Beranda blog Halaman 4697

75 Tahun Listrik Siap Menjadi Penggerak Roda Ekonomi Bangsa

75 Tahun Listrik Siap Menjadi Penggerak Roda Ekonomi Bangsa

Suarapemerintah.id – Selama 75 tahun PLN menemani perjalanan bangsa, PLN terus berupaya memperluas akses listrik ke seluruh penjuru Nusantara. Dalam lima tahun terakhir, infrastruktur kelistrikan terus meningkat. PLN melakukan pembangunan guna memastikan kebutuhan listrik dapat terpenuhi. Kini, seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi cukup, bahkan sebagian besar memiliki cadangan daya lebih dari 30 persen.

Ketersediaan daya tak lepas dari pembanguna infrastruktur yang dilakukan. Di sisi pembangkit, hinggaSeptember 2020, kapasitasnya telah mencapai 63,3 Gigawatt (GW), meningkat sekitar 7,8 GW sejak tahun 2015 yang ketika itu baru mencapai 55,52 GW.

Penambahan kapasitas pembangkit tersebar di seluruh Indonesia. Di Sumatera, pada tahun 2015 sebesar 11,4 GW meningkat menjadi 12,6 GW pada September 2020; Di Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara meningkat dari 37,8 GW menjadi 41,8 GW; Di Kalimantan meningkat dari 2,5 GW menjadi 3,9 GW; Di Sulawesi dari 2,96 GW menjadi 3,62 GW; Di Maluku dan Papua dari 0,8 GW menjadi 1,3 GW.

Untuk memastikan pasokan listrik dapat tersalurkan dengan baik, PLN juga melakukan pembangunan gardu induk (GI) dan jaringan transmisi.

Untuk GI, pada tahun 2015 terdapat 1.499 buah dengan total kapasitas sebesar 92 ribu Mega Volt Ampere (MVA). Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.161 buah pada September 2020 dengan total kapasitas mencapai 146 ribu MVA. Terdapat penambahan 662 buah dengan total kapasitas meningkat sekitar 54 ribu MVA.

Sementara di sisi jaringan transmisi, pada tahun 2015 panjang jaringan transmisi baru mencapai 41 ribu kilometer sirkuit (kms) meningkat menjadi 60 ribu kms. Terdapat penambahan panjang jaringan transmisi hampir 19 ribu kms.

Tersedianya pasokan listrik, tentu sejalan dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang dilayani oleh PLN. Pada tahun 2015, jumlah pelanggan PLN sebesar 61 juta, meningkat menjadi 78 juta pada September 2020.

“Dengan tersedianya pasokan listrik yang cukup, kami memastikan bahwa PLN siap memenuhi kebutuhan listrik, tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga untuk kebutuhan industri maupun bisnis,” ungkap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Melalui semangat transformasi, kini PLN juga terus mengedepankan kepuasan pelanggan dengan melakukan inovasi menghadirkan model bisnis dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.

Tersedianya pasokan listrik yang andal, didukung dengan model bisnis dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, membuat akses terhadap listrik kini semakin mudah. Hal itu dibuktikan dengan raihan peringkat Getting Electricity dalam Indeks Kemudahan Berbisnis ( Ease of Doing Business /EODB) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Pada tahun 2015, Indonesia berada pada peringat ke 78, sementara pada tahun 2020, Indonesia berada pada posisi ke-33.

PLN menyadari listrik merupakan motor penggerak roda ekonomi. Kehadiran listrik akan mendorong produktifitas dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. 75 tahun PLN telah hadir, berjuang menerangi Indonesia, memajukan Bangsa.

Jogja 10K Kumpulkan Donasi Rp 150 Juta Untuk Panti Asuhan di Yogya

Jogja 10K Berhasil Kumpulkan Donasi Rp 150 Juta Untuk Panti Asuhan di Yogya

Suarapemerintah.id – Sebanyak 31 peserta terplih mengikuti Jogja Ultra Charity dalam rangkaian acara Jogja 10K yang diselenggarakan oleh Komunitas Uburubur Lari yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Event yang berlangsung sejak Rabu (28/10)  ini ditutup Minggu (1/11) di Halaman Hotel Grand Ina Yogya dengan pemberian piagam penghargaan dan medali serta penyerahan bantuan donasi dari hasil penggalangan dana para peserta kepada panti asuhan yang ada di Kota Yogya.

