Beranda blog Halaman 431

Menaker Tegaskan Perusahaan Harus Bantu Pekerja agar Kariernya Terus Berkembang

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan bahwa perusahaan tidak cukup hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus berkembang. Menurutnya, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.

Menaker menekankan bahwa pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan. Selain itu, membantu pekerja berkembang bukan semata bentuk kepedulian, melainkan juga strategi jangka panjang bagi perusahaan. Pekerja yang diberi ruang untuk tumbuh akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan tempatnya bekerja, sekaligus mendorong ketahanan perusahaan di tengah perubahan.

“Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan, pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban, tetapi juga memiliki semangat, rasa memiliki, dan keinginan untuk memberi kontribusi lebih. Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya berarti.

“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” kata Yassierli.

Selain itu, Yassierli menilai nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan. Menurut dia, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial ke depan.

“Ada yang hilang dari DNA kita. Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Menurut saya DNA ini harus kita bangkitkan kembali,” tuturnya.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Yassierli juga mengaku prihatin jika masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 tahun, bahkan 20 tahun, tetapi tidak mengalami perkembangan. Menurutnya, keadaan semacam itu tidak boleh dianggap biasa, karena setiap orang memiliki potensi yang harus dibantu untuk tumbuh.

“Yang juga membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa tugas perusahaan bukan hanya memberi pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaiknya, memperluas keterampilannya, dan membuka kesempatan agar mereka dapat maju.

“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” kata Yassierli.

Sebagai contoh, ia mengaku mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk keterampilan komputer. Langkah tersebut, menurutnya, penting agar pekerja memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tidak selamanya berada pada titik yang sama.

“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Yassierli mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi. Dalam situasi seperti itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci, baik bagi pekerja maupun perusahaan.

“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” katanya.

Ia berharap PT Jasa Marga dapat menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya menjaga hubungan industrial tetap harmonis, tetapi juga sungguh-sungguh memanusiakan pekerja dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.

“Saya berharap Jasa Marga bisa menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan contoh bagaimana perusahaan memanusiakan pekerja dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Segera Daftarkan Diri!

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Perpanjangan ini memberi waktu lebih luas bagi masyarakat terutama calon peserta yang ingin meningkatkan keterampilan kerja untuk mendaftar secara daring melalui skillhub.kemnaker.go.id, setelah sebelumnya pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota 20.000 peserta dan diselenggarakan gratis di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta beberapa UPT Daerah Balai Latihan Kerja di seluruh Indonesia. Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan perpanjangan pendaftaran ini dilakukan agar kesempatan akses pelatihan benar-benar bisa dijangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (7/3/2026).

Seiring perpanjangan pendaftaran, tahapan seleksi Batch 1 ikut disesuaikan. Pendaftaran dibuka hingga 24 Maret 2026, dengan batas akhir pengisian asesmen Siap Latih pada 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Proses seleksi dan wawancara calon peserta dijadwalkan pada 25–28 Maret 2026, pengumuman peserta yang lolos seleksi pada 29 Maret 2026, sedangkan kick off dan orientasi Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 tetap dilaksanakan pada 1 April 2026.

Pendaftaran dilakukan melalui skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta terlebih dahulu membuat akun SIAPkerja, lalu mengikuti tahapan yang tersedia di sistem mulai dari pengisian Asesmen Kecocokan Kerja, Asesmen Penilaian Diri/Self Potential Inventory (SPI), hingga memilih program pelatihan yang diminati.

Bagi peserta yang diterima, Kemnaker menyiapkan fasilitas pendukung agar pelatihan tidak sekadar “ikut pelatihan”, tetapi benar-benar membantu peserta fokus membangun kompetensi. Fasilitas yang diberikan meliputi pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari Balai Pelatihan, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan.

Pada Batch 1, bidang kejuruan yang tersedia antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi. Program pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri, serta berbagai kejuruan lainnya.

Darmawansyah menekankan, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata bukan sekadar menambah pengetahuan di atas kertas.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia juga berharap tambahan waktu pendaftaran ini menjadi momentum agar informasi program menjangkau lebih luas, sehingga kuota 20.000 peserta dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, informasi mengenai Pelatihan Vokasi Nasional semakin menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. Target 20.000 peserta Batch 1 diharapkan dapat terpenuhi, karena setiap kursi yang tersedia adalah peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depannya,” pungkas Darmawansyah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

APBN Januari 2026 Terjaga, Kinerja Pengawasan Bea Cukai Meningkat

Kinerja APBN hingga akhir Januari 2026 tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun atau 5,5% dari target APBN dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sementara belanja negara tercatat di angka Rp227,3 triliun, defisit Rp54,6 triliun atau 0,21% terhadap PDB.

