Beranda blog Halaman 4600

Karya Nyata TNI-Polri Berikan 210 Paket Bansos Untuk Masyarakat NTB

Karya Nyata TNI-Polri Berikan 210 Paket Bansos Untuk Masyarakat NTB

SuaraPemerintah.id – Sebanyak 210 paket bantuan sosial (Bansos) dalam rangka Operasi Lilin Rinjani akan disalurkan ke masyarakat NTB.

Bantuan Sosial yang disalurkan berisi paket 20 Kg beras dan mie instan dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya diakhir tahun 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan Bansos ini merupakan karya nyata dharma TNI-Polri untuk meringankan beban masyarakat, terlebih ditengah pandemi Covid-19.

“Karya nyata dari awal sampai akhir tahun, terus dilakukan TNI-Polri sebagai pengabdiannya kepada masyarakat NTB,” ungkap Miq Gite, Senin (28/12) pada Apel Dalam Rangka Pendistribusian Bansos Akhir Tahun 2020, di Lapangan Polda NTB.

Apresiasi dan rasa bangga juga disampaikan Miq Gite atas peran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pilkada di 7 Kabupaten /Kota.

“Ini membuktikan sinergi dan kebersamaan Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat selalu bersatu menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan bersama,” jelas mantan Karo Humas Pemrov. NTB ini.

Sementara itu Kapolda NTB Irjenpol Muhammad Ikbal, S.IK mengatakan penyaluran bantuan ini sebagai bukti kehadiran TNI-Polri ditengah masyarakat.

Diakhir tahun 2020, bantuan paket sembako ini diharapkan meringankan penerima yang membutuhkan. “Rekan-rekan Babinsa, Babinpotmar,Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas sampaikan bansos dengan tulus kepada masyarakat sebagai amal ibadah kita,”tutupnya.

Selain itu, Kapolda menegaskan Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman. Banyak indikatornya misalnya dilihat bahasa yang beragam. Walaupun bahasa Indonesia menjadi bahasa Ibu tetapi keberagaman adat istiadat bahasa seni kuliner dan sebagainya itu merekatkan bangsa ini.

“Kalau tidak salah saya membaca beberapa literatur satu-satunya negara di seluruh dunia hanya Indonesia yang memiliki keberagaman agama ideologi adat istiadat bahasa kuliner seni dan sebagainya,”kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri.

Namun lebih dari 75 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap survive tetap berdiri kokoh. Kekokohan ini, membuktikan TNI-Polri tetap bersama bergandengan tangan.

Sejarah mencatat ketika terjadi gempa 2018 di bumi NTB, hadapi Covid dan Pilkada TNI-Polri mampu bersama mengatasi pernasalahan tesebut. Bahkan mendapat apresiasi di seluruh penjuru nusantara karena mampu melakukan bantuan, mapping identifikasi, meringankan, menjaga Kamtibmas serta berada ditengah masyarakat ditengah musibah.

“Mengutip bahasanya Pak Danrem bahwa TNI-Polri bukan hanya saudara kandung tetapi saudara kembar,” tegasnya.

Sehingga ia mengajak TNI-Polri untuk bergandengan tangan, melangkah dengan satu semangat menyapa masyarakat untuk menunjukkan bahwa TNI-Polri di NTB tetap ada. Karena kunci utama agar masyarakat terus melakukan aktivitasnya sehari-hari ditengah tengah pandemi covid 19.

Pesawat N219 Karya Anak Bangsa, Kemenhub Resmikan Sertifikat Pada PT. Dirgantara Indonesia

Kemenhub Serahkan Sertifikat Pesawat N219 Pada PT. Dirgantara Indonesia

SuaraPemerintah.idKementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan sertifikat tipe Pesawat N219 kepada PT Dirgantara Indonesia (DI). Penyerahan sertifikat oleh Ditjen Perhubungan Udara kepada PT DI disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (28/12).

Sesuai dengan UU. No.1 tahun 2009, pasal 13 menyebutkan bahwa pesawat udara, mesin pesawat udara, dan baling-baling pesawat udara yang akan dibuat untuk digunakan secara sah (eligible), harus memiliki rancang bangun yang disertifikasi oleh Ditjen Perhubungan Udara. Setelah melalui rangkaian uji dalam proses sertifikasi dan final certification board meeting pada 18 Desember 2020, sertifikat tipe untuk pesawat udara N219 resmi diterbitkan.

