Beranda blog Halaman 454

Layanan SIM Keliling Digelar di Lima Titik Jakarta Hari Ini, Catat Lokasinya!

Ditlantas Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling di lima titik Jakarta pada Selasa (24/2). Layanan ini disediakan untuk memudahkan masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) tanpa harus datang ke kantor Satpas.

Melalui informasi yang disampaikan akun resmi TMC Polda Metro Jaya di platform X, layanan SIM Keliling beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan lokasi sebagai berikut:

  • Jakarta Timur: Lobby depan Mall Grand Cakung

  • Jakarta Selatan: Area parkir samping Universitas Trilogi Kalibata

  • Jakarta Utara: Lobby utama LTC Glodok

  • Jakarta Pusat: Area parkir Kantor Pos Lapangan Banteng

  • Jakarta Barat: Lobby Selatan Mall Ciputra

Untuk melakukan perpanjangan, pemohon wajib membawa sejumlah dokumen, yaitu fotokopi KTP yang masih berlaku, fotokopi dan SIM asli, bukti cek kesehatan, serta bukti tes psikologi.

Adapun layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku. Jika masa berlaku SIM telah habis, pemilik harus mengajukan permohonan pembuatan SIM baru di Satpas sesuai ketentuan kepolisian.

Biaya perpanjangan SIM tetap mengacu pada PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang PNBP, yaitu:

  • Rp80.000 untuk SIM A

  • Rp75.000 untuk SIM C

Sementara itu, untuk pemegang SIM B, perpanjangan hanya dapat dilakukan di kantor Satpas karena perbedaan persyaratan dokumen dan kategori kendaraan yang diatur khusus untuk kendaraan berbobot lebih dari 3,5 ton.

Layanan SIM Keliling ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurus legalitas berkendara dengan lebih cepat, mudah, dan efisien di lokasi yang lebih dekat dengan domisili mereka.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Daftar Lokasi Samsat Keliling Selasa Ini: Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya kembali mengoperasikan layanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling di 14 titik wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada Selasa (24/2). Layanan ini dibuka untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan tanpa harus datang ke kantor Samsat.

Mengutip informasi dari akun X resmi TMC Polda Metro Jaya, berikut daftar lengkap lokasi dan jadwal operasional Samsat Keliling di Jadetabek:

Jakarta

  • Jakarta Pusat: JIExpo Kemayoran (10.00–20.00 WIB), Lapangan Banteng (08.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Utara: Halaman parkir Samsat, Masjid Al Musyawarah Kelapa Gading (08.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Barat: Mall Citraland (08.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Selatan: Halaman parkir Samsat (09.00–14.00 WIB), depan TMP Kalibata (09.00–14.00 WIB).

  • Jakarta Timur: Parkir Samsat dan Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.00 WIB).

Tangerang Raya

  • Kota Tangerang: Alun-alun Cibodas dan Parkiran Busway Foodmosphere (09.00–13.00 WIB).

  • Serpong: Halaman parkir Samsat (08.00–14.00 WIB), Mal ITC BSD Serpong (15.30–17.30 WIB).

  • Ciledug: Giant Poris Gaga Indah, Metland Cyber City Cipondoh (09.00–14.00 WIB).

  • Ciputat: Halaman parkir Samsat dan Kantor Kelurahan Pondok Betung (09.00–12.00 WIB).

  • Kelapa Dua: Halaman GTown Square Gading Serpong (08.00–14.00 WIB).

Bekasi dan sekitarnya

  • Kota Bekasi: KFC Zamrud (09.00–11.00 WIB).

  • Kabupaten Bekasi: Pasar Bersih Cikarang Baru Jababeka (09.00–12.00 WIB).

Depok

  • Halaman parkir Samsat Depok (08.00–14.00 WIB) dan RS Bhayangkara Brimob (08.00–12.00 WIB).

  • Cinere: Halaman kantor Kelurahan Pondok Petir (08.00–12.00 WIB).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan di Pagi hingga Siang, Malam Berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca berawan hingga hujan ringan akan terjadi di wilayah Jakarta sepanjang Selasa (24/2).