Sejalan dengan itu, Bea Cukai juga memperkuat pengawasan dengan melakukan 1.243 penindakan rokok ilegal dan 95 penindakan narkotika, dengan barang bukti mencapai 249 juta batang rokok ilegal serta 0,21 ton narkotika sebagai upaya melindungi masyarakat sekaligus mengamankan penerimaan negara.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyampaikan bahwa APBN memiliki peran penting sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. “APBN menjadi instrumen utama pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta membiayai berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Berbagai indikator ekonomi masih bergerak positif, seperti inflasi yang tetap terkendali, surplus perdagangan yang berlanjut, serta arus modal asing yang masih masuk ke pasar domestik. Selain itu, indikator konsumsi masyarakat seperti penjualan ritel dan kendaraan bermotor juga tetap tumbuh, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Dari sisi penerimaan negara, kinerja perpajakan hingga Januari 2026 mencapai Rp138,9 triliun atau 5,2% dari target APBN. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp33,9 triliun atau 7,4% dari target APBN.

Budi menjelaskan, dalam periode tersebut, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp22,6 triliun atau 6,7% dari target APBN. Meski mengalami kontraksi sebesar 14% secara tahunan (yoy), capaian tersebut tetap menunjukkan kontribusi penting dalam mendukung penerimaan negara.

Secara rinci, Ia juga menjelaskan bahwa penerimaan bea masuk mencapai Rp3,7 triliun atau 7,4% dari target APBN, meskipun terkontraksi 4,4% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya impor dengan tarif most favoured nation (MFN) 0%, pemanfaatan fasilitas free trade agreement (FTA), serta restitusi. Sementara itu, penerimaan bea keluar tercatat Rp1,4 triliun atau 3,4% dari target APBN, yang mengalami kontraksi 41,6% akibat penurunan harga komoditas crude palm oil (CPO).

“Kemudian untuk penerimaan cukai, realisasinya mencapai Rp17,5 triliun atau 7,2% dari target APBN, dengan kontraksi 12,4% yang dipengaruhi penurunan produksi pada akhir tahun 2025,” jelasnya.

Selain menjalankan fungsi penerimaan negara, Bea Cukai juga terus memperkuat pengawasan untuk melindungi masyarakat dan perekonomian nasional dari peredaran barang ilegal. Hingga Januari 2026, Bea Cukai telah melakukan penindakan terhadap 1.243 kasus rokok ilegal dan 95 kasus narkotika.

Budi menjelaskan bahwa hasil penindakan rokok ilegal menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Jumlah rokok ilegal yang berhasil diamankan mencapai sekitar 249 juta batang atau meningkat 295,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Bea Cukai dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara pada penindakan narkotika, Bea Cukai juga mencatat hasil positif dengan total barang bukti mencapai sekitar 0,21 ton atau meningkat 111,7% (yoy). Upaya ini dilakukan melalui pengawasan ketat serta sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Budi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk peran aktif masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. “Kami mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dalam membantu kami menjalankan tugas pengawasan dan pengamanan penerimaan negara. Kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan APBN dan mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

Ke depan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengelolaan APBN secara optimal agar mampu menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Ramadhan dan Idul Fitri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk menyiapkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional agar mampu memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri TPT dan alas kaki nasional menunjukkan kinerja yang stabil serta memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang secara historis meningkat pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.

“Setiap tahun, momentum Ramadhan dan Idul Fitri selalu diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat terhadap produk tekstil dan alas kaki. Berdasarkan koordinasi kami dengan pelaku usaha dan asosiasi industri, kapasitas produksi nasional saat ini berada dalam kondisi optimal dan siap memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).