“Kami mengapresiasi tersertifikasinya pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa. Selesainya proses sertifikasi tipe diharapkan menjadi tonggak bersejarah kebangkitan industri rancang bangun pesawat udara di Indonesia setelah era pengembangan pesawat buatan anak bangsa N250 sekitar 30 tahun lalu yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia ke-3 B. J. Habibie, ” kata Menhub Budi Karya.

Menhub berharap, pencapaian ini dapat menjadi motivasi PT. Dirgantara Indonesia untuk terus berinovasi, karena masih diperlukan penyempurnaan teknis pada pesawat generasi selanjutnya sehingga bisa bersaing dengan pesawat buatan luar negeri dan mempunyai daya jual yang tinggi.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, Kemenhub berencana memesan pesawat N219 untuk keperluan kalibrasi fasilitas penerbangan dan memenuhi kebutuhan pesawat untuk menjangkau daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) serta angkutan perintis.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan, Sertifikasi terhadap pesawat udara model N219 dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Udara sejak Febuari 2014. Sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 21 atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Part 21, masa sertifikasi berlaku selama 3 tahun, dan Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan 2 (dua) kali ijin perpanjangan pada tanggal 8 Februari 2017 dan 11 Februari 2020.

Direktur Utama PT. Digantara Indonesia Elfien Guntoro mengatakan Pesawat N219 merupakan sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena sepenuhnya merupakan karya anak bangsa dan juga merupakan prestasi pertama untuk dapat menyelesaikan evaluasi dan tes bagi pesawat dengan kompleksitas cukup besar ini.

“Sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia untuk pertama kali berhasil menyelesaikan sertifikasi pesawat yang sepenuhnya merupakan karya anak bangsa dan juga merupakan prestasi pertama bagi PT. Dirgantara Indonesia serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dapat menyelesaikan evaluasi dan test bagi produk pesawat terbang nasional dengan kompleksitas cukup besar ini” kata Erfien.

Sebagai informasi N219 adalah pesawat udara kategori komuter, high-wing monoplane dengan mid tail empennage, unpressurised cabin berkapasitas maksimum 19 penumpang, dengan roda pendarat fuselage mounted non-retractable tricycle, 2(dua) engine turboprop PT6A-42 dengan 4 bilah propeller Hartzell, serta dilengkapi sistem navigasi-komunikasi Garmin 1000 Next Generation. Pesawat N219 akhirnya mendapatkan sertifikat setelah menjalani proses sertifikasi selama hampir 7 tahun.

Komisi I DPR Desak Malaysia Tangkap Pelaku Parodi Indonesia Raya

Komisi I DPR Desak Malaysia Tangkap Pelaku Parodi Indonesia Raya

SuaraPemerintah.id – Lagu parodi Indonesia Raya yang benuansa penghinaan menjadi sorotan. Komisi I DPR RI meminta masyarakat tak menumpahkan kemarahan terhadap warga negara Malaysia yang tidak berkaitan dengan video itu.

Kemarahan jangan ditumpahkan kepada WN Malaysia yang tidak tersangkut hal tersebut,” ujar Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid kepada wartawan, Senin (28/12/2020).

Meutya mengimbau semua pihak menunggu proses hukum yang sedang dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Namun, ia mendesak perlunya konsekuensi hukum terhadap pelaku aksi pelecehan simbol-simbol negara Indonesia.

Kita menunggu Malaysia menangkap dan menghukum pelaku penghinaan terhadap lagu Indonesia Raya,” kata Meutya.

Di saat yang bersamaan masyarakat kita harapkan tetap tenang, yang perlu kita minta secara tegas adalah konsekuensi hukum terhadap pelaku aksi pelecehan terhadap simbol-simbol negara RI tersebut,” imbuhnya.

Ketua DPP Partai Golkar itu berharap pelaku video parodi Indonesia Raya dapat dihukum sesuai aturan yang berlaku di Malaysia. Hal ini perlu dilakukan sebagai komitmen penghormatan Malaysia terhadap Indonesia.

“Diproses sesuai hukum yang berlaku di Malaysia, sebagai bentuk komitmen terhadap penghormatan Malaysia pada simbol Indonesia sebagai negeri jiran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketum Komisi I DPR menyoroti kedekatan hubungan antara kedua negara. Menurutnya, Malaysia sebagai negara sahabat harus memastikan pelaku video parodi penghinaan terhadap Indonesia dapat dihukum.

