memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap mendapatkan akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang merata hingga wilayah perbatasan Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian PANRB Perkuat Reformasi Sistem Merit ASN, Fokus pada Dampak Kinerja dan Pelayanan Publik

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memperkuat reformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penajaman implementasi Sistem Merit yang lebih berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Langkah tersebut ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Merit dalam Manajemen ASN yang disusun sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023. Regulasi terbaru ini dirancang untuk mendorong instansi pemerintah membangun birokrasi yang semakin profesional, objektif, dan berlandaskan prinsip meritokrasi.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Kementerian PANRB menggelar kegiatan Pembinaan dan Coaching Clinic Pengukuran Indeks Sistem Merit bagi 174 instansi pemerintah yang ditetapkan sebagai lokus prioritas bersama pada 2026 di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, menjelaskan bahwa model Sistem Merit terbaru tidak lagi berfokus pada pemenuhan aspek administratif semata, melainkan pada dampak nyata terhadap tata kelola ASN dan peningkatan pelayanan publik.

“Model Sistem Merit fokusnya berubah. Saat ini fokusnya ke pembinaan dan perbaikan. Pemberian predikat bukan jaminan Sistem Merit sesuai ekspektasi, namun penghargaan diberikan karena upaya perbaikan dalam tata kelola manajemen ASN,” jelas Aba.

Salah satu penajaman fokus yang dilakukan pemerintah melalui Peraturan Menteri PANRB No. 19/2025 adalah penguatan delapan aspek sistem merit secara utuh dan terintegrasi. Delapan aspek tersebut adalah perencanaan kebutuhan dan standardisasi jabatan; manajemen talenta; pengelolaan kinerja; pengembangan kompetensi; penguatan budaya kerja dan citra institusi; penghargaan dan pengakuan; disiplin, pemberhentian dan upaya administratif; serta digitalisasi manajemen ASN

Penajaman berikutnya adalah terdapat perubahan orientasi dalam pengukuran maturitas sistem merit dengan menitikberatkan pengukuran pada tiga dimensi sekaligus, yaitu ketersediaan, kualitas, dan pemanfaatan. “Hal ini telah bergeser dari sebelumnya yang berorientasi pada ketersediaan dokumen,” jelas Aba.

Lanjutnya Aba menguraikan melalui aturan teranyar ini indeks sistem merit dihasilkan lebih objektif yang didukung melalui instrumen kepuasan dan keterikatan ASN. Instrumen yang dimaksud merupakan Survei Kepuasan Pegawai ASN terhadap penyelenggaraan Sistem Merit dan Survei Keterikatan Pegawai ASN terhadap Organisasi.

“Dalam model sistem merit terbaru juga mempertimbangkan faktor koreksi sehingga indeks hasil pengukuran terfilter secara ketat dan proporsional. Jika terjadi pelanggaran, faktor koreksi ini bisa jadi nilai pengurang dalam pengukuran Indeks Sistem Merit,” imbuhnya.

Sistem merit ke depan pun diintegrasikan secara kuat dengan manajemen talenta sehingga menjadi instrumen fondasi utama dalam pengisian jabatan, pengembangan karier, dan perencanaan suksesi berbasis talenta terbaik yang dimiliki instansi. Penguatan sistem merit juga didukung oleh digitalisasi manajemen ASN dan pengawasan yang lebih objektif.

Menutup paparannya, Aba mengungkapkan adanya perubahan kategori predikat dalam Sistem Merit. Kategori Sistem Merit tiap instansi nantinya akan diberi predikat Dasar, Lanjutan, Menengah, Tinggi, dan Maju. “Predikatnya diubah, tidak lagi menggunakan kata “kurang, buruk, dan lain lain untuk menghilangkan stigma negatif,” pungkas Aba.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News