Industri TPT dan alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur prioritas yang bersifat padat karya dan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 2025, industri TPT mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 3,55 persen (C-to-C) dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 0,97 persen.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Rizky Aditya Wijaya menjelaskan bahwa sektor Industri TPT terus menjalankan fungsi sosial-ekonominya sebagai sektor padat karya dengan melakukan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Pada Agustus 2025, jumlah tenaga kerja di sektor ini mencapai sekitar 3,96 juta orang, meningkat dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,76 juta orang. Ini menunjukkan bahwa industri TPT masih menjadi salah satu tulang punggung penyerapan tenaga kerja manufaktur.

Kemenperin terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan kesiapan industri dalam menghadapi lonjakan permintaan, antara lain melalui monitoring kapasitas produksi, penguatan pasokan bahan baku, serta koordinasi distribusi dan logistik. Pemantauan terhadap utilisasi kapasitas industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki juga dilakukan secara berkala.

Selain itu, koordinasi dengan produsen bahan baku seperti serat, benang, kain, serta bahan baku alas kaki juga diperkuat agar pasokan tetap lancar dan harga tetap stabil. Lebih lanjut, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas (thrifting) ilegal yang dinilai merugikan industri dalam negeri, khususnya pelaku industri kecil dan menengah.

“Kami terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal. Langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional serta memberikan ruang yang lebih besar bagi produk dalam negeri untuk berkembang di pasar domestik,” tegas Rizky.

Berdasarkan laporan dari pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), produksi pada beberapa segmen produk mengalami peningkatan sejak awal tahun 2026, terutama pada produk busana muslim, kain sarung, pakaian anak, sepatu kasual, dan sandal yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Idul Fitri. Momentum Ramadhan dan Idul Fitri juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja tambahan guna memenuhi peningkatan pesanan produksi.

Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan produktivitas, transformasi teknologi, penerapan industri 4.0, serta penguatan pasar domestik. Pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas pemasaran dan memperkuat branding produk dalam negeri.

Rizky menyampaikan optimisme bahwa industri TPT dan alas kaki nasional mampu memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini secara maksimal. Momentum ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat kinerja industri dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, Kemenperin mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat industri nasional dan menciptakan kemandirian ekonomi bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Jelang Arus Mudik, Kapolri Pastikan Kesiapan Sarpras dan Personel Hadapi Bencana

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek kesiapan sarpras dan personel dalam rangka menghadapi potensi bencana alam. Hal ini juga untuk memastikan kelancaran arus mudik masyarakat saat Lebaran 2026.

Pengecekan sarpras dan personel tersebut dilakukan usai apel ojol dan buruh kamtibmas ‘Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae’ di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (8/3).

Tadi kita cek satu persatu untuk meyakinkan terkait dengan pelayanan kita. Karena di samping kita harus melaksanakan pelayanan di masyarakat yang akan melaksanakan mudik, kata Sigit.

Sigit menekankan, faktor cuaca dan potensi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia, menjadi salah satu hal yang terus dicermati Polri dan seluruh stakeholder terkait ketika berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Karena itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kepolisian di Indonesia agar selalu siap siaga atau tanggap bencana. Polri harus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Namun cuaca tentu juga menjadi faktor yang harus kita perhatikan dan kesiapsiagaan dari seluruh rekan-rekan untuk bisa bergerak cepat melakukan tanggap bencana, ujar Sigit.

Dalam peninjauannya di Sumsel, Sigit mengungkapkan jajarannya telah siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Ia berharap, pemudik bisa merasa aman dan nyaman ketika melakukan perjalanan hingga berkumpul bersama keluarga ketika Lebaran.

Saya lihat semuanya sudah siap dan mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Utamanya di bulan Ramadhan dan mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita, rekan-rekan, masyarakat bisa mudik bertemu dengan keluarga dalam keadaan aman dan bahagia, tutup Sigit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Dody Sahur Bersama Warga di Rumah Hunian Tapanuli Selatan, Pastikan Fasilitas Hunian Siap Sebelum Lebaran

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaksanakan sahur dan Salat Subuh berjamaah bersama warga di kawasan Rumah Hunian Tapanuli Selatan yang berada di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (9/3). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada warga, sekaligus memastikan kesiapan fasilitas hunian bagi masyarakat terdampak bencana menjelang Lebaran.

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban tersebut menjadi momen bagi Menteri Dody untuk bersilaturahmi dan mendengar langsung kondisi warga yang mulai menempati rumah hunian yang dibangun Kementerian PU. Hingga saat ini tercatat 127 unit rumah hunian telah ditempati warga secara bertahap.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa secara umum seluruh unit hunian sudah siap ditempati, namun Kementerian PU masih melakukan penyempurnaan terutama pada aspek ketersediaan air bersih.