Indonesia dan Malaysia adalah saudara serumpun, dua negara yang berbatasan langsung, karena itu pemerintah Malaysia harus memastikan penghormatan terhadap simbol-simbol negara apalagi megara sahabat dengan memastikan bahwa pelaku dapat ditangkap dan dihukum. Hal ini perlu agar terjadi situasi dan hubungan yang senantiasa kondusif antara dua negara,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, video lagu ‘Indonesia Raya’ yang dibuat parodi. Video itu berjudul ‘Indonesia Raya Instrumental (Parody+Lyrics Video)’.

Video parodi itu awalnya diunggah oleh salah satu akun YouTube yang berlogo bendera Malaysia. Di video itu, terdapat ayam berlambang Pancasila dengan latar warna merah putih.

Video diawali dengan suara ayam berkokok. Aransemen lagu dalam video parodi itu hampir sama dengan lagu ‘Indonesia Raya’.

Sedangkan liriknya secara garis besar berisi penghinaan terhadap Indonesia. Ada juga yang menyinggung Presiden Jokowi dan Presiden RI ke-1, Sukarno.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) angkat bicara mengenai kejadian itu. Kemlu mengatakan Kepolisian Malaysia saat ini tengah menginvestigasi terkait video tersebut.

Berdasarkan laporan KBRI Kuala Lumpur, pihak Kepolisian Malaysia sedang melakukan investigasi,” kata Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, melalui pesan singkat, Minggu (27/12).

Dalam kesempatan terpisah, pemerintah Malaysia, lewat Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, mencermati kasus lagu Indonesia Raya yang dibuat parodi. Kedubes Malaysia memastikan pihak berwenang sedang menyelidiki masalah tersebut.

“Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta memperhatikan video yang diduga diunggah di Malaysia yang mengejek dan menghina Indonesia. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta ingin memastikan bahwa pihak berwenang Malaysia sedang menyelidiki masalah tersebut,” tulis pernyataan Kedubes Malaysia di Indonesia yang diunggah akun Twitter @MYEmbJKT, Senin (28/12).

Jelang Malam Tahun Baru, Polres Cilegon Musnahkan 5.600 Botol Miras

Jelang Malam Tahun Baru, Polres Cilegon Musnahkan 5.600 Botol Miras

SuaraPemerintah.id – Polres Cilegon jelang malam Tahun Baru memusnahkan 5.600 botol minuman keras (miras) hasil razia di warung jamu hingga tempat hiburan malam. Polisi menyebut ada peningkatan jumlah botol miras yang dirazia dan dimusnahkan tahun ini.

“Hari ini kita melaksanakan pemusnahan miras sebanyak 5.600 botol dari hasil kegiatan-kegiatan kepolisian berupa kegiatan rutin yang ditingkatkan maupun kegiatan dengan adanya informasi masyarakat misalnya ada orang penjual miras kemudian orang mabuk kemudian kita tindak lanjuti dengan melaksanakan operasi miras,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono, Senin (28/12/2020).

Pemusnahan dilakukan di halaman belakang Mapolres Cilegon, dari ribuan botol miras, setidaknya ada 7 jenis miras baik lokal maupun oplosan.

“Hari ini terkumpul 5.600 dan kami lakukan pemusnahan terhadap barang bukti tersebut. Tahun ini lebih banyak, tahun lalu 5.300,” ujarnya.

Sigit menyebut rata-rata miras didapat dari hasil razia di warung jamu, toko kelontong, dan tempat hiburan malam. Dia menyebut ada kedok yang dilakukan oleh penjual miras.

“Warung jamu, tempat hiburan malam, tukang jamu ada, penjual di toko kelontong juga ada dan rata-rata di daerah Cilegon ini kadang kita hanya melihat depannya ini toko kelontong gitu tapi kadang menjual miras,” kata dia.

Tren peredaran miras di Cilegon disebut meningkat dibanding tahun lalu. Peningkatan itu dilihat dari jumlah barang bukti yang disita kemudian dimusnahkan.

Ada peningkatan, kalau saya melihatnya dari sisi apa yang disita, dari faktanya meningkat dari tahun lalu dan otomatis peredaran juga meningkat hiburan,” ujarnya.

Selain razia minuman keras, Polres Cilegon juga tetap gencar berpatroli dan melakukan imbauan kepada masyarakat agar disiplin mentaati protokol kesehatan Covid 19.

Patroli dilalkukan untuk mencegah timbulnya klaster-klaster baru Covid 19 di daerah hukum Polres Cilegon Selama Libur Natal dan Tahun Baru (Natarru).

