“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Dalam rangka menjaga standar pelayanan, keamanan, dan kelayakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan adanya mekanisme pengenaan sanksi berupa penghentian sementara (suspend) terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III, Ranto, menegaskan bahwa pengenaan sanksi suspend tersebut berdampak pada pemberhentian penyaluran dana kepada yayasan pengelola SPPG hingga SPPG kembali beroperasi. Ia juga meminta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran.
“Bagi SPPG yang berstatus suspend atau memiliki temuan kategori major, maka proses pembayaran tidak dapat dilakukan sampai status tersebut diselesaikan. Oleh karena itu, PPK perlu melakukan penelaahan dan verifikasi secara cermat terhadap data yang disampaikan sebelum penyaluran dana dilaksanakan,” kata Ranto pada Rapat Koordinasi bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional di Kantor BGN, Senin (10/3).
Ranto juga menjelaskan bahwa data terkait SPPG yang diberikan sanksi suspend akan disampaikan oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan sebagai dasar tindak lanjut dan menjadi rujukan bagi PPK dalam melakukan penelaahan serta verifikasi sebelum pembayaran.
Langkah koordinasi ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan SPPG yang menerima sanksi suspend tidak memperoleh penyaluran dana selama status tersebut, serta untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan unit terkait, khususnya Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, mengenai SPPG yang berstatus suspend, terutama di wilayah III, untuk memastikan keselarasan kebijakan ini sehingga berjalan efektif,” tutup Ranto.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan kegiatan groundbreaking pembangunan Overpass Angkutan Batubara PT. Baturona Adimulyo di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (11/3).
Proyek ini dirancang sebagai bagian dari pembangunan jalur khusus angkutan batubara dengan panjang sekitar 50+7 kilometer, serta dilengkapi overpass sepanjang 45 meter yang akan menjadi penghubung penting bagi distribusi batubara di wilayah Sumatera Selatan.
“Saya gembira sekali dengan dimulainya pembangunan fasilitas angkutan bahan tambang ini. Sejak tahun 2018 saya sudah beberapa kali mengingatkan kepada para pengusaha tambang agar bertransisi menggunakan jalan khusus, karena itu merupakan amanat dari undang-undang pertambangan,” ujar Herman Deru mengawali sambutannya.
Ia mengapresiasi inisiatif perusahaan yang mulai membangun jalur khusus tersebut.
“Sinergitas antara para pemangku kepentingan harus terus kita pupuk dalam kerja sama pembangunan seperti ini. Ini juga merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Selatan dan pihak perusahaan yang telah bersama-sama mendukung pembangunan jalur khusus tersebut.
“Kami berharap semua pihak juga ikut menjaga keberlangsungan lingkungan di Musi Banyuasin,” ujarnya.
Direktur Utama PT. Baturona Adimulyo F. Hary Kristiono menjelaskan bahwa pembangunan jalur khusus angkutan batubara ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menindaklanjuti arahan Gubernur Sumatera Selatan terkait penggunaan jalur khusus bagi angkutan tambang.
Ia menambahkan, kehadiran jalur khusus tersebut juga diharapkan dapat membantu distribusi batubara dari daerah lain di Sumatera Selatan, termasuk dari Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.
Turut hadir Asisten II Setda Sumsel Apriyadi, Kepala BBPJN Sumsel Panji Krisna Wardana, Kadis ESDM Sumsel Hendriansyah, Kadishub Musni Wijaya, Kadiahut Koimudin, Kepala Dinas LHP Sumsel pkl Apriansyah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, melepas keberangkatan 238 peserta program “Mudik Nyaman Bersama Pegadaian”, Kamis (12/3). Pemudik diberangkatkan ke sejumlah kota yakni Padang, Bandung, Kudus, Malang, Yogyakarta Pantura dan Yogyakarta Selatan.
Suasana hangat dan akrab menyelimuti halaman keberangkatan saat orang nomor satu di Palembang tersebut menyapa satu per satu pemudik di dalam bus eksekutif.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menekankan pentingnya silaturahmi. Beliau mengaku sangat memahami kerinduan warga Palembang yang ingin berkumpul dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman.
“Melihat bapak dan ibu tersenyum di dalam bus ini, saya ikut merasa bahagia. Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan hati untuk kembali ke kampung halaman kita. Saya titip salam hangat untuk keluarga di kampung halaman. Katakan pada mereka, pemerintah dan BUMN hadir untuk memastikan bapak-ibu pulang dengan kenyamanan,” ujar Ratu Dewa.
Ratu Dewa juga mengapresiasi inisiatif Pegadaian yang tidak hanya memberikan bus, tetapi juga uang saku dan jaminan kesehatan.
“Saya sangat mengapresiasi Pegadaian yang memberikan fasilitas luar biasa, bahkan ada uang sakunya. Ini sangat membantu meringankan beban ekonomi warga kita. Semoga langkah baik ini menjadi berkah bagi perusahaan dan kebahagiaan bagi warga Palembang,” tambahnya.
Sebelum melepas bus secara simbolis, Ratu Dewa kembali mengingatkan para pengemudi untuk mengutamakan keselamatan.
