Beranda blog Halaman 4269

Kemenparekraf Siapkan 2 Langkah Majukan Ekosistem Perfilman

Kemenparekraf Siapkan 2 Langkah Majukan Ekosistem Perfilman

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan dua langkah untuk memajukan ekosistem perfilman Indonesia agar semakin baik melalui program insentif serta transformasi Perum Produksi Film Nasional (PFN). Selain menyiapkan insentif, Kemenparekraf juga mempersiapkan lembaga hingga perusahaan terkait perfilman.

Dua langkah itu disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo,  yang juga menjelaskan bahwa jaring pengaman tengah disiapkan Pemerintah Indonesia bagi para sineas untuk pemulihan industri film di masa pandemi.

Hal ini dikatakan oleh Fadjar menjelaskan beberapa jenis insentif yang tengah digodok untuk para pekerja industri perfilman untuk pulih dari keterpurukan akibat pandemi, di Jakarta Selatan, Selasa, 15 Juni 2021.

“Ini sedang disiapkan (insentif) dari PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Selain itu, kita juga mendengar ada insentif kampanye pemasaran mendorong orang nonton film Indonesia di bioskop, insentif untuk konsumen, dan insentif untuk produksi (film),” katanya.

Insentif- insentif itu tentunya diharapkan dapat membantu para pekerja di industri kreatif perfilman untuk tetap berkarya di tengah keterbatasan yang disebabkan oleh COVID-19.

Selain menyiapkan insentif, Kemenparekraf juga mempersiapkan lembaga hingga perusahaan terkait perfilman di bawah bimbingan pemerintah mengalami transformasi misalnya PFN.

PFN tengah disiapkan agar mampu menjadi perusahaan yang dapat menjadi jembatan untuk pembiayaan film- film buatan anak bangsa.

Dengan semakin banyaknya kanal untuk mempertemukan investor dengan para sineas Tanah Air diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan industri perfilman di masa sulit ini.

“Rencana transformasi PFN dari sebuah lembaga produksi film jadi lembaga pembiayaan film itu dimaksudkan bukan untuk membuat PFN menjadi perusahaan menguntungkan, tapi justru untuk memberi multiplayer effect terhadap ekosistem produksi film dalam negeri,” tutup Fadjar.

Selain dua langkah itu, Fadjar menyebutkan pihaknya terus mendukung program pemanfaat digitalisasi untuk industri perfilman dapat lebih berkembang serta mendukung penggalian potensi industri film di wilayah- wilayah pelosok.

Fadjar pun berharap seluruh pihak yang terlibat dalam industri perfilman dapat mendukung program ini berjalan baik agar tercipta ekosistem industri perfilman yang sehat di tengah proses pemulihan ekonomi akibat COVID-19. (red/pen)

Ulang Tahun Ke-1 ADVANCE TV, Kursi Pijat Hanya 6 Juta-An!

SuaraPemerintah.id – Ada yang spesial di bulan Juni ini lho! Tanggal 17 Juni 2021 nanti, AdvanceTV akan merayakan ulang tahun yang pertama dengan tema HAVE FUN ! Happy 1st Anniversary for You ADVANCE! Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-1 pada tanggal 17 Juni mendatang, ADVANCE mengajak para pelanggan untuk menikmati keseruan berbagai penawaran belanja di LIVE Streaming AdvanceTV Home Shopping.

Perayaan ulang tahun pastinya identik dengan keceriaan pesta dan berbagai hadiah. Dalam rangka menyambut ulang tahun yang ke-1 ini, akan ada banyak kejutan untuk pemirsa, seperti  harga massage chair I-Chiro Neo Fit hanya 6 juta-an, Tebak Harga Bombastis, Kuis berhadiah dengan total hadiah sebesar Rp 11,000,000 , diskon up to 80%, dan banyak promo menarik lainnya. Semua promo yang diberikan Advance merupakan tanda terima kasih untuk pelanggan yang telah setia berbelanja di LIVE Streaming AdvanceTV Home Shopping selama satu tahun ini. AdvanceTV ingin terus memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan, mudah dan aman bagi pemirsa setia AdvanceTV.

Yuk Cek rangkaian acara dan promo spesial berikut ini:

  1. Harga Kursi I-chiro Neo Fit 6 Juta-an

Mau kursi pijat I-chiro Neo Fit hanya dengan harga 6 juta-an? Caranya gampang banget!