“Hunian sebenarnya sudah siap. Yang sedang kita pastikan sekarang adalah kecukupan air untuk seluruh unit. Saat ini kita sedang menambah titik sumur bor agar kebutuhan air bagi seluruh warga dapat terpenuhi,” kata Menteri Dody.

Sistem penyediaan air bersih di kawasan Rumah Hunian Tapanuli Selatan memanfaatkan sumur bor dan tandon air dengan pompa, sementara pasokan listrik berasal dari PLN dengan daya 900 watt untuk setiap unit hunian. Saat ini telah tersedia dua titik sumur bor dangkal, dan Kementerian PU tengah mempercepat penambahan menjadi empat hingga lima titik sumur bor untuk memastikan kecukupan pasokan air bagi seluruh penghuni di 21 blok hunian.

Sambil menunggu penyelesaian sumur bor tambahan, Kementerian PU bersama PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana turut membantu pemenuhan kebutuhan air melalui pengisian tandon menggunakan mobil tangki.

“Kami targetkan dalam beberapa hari ke depan sumur tambahan selesai sehingga seluruh warga yang berhak bisa segera menempati hunian sementara ini,” ujar Menteri Dody.

Secara keseluruhan, kawasan Rumah Hunian Tapanuli Selatan disiapkan untuk menampung sekitar 245 kepala keluarga sesuai dengan data kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU membangun 252 unit hunian dalam 21 blok modular, karena setiap blok modular terdiri dari 12 unit rumah hunian.

Setiap blok dilengkapi fasilitas sanitasi komunal dengan total 126 unit toilet dan 126 unit kamar mandi shower. Kawasan ini juga dilengkapi dapur bersama, area cuci, serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 5 m³.

Hunian tersebut dibangun di atas lahan seluas 14.369,03 m² dari total lahan terukur 74.081,51 m², dengan luas kawasan keseluruhan sekitar 2,6 hektare. Selain unit hunian, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain anak, pos jaga, serta area hijau dan parkir untuk menunjang aktivitas warga.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian PU, dalam mempercepat penyediaan rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di wilayahnya.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri PU dan seluruh jajaran pemerintah pusat yang memberikan perhatian besar kepada masyarakat kami. Harapan kami, dalam beberapa hari ke depan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati hunian sementara ini sehingga saat Lebaran nanti tidak ada lagi yang berada di pengungsian,” ujar Gus Irawan.

Bagi warga, kehadiran rumah hunian ini membawa harapan baru setelah melalui masa sulit akibat bencana. Salah satu penghuni, Abdul Karim Hasibuan, yang telah menerima kunci hunian dua hari lalu mengaku bersyukur dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dua hari lalu kami sudah menerima kunci dan sekarang bisa tinggal di sini bersama keluarga. Tempatnya nyaman dan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Abdul Karim.

Melalui pembangunan rumah hunian bagi warga terdampak bencana ini, pemerintah berharap masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas secara lebih normal, sembari menunggu proses penanganan lanjutan dan pemulihan kawasan secara menyeluruh.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Strategis di Hambalang Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dalam pertemuan yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3). Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis nasional sekaligus memastikan kesiapan pemerintah menjelang Idulfitri.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi pemerintah untuk membahas agenda prioritas nasional serta kesiapan menghadapi momentum Lebaran.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut difokuskan pada dua agenda utama pemerintah. Agenda pertama adalah evaluasi progres program swasembada nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

“Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak,” ungkap Seskab.

Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri. Diantaranya terkait ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan kementerian terkait. Diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid.

Hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tegaskan Korupsi Harus Diperangi, Indonesia Harus Mandiri Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3).

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara. Presiden menuturkan bahwa hal tersebut berpotensi mengurangi kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ucap Presiden.

Selain pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk keluar dari berbagai krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian di sektor pangan dan energi sebagai fondasi ketahanan nasional. Presiden menyampaikan bahwa upaya mencapai swasembada pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok, telah lama menjadi prioritas perjuangannya.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” ungkapnya.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” lanjut Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan SIM Keliling Polda Metro Jaya Hari Ini: Jam Operasional, Syarat, dan Biaya

Ditlantas Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling di lima titik Jakarta pada Selasa (10/3). Melalui informasi yang dibagikan akun X resmi @tmcppoldametro, layanan ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diperuntukkan bagi pemilik SIM A dan SIM C yang masa berlakunya hampir habis.