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui laman resmi BMKG, hujan ringan diperkirakan turun pada pagi hari di beberapa wilayah, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sementara itu, cuaca berawan diprediksi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Memasuki siang hari, sebagian wilayah masih diselimuti awan, terutama Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Adapun Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Menjelang sore hingga malam hari, BMKG memprediksi kondisi cuaca kembali merata dengan dominasi berawan di seluruh wilayah Jakarta.

Adapun suhu udara di Jakarta hari ini diperkirakan berada pada kisaran 24–30 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 64–92 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Temui Menteri PKP, Gubernur Al Haris Perkuat Kolaborasi Atasi RTLH dan Kawasan Kumuh di Jambi

Gubernur Jambi Al Haris bersama para Bupati/Wali Kota serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) se-Provinsi Jambi melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Senin (23/02/25) di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jakarta.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal dan para Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian PKP.

Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan perumahan subsidi, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), serta penataan kawasan kumuh di Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa kebutuhan rumah di Provinsi Jambi masih sangat tinggi. Meski pembangunan perumahan subsidi terus berjalan dan pengembang cukup aktif, jumlah tersebut belum mampu menutupi seluruh kebutuhan masyarakat.

“Kalau misalnya perumahan subsidi sudah banyak di daerah dan pengembang luar biasa, tetapi masih kurang tentunya karena jumlah orang yang tidak antre juga banyak. Jambi ada 363 ribu yang butuh rumah, rumah yang tidak layak huni ada 215 ribu. Artinya adalah kita bertahap kolaborasi dan kami juga menggandeng pihak swasta di daerah,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris memaparkan, tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah daerah bersama pemerintah pusat. Dengan angka kebutuhan rumah mencapai 363 ribu unit dan 215 ribu rumah dalam kondisi tidak layak huni, diperlukan langkah strategis dan kolaboratif agar penanganannya dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Selain pembangunan rumah baru dan rehabilitasi RTLH, Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya penataan kawasan kumuh.

Menurutnya, pembenahan kawasan kumuh bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat.

“Kawasan kumuh juga penting. Artinya kalau kawasan kumuh sudah dibenahi bersama, dia akan lebih sehat, hidupnya sehat,” tegasnya.

Melalui audiensi ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap adanya dukungan program dan anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan backlog perumahan serta meningkatkan kualitas permukiman masyarakat.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat Jambi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Benahi Lingkungan dari Desa hingga Ibu Kota

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas peluncuran gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai arah baru pembenahan lingkungan nasional. Program ini dinilai menjadi momentum penting untuk menghadirkan tata kelola kebersihan yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan menyentuh seluruh lapisan wilayah, mulai dari desa hingga ibu kota negara.

Gerakan tersebut tidak sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor dengan langkah cepat dan terukur.

Menurut Lia Istifhama, fokus pada kebersihan lingkungan di setiap tingkatan wilayah merupakan strategi konkret untuk menghadirkan dampak langsung yang dapat dirasakan masyarakat dalam waktu relatif singkat. Pembenahan yang dimulai dari desa, kecamatan, kabupaten, kota, hingga ibu kota provinsi dan negara menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.

Ia menilai gerakan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh elemen, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam gerakan ASRI adalah persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah. Lia menggarisbawahi pentingnya sistem pengolahan sampah yang modern, efektif, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Ia memberikan apresiasi kepada sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan teknologi daur ulang serta alat pemusnah sampah berskala kecil yang ramah lingkungan. Teknologi tersebut dinilai mampu menjadi solusi konkret karena tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan bau, dan dapat dioperasikan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Dalam pandangannya, kehadiran alat pengolahan sampah di tingkat wilayah paling bawah akan memangkas ketergantungan pada tempat pembuangan akhir. Sampah dapat diselesaikan lebih cepat, lebih dekat, dan lebih efisien di sumbernya.

Gerakan ASRI yang berjalan seiring dengan strategi Indonesia Incorporated diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan transformasi lingkungan yang berkelanjutan. Konsep ini menempatkan kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan sebagai fondasi pembangunan nasional.

Lia optimistis langkah ini mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi semata, tetapi juga kualitas lingkungan hidup yang menjadi penopang masa depan bangsa.

Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat dengan harapan perubahan nyata dapat segera dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Tren Positif, Pengumpulan Zakat Kaltim Tembus Rp 20,6 Miliar pada 2025

Pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, total pengumpulan zakat mencapai Rp 20,6 miliar. Meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan mengungkapkan bahwa pada 2021 dana ZIS terkumpul sebesar Rp 6,8 miliar. Kemudian, naik menjadi Rp 8,7 miliar (2022), Rp14,4 miliar (2023), Rp16,6 miliar (2024), hingga menembus Rp 20,6 miliar pada 2025.

Hal itu disampaikan dalam agenda Kaltim Berzakat yang digelar di Olah Bebaya Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).

Menurut Nabhan, peningkatan tersebut tidak lepas dari bertambahnya partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) BUMD, serta dunia usaha dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Semakin banyak zakat yang dikumpulkan, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dana ZIS yang terkumpul disalurkan untuk berbagai program strategis, meliputi sektor pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, advokasi, dan dakwah.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, kontributor zakat terbesar di antaranya berasal dari PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara), RSKD Balikpapan, serta Dinas Kehutanan Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan zakat secara simbolis dari PT Migas Mandiri Pratama (MMP) sebesar Rp 160 juta dan PT BPD Kaltim Kaltara senilai Rp 3,6 miliar.

BAZNAS Kaltim optimis tren positif ini akan terus berlanjut. Sehingga pengelolaan zakat dapat semakin optimal dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kesenjangan sosial di Kalimantan Timur.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenhut Serahkan SK TORA dan SK HKm Transformasi di Banyuwangi: Kepastian Akses Lahan, Penguatan Ekonomi, dan Pemulihan Hak Masyarakat

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan Tanah Objek Reforma Agraria (SK TORA) dan Surat Keputusan Hutan Kemasyarakatan (SK HKm) Transformasi kepada masyarakat di Desa Temurejo, Banyuwangi, Sabtu (21/2). Penyerahan ini menjadi langkah konkret negara dalam memberikan kepastian hukum atas penguasaan dan pengelolaan lahan hutan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat yang telah lama menggantungkan hidupnya pada kawasan hutan.

Melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 183 Tahun 2026, pemerintah menetapkan pelepasan kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT) seluas ± 160,735 hektare untuk dijadikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini mencakup 12 kecamatan dan 26 desa/kelurahan, termasuk Desa Temurejo, Bangsring, Wongsorejo, Kalipuro, hingga Pesanggaran.

Penyerahan resmi dilakukan bersama pemerintah daerah setempat. Menteri Kehutanan Raja Antoni menegaskan, langkah ini sejalan dengan amanah Prabowo Subianto untuk memaksimalkan fungsi hutan bagi kesejahteraan rakyat melalui SK TORA dan Perhutanan Sosial.

“Alhamdulillah pada hari ini, ditemani Ibu Bupati, kita cari hari yang baik, tanggal yang baik di bulan suci Ramadan ini akhirnya saya dapat kembali berkunjung, dan menyerahkan SK TORA yang ditunggu-tunggu,” jelas Menteri Kehutanan.

Penyerahan SK TORA juga merefleksikan kehadiran negara dalam menuntaskan persoalan masyarakat yang telah lama bermukim dan mengelola kawasan hutan yang secara turun-temurun menggantungkan hidupnya pada lahan tersebut. Dengan kepastian hukum ini, masyarakat memiliki dasar yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Selain SK TORA, pemerintah juga menyerahkan SK HKm Transformasi sebagai bagian dari kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) di Pulau Jawa. Transformasi ini mengubah status masyarakat dari mitra Perum Perhutani dalam skema Kulin KK menjadi pemegang izin Perhutanan Sosial yang mandiri. Transformasi ini membuka peluang pengembangan usaha kehutanan kayu dan non-kayu, tanaman pangan dan rempah, hingga jasa lingkungan dan ekowisata.

Dua kelompok masyarakat penerima SK HKm Transformasi antara lain:

KTH Kemuning Asri, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro (SK HKm Nomor 8639 Tahun 2025 seluas 441 ha); dan
Gapoktanhut Purwo Maju Sejahtera di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo (SK HKm Nomor 8634 Tahun 2025 seluas 51 ha)
Rangkaian acara juga diisi dengan penanaman simbolis pohon sawo kecik (sawo jawa) sebagai penegasan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa bersama masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Nasaruddin Umar Datangi KPK Jelaskan Kunker ke Sulsel

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hari ini datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Menag untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan pesawat khusus saat berkunjung ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026 untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar.