Kasat Binmas Polres Cilegon AKP Yudi Permana mewakili Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, mengatakan, jajarannya melakukan patroli Covid 19 atau Ops Yustisi Covid 19 secara mobile di daerah Hukum Polres Cilegon.

Menurut Yudi, beberapa tempat dikunjungi diantaranya pool Taksi, pedagang di pasar, penjahit dan lainnya.

“Kami dari Polres Cilegon tidak hanya mengimbau bagi yang tidak memakai masker, juga memberikan teguran lisan,” terang Yudi.

Panen Perdana Ikan Kobia Jadi Potensi Peluang Pasar Domestik & Ekspor

Panen Perdana Ikan Kobia

SuaraPemerintah.id – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, telah berhasil membudidayakan ikan kobia. Dan ikan kobia kini tengah menjadi salah satu komoditas unggulan yang kini mulai dilirik oleh para pembudidaya.

Salah satu yang berhasil membudidayakan ikan kobia ini adalah daerah Pangandaran, yang baru saja lakukan panen perdananya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan panen perdana ikan kobia ini merupakan salah satu prestasi yang membanggakan. Setelah UPT kami yaitu BBPBL Lampung yang telah berhasil mengusai teknologi budidaya kobia mulai dari pemeliharaan, pemijahan induk, pemeliharaan larva, hingga pembesaran di Keramba Jaring Apung (KJA), dan kini sudah dibudidayakan ke daerah-daerah.

“Panen perdana ikan kobia di Pangandaran ini capaian yang luar biasa dari BBPBL Lampung. Ke depan bukan hanya di Pangandaran saja tapi daerah lain bisa segera menyusul”, ungkap Dirjen Slamet.

Karena, menurut Slamet, budidaya ikan kobia memiliki beberapa keunggulan, relatif lebih mudah dibudidayakan. Disamping itu juga, waktu pemeliharaannya pun lebih singkat dibandingkan dengan ikan laut lainnya.

Sekitar pemeliharaan 9 bulan, ikan dapat tumbuh mencapai 4-6 kg. “Dari segi konsumsi, ikan kobia memiliki keunggulan karena mengandung EPA dan DHA. Kualitas dagingnya pun sempurna dengan tekstur dagingnya yang putih, enak, dan empuk. Makanya banyak diminati”, ujar Slamet.

Selain itu, lanjut Slamet lagi, peluang pasar dan preferensi konsumen baik pasar domestik dan ekspor kobia masih terbuka luas diantaranya Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, Eropa.

“Potensi ikan kobia di masa mendatang itu luar biasa. Ikan kobia bisa menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor. Karena pasarnya yang luas, harganya pun premium. Makanya penting untuk kita dorong agar produksi ikan kobia bisa kita tingkatkan”, tambah Slamet.

Untuk itu, Slamet memberikan apresiasi dan selamat kepada kelompok pembudidaya ikan bahari indah di Pantai Timur Pangandaran Jawa Barat yang telah berhasil melakukan panen perdana atas keberhasilannya. Atas bantuan benih dari BBPBL Lampung dan juga bimbingan teknis dari balai.

“Keberhasilan ini menunjukkan bukti keseriusan pembudidaya dalam berbudidaya ikan kobia dan tetap semangat dan bangkit meski saat ini kita semua masih dibayangi pandemi Covid 19. Tapi tidak menyurutkan semangat kita untuk terus memajukan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia”, tutur Slamet.

Oleh karennya, atas keberhasilan ini akan terus kita lakukan sosialisasi dan tetap memberikan pendampingan teknis agar pembudidaya budidaya ikan kobia bisa banyak ditiru lagi terutama daerah lain, dan yang terpenting pembudidaya bisa lebih mandiri. Sehingga upaya kami untuk mensejahterakan para pembudidaya dan perbaikan ekonomi terhadap masyarakat dan bangsa pada umumnya bisa kita capai dengan baik.

“Harapannya, ikan kobia bisa terus menjadi salah satu komoditas perikanan budidaya laut yang mampu menjadi penggerak ekonomi pasca pendemi”, papar Slamet.

Sementara itu, Kepala BBPBL Lampung, Ujang Komarudin mengungkapkan BBPBL Lampung telah memulai kegiatan pemeliharaan larva ikan kobia di hatchery secara indoor dari tahun 2009.

