Beranda blog Halaman 4613

Sertijab Kakanwil Banten, Sekjen Dorong Kemajuan Kinerja Kemenkumham

Sekjen Dorong Kemajuan Kinerja Kemenkumham

SuaraPemerintah.id – Pergantian pimpinan merupakan salah satu strategi Kementerian Hukum dan HAM untuk meningkatkan pengalaman dan semangat kerja segenap jajaran Kemenkumham. Kali ini, giliran Kantor Wilayah Banten yang mengalami pergantian Kepala Kantor Wilayah. Melalui acara serah terima jabatan, Pimpinan Kanwil Banten berpindah dari R. Andika Dwi Prasetya kepada Agus Toyib.

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Andika yang telah membawa perubahan di Kanwil Banten selama tujuh bulan menjadi Kakanwil. Bambang juga mendorong kedua Kakanwil untuk memajukan kinerja Kemenkumham.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Andika yang telah memberikan banyak perubahan pada Kanwil Banten. Untuk Bapak Agus, lanjutkan dan tingkatkan apa yang telah dikerjakan Kakanwil sebelumnya,” kata Bambang pada acara sertijab, Kamis (17/12) di aula Kanwil Banten.

Kegiatan pergantian pimpinan dilanjutkan dengan pisah sambut Kakanwil Banten. Bertempat di Wisma Pengayoman Banten, Bambang berpesan kepada kedua pimpinan agar terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan di kantor wilayah baru yang menjadi tempat mereka mengabdi. Bambang yakin pengalaman yang telah dimiliki oleh Andika dan Agus mampu membawa kemajuan bagi Kemenkumham.

“Terus berinovasi, berikan yang terbaik untuk masyarakat, terus lakukan perubahan demi tercapainya tujuan yang diharapkan,” ujar Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Andika menyampaikan penghargaan atas capaian kinerja Kanwil Banten selama ia menjabat sebagai Kakanwil. Di samping itu, Agus sebagai Kakanwil yang baru memohon dukungan segenap jajaran Kanwil Banten untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.

Adapun Agus Toyib sebelumnya memimpin jajaran Kanwil Kalimantan Selatan, sedangkan R. Andika Dwi Prasetya akan melanjutkan kepemimpinannya di Kanwil Sumatera Barat.

Dilirik Investor Asing, Indonesia Akan Jadi Produsen Kendaraan Listrik Besar

SuaraPemerintah.id – Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Potensi yang besar itu juga telah dilirik oleh banyak investor baik asing maupun dalam negeri. Potensi yang besar itu juga telah dilirik oleh banyak investor baik asing maupun dalam negeri.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan sudah ada beberapa investor asing yang telah menanamkan sahamnya untuk pengembangan KBLB di Indonesia.

“Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa investor asing yang telah menanamkan sahamnya untuk memproduksi KBLBB,” katanya dalam acara Public Launching KBLBB yang digelar di Jakarta, Kamis (17/12).

Sejumlah investor asing yang dimaksud, di antaranya Hyundai yang telah melakukan investasi untuk membangun basis kendaraan listrik di Indonesia, kemudian BYD, yang telah memulai penggunaan kendaraan bus listrik hingga sejumlah investor asing lain seperti CATL dan LG Chem yang disebut Luhut tengah berminat untuk membangun industri baterai untuk kendaraan listrik di dalam negeri.

“Tesla juga sudah menyampaikan minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia dan mereka akan melakukan kunjungan pada nanti tahun depan bulan Januari,” imbuh Luhut.

Selain diminati investor luar negeri, Luhut mengatakan minat pengembangan industri kendaraan listrik berbasis baterai juga datang dari dalam negeri. Saat ini telah hadir sejumlah industri kendaraan listrik sepeda motor listrik Gesits hingga bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa dan PT INKA (Persero).

Luhut menambahkan implementasi KBLBB diharapkan menjadi solusi kebutuhan transformasi energi yang akan mendorong pemulihan ekonomi ke depan, termasuk soal defisit neraca perdagangan akibat tingginya impor BBM.