Pemberian piagam kepada peserta dilakukan oleh Walikota Yogya, Haryadi Suyuti dilanjutkan dengan penyerahan dana donasi untuk panti asuhan di yogya yang berjumlah Rp 150 juta. Penyerahan dana donasi ini secara simbolis dilakukan oleh Ketua Penyelenggara Jogja 10K, Sentanu Wahyudi kepada Walikota Yogya yang kemudian diteruskan kepada Kepala Dinas Sosial Kota Yogya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Yogya, Haryadi Suyuti menyampaikan bahwa event Jogja 10K ini merupakan acara silaturahmi dan olahraga dalam rangka memperingati hari jadi Kota Yogya yang ke-264.

Harapannya event ini bisa menjadi embrio event-event maraton lainnya, sehingga kedepannya Kota Yogya bisa menjadi kota maraton sebagaimana kota-kota besar di dunia.

“Ini sudah ke sekian kalinya, dan mudah-mudahan untuk tahun depan kita bisa mengadakan Jogja Maraton dan ini pesertanya tidak hanya dari Kota Yogya, tapi juga banyak dari luar Kota Yogya,” katanya.

Terkait protokol kesehatan dalam event ini, Walikota menjelaskan bahwa dalam event ini diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Event ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti para peserta tidak boleh lari secara bersamaan, peserta wajib mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker dan sebagainya,” kata Haryadi Suyuti.

Sentanu Wahyudi, selaku Ketua Penyelenggara Jogja 10K, menuturkan event ini selain untuk menyemarakkan hari jadi Kota Yogya, juga sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan wisata Yogya.

“Semoga event Jogja 10K ini bisa menjadi contoh yang baik untuk event-event lari di Indonesia yang bisa membangkitkan kembali industri pariwisata, terutama pariwisata olah raga di Indonesia,” katanya.

Suparmin, peserta asal Klaten yang berhasil finis urutan pertama dalam acara Jogja Ultra Charity, menuturkan bahwa Jogja 10K ini merupakan event yang menarik dan istimewa. Ia juga berharap tahun depan bisa mengikuti event-event lari yang diadakan di Yogya.

“Ini seru ya, dan menurut saya pribadi ini memang istimewa, karena yang lainnya di cancel, ini memberanikan diri dengan tirakatnya untuk menyelenggarakan event,” katanya.

Presiden Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pernyataan Presiden Prancis

Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pernyataan Presiden Prancis

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice dan mengakibatkan timbulnya korban jiwa. Selain itu, Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo selepas melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para perwakilan antarumat beragama di Indonesia, juga para menteri terkait untuk membahas perkembangan dunia terkait dengan persaudaraan antarumat beragama.

“Pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa. Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10).

Dalam keterangan itu, Kepala Negara menegaskan bahwa kebebasan berekspresi yang dapat mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme, teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi juga mengajak komunitas internasional untuk bersatu dan mengedepankan sikap toleransi antarumat beragama untuk membangun dunia yang lebih baik. Saat ini, persatuan dunia dan suasana kondusif amat diperlukan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebelumnya melakukan pertemuan dan diskusi bersama perwakilan antarumat beragama, yakni H. Helmy Faishal (Sekjen PB Nahdlatul Ulama), K.H. Muhyiddin Junaidi (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia), dan H. Anwar Abbas (Ketua PP Muhammadiyah).

Hadir pula Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia), Ignatius Kardinal Suharyo (Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia), Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia), Arief Harsono (Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia), dan Xs. Budi Santoso Tanuwibowo (Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia).

Selain itu, mendampingi Presiden dan Wakil Presiden ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Tidak Akan Ada Indonesia Tanpa Peran Pesantren, Ujar Menko Polhukam

Tidak Akan Ada Indonesia Tanpa Peran Pesantren, Ujar Menko Polhukam

Suarapemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengatakan jika pesantren merupakan tulang punggung Islam. Dijelaskan bahwa tanpa adanya peran pesantren maka Indonesia tidak akan ada.

“Pemerintah dan kita tahu betul, tanpa peran pesantren, Indonesia ini kira-kira tidak akan ada. Tanpa peran santri, tidak akan ada Indonesia yang seperti sekarang,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW dan launching hidroponik di Pesantren Cendikia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2020).

