Beranda blog Halaman 281

Wamen Stella Ajak Generasi Muda Miliki Kemampuan Berpikir Kritis

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global generasi muda. Hal ini disampaikan dalam gelaran acara bertajuk “Youth Change Maker Summit” yang berlokasi di BPK Penabur Kota Baru Parahyangan, Kamis (30/4).

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing global generasi muda, diwujudkan melalui SMA Unggul Garuda yang berfokus pada pembangunan dan transformasi sekolah unggulan di Indonesia. Melalui SMA Unggul Garuda, Wamen Stella menjelaskan terdapat peningkatan signifikan terhadap jumlah siswa yang diterima di Top Universitas dunia.

“Terdapat peningkatan sebesar 150% pada jumlah siswa yang diterima di universitas top dunia dari sekolah yang sebelumnya belum mendapatkan Program SMA Unggul Garuda. Selain itu, peningkatan yang lebih signifikan juga terlihat pada jumlah Letter of Acceptance (LoA). Pada 2025, sebelum program sekolah baru dan transformasi dijalankan, tercatat 587 LoA. Setelah program tersebut berjalan, jumlahnya meningkat menjadi 1.567 LoA, atau naik sebesar 167%,” jelas Wamen Stella.

Keberhasilan ini dicapai melalui strategi Peningkatan pemahaman sistem seleksi internasional dengan membekali siswa untuk memahami kebutuhan universitas top dunia serta menampilkan potensi diri secara tepat. Selain itu penguatan kapasitas guru juga menjadi faktor penting terutama dalam penulisan letter of recommendation yang kredibel dan sesuai standar global.

Wamendiktisaintek juga mendorong generasi muda untuk berani berkompetisi secara sehat untuk memaksimalkan potensi diri dan mendorong kemajuan bangsa. Lebih lanjut, keberhasilan di perguruan tinggi kelas dunia tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan berpikir kritis, eksplorasi lintas disiplin ilmu, serta interaksi dengan lingkungan mahasiswa yang beragam.

“Kalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini. Bangsa kita hanya bisa maju jika kita semua mau berkompetisi dan berlomba-lomba untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri. Ini bukanlah sesuatu yang aneh,” tegas Wamen Stella.

Ditambahkan oleh Wamen Stella bahwa pemikiran kritis dan mendalam yang dibentuk melalui berbagai bidang, termasuk filsafat dan ilmu sosial, menjadi fondasi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

Menutup paparannya, Wamendiktisaintek berpesan agar generasi muda dapat memanfaatkan waktu sebagai aset berharga untuk berinvestasi pada pengembangan diri, sehingga mampu berkontribusi sebagai talenta unggul bagi kemajuan Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamen Stella Dorong Talenta Digital Berpikir Kritis di Atas AI

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa kemampuan manusia yang tidak tergantikan oleh kecerdasan artifisial (AI) adalah pada kapasitas untuk mengevaluasi, mengkritisi, dan mengambil keputusan di atas hasil kerja AI. Hal tersebut disampaikan dalam paparan bertajuk “AI untuk Kemanusiaan” pada Peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (DIGDAYA x Hackathon 2026), Kamis (30/4).

Dalam paparannya, Wamendiktisaintek menyoroti bahwa Indonesia berpotensi besar untuk ikut membentuk arah pemanfaatan AI secara global. Hal ini diperkuat dengan jumlah pengguna internet sebesar sekitar 210 juta orang dan tingkat penetrasi mencapai 83%.

Lebih lanjut, Wamen Stella menjelaskan bahwa perkembangan AI membawa manfaat dan risiko yang berjalan beriringan dalam dimensi yang sama. Di satu sisi, AI berpotensi meningkatkan pengangguran, memperbesar ancaman keamanan siber, menurunkan reliabilitas informasi, serta memperlebar kesenjangan. Namun, di sisi lain, AI mampu menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan efisiensi, serta memperluas akses bagi masyarakat, contohnya terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan talenta digital tidak dapat lagi hanya berfokus pada keterampilan teknis, melainkan harus mengedepankan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan reflektif.  Kemampuan inilah yang menjadi pembeda utama antara manusia dan mesin.

“Yang membuat manusia tidak tergantikan bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan untuk mengevaluasi apakah luaran AI itu benar, relevan, dan dapat digunakan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, manusia tidak akan pernah tergantikan oleh AI,” tegas Wamen Stella.