Dengan berbagai tahapan teknologi yang telah dilakukan, dapat dijelaskan bahwa ikan kobia bukan merupakan ikan hasil rekayasa genetika.

“Teknologi budidaya ikan kobia di BBPBL Lampung telah berkembang pesat dan kini kami mampu melakukan pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva, produksi benih, serta kegiatan produksi ukuran konsumsi di Keramba Jaring Apung (KJA)”, ungkap Ujang.

Meski begitu, kami terus berupaya keras guna keberhasilan budidaya ikan kobia ini. Untuk itu, kami akan terus mengembangkan produksi ikan kobia ini dengan membentuk kawasan-kawasan budidayanya. “Tahun lalu kita sudah kembangkan kawasan budidaya kobia di Lampung, tahun ini di Pangandaran, dan berikutnya di Kepulauan Seribu”, ujar Ujang.

Disamping itu juga, kita akan terus mensosialisasikan budidaya ikan kobia kepada para pembudidaya agar lebih diminati dan produksinya bisa terus meningkat dari waktu ke waktu.

Perekayasa Madya BBPBL Lampung, Suryadi Saputra, menambahkan, Teknologi perbenihannya sudah dikuasai oleh BBPBL lampung saat ini produksi >10.000 ekor per bulan dan masih dapat ditingkatkan. “Produksi ini memungkinkan untuk menyuplai kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani diatas 20% suplai nasional”, jelas Surya.

Demi keberhasilan yang maksimal, perlu penguatan sinergi hulu hilir serta dukungan dari stakeholder terkait dalam mempromosikan dan penyerapan ikan kobia untuk konsumsi domestik dan mancanegara.

Rasa syukur dan ucapan terimakasih pun dilontarkan oleh anggota Pokdakan Bahari Indah di Pantai Timur Pangandaran Jawa Barat atas bantuan yang diberikan KKP melalui BBPBL Lampung berupa bantuan benih dan bimbingan teknis, sehingga bisa panen ikan kobia dengan produktivitas 20 kg/m3 dan omzet 10 juta per lubang keramba.

Refleksi Tragedi Tsunami, Gubernur Aceh Berikan Apresiasi 53 Negara Pendonor

SuaraPemerintah.id – Dalam rangka memperingati tragedi tsunami Aceh 16 tahun silam, Gubernur Aceh Nova Iriansyah memberikan apreasi kepada 53 negara yang telah ikut menyumbangkan donasi dalam membantu masyarakat Aceh paska bencana tsunami. Peringatan tragedi tsunami juga menjadi ajang refleksi di akhir tahun.

“Tercatat tidak kurang dari 53 negara yang telah berkontribusi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh setelah bencana,” kata Nova, saat peringatan 16 tahun Tsunami Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh pada Sabtu (26/12).

Nova memaparkan, sebagai bentuk apresiasi kepada 53 negara pendonor itu, pemerintah membuat sebuah monumen bertuliskan “Thanks to the world” dan prasasti “Thank you and peace.” Monumen itu juga lengkap dengan nama dan bendera negara, di kawasan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Peringatan tragedi bencana Tsunami Aceh tahun ini digelar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, mengingat masih di tengah situasi menghadapi wabah pandemi Covid-19.

Pemerintah mengambil tema “Refleksi Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh Dalam Menghadapi Pandemi Covid- 19”.

“Maka semangat dan daya dorong sebagai masyarakat yang terkenal religius, dapat membentuk keyakinan dan kesadaran kita atas kebesaran dan kekuasaan Allah,” tutur Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Serta mengingatkan kita bahwa negeri ini termasuk salah satu kawasan yang rawan bencana, meskipun hakikatnya semua itu adalah ujian Allah,” katanya menambahkan.

Atas nama rakyat Aceh, kata Nova Iriansyah, menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada warga nasional dan komunitas internasional atas solidaritas dan dukungan dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi setelah tsunami di Aceh.

“Untuk semua itu, sekali lagi atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh kami mengucapkan terima kasih,” kata Nova Iriansyah.

Tragedi Tsunami Aceh dan Refleksi Akhir Tahun

Tragedi tsunami Aceh terjadi 16 tahun lalu tapi masih menyisakan duka dan trauma yang dalam hingga sekarang. Maka setiap tahun bencana tersebut selalu diperingati sebagai pelajaran untuk  untuk tiap generasi.

Bencana gempa dan tsunami yang menghujam pesisir Aceh tersebut menelan ratusan ribu nyawa melayang. Hampir setengah juta rumah penduduk hancur dilanda bencana terbesar di abad 21 itu. Bencana mahadasyat ini bahkan terdampak hingga ke 14 negara.