Menag di awal menjelaskan bahwa sudah beberapa kali datang ke KPK. Menag bahkan pernah menyerahkan pemberian dari seseorang yang dia duga waktu itu terkait penyelenggaraan haji. Menag juga beberapa kali berkonsultasi ke KPK.

“Kali ini kita datang lagi untuk menyampaikan terkait kemarin kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan, menggunakan pesawat khusus. Saya datang ke sini untuk menyampaikkan hal itu,” ujar Menag di kantor KPK, Jakarta, Senin (23/2/2026)

Menag bersyukur pertemuannya dengan KPK berjalan lancar. Menag juga memberikan apresiasi kepada KPK yang memberi ruang baginya untuk menyampaikan penjelasan. Menag bertekad dirinya dapat menjadi contoh bagi para pegawai di Kementerian Agama maupun para penyelenggara negara, dalam pencegahan gratifikasi dan pemberantasan korupsi.

“Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi temen-temen lain. Mari kita mencoba untuk mendukung seluruh gagasan yang telah kita sosilaisasikan, terutama dari KPK. Mari kita menjadi penyelenggara yang baik,” ajak Menag.

“Laporkan apapun yang mungkin _syubhat_ buat kita. Laporkan apa adanya. Kita jangan khawatir. Mudah-mudahan hal (pelaporan) ini adalah contoh yang baik untuk siapapun juga yang sebagai penyelenggara negara,” tegasnya.

Jubir KPK: Teladan Positif

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa pelaporan dugaan gratifikasi di awal yang dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi teladan yang positif bagi setiap penyelenggara negara untuk melaporkan apapun penerimaan yang dilakukannya. Ini juga menjadi salah satu bentuk mitigasi awal.

“Kita lakukan pencegahan-pencegahan khususnya terkait konflik kepentingan yang barang kali ke depan akan muncul,” sebutnya.

Budi Prasetyo menggarisbawahi tiga hal yang disampaikan Menteri Agama. Pertama, bagaimana seorang Menteri sebagai penyelenggara negara harus punya komitmern kuat dalam memberantas korupsi, khususnya terkait upaya pencegahan, salah satunya dengan melaporkan gratifikasi sejak awal.

Kedua, Menag menyampaikan juga bahwa ini menjadi teladan yang positif, tidak hanya di Kementerian Agama tapi juga di seluruh jajaran penyelenggara negara maupun ASN di seluruh Indonesia. “Kita sejak awal melakukan mitigasi, khususnya pencegahan korupsi,” ujar Budi.

“Ketiga, ini menjadi edukasi kepada masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan suatu hadiah atau bentuk lainnya kepada penyelenggara negara atau ASN,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Sumedang Gerak Cepat Mitigasi Longsor di Cisoka, Bersihkan Material dan Pantau Potensi Susulan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melakukan langkah cepat dalam penanganan bencana longsor yang terjadi di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (23/2/2026). Upaya mitigasi dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Melalui koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama pemerintah desa, unsur kecamatan, TNI-Polri, dan perangkat daerah terkait langsung melakukan pembersihan material longsor yang sempat menyumbat aliran sungai kecil di kawasan tersebut.

Longsor di Cisoka dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada kawasan permukiman. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan terhadap pergerakan tanah di area rawan longsor guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, meninjau langsung lokasi dari titik puncak longsor hingga area di bawahnya yang terdampak material.

“Kami melihat dari titik puncak terjadinya longsor dan di bawah sudah dilakukan pembersihan bersama dengan stakeholder untuk mengantisipasi bencana longsor susulan,” ujarnya.

Tim melakukan pembersihan material longsoran yang sempat menyumbat aliran sungai guna mencegah potensi banjir bandang.

“Kami juga sudah membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran sungai yang dikhawatirkan akan terjadi banjir di aliran Sungai Cihonje. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan,” katanya.

Pemkab Sumedang memastikan pemantauan berkala akan terus dilakukan, terutama di kawasan rawan longsor. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait juga diperkuat guna meminimalisir risiko bencana lanjutan serta menjaga keselamatan masyarakat.

