Beranda blog Halaman 514

Cara Lapor SPT di Coretax dan Update Terbaru Pelapor per 21 Januari 2026

Memasuki pekan ketiga masa pelaporan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat 398.091 wajib pajak telah menyampaikan SPT Tahunan melalui sistem Coretax hingga 21 Januari 2026. Angka ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan perpajakan digital yang kini menjadi kanal utama pelaporan SPT.

DJP merinci, jumlah tersebut terdiri dari 328.933 Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) Karyawan dan 48.481 WP OP Non-Karyawan untuk tahun buku Januari–Desember 2025.

Sementara itu, pelaporan SPT Tahunan Badan tercatat sebanyak 20.538 pelapor dalam rupiah, serta 39 pelapor dalam dolar Amerika Serikat (USD). DJP juga mencatat adanya 97 wajib pajak badan beda tahun buku yang melaporkan dalam rupiah, serta 3 pelapor dalam USD.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan bahwa seluruh pelaporan SPT Tahunan 2025 dilakukan melalui sistem perpajakan terintegrasi Coretax. Oleh karena itu, DJP mengimbau seluruh wajib pajak untuk mengaktifkan akun Coretax agar dapat mengakses fitur pelaporan.

Panduan Singkat Pelaporan SPT Tahunan di Coretax

Untuk menyampaikan SPT Tahunan, wajib pajak terlebih dahulu membuat konsep SPT melalui menu Surat Pemberitahuan (SPT) di dashboard Coretax, lalu memilih jenis SPT sesuai tahun pajak. Setelah konsep dibuat, wajib pajak dapat mengisi Induk SPT, lengkap dengan identitas, metode pencatatan, serta status perpajakan suami/istri yang otomatis terintegrasi dengan sistem.

Pada bagian Lampiran, wajib pajak diminta memperbarui data harta yang masih dimiliki, saldo kas, harta bergerak, serta utang pada akhir tahun pajak. Selain itu, wajib pajak juga wajib mengisi daftar anggota keluarga yang menjadi tanggungan untuk perhitungan PTKP.

Seluruh data penghasilan dan bukti pemotongan dari pemberi kerja akan terisi otomatis melalui sistem BPA1. Wajib pajak tetap dapat menambahkan data tambahan jika diperlukan.

Sebelum melaporkan, wajib pajak perlu memastikan kecocokan antara nilai PPh terutang dan pajak yang telah dipotong pihak lain. Bila keduanya sesuai, maka SPT berstatus Nihil.

Proses pelaporan kemudian dilanjutkan dengan memilih menu “Bayar dan Lapor”, memasukkan Kode Otorisasi DJP, mengonfirmasi tanda tangan digital, dan menyimpan laporan. SPT yang telah terkirim dapat diakses melalui menu “SPT Dilaporkan”, termasuk bukti penerimaan surat dan dokumen pendukung lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gus Ipul Tekankan Akurasi DTSEN hingga Desa untuk Jangkau “The Invisible People”

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya penguatan akurasi dan pemutakhiran data sosial hingga tingkat desa sebagai upaya menjangkau warga yang selama ini luput dari intervensi negara atau the invisible people.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di hadapan ratusan kepala desa dan pilar-pilar sosial se-Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Jawa Timur.

Mensos Gus Ipul menyampaikan bahwa persoalan utama dalam perlindungan sosial bukan hanya pada program, tetapi pada ketepatan sasaran. Karena itu, perbaikan data menjadi kunci utama agar negara benar-benar hadir untuk warga yang paling membutuhkan.

“Kalau datanya tidak benar, kebijakannya pasti tidak tepat. Karena itu saya selalu menekankan pentingnya jihad data, kerja sungguh-sungguh dan berkelanjutan agar warga miskin dan rentan benar-benar terlihat,” ujar Gus Ipul, Rabu (21/1/2026).

Mensos Gus Ipul menjelaskan, istilah the invisible people merujuk pada kelompok masyarakat miskin dan rentan yang kerap tidak tercatat atau tidak terdata secara memadai, sehingga tidak tersentuh bantuan sosial maupun layanan negara. Kondisi ini, menurutnya, menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah bekerja lebih presisi.

Gus Ipul lantas memaparkan data penerima manfaat sekolah rakyat. Dari data ini kelompok rentan umumnya berasal dari keluarga dengan 60 persen orang tua bekerja sebagai buruh atau tenaga harian lepas, 67 persen berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, serta 65 persen memiliki tanggungan keluarga lebih dari empat orang.