Lebih lanjut Wamendiktisaintek menyoroti pentingnya pelatihan dan pengembangan kapasitas AI, untuk difokuskan pada kelompok yang paling terdampak oleh disrupsi teknologi, sekaligus memperkuat keterampilan esensial seperti berpikir analitis, kreativitas, ketahanan, dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Wamen Stella lantas menekankan, bahwa pendekatan human-in-the-loop harus menjadi kunci.

“Pengembangan kapasitas AI, difokuskan pada kelompok yang paling terdampak oleh disrupsi teknologi, sekaligus memperkuat keterampilan esensial seperti berpikir analitis, kreatif, dan belajar sepanjang hayat, di mana manusia tetap berperan sebagai pengambil keputusan utama dalam ekosistem teknologi,” pungkas Wamendiktisaintek.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, maupun komunitas, untuk memastikan bahwa pengembangan AI tetap berorientasi pada kemanusiaan dan memberikan dampak yang inklusif.

Melalui forum ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kapasitas untuk mengelola, mengarahkan, dan memanfaatkan AI secara bijak demi kemajuan bersama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hardiknas 2026, Kabupaten Banjarnegara Perkuat Komitmen Pendidikan Berkualitas dan Berintegritas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan bahwa Hardiknas tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan merata.

“Mudah-mudahan pendidikan di Banjarnegara ke depan bisa lebih baik lagi. Ini menjadi komitmen bersama untuk berbenah dan mewujudkan Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya usai mengikuti upacara Hardiknas di lapangan Alun-alun Banjarnegara, Sabtu (2/5).

Pemkab Banjarnegara juga mendorong penguatan tata kelola pendidikan melalui program sekolah berintegritas. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun karakter peserta didik, termasuk nilai kejujuran, tanggung jawab, dan anti-korupsi sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Banjarnegara, Teguh Handoko, menjelaskan bahwa program tersebut telah didampingi oleh Inspektorat selama satu tahun guna memastikan implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Sekolah berintegritas ini tidak dilombakan, tetapi lebih pada pembentukan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian untuk menolak praktik korupsi sejak dini,” jelas Teguh.

Selain itu, Pemkab Banjarnegara juga terus mendorong peningkatan prestasi pelajar sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan. Berbagai kegiatan dalam rangka Hardiknas, mulai dari pemberian penghargaan hingga kegiatan edukatif lainnya, menjadi sarana untuk memotivasi peserta didik dan tenaga pendidik.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Banjarnegara menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan integritas.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ditjen Dikti Gelar Kompetisi Video Pendek Hardiknas 2026 Bertema “Kampus Aman, Bebas dari Kekerasan”

Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei  2026, sekaligus sebagai bagian dari sosialisasi  program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar kompetisi video pendek bertema “Kampus Aman, Bebas dari Kekerasan”.

Kompetisi ini ditujukan untuk mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, dan seluruh warga kampus di perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui karya video singkat, peserta diajak untuk menampilkan pesan-pesan kuat yang relevan dan berdampak, yang menyentuh emosi dan kesadaran publik, sekaligus sebagai deklarasi bagi sivitas akademika untuk menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari semua bentuk kekerasan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting bukan hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak budaya akademik yang sehat, bermartabat, dan berkeadilan.

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai ruang yang aman dan memberi pelindungan bagi seluruh warga kampus. Kami mendorong partisipasi aktif warga kampus untuk menyuarakan nilai-nilai kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Tidak ada toleransi pada semua bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Dirjen Khairul Munadi.

Kompetisi video pendek ini diharapkan menjadi wadah kreativitas, sekaligus sarana kampanye untuk memperkuat pemahaman mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).  Di samping itu kompetisi video pendek ini sekaligus mengafirmasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang secara rinci mengatur perilaku bermartabat akademisi di lingkungan perguruan tinggi.

Kompetisi video pendek ini adalah implementasi Ditjen Dikti menumbuh-kembangkan kesadaran kolektif sivitas akademika bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Penting untuk dicatat jadwal pelaksanaan kompetisi adalah sebagai berikut:

2 Mei 2026: sosialisasi dan pengumuman kompetisi

2–17 Mei 2026: pengumpulan karya

17–23 Mei 2026: proses penilaian

26 Mei 2026: pengumuman pemenang

Informasi lengkap mengenai kompetisi dapat diakses melalui akun Instagram resmi Ditjen Dikti, sedangkan Buku Saku PPKPT tersedia melalui tautan linktr.ee/ppkpt2025.