Minggu pagi, 26 Desember 2004, gempa berkekuatan magnitido 9,1 mengguncang laut Samudera Hindia. Pusatnya berada di 160 km arah barat, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Selain Indonesia, gempa ikut dirasakan sejumlah negara lain di antaranya Malaysia, Thailand, Singapura, India, Sri Lanka hingga Burma. Gempa ini menurut sejumlah studi berlangsung beberapa kali selama 10 menit.

Setelah gempa, 15 menit berselang, gelombang besar setinggi 10 – 20 meter menerjang pesisir Aceh. Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, hingga Kabupaten Aceh Barat disapu oleh gelombang hitam tersebut. Wilayah itu mengalami dampak paling parah. Daerah lain seperti Pidie, Bireuen dan Lhokseumawe ikut terimbas gelombang.

Studi United State Geological Survey (USGS) melalui sejumlah simulasi animasi menunjukkan bahwa gelombang besar tersebut juga menghantam daratan Sri Lanka dan India. Dampak lainnya juga dialami Burma dan sebagian negara di timur Afrika.

Dari 14 negara terdampak, korban jiwa akibat bencana itu diperkirakan antara 230.000 – 280.000 jiwa. Dari total tersebut, sekitar 170.000 korban di antaranya berasal dari Provinsi Aceh.

Gempa dan tsunami Aceh pada akhirnya menyimpan duka dan luka khususnya bagi sebagian besar masyarakat Serambi Mekkah. Ratusan ribu korban terdampak kehilangan harta, benda, dan sanak saudara.

Guna mengenang peristiwa itu, Aceh membangun Monumen Thanks To The World di Banda Aceh. Dari monumen itu terekam setidaknya 167.000 orang meninggal atau hilang saat bencana gempa dan tsunami, 3.000 kilometer jalan hancur, 120 jembatan rusak dan 500.000 orang memilih pindah dari Aceh.

Tsunami Aceh memilukan itu, membuat banyak masyarakat nasional dan internasional memberikan perhatian sekaligus membantu Aceh untuk terus bangkit. Tercatat 53 negara memberikan bantuan langsung kepada Indonesia dalam penanganan akibat bencana tersebut.

 

Gugus Tugas GIT laksanakan Aksi Nyata Tertib Penerapan Prokes di Provinsi Jambi

Gugus Tugas GIT laksanakan Aksi Nyata Tertib Penerapan Prokes di Provinsi Jambi

SuaraPemerintah.idGugus Tugas Gerakan Indonesia Tertib Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan melaksanakan kegiatan aksi nyata dengan tema Tertib Penerapan Protokol Kesehatan di Samsat Kota Jambi, Senin (28/12/2020).

Aksi nyata yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas GIT dengan membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat indonesia agar menjadi lebih tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Pelaksanaan Gerakan Indonesia Tertib diharapkan dapat mendukung suksesnya agenda percepatan penanganan Covid-19 ” jelas Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional Kemenko Polhukam Brigjen TNI Iriyanto selaku Sekretaris Gugus Tugas Gerakan Indonesia Tertib.

Gerakan Indonesia Tertib saat ini menjdi semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi Pandemik Covid-19. Pandemik ini menimbulkn dampak baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.

Dengan Kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah.

“Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, bersatu padu, gotong royong, dan tentunya selalu disiplin dalam protokol kesehatan terutama penggunaan APD, minimal selalu menggunakan masker pada saat beraktifitas, mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak,” terangnya.

Gelar Forum ASDEPSI 2020 Terkait Kebijakan Administratif Dukung Tugas dan Fungsi Anggota DPRD

Gelar Forum ASDEPSI 2020 Terkait Kebijakan Administratif Dukung Tugas dan Fungsi Anggota DPRD

SuaraPemerintah.id – Layaknya sebuah pertandingan olahraga, peran sekretaris diibaratkan sebagai kapten yang memimpin tim di lapangan atas dasar pengalaman dan pengaruh besarnya kepada segenap tim serta manajer. Oleh karenanya, sekretaris memiliki peranan yang cukup vital dalam mendukung kinerja tim, tak terkecuali peran sekretaris pada institusi seperti Sekretaris DPRD.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji saat menghadiri Forum Komunikasi Asosiasi Sekretaris DPRD Seluruh Indonesia (ASDEPSI). Agenda yang digelar di Ballrom Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Minggu (27/12) malam tersebut juga dihadiri Ketua ASDEPSI sekaligus merangkap sebagai Plt Sekretaris DPRD Provinsi DKI Jakarta Hadameon Aritonang dan Ketua DPRD DIY Nuryadi.