Masyarakat yang memiliki SIM B atau SIM yang sudah kedaluwarsa tetap harus melakukan proses perpanjangan di kantor Satpas terdekat karena adanya perbedaan dokumen administrasi.

Pada hari ini, layanan SIM Keliling tersedia di lima lokasi, yaitu Mall Grand Cakung (Jakarta Timur), LTC Glodok (Jakarta Utara), area parkir Universitas Trilogi Kalibata (Jakarta Selatan), Lobby Selatan Mall Ciputra (Jakarta Barat), dan Kantor Pos Lapangan Banteng (Jakarta Pusat).

Warga yang hendak memperpanjang SIM diwajibkan membawa SIM lama, KTP asli, serta masing-masing fotokopinya. Setibanya di lokasi, pemohon perlu mengisi formulir, menjalani tes kesehatan, serta mengikuti tes psikologi.

Untuk biaya perpanjangan, tarif yang berlaku mengacu pada PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif PNBP Polri. Biaya perpanjangan untuk SIM A sebesar Rp80.000, sedangkan SIM C Rp75.000. Selain itu, terdapat biaya tambahan berupa tes psikologi Rp37.500 dan asuransi Rp50.000.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Samsat Keliling Hadir di 14 Titik Jadetabek Hari Ini, Cek Lokasi dan Jadwalnya

Polda Metro Jaya kembali membuka layanan Samsat Keliling yang beroperasi di 14 titik wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada Selasa (10/3). Layanan ini disiapkan untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pengesahan STNK tahunan tanpa harus datang ke kantor Samsat.

Informasi resmi yang dibagikan melalui akun X TMC Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa layanan Samsat Keliling tersebar di sejumlah lokasi strategis, mulai dari halaman kantor Samsat, pusat perbelanjaan, alun-alun, hingga area parkir fasilitas publik.

Berikut daftar lengkap lokasi operasional Samsat Keliling di Jadetabek:

  • Jakarta Pusat: Halaman parkir Samsat Jakarta Pusat, Lapangan Banteng (08.00–13.00 WIB).

  • Jakarta Utara: Halaman parkir Samsat Jakarta Utara, Masjid Al Musyawarah Kelapa Gading (08.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Barat: Mall Citraland (08.00–14.30 WIB).

  • Jakarta Selatan: Halaman parkir Samsat Jakarta Selatan, TMP Kalibata (08.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Timur: Halaman parkir Samsat Jakarta Timur, Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.30 WIB).

  • Kota Tangerang: Alun-alun Cibodas, Parkiran Busway Foodmosphere (09.00–14.00 WIB).

  • Serpong: Samsat Serpong (08.00–14.00 WIB), ITC BSD (15.30–17.30 WIB).

  • Ciledug: Giant Poris Gaga Indah, Metland Cyber Cipondoh Ceper (09.00–14.00 WIB).

  • Ciputat: Kantor Kelurahan Pondok Betung, Pasar Gintung Ciputat Timur (09.00–12.00 WIB).

  • Kabupaten Tangerang: Gtown Square (08.00–14.00 WIB).

  • Kota Bekasi: KFC Zamrud (09.00–11.00 WIB).

  • Kabupaten Bekasi: Pasar Bersih Cikarang Baru (09.00–12.00 WIB).

  • Depok: Samsat Depok (08.00–14.00 WIB), RS Bhayangkara Brimob (08.00–12.00 WIB).

  • Cinere: Kantor Kelurahan Pondok Petir (08.00–12.00 WIB).

Untuk memanfaatkan layanan ini, pemohon wajib membawa sejumlah dokumen persyaratan, yaitu KTP asli, BPKB, STNK, serta masing-masing fotokopinya. Selain itu, kendaraan tidak boleh memiliki tunggakan PKB lebih dari satu tahun.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Samsat Keliling hanya melayani pembayaran PKB tahunan. Sementara itu, untuk keperluan PKB lima tahunan, ganti pelat nomor, dan cek fisik kendaraan, masyarakat tetap harus datang langsung ke kantor Samsat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News