Di sisi lain, Indonesia juga dinilai memiliki suplai energi listrik yang belum dioptimalkan penggunaannya. Dengan sumber daya mineral yang melimpah diharapkan bisa menjadi faktor pendukung untuk mendorong peningkatan investasi di sektor otomotif.

“Seluruh kekayaan alam ini harus dapat kita satukan dalam semangat menciptakan nilai tambah bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari global supply chain (rantai pasok global) baik untuk industri baterai maupun industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” kata Luhut.

Senada, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri kendaraan listrik karena teknologi dan komponen yang digunakan jauh lebih sederhana dibandingkan kendaraan konvensional.

“Ini kesempatan besar bagi industri otomotif di dalam negeri. Selain itu kita punya potensi untuk memproduksi baterai yang didukung dengan cadangan mineral nikel yang cukup besar sebagai bahan baku,” katanya.

Saat ini telah dibentuk Indonesia Battery Holding (IBH) yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN yaitu MIND ID, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Aneka Tambang yang nantinya akan mengolah produk nikel dari hulu ke hilir hingga menjadi produk baterai kendaraan listrik.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengungkapkan beberapa waktu lalu di Yunan, pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan untuk meminta pabrikan mobil listrik asal China bisa berinvestasi di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu juga saya bertemu mereka di Yunan, mereka juga berkomitmen membawa pabrikan mobil listriknya. Targetnya 2024 mereka investasi kira kira US$ 5 miliar,” terang Septian.

Selain dengan konsorsium CATL, saat ini anggota holding baterai BUMN juga sedang menjajaki kerjasama dengan LG Chem Ltd dari Korea Selatan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga sedang mendekati produsen baterai dan mobil listrik terkemuka asal Amerika Serikat, Tesla.

“CATL dan LG Chem dua perusahaan teknologi lithium baterai paling advanced di dunia, selain Tesla. Jadi kalau bisa mendapatkan tiga nama itu masuk di Indonesia, mereka bikin pabrik mobil listrik, ini langkah yang sangat baik,” ujar Septian.

Harga Jual Lobster Sentuh Level Tertinggi

Harga Lobster Jual Sentuh Level Tertinggi

SuaraPemerintah.id – Harga jual lobster hasil tangkapan nelayan di Yeh Gangga melonjak hingga menyentuh Rp 350 ribu per kilogram saat ini. Kondisi tersebut memposisikan harga jual salah satu komoditi ekspor nelayan Kabupaten Tabanan Bali ini berada di level tertinggi selama pandemi Covid-19.

Pengelola usaha Tulus Lobster yang merupakan pengepul lobster di Yeh Gangga, Dewa Gede Ada Artana, Kamis (17/12), mengungkapkan harga lobster di tingkat nelayan merangsek naik ke posisi Rp 350 ribu per kilogram. Ini merupakan harga  tertinggi selama pandemi Covid-19, bahkan naik dari harga rata-rata normal sebelum merebaknya virus corona.

Sebelumnya, setelah sempat anjlok ke harga Rp 110 ribu per kilogram pada awal masa pandemi, harga lobster mulai membaik mulai April dengan naik ke posisi Rp 260 ribu per kilogram. Selang dua hingga tiga hari melonjak kembali menjadi Rp 280 ribu dan per 1 Oktober 2020 harga lobster meningkat lagi ke level Rp 320 ribu per kilogram. “Lonjakan harga lobster terjadi secara bertahap hingga akhirnya berada di kisaran saat ini,” tuturnya.

Diterangkannya, lonjakan harga lobster di tingkat nelayan dipicu oleh jumlah produksi yang tidak maksimal di tengah cuaca buruk menjelang akhir tahun. Selain itu, para periode yang sama ada permintaan impor lobster dari Tiongkok terkait sejumlah perayaan agama di negara tersebut yang  membuat serapan salah satu hasil tangkapan nelayan Yeh Gangga ini meningkat daripada sebelumnya.

Menurut Dewa Gede Ada, saat ini produksi lobster Indonesia termasuk hasil tangkapan nelayan dari Yeh Gangga menjadi komoditi dominan yang masuk ke Tiongkok. Sebab, di waktu bersamaan produksi lobster dari negara kompetitor yakni Vietnam tengah menurun.