Melalui kompetisi ini, Ditjen Dikti meyakini semangat Hardiknas tidak hanya dirayakan secara seremonial,  tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.

Nyalakan semangat Hardiknas dari kampusmu. Mari kuatkan PPKPT dan aman bersama!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendiktisaintek Tegaskan Peran Strategis Teknologi dalam Transformasi Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa perkembangan teknologi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pendidikan nasional, khususnya dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Belajaraya 2026 yang digelar oleh Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (2/5).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa teknologi telah membuka ruang bagi terjadinya demokratisasi pengetahuan, dimana akses terhadap ilmu tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu.

“Beberapa waktu lalu, pengetahuan hanya milik kelompok-kelompok tertentu, tetapi sekarang tidak lagi. Masyarakat dapat belajar langsung dari seorang profesor di Top University karena adanya teknologi. Pengetahuan dapat diakses oleh semua kelompok dari berbagai kalangan. Jadi ini poin utama teknologi membuat demokrasi pengetahuan,” tegas Menteri Brian.

Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Tanpa pengelolaan yang baik, akses pengetahuan yang luas tidak akan memberikan dampak optimal terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Lebih lanjut, Menteri Brian menegaskan bahwa peran guru dan dosen tetap menjadi kunci utama dalam ekosistem pendidikan serta pentingnya penguatan kapasitas pendidik agar adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Guru dan dosen menjadi garda terdepan kemajuan SDM juga teknologi. Mereka tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, tetapi justru perannya semakin vital, bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi mentor dengan wawasan yang terbuka akan teknologi,” jelas Mendiktisaintek.

Selain itu, Menteri Brian menyampaikan bahwa teknologi memiliki dua sisi. Jika tidak dimanfaatkan dengan tepat, teknologi justru dapat menimbulkan ketergantungan dan memperlemah kapasitas bangsa. Oleh karena itu, penguatan ilmu dasar (fundamental knowledge) menjadi hal yang sangat penting.

“Saya selalu melihat ilmu-ilmu dasar merupakan sesuatu yang tidak bisa digantikan. Jadi seseorang yang memiliki pengetahuan fundamental yang kuat, maka dia akan bisa mengikuti perkembangan teknologi,” tegas Menteri Brian.

Mendiktisaintek menekankan bahwa teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, bukan sekadar untuk kemudahan. Pendidikan harus tetap berorientasi pada pembentukan karakter, kompetensi, dan daya saing peserta didik.

Dalam konteks yang lebih luas, Menteri Brian juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi pendidikan. Pemerintah, industri, dan komunitas memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah berperan dalam menciptakan regulasi dan memperluas akses, industri menghadirkan inovasi dan teknologi, sementara komunitas memahami kebutuhan nyata di lapangan. Sinergi ketiga elemen ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan terus mendorong pemanfaatan teknologi secara inklusif dan strategis, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu menghasilkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Kabupaten Sumedang Dorong Kantor Muslimat NU Jadi Pusat Program Strategis Perempuan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran organisasi perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, melalui dukungan terhadap pembangunan Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumedang.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa pembangunan kantor tersebut harus dimaknai lebih dari sekadar pembangunan fisik, melainkan sebagai pusat lahirnya program strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dari pembangunan kantor ini diharapakan lahir program dan kebijakan dari muslimat yang akan menjaga masa depan bangsa ini mewujudkan putra putri yang solehah, bersaing, berkuaitas, dan memiliki keunggulan,” kata Bupati Dony Ahmad Munir saat meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Muslimat NU di Lingkungan Pusdai Islamic Center, Sabtu (2/5/2026).

Pemkab Sumedang menempatkan penguatan kelembagaan masyarakat, termasuk organisasi perempuan, sebagai bagian penting dalam pembangunan berbasis keluarga.

Menurut Bupati, keberadaan sekretariat yang representatif akan memperkuat fungsi organisasi dalam merancang program, melakukan konsolidasi, serta menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan.