Menko Polhukam mengatakan, ketika Indonesia berdiri dan peran santri menyatakan tidak mau di Indonesia maka tidak akan ada Indonesia yang seperti sekarang. Karena santri pada saat itu jumlahnya 80 persen.

“Oleh sebab itu, pemerintah menyadari pentingnya pesantren yang menebarkan Islam dengan konteks ilmu, seperti ideologi, istilahnya islam yang moderat. Itulah sebabnya, pemerintah membuat Undang-undang Pesantren untuk menegakkan Islam di Indonesia,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Menurutnya, pesantren juga harus dibina dan dikembangkan. “Makanya ada Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober. Oleh karena itu, mari kita kembangkan ide-ide santri,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Kadiskominfo Kabupaten Bogor Himbau Masyarakat Untuk Menerapkan Protokol Kesehatan Dengan Ketat

Kadiskominfo Kabupaten Bogor Himbau Masyarakat Untuk Menerapkan Protokol Kesehatan Dengan Ketat
Suarapemerintah.id – Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Kabupaten Bogor terus menghimbau masyarakat yang ingin berwisata untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Berdasarkan data yang dirangkum Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor pada hari ketiga pelaksanaan rapid test massal secara acak yang bertempat di Simpang Gadog Ciawi
Masjid Harakatul Jannah, Gadog – Kecamatan Ciawi pada Sabtu, (31/10), kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Puncak Bogor, sebanyak 12 dari 110 Wisatawan ditemukan reaktif.
Wisatawan yang reaktif dalam rapid test langsung dilakukan swab dan dianjurkan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab. Data wisatawan akan disampaikan ke Dinas Kesehatan tempat domisili wisatawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor selaku Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Kabupaten Bogor, R. Irwan Purnawan menyatakan, menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar akan menjadi tameng terkuat dalam mencegah sebaran Covid-19, khususnya di tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan.
“Masyarakat dihimbau tetap menjaga kesehatan dengan menaati protokol kesehatan, yaitu memakai masker dengan benar, tidak menurunkan masker di bawah hidung atau di bawah dagu,” katanya.
“Kemudian, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta sering mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau menyediakan selalu cairan pencuci tangan berbasis alkohol bila air mengalir tidak tersedia,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor bersama Satpol PP menggelar rapid tes massal covid-19 bagi wisatawan di kawasan Puncak sejak Kamis 29 November 2020 lalu.
Hari pertama rapid tes, dari 918 sampel ditemukan 50 wisatawan reaktif Covid-19. Kemudian, Jumat kemarin dari 177 orang hanya 2 yang ditemukan reaktif.

Melalui Pelatihan Jurnalistik Ismail Hajiali Minta Warga Nahdliyin Edukasi Warga Soal Covid

Suarapemerintah.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, melalui pelatihan Jurnalistik Dr. Ismail Hajiali mengajak seluruh warga Nahdliyin di Kota Makassar untuk menjadi edukator ditengah tengah masyarakat terkait pandemi Covid-19 yang saat ini mewabah di Kota Makassar.

Hal ini diungkapkan Ismail saat membuka acara Orientasi Jurnalistik yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar di Hotel Grand Celino, Sabtu (31/10/2020).

“Berbagai  informasi palsu alias Hoax terus saja menjejali linimasa kita di sosial media. Tentu ini sangat memprihatinkan apalagi di tengah upaya kita menghadapi pandemi Covid-19 yang kini masih mewabah,” ucapnya.

Olehnya itu, Ismail  berharap sebagai organisasi kemasyarakatan yang sudah mengakar di tengah masyarakat mampu menjadi edukator untuk memerangi hoax.

“Kami berharap NU menjadi salah satu edukator yang gigih bersinergi bersama pemerintah memerangi Hoax yang semakin massif akhir-akhir ini”ujar Ismail Hajiali.

Ismail yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar  ini memaparkan berbagai dinamika pers yang mengalami perubahan akibat lahirnya revolusi digital sejak beberapa tahun terakhir.