Diakuinya, musim hujan yang kadang dibarengi angin kencang memang berdampak terhadap jumlah tangkapan nelayan lokal. Hasil tangkapan nelayan di Yeh Gangga mengalami penurunan. Jika sebelumnya jumlah tangkapan lobster bisa mencapai 40 kg-50 kilogram per hari, sekarang menurun menjadi 15 kg-20 kilogram per hari.

Penurunan jumlah tangkapan lobster juga dipicu oleh peralihan musim panen. Desember ini merupakan peralihan dari musim panen lobster ke jenis ikan. Biasanya jenis ikan yang ditangkap nelayan adalah kasapan dan layur. Musim panen ikan akan berlangsung hingga tahun depan, kemudian pada Agustus 2021 nanti akan kembali ke musim tangkap lobster.

“Setiap tahun musim tangkap lobster terjadi mulai Agustus, puncak musimnya terjadi Oktober dan berakhir pada Desember. Meski di luar musim, jumlah tangkapan lobster tetap ada, namun jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya,” jelas Dewa Gede Ada.

PDAM Tirtanadi Kerjasama Poldasu Sosialisasi Sambungan Air Limbah Domestik

PDAM Tirtanadi - Poldasu Sosialisasi Sambungan Air Limbah Domestik

SuaraPemerintah.idPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara melakukan kerjasama dengan bidang hukum Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dalam rangka sosialisasi sambungan air limbah domestik perpipaan, yang dilaksanakan di Hotel Garuda Plaza, Rabu (16/12) pagi.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Kabir Bedi dalam sambutannya nengatakan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Utara Nomor 03 Tahun 2018 bahwa PDAM Tirtanadi menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk mengembangkan prekonomian daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberikan pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan dan non perpipaan dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

“Saat ini problem utama kota – kota besar adalah limbah domestik oleh karena itu pengelolaan limbah domestik ini harus sesuai ketentuan yang berlaku maka sesuai Perda Sumatera Utara nomor 03 Tahun 2018 PDAM Tirtanadi sebagai pengelola dan penyelenggara layanan dan penyaluran air limbah yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat selain itu untuk menjamin kebersihan lingkungan di Kota Medan,” kata Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi.

Oleh karena itu diharapkannya kepada seluruh peseta dapat mengikuti acara sosialisasi dengan serius karena sangat bermanfaat dan tepat guna dalam pengelolaan limbah domestik.

Sementara Kepala Bidang Hukum (Kabidkum)Poldasu Kombes Pol Andri Setiawan S.ik MH mengatakan kerjasama sosialisasi sambungan air limbah domestik perpipaan dengan PDAM Tirtanadi sangat tepat dan bermanfaat bagi Poldasu hal ini dikarenakan dapat berdampak hukum bagi masyarakat jika tidak memahami limbah domestik terutama kepada pengelola perhotelan dan pabrik serta yang lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution, Kepala Cabang Air Limbah Lokot Parlindungan Siregar, Kepala Instalasi Air Limbah Mhd Abdi Ridha.

Transjakarta Berlakukan Penyesuaian Jam Operasional

SuaraPemerintah.id – Menindaklanjuti Instruksi Gubernur (Ingub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Nomor 64 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Transjakarta melakukan penyesuaian jam operasional.

Prasetia Budi selaku Direktur Operasional menyampaikan, penyesuaian layanan jam operasional Transjakarta ini berlaku mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. “Mulai besok, Transjakarta akan melayani pelanggan mulai pukul 05.00 – 20.00 wib. Ini berlaku untuk semua layanan reguler kami baik BRT, Non BRT dan Mikrotrans,” ujar Prasetia di Jakarta.

Kemudian tambah Prasetia, untuk layanan kesehatan mengalami perpanjangan jam operasional menjadi pukul 21.00 – 23.00 wib dari sebelumnya beroperasi pukul 22.00 – 23.00 wib. “Hal ini agar para tenaga medis tetap termobilitas dengan baik saat melaksanakan tugasnya,” kata Prasetia.