Dari sisi pendidikan, tercatat 454 anak tidak atau belum pernah bersekolah dan 299 anak putus sekolah atau tidak lulus, bahkan sebagian di antaranya sudah harus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara dari aspek sosial, banyak anak berasal dari keluarga orang tua tunggal dan menghadapi berbagai bentuk kerentanan sosial, termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

“Ini adalah warga yang sering kali tidak terlihat oleh sistem. Padahal mereka ada, hidup di sekitar kita, dan justru paling membutuhkan kehadiran negara,” tegas Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN disusun berdasarkan mandat konstitusi, undang-undang, serta visi Presiden, yang diturunkan melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Ia menekankan bahwa peran kepala desa dan perangkat desa sangat strategis karena data sosial ekonomi berawal dari desa sebelum diverifikasi secara berjenjang hingga tingkat nasional.

“RT, RW, kepala desa, pendamping sosial, sampai bupati dan wali kota, semuanya punya peran penting. Kalau di hulunya sudah benar, maka di hilir kebijakan juga akan tepat,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemutakhiran data DTSEN dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur formal dan jalur partisipasi masyarakat.

Jalur formal dimulai dari RT/RW dan musyawarah desa/kelurahan, diverifikasi oleh pendamping sosial dan dinas sosial kabupaten/kota, sebelum ditetapkan ke dalam DTSEN.

Sementara jalur partisipasi memungkinkan masyarakat mengusulkan maupun menyanggah data secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos, yang kemudian diverifikasi secara berjenjang.

“Masyarakat sekarang bisa ikut mengawal data. Ini bentuk transparansi dan partisipasi publik agar tidak ada yang tertinggal,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN menjadi dasar penentuan sasaran berbagai kebijakan, termasuk program bansos dan Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Ia memastikan proses seleksi Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik, melainkan berbasis data DTSEN yang diverifikasi melalui ground check pendamping sosial dan penetapan pemerintah daerah.

“Sekolah Rakyat ini bukan soal pintar atau tidak, tapi soal keadilan. Negara hadir untuk anak-anak dari keluarga paling rentan agar mereka punya masa depan,” ujarnya.

Hingga saat ini, 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah dengan hampir 16 ribu siswa, didukung lebih dari 2 ribu guru dan hampir 5 ribu tenaga kependidikan, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memperkuat kebijakan berbasis data melalui DTSEN. Ia menilai kehadiran DTSEN membantu pemerintah daerah lebih objektif dalam menentukan sasaran program.

“Dengan DTSEN, kita tidak lagi bekerja berdasarkan perkiraan. Data ini menjadi pondasi agar kebijakan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat,” ujar Setyo Wahono.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat yang dinilainya sejalan dengan upaya memutus rantai kemiskinan.

“Kami berharap Sekolah Rakyat tidak hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga membangun kemandirian keluarga, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan sosial,” tambahnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BMKG dan Pemprov Jakarta Laksanakan OMC, Tekan Risiko Bencana Dampak Potensi Hujan Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berlangsung sepanjang 16–22 Januari 2026 dengan pusat pos komando (Posko) di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, modifikasi cuaca ini bertujuan menekan potensi bencana hidrometeorologi dampak curah hujan tinggi yang rawan terjadi di musim hujan. Dalam pelaksanaannya, satu unit pesawat jenis Casa 212 seri 200 dengan nomor registrasi A-2105 disiagakan bersama bahan semai berupa NaCl (garam) dan CaO (kapur).

“OMC di Jakarta ini merupakan bagian dari upaya penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, OMC juga telah dilaksanakan pada 13–19 Januari 2026 dengan menyemai 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO pada total 31 sorti,” kata Seto di Jakarta (21/1).

Seto menambahkan, penyemaian diprioritaskan untuk menjatuhkan awan-awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek. Selain itu, penyemaian juga dilakukan dengan tujuan menghambat pertumbuhan awan-awan baru sehingga tidak tumbuh secara optimal di daratan.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini disupervisi secara teknis oleh BMKG. Sebelum melakukan penyemaian, dilakukan pemantauan radar cuaca dan pertimbangan matang untuk memastikan keberhasilan operasi.

Di mana, saat ini terjadi beberapa fenomena atmosfer yang berpotensi memberikan dampak hujan di sebagian wilayah Jabodetabek, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 2, potensi gelombang frekuensi rendah, gelombang Kelvin, serta Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif. Secara umum, kelembapan udara di wilayah Jabodetabek berkisar pada 40–100% pada lapisan 925–500 hPa.

“Labilitas atmosfer menunjukkan kondisi massa udara labil lemah dan potensi konveksi sedang. Prioritas utama kami adalah mengurangi awan-awan hujan yang berkembang dan bergerak memasuki wilayah Jakarta sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan nyaman dan tenang,” tutur Budi.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengapresiasi kesiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi bencana. Bukan hanya OMC, sinergi erat upaya penanganan bencana secara umum menjadi kunci utama keselamatan masyarakat luas.