“Masyarakat mengalami perubahan dalam mengakses informasi. Lahirnya berbagai platform sosial media menjadikan publik bisa menjadi sumber informasi layaknya seorang wartawan yang sesungguhnya. Namun, dalam perkembangannya, sosial media telah menjadi ruang lahirnya berbagai informasi palsu yang merebak di tengah masyarakat” lanjutnya.

Sejumlah warga Nahdliyin kota Makassar, hadir dalam acara ini ,diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Makassar, Rais Syuriyah PCNU Makassar, AGH Dr. KH. Baharuddin HS, MA, serta Ketua Tanfidziyah PCNU, KH Kaswad Sartono, M.Ag.

Pelantikan Pengurus PRSI Kota Yogya Masa Bakti 2020-2024

Pelantikan Pengurus PRSI Kota Yogya Masa Bakti 2020-2024

Suarapemerintah.id – Sebanyak 18 anggota Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Yogya masa bakti 2020-2024 dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Daerah PRSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Yueke Indra Agung Laksana dan disaksikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Pelantikan pengurus PRSI Kota Yogya berlangsung di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Sabtu (31/10).

Selain Wawali hadir dalam pelantikan tersebut, antara lain Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta, Kepala Dispora Kota Yogyakarta, Ketua Umum Pengda PRSI D.I.Yogyakarta, serta para pengurus PRSI.

Pelantikan ini mengusung tema ” Solidaritas Organisasi yang Kuat Kita Rebut Kembali Juara Umum Akuatik pada PORDA XVI”.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengucapkan, selamat atas terpilihnya anggota baru PRSI masa bakti tahun 2020 – 2024 diharapkan di masa pandemi ini tetap menjaga kesehatan dan selalu aktif.

“ Bukan suatu hal yang mudah untuk meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk mengurus sebuah organisasi olahraga, di tengah-tengah pandemi saat ini. Adanya tuntutan untuk berprestasi memenuhi target, sementara di lain pihak ada juga keterbatasan sumber daya, misalnya sarana latihan. Semoga PRSI tetap menjadi yang terbaik dan bisa merebut kembali juara umum Akuatik pada PORDA XVI,” ungkapnya.

Heroe juga berharap, pengurus yang sudah dilantik dapat menjadi contoh dan semakin kompak dalam mengelola organisasi serta meningkatkan prestasi dibidang olahraga.

“ Semoga pengurus yang dilantik untuk periode 2020 – 2024 ini nantinya akan menjadi pengurus yang solid, kompak, tangguh dan dapat saling bantu-membantu memaksimalkan potensi yang ada, agar dapat meningkatkan prestasi dan memasyarakatkan atau mempopulerkan olahraga renang di Kota Yogya, agar dapat berprestasi di level propinsi maupun nasional,” kata Heroe.

Tak hanya itu, Wawali juga berpesan, disaat pandemi Covid-19 saat ini, diharapkan PRSI Kota Yogyakarta tetap melaksanakan program dan kegiatan yang sudah dirancang, serta menerapkan protokol kesehatan saat kegiatan berlangsung.

“ Di masa pandemi Covid-19 semoga tidak menjadi halangan pengurus PRSI Kota Yogyakarta untuk tetap menjalankan program dan kegiatan. Kegiatan pembinaan, pelatihan, koordinasi harus terus berjalan tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Ketua PRSI Kota Yogya masa Bakti 2020-204, Rohmani dalam sambutannya mengatakan, walaupun di suasana pandemi saat ini pengukuhan pengurus PRSI Kota Yogya tetap dilaksanakan dan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan hand sanitizer dan tempat duduk diberikan jarak setidaknya 1 meter.

“ Dalam situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, pelaksanaan pelantikan dan rapat kerja tetap memperhatikan dan melakukan anjuran dari pemerintah. Langkah ini sebagai bentuk kewaspadaan dan sekaligus pencegahan penyebaran penyakit Covid-19. Semoga wabah ini segera dapat ditangani kita semua, dan kembali beraktifitas,” ungkapnya.

Saat ini, PRSI sebagai cabor akuatik mengampu pada enam sub cabor yang terdiri dari Renang Lintasan, Renang Indah, Loncat Indah, Polo Air, Renang Perairan Terbuka (OWS) dan Renang Master.

Namun pada PORDA 2019 tahun lalu, hanya ada dua sub cabor yang dipertandingkan yakni Renang Lintasan (38 medali emas) dan Polo Air (2 mendali emas).