Langkah mitigasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat respons bencana sekaligus memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumedang.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Setahun Kepemimpinan Rudy Mas’ud-Seno Aji, Capaian Program Prioritas Terlihat di Tengah Tantangan Implementasi

Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur, Seno Aji, berbagai program prioritas mulai menunjukkan arah implementasi sebagai bagian dari komitmen pembangunan daerah. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, kepemimpinan ini mengusung visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan.

Satu tahun berjalan, publik mulai menakar sejauh mana janji politik diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur dan berdampak. Program unggulan Gratispol menjadi sorotan karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bantuan pendidikan gratis jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi, layanan kesehatan tanpa biaya administrasi, seragam sekolah gratis, internet desa, hingga bantuan perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah.

Sejumlah capaian awal mulai terlihat. Bantuan pendidikan tercatat telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa di Kalimantan Timur, distribusi puluhan ribu paket seragam sekolah bagi ratusan sekolah terealisasi, serta konektivitas digital desa melampaui target awal pemerintah provinsi. Namun, di balik capaian tersebut, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan administratif, penyesuaian kriteria penerima, serta pemerataan manfaat antarwilayah.

Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur, Jumat (20/2/2026), bertajuk “Menakar Satu Tahun Capaian Pemimpin Kaltim”. Dialog menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni dan akademisi Universitas Mulawarman Purwadi sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuni menekankan bahwa sebelum berbicara capaian, publik perlu memahami proses birokrasi yang dilalui dalam menjalankan program prioritas kepala daerah.

Menurutnya, setelah pelantikan kepala daerah, langkah utama birokrasi adalah mengintegrasikan janji politik dengan perencanaan pembangunan daerah melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Integrasi itu mempertemukan program teknokratik dengan visi politik agar dapat dijalankan dalam kerangka regulasi,”ujar Sekda.

Ia menjelaskan, proses integrasi relatif berjalan selaras karena sebagian besar janji politik beririsan dengan program pemerintah pusat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kondisi tersebut memudahkan pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran, termasuk melalui pergeseran dan perubahan program pada tahun pertama.

Namun, pelaksanaan program tidak dapat berjalan tanpa payung hukum. Pemerintah provinsi harus menyiapkan regulasi melalui Peraturan Gubernur maupun Peraturan Daerah, setelah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar program prioritas memiliki dasar hukum yang jelas.

Salah satu contoh penyesuaian terjadi pada program bantuan pendidikan gratis. Sri Wahyuni menjelaskan, konsep awal Gratispol mengalami penyesuaian terminologi menjadi bantuan pendidikan gratis agar sesuai dengan regulasi, termasuk penetapan kriteria penerima dan pembatasan berdasarkan kemampuan fiskal daerah.

“Meski demikian, esensi program tetap sama, yakni membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi putra-putri Kalimantan Timur agar memiliki daya saing dan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,”ungkapnya.

Pada tahun pertama pelaksanaan, bantuan pendidikan gratis telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Program tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas kampus, termasuk akreditasi, karena pemerintah provinsi membantu pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai batas yang ditetapkan.

Capaian juga terlihat pada program lain, seperti seragam sekolah gratis, dukungan operasional pendidikan melalui penguatan BOS daerah, bantuan administrasi kepemilikan rumah, hingga program internet desa dan perjalanan religi yang hampir seluruhnya terealisasi.

Meski begitu, Sri Wahyuni mengakui tahun pertama merupakan fase sosialisasi, adaptasi dan penyesuaian ekspektasi masyarakat. Program baru memerlukan waktu untuk membangun koordinasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan perbankan, perangkat daerah dan pengembang perumahan.

Selain faktor teknis, tantangan fiskal juga menjadi perhatian. Penyesuaian anggaran serta dinamika dana transfer ke daerah memengaruhi ruang pembiayaan program, sehingga pemerintah harus melakukan prioritisasi tanpa mengurangi substansi janji politik.

Ia menegaskan, ketika proses politik telah berakhir melalui pelantikan kepala daerah, fokus birokrasi adalah menerjemahkan esensi janji politik ke dalam RPJMD dan menjalankannya sesuai regulasi.

“Di birokrasi pasti ada penyesuaian dan rambu-rambu. Namun esensi dari janji politik itu tidak berubah,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News