Anda hanya perlu datang ke showroom atau counter Advance dan membuat konten atau review produk semenarik mungkin di showroom atau counter Advance, setelah itu post konten yang sudah dibuat di Instagram Story Dan Feed Instagram kemudian tag Advance di @Advanceproduct.id dan 5 orang teman Anda. 1 ( satu ) kontestan dengan konten atau review yang paling menarik dan kreatif serta memenuhi syarat dan ketentuan yang diberikan berhak mendapatkan 1 unit kursi pijat I-chiro Neo Fit hanya dengan harga 6 Juta-an! Segera kunjungi showroom atau counter Advance terdekat di kota Anda sekarang!

  1. Tebak Harga Bombastis

Bagi pemirsa yang ingin mendapatkan produk Advance dengan harga murah meriah, inilah saat yang tepat untuk ikutan Tebak Harga Bombastis Advance yang akan hadir pada tanggal 17 Juni 2021 di Live Streaming youtube AdvanceTV Home Shopping. Pemirsa cukup menebak harga produk Advance yang dipilih, kemudian pemirsa yang menjawab harga yang tepat atau mendekati harga yang sudah ditentukan, berhak mendapatkan produk yang sudah ditebak dan membayar sesuai harga yang sudah ditebak tersebut. Harga produk mulai dari Rp 100,000! Menarik bukan?

 

  1. Kuis HAVE FUN dengan total hadiah Rp 11,000,000!

Advance juga mau bagi-bagi hadiah untuk pemirsa setia AdvanceTV dengan total hadiah   Rp 11,000,000 ! Jangan lewatkan Giveaway Instagram Advance di @Advanceproduct.id dan Live Kuis yang akan hadir saat LIVE streaming berlangsung. Pasti Seru banget!

Bagaimana Pemirsa? sudah terbayang keseruan ulang tahun pertama AdvanceTV?Jangan lupa untuk kunjungi Instagram Advance di @Advanceproduct.id atau Website www.Advanceproduct.com setiap hari mulai tanggal 17 Juni hingga 30 Juni 2021 ya, agar tidak terlewat berbagai promosi serunya. Cek informasi selengkapnya sekarang!

Hub Whatsapp Advance TV : 0812-222-50903

Ridwan Kamil Tarik Rem Darurat, Wisatawan Dilarang Masuk Bandung Raya

SuaraPemerintah.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menarik rem darurat dengan menetapkan siaga satu menghadapi lonjakan Covid-19 di wilayah Bandung Raya.

Ia pun mengimbau jangan ada wisatawan dari luar daerah selama sepekan dan kebijakan Work From Home (WFH) kembali diberlakukan.

Hasil evaluasi, dua daerah, yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung masuk kategori zona merah. Sedangkan daerah lain di Jawa Barat berada di kategori oranye.

Secara umum, tingkat keterisian rumah sakit di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi Kabupaten Sumedang berada di angka 84,19 persen, atau melebihi ambang batas standar aman dari World Health Organization (WHO) sebesar 70 persen.

“Oleh karena itu dengan indikator dua zona merah berada di Bandung raya dan Bandung raya 84,19 persen maka seluruh Bandung raya diinstruksikan untuk work from home yang hadir secara fisik hanya 25 persen sesuai instruksi dari Mendagri dan 75 persen segera menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah dengan pengecualian yang tentu sudah kita pahami,” kata Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/6).

“Kami mengimbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung raya selama tujuh hari ke depan sampai pengumuman selanjutnya khususnya pariwisata yang selalu ramai ada di KBB ramai di kabuapten Bandung kebetulan zona merah. Oleh karena itu saya imbau wisatawan yang biasanya mayoritas dari DKI Jakarta juga kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke wilayah Bandung raya,” ia melanjutkan.

Ia meminta semua pihak memahami situasi yang sedang terjadi di wilayah Jawa Barat. Pihak pemerintah dan instansi terkait saat ini fokus untuk menanggulangi lonjakan kasus Covid-19.

“Kondisi siaga satu ini dipahami secara jelas, bahwa kami sedang mengerem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh libur panjang mudik yang menghasilkan lonjakan luar biasa,” pungkasnya

Gelar Rakornis, BPK Sinergikan Rencana Pemeriksaan Tematik

SuaraPemerintah.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemeriksaan Semester II Tahun 2021 pada AKN V dan VI di Badung, Bali, Senin (14/6/2021).

Rakornis yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi lintas satuan kerja (satker) pemeriksaan, terutama dalam rangka mengimplementasikan kebijakan pemeriksaan pada Rencana Strategis (Renstra) BPK 2020-2024.