“ Dari keduanya PRSI Kota Yogyakarta hanya mampu mendapatkan 12 mendali emas, diharapkan ke depannya dengan kepengurusan baru dapat memperbanyak prestasi,” jelasnya.

Pemkot Yogya Salurkan Bantuan Sprayer dan APD Dari DMI Pusat

Pemkot Yogya Salurkan Bantuan Sprayer dan APD Dari DMI Pusat

Suarapemerintah.id – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat ibadah khususnya masjid, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya menyalurkan bantuan sprayer, disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD) dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat.

Penyaluran bantuan ini secara simbolis dilakukan oleh Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi kepada Ketua DMI Kota Yogya, Fathoni Siraj, pada Sabtu (31/10) di Masjid Deponegoro, Kompleks Balaikota Yogyakarta.

Wakil Walikota Yogya yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya mengatakan bahwa bantuan dari DMI ini pada prinsipnya adalah untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa pandemi Covid-19 ini belum selesai. Selain itu, bantuan ini diharapkan bisa menjadi media pencegahan Covid-19 di lingkungan tempat ibadah khususnya masjid.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga kita bisa terhindar dari Covid-19, dan mencegah terjadinya klaster masjid, di mana selama ini kita terhindar dari hal itu,” katanya.

Lebih lanjut, Wawali mengingatkan kepada para anggota DMI untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dan menerapkan protokol kesehatan.

“Hal ini tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” kata Heroe Poerwadi.

Ketua DMI Kota Yogya, Fathoni Siraj mengatakan bahwa bantuan sprayer, disinfektan dan APD ini adalah bantuan dari DMI Pusat yang disalurkan ke provinsi, kemudian dari provinsi didistribusikan ke wilayah-wilayah, yaitu ke Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kota Yogya. Masing-masing daerah mendapatkan 90 spayer, 25 APD dan disinfektan.

“Bantuan ini dari DMI Pusat yang disalurkan ke DIY yang kemudian disalurkan ke wilayah-wilayah. Untuk Kota Yogya mendapat 90 spayer, 25 APD dan disinfektan,” kata Fathoni.

Fathoni juga menjelaskan, sementara yang akan dibagikan sprayer dan disinfektan. Masing-masing kelurahan mendapat 2 spayer dan disinfektan. Untuk APD masih dikoordinasikan dengan BAZNAS, karena jumlah APD yang terbatas, dikhawatirkan tidak bisa merata pembagiannya.

“Untuk APD masih kami kordinasikan dengan BAZNAS karena jumlahnya hanya 25 takutnya nanti tidak merata,” kata Fathoni.

Ambulans Gratis PCM Mantrijeron, Bantu Warga Hadapi Kondisi Darurat

Ambulans Gratis PCM Mantrijeron, Bantu Warga Hadapi Kondisi Darurat

Suarapemerintah.id – Layanan ambulans gratis di tengah masyarakat menjadi alternatif warga kurang mampu ketika menghadapi situasi darurat. Keberadaan layanan ini diharapkan semakin banyak sehingga bisa membantu warga secara lebih luas.

“Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, semangat berbagi sangat dibutuhkan. Seperti penyediaan layanan ambulans gratis untuk warga,” ucap Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat peresmian ambulans gratis PCM Muhammadiyah Mantrijeron di Masjid Danunegaran, Sabtu (31/10/2020).

Pihaknya berharap, layanan ambulans gratis semakin banyak sehingga bisa membantu warga secara lebih luas. Mengingat keberadaan layanan tersebut masih sangat dibutuhkan karena ketersediaan fasilitas mobil yang terbatas.

Namun untuk memberikan pelayanan prima, Heroe meminta penyedia layanan ambulans gratis menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harapannya bisa membantu warga mengatasi kedaruratan yang dihadapi.

“Jangan sampai ada ambulans tapi tidak sigap pada kondisi darurat. Kondisi seperti itu memerlukan penanganan yang tepat,” tuturnya.

Penyedia layanan ambulans gratis diharapkan bisa menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit yang berada di lingkungan mereka sehingga layanan bisa lebih maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pelayanan Sosial PDM Yogyakarta, Ridwan Sartoni menuturkan, ambulans gratis PCM Mantrijeron merupakan yang ketiga setelah Tegalrejo dan Wirobrajan.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, perjalanan ambulans gratis Lazis Muh sudah mencapai 700 layanan dari 20 titik selama bulan september 2020.