Prasetia memastikan tidak ada pengurangan rute-rute yang beroperasi selama penyesuaian jam operasional diberlakukan. Transjakarta tetap melayani pelanggan dengan 145 rute yang sudah aktif di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Namun sesuai arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pelanggan Transjakarta tetap dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal baik di halte maupun di dalam bus,” jelasnya.

Seperti diketahui selama masa PSBB Transisi, Transjakarta telah memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan dengan ketentuan maksimal 60 orang untuk bus gandeng, 30 orang untuk bus sedang, 15 orang untuk bus kecil dan 5 (lima) orang untuk Mikrotrans.

Transjakarta tetap menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Namun jika harus meninggalkan rumah karena terpaksa, selalu pastikan untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang Transjakarta bisa mengakses media sosial Transjakartadi Twitter : @PT_Transjakarta dan Instagram : @pt_transjakarta. Serta gunakan selalu aplikasi TIJE untuk mendukung mobilitas.

PT MRT Jakarta Raih Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2020

PT MRT Jakarta Raih Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2020

SuaraPemerintah.id – Dalam ajang Indonesia Most Trusted Companies Award 2020 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan majalah SWA melalui program Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2019, PT MRT Jakarta (Perseroda) menerima penghargaan kategori Indonesia Trusted Companies.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar hadir dan menerima langsung penghargaan tersebut dalam acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di salah satu hotel di Jakarta pada Kamis (17-12-2020) lalu. Selain menerima penghargaan, William Sabandar juga berkesempatan memberikan paparan terkait penerapan GCG di lingkup PT MRT Jakarta (Perseroda).

“Kami sangat yakin ketika sebuah perusahaan dibangun dengan komponen Corporate Governance and Compliance yang kuat, transformasi apapun yang kita lakukan pasti akan berhasil,” ujar William.

“Sejak pandemi, kami menggunakan mekanisme business continuity management untuk menangani krisis ini. Kami juga memperkenalkan Protokol BANGKIT, serta melakukan transformasi business beyond normal,” jelas ia. PT MRT Jakarta (Perseroda), lanjut William, tidak lagi sekadar perusahaan transportasi biasa. Transformasi tersebut menjadikan PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai melihat peluang bisnis dari tiga aspek, yaitu beyond ridership, physical mobility, dan transport network.

“Kunci dasar dari proses ini ialah governance, risk management, and compliance. PT MRT Jakarta (Perseroda) punya core values I CAN, yaitu integrity, customer focus, achievement orientation, and nurturing teamwork.

“Tahun ini, kita merupakan BUMD pertama yang mendapatkan sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Antipenyuapan. Tahun lalu kami juga mendapatkan ISO Sistem Manajemen Terintegrasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kami percaya ketika GRC bagus, transformasi dan guncangan apapun yang kita lakukan dan rasakan, pasti akan berakhir baik. Kami sangat serius berpartisipasti dalam ajang CGPI ini dan melihat sebagai forum bagi berbagai perusahan untuk mengembangkan diri dengan kekuatan GCG yang baik,” pungkas William.

Ajang tahunan ini diikuti oleh 29 perusahaan yang terdiri dari perusahaan dari emiten, BUMN, BUMD, Lembaga keuangan bank dan non-bank serta lembangan keuangan Syariah. Aspek penilaian meliputi governance structureprocess, dan outcome

Luhut B. Pandjaitan: Indonesia Negara Besar, Jangan Sampai Direndahkan!

 

SuaraPemerintah.idMenko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara besar. Luhut juga menyampaikan bahwa jangan sampai orang asing menilai Indonesia sebagai negara kecil karena kita memiliki potensi yang kaya, baik dari sumber daya alam maupun ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Luhut Pandjaitan saat menjadi keynote speech di acara webinar Grand Design Infrastruktur Indonesia (GDII) 2055 pada Kamis, 17/12.

“Saya selalu sampaikan, sebelum bicara yang lain, bicarakan all about Indonesia. Masalahnya kemana saya pergi, orang tidak tahu Indonesia itu negara besar,” kata Luhut.

Luhut juga menceritakan betapa besarnya Indonesia saat White House Amerika membandingkan Indonesia dengan Cina.