“Semangat membangun sekretariat ini harus sama dengan semangat dalam mengisinya. Sekretariat ini harus dimakmurkan dengan berbagai kegiatan yang berdampak bagi kemajuan NU dan Sumedang,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa pembangunan kantor tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras berbagai pihak, yang kini mulai terwujud sebagai langkah awal penguatan peran organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar. Ini adalah mimpi yang sudah lama diinginkan, dan alhamdulillah hari ini bisa kita mulai,” katanya.

Melalui dukungan terhadap organisasi perempuan, Pemkab Sumedang optimistis dapat memperkuat pembangunan berbasis keluarga yang berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah daerah berharap berbagai program yang lahir dari organisasi masyarakat dapat menjadi katalis dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki daya saing tinggi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Sumbar Peringati May Day 2026, Perkuat Sinergi Pekerja dan Dunia Usaha

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tingkat provinsi yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peringatan May Day bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga ajang memperkuat kolaborasi dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan,” ujarnya.

Pemprov Sumbar menegaskan bahwa perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Sumbar, Arsukman Edi, turut menyoroti pentingnya penguatan perlindungan hak-hak pekerja di tengah dinamika ekonomi.

Momentum kebersamaan juga ditandai dengan pemotongan kue oleh Kapolda Sumbar sebagai simbol sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.

Salah satu agenda penting dalam peringatan ini adalah penandatanganan kerja sama antara KSPSI Sumbar dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap manfaat program ketenagakerjaan.

Selain itu, dilakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan guna mendorong kesadaran pekerja terhadap hak dan perlindungan yang mereka miliki.

Rangkaian kegiatan May Day 2026 juga diisi dengan gerak jalan santai yang melibatkan pekerja, serikat buruh, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai simbol kebersamaan.

Melalui momentum ini, Pemprov Sumbar berharap seluruh pihak dapat terus menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja.

Kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wamen PPPA: Pemerintah Perjuangkan Akses Setara bagi Perempuan di Semua Sektor

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperjuangkan akses, ruang, dan kesempatan yang setara bagi perempuan, baik di ranah domestik maupun publik.

Hal tersebut disampaikan dalam acara SRIKANDI Vol. 2 Inspiring Talk: Women Shaping Creative Ecosystem di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurut Veronica, tantangan perempuan saat ini bukan lagi sekadar kesetaraan gender, melainkan keadilan gender yang memastikan perempuan memperoleh kesempatan berdasarkan kompetensi, tanpa dibatasi stigma sosial.

“Persoalan yang dihadapi perempuan saat ini bukan lagi sekadar kesetaraan gender, melainkan keadilan gender. Perempuan harus mendapatkan ruang yang sama berdasarkan kompetensinya, tanpa dibatasi stigma bahwa perempuan hanya berperan di rumah. Perempuan, berhak memilih menjadi ibu rumah tangga maupun bekerja di ruang publik, dan keduanya sama-sama bernilai. Banyak perempuan yang tadinya dianggap hanya sebagai tulang rusuk, sekarang justru menjadi tulang punggung keluarga. Dari situ kita melihat bahwa potensi perempuan itu luar biasa,” ujar Wamen PPPA.

Veronica menyoroti bahwa budaya patriarki masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan keadilan gender. Sejak kecil, perempuan kerap diarahkan pada peran domestik, sementara laki-laki didorong mengejar karier di ruang publik.

Selain itu, perempuan juga menghadapi tekanan sosial berupa pertanyaan terkait pernikahan, anak, hingga urusan rumah tangga yang tanpa disadari menjadi beban psikologis.

“Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan sering dibebani pertanyaan soal kapan menikah, memiliki anak, hingga urusan rumah tangga. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, tanpa disadari, menjadi hambatan sosial yang nyata bagi perempuan. Tidak hanya itu, perempuan juga menghadapi beban ganda karena masih dianggap sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas keluarga dan pengasuhan anak. Kondisi tersebut membuat perempuan kerap kesulitan menyeimbangkan peran domestik dan pekerjaan, sehingga diperlukan perlindungan dan dukungan kebijakan yang lebih kuat dari negara,” kata Wamen PPPA.

Dalam bidang ekonomi, Wamen PPPA juga menyoroti banyaknya perempuan yang aktif sebagai pelaku UMKM, petani, maupun nelayan, tetapi belum memiliki akses yang setara terhadap kepemilikan usaha, pembiayaan, tanah, maupun bantuan sosial. Wamen PPPA menyatakan tugas pemerintah untuk memastikan perempuan memperoleh kesempatan yang sama tanpa terhambat status sebagai kepala keluarga atau posisi administratif lainnya.