Pemkot Yogya Dorong Pelaku UMKM Menjual Produk Secara Digital

Pemkot Yogya Dorong Pelaku UMKM Menjual Produk Secara Digital

Suarapemerintah.id– Pandemi Covid-19 ini telah melumpuhkan perekonomian, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Yogya. Untuk itu, Pemkot Yogya mendorong pada para pelaku UMKM dan  pedagang pasar agar menjual produk secara digital. Agar proses digitalisasi ini berjalan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah mitra.

Demikian disampaikan Wakil Walikota (Wawali) Yogya Heroe Poerwadi saat menjadi pembicara FGD bertema Ketangguhan UMKM Yogya di Tengah Pandemi Covid-19. Kegiatan ini diadakan oleh Redaksi Kedaulatan Rakyat (KR) bersama UGM, Pemkot Yogya  dan perwakilan dari UMKM, Jumat (30/10) di Hotel 101 Yogya.

Wawali Yogya Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa Pemkot Yogya telah bekerja sama dengan Gojek untuk turut serta memasarkan produk-produk UMKM.

“Hasil kerjasama dengan Gojek ini menghasilkan output yang cukup signifikan, ” katanya.

Dijelaskan dari hasil laporan Gojek pada periode 2019 sampai 2020 ada kenaikan 80 persen. Dari hasil tersebut bisa dilihat bahwa program Yogya untuk Yogya ketika mahasiswa belum datang bisa terwujud, meskipun belum bisa merata.

Selain bekerjasama dengan Gojek,  Pemkot juga mendorong kepada para komunitas-komunitas untuk membuat dagangannya dari offline menjadi online. Di Pasar Beringharjo misalnya Pemkot Yogya sudah meluncurkan Smart Traditional Market, yang membantu menjual semua produk dagangan Beringharjo secara digital.

“Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk menghidupkan pasar-pasar tradisional di tengah Pandemi Covid-19,” kata Heroe Poerwadi.

Wawali juga menuturkan bahwa Pemkot juga berusaha mendorong para pelaku UMKM di kelurahan untuk menjual barang dagangannya secara online. Saat ini sudah ada Kelurahan Wirogunan yang membuat platfom yang diberi nama Klarisan.com untuk para UMKM di sekitar kelurahan tersebut menjual produk dagannya secara digital. Selain itu ada juga PONIJO atau pasaronlinebangirejo.com yaitu pasar online UMKM Bangirejo, Karangwaru dan Tegalrejo.

Koordinator Forum Lintas Malioboro, Suparno Sito menuturkan, UMKM Malioboro bisa dikatakan sebagai UMKM tangguh meskipun terombang ambing badai Pandemi Covid-19, sejak awal sampai saat ini masih bertahan. Hal ini tidak lepas dari usaha keras para pelaku UMKM dan juga support dari Pemerintah Kota Yogya.

Terkait dengan permodalan, Suparno menuturkan, UMKM Malioboro masih banyak yang kesulitan untuk meraih bantuan UMKM dari pemerintah pusat. Hal ini karena persyaratan penerima harus tidak memiliki hutang di bank, dan juga banyak pelaku UMKM yang tidak memiliki Surat Izin Usaha (SIUP).

“Banyak para pelaku UMKM Malioboro yang tidak mendapat bantuan BLT UMKM karena terkendala pada syarat tidak memiliki hutang dan juga SIUP,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wawali menuturkan, selain mendorong transformasi digital, Pemkot juga memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk membuat surat izin usaha, di mana hal ini yang menjadi syarat untuk UMKM bisa mengakses program kredit dari Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang disalurkan lewat Bank BPD. Namun, berdasarkan data para pendaftarnya yang masih minim.

“Kami sudah tawarkan kepada teman-teman Malioboro silakan dikoordinir secara kolektif, nanti dari Dinas Koperasi dan UMKM akan membantu mempercepat proses pembuatan SIUP-nya. Tapi laporan dari BPD masih banyak yang belum mendaftar karena para pedagang masih berpikir-pikir karena situasi pandemi yang tidak menentu,” kata Heroe Poerwadi.