Adapun rakornis juga akan membahas pelaksanaan pelaksanaan pemeriksaan tematik nasional atas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing. Serta pelaksanaan pemeriksaan tematik lokal atas pengoptimalan pendapatan asli daerah dan perizinan investasi.

Menurut Wakil Ketua BPK Agus Joko Promono, terdapat dua hal mendasar yang harus terus menerus diperhatikan dalam menyusun tema dan desain pemeriksaan. Pertama adalah kredibilitas dan reputasi BPK (BPK’s credibility and reputation). Kedua adalah keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders’ engagement).

“Kedua hal tersebut tidak hanya akan berdampak pada peningkatan kredibiitas sebagai organisasi pemeriksa, namun juga berdampak pada manfaat yang lebih konkrit, yang dapat diberikan kepada para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan arah pembangunan,” ungkap Agus, sebagaimana dikutip dari keterangan persnya.

Dirinya menjelaskan, hal mendasar pertama mencakup apakah yang dilakukan benar-benar dapat menciptakan atau membangun kredibilitas dan reputasi, satuan kerja dan individu profesional staf BPK.

Sedangkan, keterlibatan pemangku kepentingan meliputi apakah yang Instansi lakukan memerhatikan dan melibatkan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi oleh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Anggota VI BPK Harry Azhar Azis menjelaskan, pemeriksaan atas agenda pembangunan nasional, permasalahan lokal, dan isu internasional merupakan perwujudan bahwa pemeriksaan BPK turut mencapai tujuan negara.

Menurutnya, perhatian BPK terhadap isu publik menjadi upaya nyata untuk meningkatkan level kematangan organisasi menuju insight dan foresight tanpa meninggalkan level oversight yang memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

​”Untuk itu, kita perlu terus menciptakan kondisi satker pemeriksaan, terutama di lingkungan AKN V dan AKN VI, agar saling bersinergi dan berkolaborasi. Hal ini menunjukkan bahwa merupakan organisasi pembelajar (the learning organization) yang melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement),” tutupnya

Palembang Hadirkan Kampung Bahari Nusantara di Tepian Sungai Ogan

SuaraPemerintah.id – Kota Palembang, Sumatera Selatan kini memiliki kampung bahari Nusantara yang merupakan program yang diinisiasikan Komandan Lanal Palembang sekaligus pemerintah daerah.

Lokasinya di Kelurahan 15 Ulu, tepat di tepian Sungai Ogan, Jakabaring Palembang. Peresmian kampung bahari nusantara berlangsung hari ini, Selasa (15/6/2021).

Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari mengatakan kampung bahari nusantara salah program Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono guna memberdayakan potensi maritim di perairan.

Untuk di Palembang sengaja dipilih kampung 15 Ulu karena pantas dibantu karena masyarakat heterogen rata rata mata pencarian nya tidak tetap.

“Untuk mengangkat ekonomi masyarakat disekitar ini kami buatkan tambak budidaya ikan lele, cara menanam sayur hidroponik, pendidikan kami mendirikan rumah pintar,  untuk pariwisata kami melestarikan perahu bidar, untuk pertahanan kami berdayakan pemuda setempat sedangkan untuk kesehatan kami mendirikan posyandu dan posko kesehatan bagi warga sekitar,”katanya usai peresmian.

Di kampung bahari nusantara, ini prioritas yang akan dikembangkan adalah cluster pendidikan rumah pintar untuk pelajar di sekitar kampung bahari.

“Konsep rumah pintar yang kami bangun berbeda dari rumah pintar yang sudah ada. Konsep rumah pintar yang akan bangun yakni merubah mainseat cara belajar menghafal kata khusus nya bahasa inggris terbukti baru beberapa minggu anak anak disini sudah hafal 300 kata,”paparnya.

Keberadaan kampung ini memiliki misi untuk dapat mengangkat dan memaksimalkan potensi maritim di tepian sungai Ogan.

Di kampung ini terdapat lima cluster pendidikan dengan berdiri rumah pintar, cluster ekonomi budidaya ikan lele, pariwisata pelestarian perahu bidar, cluster pertahanan pemberdayaan pemuda setempat dan cluster kesehatan pendirian posyandu.

Walikota Palembang H Harnojoyo mengapresiasi kehadiran kampung bahari nusantara yang dibentuk Lanal Palembang khususnya cluster pendidikan. Selain cluster pendidikan ada beberapa cluster lainnya yang seluruhnya berjumlah lima cluster di Kampung bahari di kelurahan 15 Ulu ini.