Lebih lanjut, Aji menyampaikan bahwa tugas-tugas anggota dewan menuntut kemampuan fasilitasi dan mediasi, kesiapan menjadi penghubung antar sub-sistem, agar seluruh sistem dapat bergerak bersama.

“Inilah tugas Sekretaris DPRD dalam mengorkestrasi, agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada legislatif, dalam merenda demokrasi, mewujudkan kesejahteraan negeri,” jelas Aji. Aji berharap, forum ini dapat menjadi sarana bertukar pikiran, menyebarkan praktik baik merujuk pada pengalaman yang dialami, dan inovasi yang telah dilakukan di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Aji menganggap bahwa peran sekretaris juga sebagai fasilitator kegiatan anggota DPRD. “Terlebih, mobilitas anggota dewan sangat tinggi, sehingga memerlukan perhatian ekstra dalam memfasilitasi kegiatan dan aktifitas mereka, sekaligus menjaga keselamatan kerja segenap aparatur DPRD,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD DIY Nuryadi, juga mengutarakan harapannya agar pertemuan tersebut mampu melahirkan pemikiran tentang kebijakan administratif, khususnya yang mendukung kinerja pokok anggota DPRD DIY. “Ada dua hal yang saya harapkan dapat lahir dari pertemuan ini, yakni pengesahan persepsi kebijakan administratif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam melaksanakan fungsi dan tugas masing-masing,” pesan Nuryadi.

Forum ASDEPSI sendiri akan digelar selama dua hari, yakni Senin (28/12) dan Selasa (29/12) yang akan membahas persoalan strategis terkait kebijakan administratif yang mendukung tugas pokok dan tugas fungsi anggota DPRD. Termasuk di dalamnya tata cara pelaksanaan program dan kebijakan pada masa pandemi. Selain itu, salah satu program kerja untuk tahun 2021 dan krusial untuk dituntaskan dalam waktu dekat adalah penyesuaian Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Sekretariat DPRD di Indonesia seperti Sekretariat DPRD Sumatera Barat, Sekretariat DPRD Banjarmasin, Sekretariat DPRD Jawa Barat, Sekretariat DPRD Gorontalo dan sebagainya. Adapun seremonial pembukaan dilakukan dengan pemukulan gong oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi dengan didampingi Sekda DIY serta Ketua ASDEPSI serta disaksikan oleh para hadirin.

Dinilai Tokoh Peduli Penyiaran, Syamsul Bahri Terima Anugerah KPID 2020

Dinilai Tokoh Peduli Penyiaran, Syamsul Bahri Terima Anugerah KPID 2020
SuaraPemerintah.id – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat menganugerahi Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat,  Syamsul Bahri sebagai salah seorang tokoh peduli penyiaran.

Pengumuman tersebut, diumumkan pada puncak Anugerah KPID 2020, KPID, Selasa (21/12). Ketua KPID Sumatera Barat Afriendi menyebutkan, Anugerah KPID dilaksanakan setiap tahun. Selain kepada lembaga penyiaran, anugerah juga diberikan kepada tokoh yang dinilai peduli terhadap penyiaran.
“Tahun ini, salah satu tokoh yang kami berikan penghargaan adalah Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Bahri yang kami nilai sangat peduli dengan penyiaran serta mendorong penguatan KPID dalam menjalankan fungsinya melakukan pengawasan terhadap lembaga penyiaran,” kata Afriendi.
Seperti diketahui, KPID Sumatera Barat memberikan penghargaan kepada beberapa orang tokoh yang dinilai peduli terhadap penyiaran. Bersama Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri, ada beberapa orang lainnya termasuk Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat Nurnas yang mendapat anugerah tersebut.
Mendapat kehormatan itu, Syamsul Bahri menyebutkan sebagai sebuah penghargaan besar. Disamping sebagai kebanggaan, mendapatkan penghargaan sekaligus sebagai pendorong untuk bekerja lebih baik lagi ke depan.
“Ini merupakan sebuah penghargaan besar sekaligus penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Dia berharap, KPID ke depan akan semakin meningkatkan peran pengawasan terhadap lembaga penyiaran untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tayangan lokal.
“Kami berharap KPID semakin kuat dalam mengawal konten siaran agar menjadi tayangan yang konstruktif terutama bagi kepentingan daerah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas tayangan lokal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, juga mencuat harapan KPID Sumatera Barat mengenai lahirnya sebuah peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan penyiaran. Dia menyatakan, akan meneruskan harapan itu kepada pimpinan DPRD untuk mendorong perda tersebut menjadi inisiatif DPRD.
“Harapan ini akan disampaikan ke pimpinan DPRD dan Sekretariat akan memfasilitasi secara maksimal untuk lahirnya perda tersebut menjadi Perda inisiatif DPRD,” sebutnya.