“Kepada para driver, saya minta tolong jaga ‘aset’ berharga kami ini. Jangan mengejar waktu, kejarlah keselamatan. Ingat, ada anak dan istri yang menunggu mereka dengan rindu yang sudah menumpuk setahun lamanya,” tutup Ratu Dewa sembari mengibarkan bendera pelepasan.
Kepala Kanwil III Pegadaian Sumbagsel, Novriyandi, menjelaskan bahwa tahun 2026 ini pihaknya sengaja memberikan layanan ekstra. Enam bus eksekutif dikerahkan menuju kota-kota besar seperti Padang, Bandung, hingga Yogyakarta.
“Kami ingin masyarakat pulang dengan perasaan tenang. Setiap bus didampingi pendamping dari karyawan kami. Ada pemeriksaan kesehatan gratis, dan komunikasi terus terjaga melalui grup WhatsApp selama perjalanan,” jelas Novriyandi.
Novriyandi menambahkan, Kanwil III Sumbagsel menjadi wilayah pertama di seluruh Indonesia yang melaksanakan pemberangkatan mudik bersama BUMN tahun ini.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Menteri Pertahanan RI (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan rapat bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu (11/3). Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait pelaksanaan tugas Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah isu strategis guna memperkuat kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan. Beberapa di antaranya meliputi proses pengurusan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk kepentingan pertahanan, strategi penguatan tata kelola kehutanan melalui transformasi digital, serta peningkatan kapasitas pengawasan kawasan hutan melalui penambahan personel Polisi Kehutanan (Polhut).
Menhan Sjafrie menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara Kemhan dan Kemenhut, mengingat dinamika tugas Satgas PKH di lapangan.
Selain itu, Menhan juga menegaskan pentingnya sinergi kedua kementerian dalam mendukung arahan Presiden, termasuk rencana integrasi Polisi Kehutanan ke dalam Komponen Cadangan (Komcad) melalui pelatihan bela negara.
Rapat tersebut turut dihadiri Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Kasum TNI, Kabaloghan Kemhan, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Kehutanan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Sehubungan dengan itu, Menko Polkam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, penyelenggara platform digital, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas.Melalui sinergi berbagai pihak, pemerintah berharap ruang digital Indonesia dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi anak-anak dan generasi muda.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
“Beberapa waktu yang lalu beliau terus mendorong berbagai macam program, utamanya menghadapi situasi yang ada bagaimana agar Indonesia betul-betul bisa berdiri di bawah kaki sendiri. Salah satunya adalah beliau mendorong masalah ketahanan pangan dan ketahanan energi,” ungkap Jenderal Sigit.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran 2026 yang dapat diakses masyarakat melalui laman mudik.pu.go.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara real time melalui 1.351 kamera CCTV yang tersebar di jaringan jalan tol dan jalan nasional non-tol di berbagai wilayah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan platform ini disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi terkini mengenai kondisi jalan sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih baik.
“Melalui platform ini masyarakat dapat memantau kondisi jalan secara real time. Di dalamnya tersedia akses pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan,” kata Menteri Dody.
Pada platform tersebut tersedia akses pemantauan 1.351 titik CCTV yang terdiri dari 1.270 titik CCTV pada jaringan jalan tol, 41 titik CCTV pada jaringan jalan nasional non-tol, serta 40 titik CCTV dari Kementerian Perhubungan yang turut terintegrasi dalam sistem informasi mudik.
Selain pemantauan CCTV, platform ini juga menyediakan berbagai fitur informasi jalur mudik, antara lain peta jaringan jalan nasional, kondisi jalan dan jembatan, lokasi posko mudik, lokasi alat berat dan material, hingga titik rawan kemacetan, banjir, kecelakaan, dan longsor.
Dengan memanfaatkan platform tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik sebelum berangkat maupun selama perjalanan, sehingga dapat menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih rute alternatif apabila terjadi kepadatan maupun gangguan di jalur utama.
Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan di jalur mudik, Kementerian PU juga menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) di sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik. DRU terdiri dari alat berat, material, serta tim teknis yang dapat segera diterjunkan apabila terjadi gangguan akibat bencana seperti longsor, banjir, maupun kerusakan jalan yang berpotensi menghambat arus mudik.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan posko dan tim tanggap darurat di sejumlah lokasi strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Berdasarkan data Kementerian PU, panjang jalan nasional non tol mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50%, sementara jaringan jalan tol nasional telah mencapai sekitar 3.115 km yang turut mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Selain melalui platform mudik.pu.go.id, Kementerian PU juga menyediakan layanan call center mudik 24 jam yang dapat dihubungi masyarakat apabila membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan.
Menteri Dody menekankan bahwa di era digital saat ini, ketersediaan informasi yang cepat dan akurat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya pada masa mobilitas tinggi seperti mudik Lebaran.
“Di era sekarang, informasi yang cepat sering kali sama pentingnya dengan kesiapan infrastruktur itu sendiri. Karena itu kami menghadirkan platform informasi ini agar masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara langsung,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU berharap kehadiran platform ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman serta mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
“Jadi secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali, menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup sang Bendahara Negara.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
Melalui program ini, Otorita IKN berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda lokal yang memiliki kapasitas akademik dan kepemimpinan untuk mendukung pembangunan kawasan Nusantara. Kehadiran program beasiswa ini menandai komitmen pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan kawasan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News