Polda Jatim Gagalkan Penjualan 30.500 Ekor Benur Tulungagung ke Jakarta

Polda Jatim Gagalkan Penjualan 30.500 Ekor Benur Tulungagung ke Jakarta

SuaraPemerintah.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengagalkan penjualan sebanyak 30.500 ekor benih lobster atau benur dari Tulungagung yang rencananya diperdagangkan di Jakarta. Kedua tersangka terjerat Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020.

Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Selasa, 15 Juni 2021.

“Polisi menangkap dua orang tersangka yang merupakan warga Watulimo, Kabupaten Trenggalek, berinisial WNT (33) dan RA (24),” ujarnya.

Penangkapan ini bermula dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendapat informasi terkait jual beli benur pada Sabtu (12/6) dan segera melakukan penyelidikan ke Tulungagung.

Polisi mengantongi informasi adanya pengiriman benur menggunakan mobil Yaris merah nomor polisi AE-1291-PC, yang kemudian dilakukan pengejaran hingga berhasil menghentikannya.

“Kemudian petugas menggeledah dan ditemukan tiga styrofoam berisi 30.500 benur. Ada 30 ribu jenis pasir dan 500 jenis mutiara,” ucap dia.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menjelaskan peran masing-masing tersangka, yakni RA berperan sebagai pengepul benur dari para nelayan di kawasan Tulungagung dan sekitarnya, lalu hasilnya dijual ke WNT.

“Barang yang dijual ke WNT rencananya akan dijual ke Jakarta,” kata perwira menengah Polri tersebut.

Hasil penyidikan mengungkap fakta bahwa kedua tersangka mempunyai 79 ribu benur, dan sebanyak 30.500 mampu digagalkan penyelundupannya, sedangkan 39 ribu benur telah terjual.

Atas perbuatannya, kedua tersangka terjerat Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.

Serta terjerat Pasal 88 Jo. Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo. Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I Muhlin menegaskan perbuatan kedua tersangka sudah melanggar hukum.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa jual beli dan ekspor benur dilarang karena diinstruksikan fokus ke budidaya.

“Yang boleh dengan berat 150 gram per ekor jenis pasir. Selain jenis ini 200 gram per ekor,” tutur dia. (red/pen)

Forum Akatara 2021 Jadi Wadah Sineas dan Investor Kembangkan Ekosistem Industri Film

Forum Akatara 2021 Jadi Wadah Sineas dan Investor Kembangkan Ekosistem Industri Film

SuaraPemerintah.id – Forum yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bernama Akatara kembali hadir di 2021 dan menjadi wadah bagi sineas serta investor untuk mengembangkan ekosistem industri film di Indonesia. Akan ada 50 proyek film yang didanai oleh para investor lewat forum Akatara 2021.

Akatara 2021 tidak hanya menjembatani pertemuan investor dan para pembuat film, tapi juga mendorong terciptanya akses pembiayaan dan mendorong film sebagai aset yang layak untuk dikembangkan sebagai investasi.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Juni 2021.

“Jadi di Akatara ini tujuan kita memang mempertemukan atau jadi match makermak comblang. Alhamdulillah sudah ada contohnya seperti ‘Keluarga Cemara’ dan film lainnya yang ketemu sama investor di ajang Akatara yang sebelumnya. Tujuan kita adalah itu supaya ke depannya dari film maker dan investor tau kemana harus datang,” katanya.

Sempat ditiadakan pada 2020 akibat pandemi COVID-19, Akatara menjadi forum tahunan terbesar bagi para sineas film bertemu para investor untuk mendapatkan pendanaan. Rencananya akan ada 50 proyek film yang didanai oleh para investor lewat forum Akatara 2021.

Sedikit berbeda dari Akatara 2017-2019, untuk Akatara 2021 dilakukan secara hibrid secara daring dan luring. Dibuka dengan kegiatan awal berupa roadshow ke tiga kota besar yaitu Bandung, Palu, dan Padang mulai dari 11 Juli hingga 4 Agustus 2021.

Lalu dilanjutkan dengan sesi workshop selama 5 hari mulai 9 Agustus hingga 13 Agustus 2021. Kemudian akan ada seminar daring selama tiga hari mulai 24- 26 Agustus 2021.