“Saya bilang, kami negara besar dengan 273 juta penduduk. Indonesia adalah negara archipelago terbesar. Kelas menengah kita ada 55 juta orang dengan pertumbuhan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen. Dan kami kaya sumber daya alam,” kata Luhut.

Di webinar bertajuk ‘Harnessing Indonesian Maritime Resources for Blue Economy’ tersebut Luhut memaparkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, terutama sektor maritim. Bagaimana kekuatan maritim nasional yang ada dieksekusi dengan baik untuk mendongkrak daya saing menjadi pokok pembahasan.

Luhut mengatakan bahwa Indonesia harus offensive dalam mengeksekusi sektor maritim. Luhut menekankan pentingnya action dan eksekusi. Bagaimana peluang serta potensi maritim yang ada, perlu dijelaskan lewat kebijakan yang lebih offensive kepada pihak asing.

“Jangan sampai dianggap negara kita itu kecil,” kata Luhut, “Di 2040 atau 2045 kita bisa jadi empat sampai lima besar ekonomi dunia.”

Beberapa potensi sekaligus kekuatan maritim yang dipaparkan Luhut ialah keberadaan pantai di Indonesia dengan kawasan mangrove nya yang merupakan 75-80% kredit karbon dunia dimana Luhut menegaskan bahwa Indonesia adalah super power carbon credit.

Di seminar lain Luhut juga menyebut Indonesia menjadi negara tujuan investasi nomor empat di dunia.

“Indonesia saat ini menjadi tujuan investasi nomor empat di dunia dan fokus kita ke green economy untuk mengurangi risiko perubahan iklim,” ungkap Luhut.

Menurut Luhut Indonesia juga mempunyai potensi besar untuk menjadi produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Potensi yang besar itu juga telah dilirik oleh banyak investor baik asing maupun dalam negeri.

“Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa investor asing yang telah menanamkan sahamnya untuk memproduksi KBLBB,” katanya dalam acara Public Launching KBLBB yang digelar di Jakarta, Kamis (17/12).

Saat berbicara di depan para investor Amerika, Luhut memaparkan bahwa Indonesia sangat besar, terdiri dari lebih dari 200 juta penduduk dengan menyumbang nilai lebih dari US$ 1 triliun.

“Ditambah adanya visi presiden untuk 2045 kami ingin Indonesia menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia dan juga dapat menggapai pencapaian secara dramatis untuk kebangkitan penduduk Indonesia di seluruh penjuru negeri,” pungkas Luhut.

Luhut juga tidak memungkiri, meski Indonesia negara besar yang kaya potensi dari segala sumber daya, namun Indonesia masih lemah dalam hal eksekusi.

“Kita masih lambat untuk eksekusi. Kalau planning kita jago. Tapi implementasinya yang masih harus dikelola dengan baik,” ujar Luhut.

Energy Fest 2020: Banjir Peserta dan Hadiah

Energy Fest 2020: Banjir Peserta dan Hadiah
SuaraPemerintah.id – Rangkaian acara Energy Fest 2020 yang pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berakhir pada Kamis (17/12) kemarin.
Ajang virtual tersebut sukses menyedot banyak perhatian bagi kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia, sebagai target audience dari acara ini.

Berlangsung dari tanggal 17 dan 18 Desember 2020, sebanyak lebih dari 1.500 peserta turut andil menyimak berbagai materi yang disajikan dari aplikasi Zoom Cloud Meeting dan akun YouTube Kementerian ESDM selama gelaran berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak panitia telah memberikan ragam hadiah door prize dan grand prize kepada peserta yang terlibat aktif mengikuti kegiatan secara tuntas. Salah satu hadiah yang diberikan, yaitu passion test (peminatan kuliah) secara gratis, voucher e wallet dan voucher laptop Avita hingga puluhan souvenir menarik lainnya. Adapun hadiah utama berupa satu laptop.

Di hari kedua (17/12), Energy Fest 2020 menghadirkan narasumber Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negera (PGN) Arcandra Tahar, mengangkat tema belajar menjadi pemimpin kelas dunia. Arcandra berbagai pengalaman bagaimana memimpin dunia sektor energi terutama industri minyak dan gas.