Kemen PPPA terus mendorong berbagai program strategis untuk memperkuat pengusaha perempuan, seperti pelatihan kewirausahaan bagi perempuan rentan, peningkatan akses permodalan melalui program Mekaar bersama PT PNM Persero, serta penguatan literasi digital dan inklusi keuangan. Selain itu, Kemen PPPA juga mendorong pembentukan wirausaha perempuan melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI) dan penguatan jejaring antar pengusaha perempuan.

Menutup sambutannya, Wamen PPPA menegaskan bahwa yang dibutuhkan perempuan bukan belas kasihan, melainkan kesetaraan akses dan ruang yang nyata untuk berkembang.

“Perempuan itu sebenarnya tidak perlu diberdayakan, karena mereka sudah punya kemampuan luar biasa. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan ruang itu ada dan akses itu terbuka. Mari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk terus berkolaborasi menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan agar berani bermimpi, berani melangkah, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkas Wamen PPPA.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar yang turut hadir mengatakan industri ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang paling seimbang dari sisi gender karena perempuan dan laki-laki memiliki peran yang saling melengkapi. Wamen Ekraf mengatakan perempuan memiliki keunggulan dalam melihat nilai estetika, ketelitian, kemampuan mengelola, hingga empati yang tinggi, yang sangat dibutuhkan dalam membangun sebuah brand dan ekosistem kreatif.

“Subsektor ekonomi kreatif yang paling banyak didominasi perempuan antara lain fashion, kriya, dan kuliner. Ketiga sektor tersebut menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional sekaligus menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, perempuan tidak boleh merasa rendah diri atau diremehkan, melainkan harus percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki,” ujar Wamen Ekraf.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Meutya Hafid: Jurnalis Garda Terdepan Menjaga Kebenaran di Era Banjir Informasi Digital

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital yang kian cepat dan kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 yang berlangsung di kawasan Car Free Day, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026).

Menurut Meutya, tantangan utama di era digital bukan lagi pada akses informasi, melainkan kualitas dan validitasnya. Ia mengingatkan bahwa kecepatan produksi berita tidak boleh mengorbankan akurasi.

“Ini era dimana informasi sangat cepat dan sangat banyak, serta banyak yang belum melalui verifikasi yang baik karena orang berkejar-kejaran dengan waktu,” ujar Meutya Hafid.

Ia menekankan bahwa orientasi utama jurnalistik harus tetap berpihak pada kepentingan publik, bukan sekadar mengejar sensasi atau kecepatan.

“Pada dasarnya kita membuat berita untuk manfaat banyak orang, bukan untuk mudarat orang banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa penyampaian informasi yang benar merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UUD 1945.

Dalam hal ini, pemerintah bersama insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kualitas informasi yang beredar di ruang publik.

“Informasi adalah bagian dari hak asasi manusia. Namun, undang-undang tidak menyebut informasi yang tidak benar atau misinformasi. Yang dimaksud sebagai bagian dari HAM adalah informasi yang benar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam praktik siaran langsung, baik di media konvensional maupun media digital, yang memiliki potensi besar dalam menyebarkan informasi secara cepat.

“Saat ini banyak siaran langsung, tidak hanya di televisi, tetapi juga di media baru. Kami menitipkan kepada pihak yang menyampaikan pernyataan secara cepat untuk tetap menjaga semangat menyampaikan hal-hal yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat menilai bahwa di tengah ledakan informasi yang tidak terelakkan, kebutuhan masyarakat terhadap pers berkualitas justru semakin meningkat.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran kesadaran publik dalam memilih sumber informasi.

“Ketika terjadi ledakan informasi, itu memang suatu hal yang tidak bisa ditolak. Namun, kebutuhan masyarakat terhadap pers yang berkualitas saat ini semakin dirasakan,” ujar Komarudin Hidayat.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kini mulai menyeimbangkan antara konsumsi media sosial dan kebutuhan akan informasi yang dapat dipercaya, sehingga keberadaan pers profesional tetap relevan.