Banyak hal yang akan dibahas dalam workshop serta seminar daring Akatara 2021 mulai dari cara menggaet investor lewat forum pitching atau pengajuan proposal, memahami kualifikasi film untuk bisa ditayangkan di platform daring, hingga memahami Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Lewat sistem baru di Akatara 2021, semakin banyak sineas yang bisa teredukasi untuk mendapatkan ilmu terkait pendanaan sebuah film berbeda dengan kegiatan tahun sebelum-sebelumnya ketika seminar atau pun workshop terbatas untuk peserta yang sudah diseleksi.

“Tahun ini karena diadakan hibrid, untuk seminar daringnya bisa diikuti oleh 500 orang dan diikuti pelaku perfilman dari seluruh pelosok di Indonesia. Ini meningkat 10 kali lipat kapasitasnya dari yang sebelum- sebelumnya sehingga manfaat edukasi lewat Akatara semakin luas,” kata Direktur Program Akatara Vivian Idris.

Pembukaan pendaftaran untuk para sineas mengajukan proposal untuk pembiayaan dari investor akan dilakukan selama satu bulan di Agustus 2021.

Nantinya peserta yang lulus kualifikasi Akatara 2021 akan menjalani pitching forum bersama para investor di Oktober 2021.

Ada pun genre film yang masuk dalam kategori pencarian Akatara 2021 adalah film fiksi pendek, film fiksi panjang, film dokumenter pendek, film dokumenter panjang, animasi, dan film seri.

Beberapa proyek film yang sudah berhasil mendapatkan pembiayaan investor lewat Akatara di antaranya “Keluarga Cemara”, “27 Step of May”, “Darah Biru Arema”, “Darah Biru Arema 2”, hingga dokumenter “Nyanyian Akar Rumput”. (red/pen)

Prediksi Pertandingan Euro 2021 Prancis vs Jerman 16 Juni 2021

SuaraPemerintah.id – Pada lanjutan pertandingan Group F Piala Euro 2021 Prancis akan bertemu dengan Jerman, Rabu, 16 Juni 2021. Pertandingan ini akan digelar di Allianz Arena, Munich.

Banyak yang mengunggulkan Prancis menjadi juara Euro tahun ini. Hal itu dikarenakan skuad Prancis yang dihuni pemain-pemain top Eropa, diantaranya yaitu Raphael Varane, N`Golo Kante, Paul Pogba, Antoine Griezman, Kylian Mbappe, dan Karim Benzema.

Prancis adalah tim yang kuat. Prancis juga tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir dengan Jerman.

Ada hal yang membuat Prancis terkendala menjadi Juara Euro tahun ini karena Prancis berada di group neraka bersama Jerman, Hungaria, dan Portugal.

Dengan kata lain, Prancis belum tentu menang dalam pertandingan nanti.

Dalam pertandingan Group F Piala Euro 2021 Jerman sangat percaya diri ditambah bermain di rumah sendiri. Meski tak sementereng Prancis, skuad Jerman masih tergolong salah satu yang terbaik.

Berikut Perkiraan susunan pemain Prancis vs Jerman dalam Pertandingan Group F Piala Euro 2021 nanti.

Prancis

( 4 – 3 – 1 – 2 ) Lloris, Hernandez, Kimpembe, Varane, Pavard, Pogba, Kante, Tolisso, Griezman, Mbappe, Benzema.

Jerman

( 3 –  4 – 2 – 1 ) Neuer, Rudiger, Hummels, Ginter, Gosens, Kross, Gundogan, Kimmich, Havertz, Muller, Gnabry.

 

 

Luhut Ingin Indonesia Produksi Alkes Dalam Negeri, Akan Mampu Hemat Anggaran 300 T

Luhut Ingin Indonesia Produksi Alkes Dalam Negeri, Akan Mampu Hemat Anggaran 300 T

SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai dengan memproduksi alat kesehatan (alkes) di dalam negeri, Indonesia akan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp300 triliun dalam setahun. Presiden Jokowi pun sudah meminta agar tak ada lagi impor alkes.

Hal ini dikatakan oleh dalam konferensi pers virtual Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Bidang Alat Kesehatan di Jakarta, Selasa, 15, Juni 2021.

“Alkes ini, dana yang kita keluarkan hampir Rp490 triliun satu tahun. Jadi kalau sekarang kita bisa hemat Rp200 triliun-Rp300 triliun setahun, itu sama dengan investasi kita 25 miliar dolar AS per tahun. Anda bisa bayangkan betapa penghematan (dari) pemborosan kita selama ini yang begitu tinggi,” katanya.

Luhut menuturkan Presiden AS Joe Biden saja telah mengeluarkan UU bahwa pengadaan alkes tidak diperbolehkan melalui impor dan harus diproduksi di dalam negeri. Indonesia pun, kata dia, sudah mengikuti langkah tersebut. Terlebih, Presiden Jokowi pun sudah meminta agar tak ada lagi impor alkes.