“Seorang pemimpin yang baik harus bisa memahami dirinya sendiri, apa yang menjadi kekuatannya, bagaimana ia bekerja, nilai apa yang dimiliki dan bagaimana bisa berkontribusi,” kata Arcandra yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM Periode 2016 – 2019 tersebut.

Guna membangun pribadi yang punya visi, sambung Arcandra, seorang pemimpin harus mampu mengevalusi dirinya. “Kenapa kita hadir, untuk siapa kita memimpin dan apa yang yang kita lakukan ke depannya. Kalau kita sudah memiliki visi yang jelas, insyaallah sobat energi bisa melihat karier kalian seperti apa,” pesannya kepada peserta.

Untuk itu, Arcandra menyarankan para generasi milenial memiliki karakteristik kuat sebagai modal dasar bertansformasi menjadi pemimpin yang sukses. “Seseorang tidak cukup punya visi, harus punya kompetensi (pengetahuan, skill dan pengalaman) sehingga bisa dipercaya orang lain,” jelasnya.

Selain Arcandra, energy fest hari kedua menyajikan materi dari Koordiantor Komunikasi Kementerian ESDM Ariana Soemanto terkait peluang kerja sektor energi di masa depan dan Manager Program Rencanamu.id Julia Jasmine tekait kesiapan mematangkan karier di usia muda.

Menteri ESDM Resmikan PLTS Atap 300kWh di 63 SPBU Pertamina

Menteri ESDM Resmikan PLTS Atap di 63 SPBU Pertamina
SuaraPemerintah.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan 63 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 300 kilo Watt hour (kWh) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero).
Pembangunan ini sebagai bentuk komitmen perusahaan plat merah tersebut dalam mendorong percepatan transisi energi.

“Salah satu sumber yang terbesar adalah energi surya. Potensinya sangat besar tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Waktu pembangunannya relatif singkat, harga listriknya juga semakin murah. Karena itu, kita harapkan PLTS dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi target capaian bauran EBT nasional,” kata Arifin, Jumat (18/12).

Langkah Pertamina membangun PLTS Atap merupakan bagian dari adaptasi tantangan global terhadap kebutuhan EBT. Apalagi pemanfaatan sektor EBT memiliki dampak besar bagi perubahan iklim global dan pengurangan emisi.

“Pemanfaatan EBT merupakan salah satu aksi mitigasi iklim global dalam menurunakan emisi gas rumah kaca. Indonesia sudah punya komitmen dalam menurunkan gas rumah kaca sebesar 29%,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan energi surya, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 terkait penggunaan sistem PLTS Atap oleh konsumen PT PLN.

Regulasi tersebut kemudian disempurnakan melalui Permen Nomor 13 Tahun 2019 dengan mengakomodasi masukan dari para stakeholder. “Dengan adanya permen tersebut dimungkinkan rumah tangga untuk melakukan jual beli listrik dengan PLN jika terdapat kelebihan daya,” terang Arifin.

Arifin mengungkapkan, saat ini perusahan energi global sedang gencar melakukan transformasi bisnis energi fosil menuju bisnis berbasis energi bersih dan rendah emisi. “Alhamdulillah langkah ini sudah diikuti oleh Pertamina. Meski begitu, ada baiknya Pertamina mengambil langkah besar untuk bisa mengimbangi dengan perusahaan energi dunia tersebut,” jelasnya.

Maka ke depannya, Arifin mengingatkan agar Pertamina terus menguatkan sinergi dengan berbagai pihak, tak terkecuali dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. “Pertamina harus bekerja sama dengan perusahaan energi lainnya sehingga kita bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan pembangunan PLTS Atap di SPBU Pertamina adalah bagian dari upaya Pertamina mendukung capaian target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2030.

“Ini adalah kado ulang tahun Pertamina ke -63 dan menjadi langkah awal di dalam rencana besar kami di dalam peningkatan EBT di dalau bauran energinya Pertamina. Dengan bisnis model ini kami akan melanjutkan ke seluruh SPBU,” kata Nicke.