Marching Band Locomotive KAI Kembali Raih Juara Umum GPMB Virtual Competition 2020

Marching Band Locomotive KAI Kembali Raih Juara Umum GPMB Virtual Competition 2020

SuaraPemerintah.id – Marching Band Locomotive yang merupakan Marching Band binaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meraih Juara Umum pada ajang Grand Prix Marching Band (GPMB) Virtual Competition 2020. Kejuaraan GPMB ini digelar secara virtual mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang dimulai pada 26 sd 27 Desember 2020.

“Kami sangat bersyukur Marching Band Locomotive binaan KAI kembali meraih juara umum GPMB yang notabene kejuaraan besar tingkat nasional setelah kami raih di tahun 2016 dan 2017 lalu,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Pada GPMB Virtual Competition 2020 ini, Marching Band Locomotive berhasil memborong 7 piala, salah satunya adalah gelar paling prestisius yakni Juara Umum GPMB. Berikut daftar juara yang dimenangkan Marching Band Locomotive:

1. Juara Umum Divisi Open Marching Band Locomotive,
2. Juara 1 Band Concert Open Division,
3. Juara 2 Open Division Percussion Ensemble,
4. Juara 3 Open Division Color Guard Ensemble,
5. Juara 3 Open Division Color Guard Solo Mix Equipment a.n Naila Ramadhani,
6. Juara 3 Senior Division Color Guard Solo Flag a.n Raina Rahmadifa,
7. Juara 3 Open Divison Brass Solo Low Brass a.n Dimas Maulana.

Ajang berskala nasional ini diikuti oleh Marching Band dari berbagai BUMN, pemerintah daerah, universitas, sekolah, dan instansi lainnya dengan total 373 peserta.

Untuk kategori kejuaraan yang diikuti Marching Band Locomotive yaitu Band Concert, Ensemble Color Guard, Ensemble Percussion, Ensemble Brass, Solo Flag, Solo Weapon, Solo Mix Equipment, Solo Battery, Solo Keyboard, Solo High Brass, dan Solo Low Brass.
Marching Band Locomotive selama ini telah meraih banyak penghargaan baik di level nasional maupun internasional.

Di antara prestasi bergengsi tersebut yaitu Piala Bergilir Presiden RI yang diraih dalam kejuaraan GPMB Tahun 2016 dan Tahun 2017. Karena memenangkan titel tersebut, Marching Band Locomotive berhak menjadi salah satu penampil di Istana Negara saat momen Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2017 dan 2018.

“Capaian prestasi pada GPMB Virtual Competition 2020 ini sangat membanggakan insan KAI secara keseluruhan. Kami akan terus berusaha agar Marching Band Locomotive dapat kembali menorehkan prestasi-prestasi bergengsi ke depannya,” tutup Didiek.

Marching Band Locomotive merupakan unit kegiatan yang dibina oleh Unit Corporate Social Responsibilty (CSR) sebagai wadah untuk mengembangkan daya kreasi dalam bidang seni dan musik khususnya Marching Band di kalangan karyawan, keluarga karyawan, pelajar dan mahasiswa Kota Bandung.

Marching Band Locomotive dibentuk sejak Tahun 1990. Saat ini Marching Band Locomotive berkekuatan 190 orang yang terdiri dari pemain, pelatih, kru, serta pengurus dan sekretariat.

Sementara itu, Grand Prix Marching Band (GPMB) merupakan ajang kompetisi Marching Band tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan GPMB Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 1982 dan diikuti oleh sejumlah kelompok marching band yang tersebar di Indonesia.

Menginjak usia ke-36 tahun, Yayasan GPMB menyelenggarakan GPMB Virtual Competition 2020. GPMB merupakan puncak/titik kulminasi dari kejuaraan marching band di Indonesia yang diikuti oleh tim Marching Band papan atas di Indonesia.