“Nanti di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah) eloknya sudah mulai memperhatikan ini karena Presiden sudah minta juga ada perbaikan UU kita mengenai alkes ini,” katanya.

Luhut juga menyoroti masih rendahnya serapan belanja pemerintah untuk produk buatan dalam negeri, khususnya di bidang alat kesehatan. Hingga Juni 2021, pemesanan alkes dalam negeri hanya mencapai Rp2,9 triliun, sementara impor produk alkes jauh lebih tinggi mencapai Rp12,5 triliun.

Menurut Luhut, dengan serapan yang rendah itu maka perlu ada upaya untuk bisa mendorong peningkatan belanja alat kesehatan dalam negeri minimal sebesar Rp6,5 triliun untuk 5.462 barang untuk tahun anggaran 2021 melalui e-katalog. Selain itu, lanjut dia, perlu peningkatan kapasitas produksi alkes dalam negeri.

Presiden Jokowi, kata Luhut, sudah memberi arahan agar terus dilakukan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Salah satunya yakni dengan mengundang investasi masuk ke Indonesia.

Luhut berpesan agar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) tak hanya sekadar slogan, tapi juga harus diwujudkan dengan kerja sama seluruh pihak.

“Dan orang-orang masih impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabriknya di dalam (negeri). Kan bisa investasi. Masak mau makan hanya importir-importir terus. Sampai kapan kita mau begini. Ini saya titip, kenapa saya ngomong agak keras karena kita ini banyak omong saja tapi kita tidak melakukan contoh tauladan untuk membuat Indonesia ini lebih bagus lagi ke depan,” pungkas Luhut. (red/pen)

Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia dalam Daftar CAF

SuaraPemerintah.id – Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index yang dikeluarkan oleh badan amal Charities Aid Foundation (CAF).

Laporan World Giving Index (WGI) yang dirilis oleh CAF pada Senin (14/6/2021) menempatkan Indonesia di peringkat pertama dalam daftar negara dermawan dengan skor indeks keseluruhan 69%, naik dari 59% pada indeks tahunan terakhir yang dikeluarkan tahun 2018.

Menurut laporan WGI, Indonesia menempati peringkat teratas dalam partisipasi memberikan sumbangan uang dengan persentase orang yang menyumbangkan uang sampai 83% dan menempati posisi tertinggi dalam partisipasi pada kegiatan kesukarelawanan (60%).

Direktur Filantropi Indonesia Hamid Abidin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa pandemi dan krisis ekonomi tidak menghalangi masyarakat Indonesia untuk berbagi.

Pandemi dan krisis, menurut dia, justru meningkatkan semangat masyarakat untuk membantu sesama.

“Yang berubah hanya bentuk sumbangan dan jumlahnya saja. Masyarakat yang terkena dampak tetap berdonasi uang meski nilai sumbangan lebih kecil, atau berdonasi dalam bentuk lain, seperti barang dan tenaga,” katanya.

“Di beberapa lembaga sosial dan filantropi jumlah donasi tetap naik, meski peningkatannya tidak setinggi pada saat normal,” ia menambahkan.

Hamid mengemukakan, keberhasilan untuk mempertahankan posisinya sebagai bangsa yang pemurah didukung oleh beberapa faktor, termasuk kuatnya pengaruh ajaran agama dan tradisi lokal yang berkaitan dengan kegiatan berderma dan menolong sesama di Indonesia.

“Hal ini terbukti dari temuan WIG yang menunjukkan bahwa donasi berbasis keagamaan (khususnya zakat, infak, dan sedekah) menjadi penggerak utama kegiatan filantropi di Indonesia di masa pandemi,” katanya.

Faktor lain yang memengaruhi, ia melanjutkan, adalah kondisi ekonomi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, kebijakan penanganan Covid-19 di Ibu Pertiwi dinilai lebih baik sehingga tidak berdampak terlalu buruk pada kondisi ekonomi.

Selain itu, menurut Hamid, pegiat filantropi di Indonesia relatif berhasil dalam mendorong transformasi kegiatan filantropi dari filantropi konvensional ke digital serta peran dan keterlibatan kalangan muda dan influencer dalam kegiatan filantropi meningkat.

“Keterlibatan mereka membuat filantropi bisa dikemas dan dikomunikasikan dengan populer ke semua kalangan, khususnya anak muda,” katanya.