Menurut Nicke, hasil indentifikasi dari hulu, midstream hingga hilir di lingkungan Pertamina, kapasitas listrik yang digunakan Pertamina Group sekarang ini sebesar 1,5 Giga Watt (GW).

“Kalau kita sesuaikan dengan target pemerintah, yakni 23% bauran EBT pada bauran energi nasional, kita bisa bangun solar PV di semua kilang dan Terminal Bahan Bakar Minyak (Pertamina),” tuturnya.

Melalui kreasi dan inovasi yang dimiliki oleh Pertamina selama 63 Tahun sebagai perusahaan penyedia energi dalam negeri, Arifin berharap Pertamina mampu menyelesaikan pemasangan PLTS Atap di 640 SPBU lainnya di tahun 2021.

“Tentu saja kalau bisa dikonversi menjadi EBT akan memberikan kontribusi yang sangat besar. Dengan begitu, Pertamina kelak akan menjadi perusahaan energi yang tidak hanya semakin diperhitungkan di dunia internasional , tapi aktif juga berkontribusi di dalam negeri,” pungkas Menteri Arifin.

Bangun PLTS di 63 SPBU COCO, Pertamina Dorong Transisi Energi

Bangun PLTS di 63 SPBU COCO,

SuaraPemerintah.id – Sebagai bentuk komitmen dalam upaya mendukung program pemerintah terkait pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sekaligus rangkaian hari jadi yang ke-63, PT Pertamina (Persero) meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SPBU Pertamina dalam acara yang bertajuk “Komitmen Pertamina Dorong Percepatan Transisi Energi”.

Peresmian dilakukan secara virtual oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE) Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana yang juga didampingi oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Chief Executive Officer (CEO) Subholding Power & New Renewable (PNRE) Heru Setiawan, CEO Subholding Commercial & Trading (C&T) Mas’ud Khamid pada Jumat (18/12).

“Selamat kepada Pertamina yang telah menyelesaikan program ini sebagai kado ulang tahun ke-63. Prestasi ini juga harus dipakai untuk memacu pencapaian yang lebih lagi, dan menyelesaikan target bauran energi baru dan terbarukan khususnya yang berada di area Pertamina,” katanya.

Pembangunan dan pengoperasian PLTS di SPBU tersebut dilakukan oleh Pertamina melalui PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding PNRE dan PT Pertamina Retail yang merupakan bagian dari Subholding C&T bekerja sama dengan PT LEN Industri sebagai bagian dalam program sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembangunan PLTS dilakukan di 63 SPBU COCO Pertamina yang tersebar di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sebanyak 37 titik SPBU, Jawa Tengah sebanyak 11 titik SPBU, dan Jawa Timur sebanyak 15 titik SPBU. Dengan total 1.100 solar panel system (photovoltaics) yang ditempatkan di setiap atap SPBU tersebut, maka dapat menghasilkan kapasitas terpasang sebesar 385 kWp.

“Pembangunan PLTS di SPBU ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk terus mendorong peningkatan bauran energi sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi yang dimulai dari halaman rumah sendiri. Ini adalah langkah kecil kami untuk memulai giant step dalam transisi energi,” kata Nicke dalam acara tersebut.

Bentuk kontribusi Pertamina lainnya dalam hal pengembangan EBT sudah dilaksanakan sejak lama, seperti halnya pemanfaatan panas bumi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877 Megawatt (MW) dimana 672 MW dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan 1.205 MW dikelola secara kemitraan oleh PGE dan beberapa perusahaan.

Selain itu, Pertamina juga memiliki portofolio proyek energi bersih yang telah dioperasikan antara lain PLTS di area beberapa Kilang serta Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), yang berasal dari pengolahan limbah kelapa sawit dengan kapasitas 2.4 MW yang bersinergi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) group.

“Pertamina akan terus berkomitmen untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Khusus untuk PLTS, berlanjut ke tahun-tahun berikutnya Subholding PNRE akan membangun PLTS di SPBU Pertamina di seluruh Indonesia serta wilayah-wilayah operasi lainnya seperti Terminal BBM, Kompleks Kilang, dan lainnya,” kata Heru Setiawan menambahkan.