“Ada kesadaran antara kebutuhan menikmati media sosial dan kesadaran mencari berita yang berkualitas yang kini semakin muncul,” lanjutnya.

Ketua Dewan Pers juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pers nasional dalam kerangka kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Kebebasan pers yang bertanggungjawab dibutuhkan masyarakat saat ini dan peran Dewan Pers bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pers di Indonesia,” tutupnya.

Dalam acara ini turut hadir mendampingi Menkomdigi Meutya Hafid, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya serta Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Al Haris Tunjukkan Empati untuk Korban Banjir Sarolangun dan Merangin

Gubernur Jambi Al Haris kembali menunjukkan keprihatinan dan empati atas bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Sarolangun dan Merangin.

Usai menyalurkan bantuan di Kabupaten Sarolangun , Gubernur Al Haris beserta Kepala Dinas Sosialdukcapil Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyumi Dalinasyah Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah, dan rombongan juga menyambangi korban banjir Desa Rantau Limau Kapas Kecamatan Tiang Pungpung Kabupaten Merangin, Minggu (03/05/26) pagi

Kedatangan Gubernur Al Haris disambut oleh Wakil Bupati Merangin Khafid Moein, Ketua DPRD Kabupaten Merangin Muhamad Rifaldi, Camat Tiang Pumpung dan tokoh masyarakat Desa Rantau Limau Kapas.

Gubernur Al Haris turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi banjir di berbagai daerah, seperti di Sarolangun dan Merangin, untuk memastikan situasi dan mempercepat penanganan bencana Desa Rantau Limau Kapas, Desa Baru Sungai Sakai, masyarakat desa rantau limau kapas minta perbaikan jembatan gantung yang rusak diterjang banjir bandang

Bantuan darurat yang disalurkan berupa kebutuhan sembako seperti beras, mi instan, makanan bayi serta perlengkapan tidur seperti selimut dan matras alas tidur. Ada pula kebutuhan vital seperti pasokan air bersih untuk konsumsi

“Dari hari Sabtu kemaren sampai tadi malam, dilanjutkan pagi ini Minggu Desa rantau limau kapas dan Desa baru Sungai Sakai yang terdampak banjir, tentunya banjir bandang ini banyak menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi masyarakat, banyak rumah yang terendam dan hanyut, jembatan rusak dan sekolah sekolah rusak,” ucap Gubernur Al Haris

“Banyak sekali fasilitas umum yang rusak, ini perlu penanganan yang cepat, seperti sekolah, jembatan dan puskesmas, juga jalan yang yang terdampak banjir, karena akan terus dilakau masyarakat sangat ketergantungan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, juga anak anak sekolah jangan sampai terlantar tidak masuk sekolah karena jembatan yang tidak bisa dilalui,” lanjut Gubernur Al

” Semua fasilitas umum yang melayani masyarakat akan kita lihat kerusakanya, Pemerintah Provinsi Jambi melihat dimana kewenangan provinsi dan mana kewenangan kabupaten, juga nanti kita akan minta bantu juga pemerintah pusat, agar cepat bisa diperbaiki,” sambung Gubernur

” pada intinya kita ingin segera untuk menanganinya kondisi paska banjir bandang ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi secara simbolis kepada masyarakat Desa Rantau Limau Kapas Kec. Tiang Pungpung menyerahkan 170 Paket sembako 1 paket berisi
1. Indomie
2. Sarden 1 kaleng
3. Minyak 1 liter
4. Kecap 1 botol
5. Teh celup 1 kotak
6. Gula pasir 1 kg
Tambahan
7. Selimut 160 lembar
8. Kasur 50 lembar
9. Makanan siap saji 300 paket
10. Beras 450 kg,

Desa Sungai Sakai
1. Makanan Anak 80 paket
2. Kasur 15 lembar
3. Sembako 80 paket
4. Indomie 80
5. Bantuan beras 150 kg

Dari BPBD Provinsi Jambi
1. Mei Instan 3200 Bungkus.
2. sarden 48 Kaleng.
3. minyak goreng 48 bungkus
4. Gula pasir 100 bungkus.
5. kopi 40 kotak.
6. teh 48 kotak,
7. makanan bayi 37 kotak.
8. Family kit 30 Kotak.
9. Matras 50 lembar
10. Air mineral 100 dus.
11. Sarden 100 Kaleng.
12. Roti 16 dus

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News