“Penanganan bencana di Jakarta yang berjalan secara terintegrasi merupakan langkah baik yang perlu terus dijalankan dan dioptimalkan. Prakiraan dan pemantauan cuaca yang diberikan BMKG akan sangat diperlukan dalam menyusun strategi yang efisien dalam penanganan dan mitigasi bencana,” ujar Andi Eviana.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Zaini Miftah juga menyatakan operasi ini bentuk mitigasi proaktif & antisipasi dari pemerintah daerah. Sebagaimana prakiraan cuaca dari BMKG, terdapat potensi peningkatan curah hujan pada Dasarian II bulan Januari, oleh karena itu OMC akan dilaksanakan selama 7 hari (16–22 Januari 2026).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Tinggi Vokasi Sampai ke Negeri China

Sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi di tanah air, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Belmawa gencar mendorong pendidikan tinggi vokasi mempersiapkan tenaga profesional yang berdaya saing global. Pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan percaya diri, yang pada gilirannya berdampak bagi masyarakat dan berkontribusi untuk pembangunan nasional.

Sebagai ujung tombak skilled labour yang dibutuhkan pasar kerja, arah kebijakan penguatan pendidikan vokasi dilandasi upaya menaikkan kelas kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kerja nasional. Karena itu pembelajaran berbasis praktik baik (best practices) penting dikedepankan. Di samping penguasaan bahasa dan komunikasi, sertifikasi kompetensi yang kredibel, serta penguatan kolaborasi dan jejaring dengan mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Dan untuk mengakselerasi hal tersebut di atas, Kemdiktisaintek menginisiasi penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE) dengan Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Pananda-tanganan nota kesepahaman dilaksanakan di Jakarta (21/1).

Salah satu butir penting dari nota kesepahaman ini adalah melaksanakan program kerja sama 1+10+100+1000=10000. Skema ini mencakup pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi, yang fokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran, untuk peningkatan mobilitas dua arah sebanyak 1000 mahasiswa antara Indonesia dan Tiongkok, serta pelatihan 10.000 talenta lokal Indonesia. Kerja sama ini dilaksanakan melalui proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic dengan tujuan utama mendorong pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pembinaan talenta.

“Nota kesepahaman ini merupakan peluang yang strategis bagi pendidikan tinggi vokasi. Kita berharap nota kesepahaman ini dapat dilaksanakan secara konkret, sehingga betul-betul berdampak bagi masyarakat,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman.

Proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic ini dinilai sebagai langkah strategis dan solutif bagi politeknik di Indonesia untuk menjangkau dunia global. Mengingat kerja sama ini juga meliputi sektor industri utama melalui integrasi industri, pendidikan, riset, dan pengembangan talenta. Termasuk pertukaran talenta dua arah program pendidikan bersama, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Sebelumnya proyek kolaborasi Lingnan Artisan Polytechnic telah melaksanakan pameran pendidikan di Padang, Sumatera Barat. Diikuti lebih dari 11 politeknik dari Guangdong, pameran ini dinilai sukses untuk diestafetkan di wilayah lain di Indonesia.

Selain pembelajaran berbasis pelatihan praktik, kerja sama ini juga memberikan sertifikasi dan pelatihan bahasa. Didukung skema 1+10+100+1000+10.000 diharapkan politeknik di Indonesia mampu mewarnai pasar kerja di tingkat global. Dengan demikian akan terjadi brain circulation di mana pengalaman dan pengetahuan dibawa pulang ke tanah air.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Muhammad Restu mengatakan, nota kesepahaman ini menjadi pintu masuk bagi politeknik di Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global. Dia berharap nota kesepahaman ini dapat segera dikonkretkan.

“Menjadi tugas kami mengakselerasi nota kesepahaman ini menjadi konkret. Lulusan politeknik yang berkesempatan mendapatkan pelatihan atau magang di Guangdong, mereka akan menemukan anak tangga berikutnya untuk memasuki pasar global,” kata Restu.

Turut hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman ini Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Ojat Darojat, Presiden Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional Mr. Zhao Pengfei, dan ketua Forum Komunikasi Direktur Vokasi Indonesia (FDPNI) Ahyar Muhammad Diah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tinjau Pelayanan Kesehatan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Wapres Dorong Penguatan Fasilitas Rumah Sakit

Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (20/1), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soekardjo. Agenda kedua ini dilakukan untuk memastikan penguatan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terus berjalan secara optimal.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, negara memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan mudah diakses. Dalam konteks tersebut, Wapres menegaskan pentingnya penguatan fasilitas pelayanan kesehatan serta optimalisasi sistem jaminan kesehatan nasional sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres memantau langsung alur pelayanan pasien, mulai dari pendaftaran rawat jalan, pelayanan poliklinik, hingga farmasi. Ia juga melihat sejumlah fasilitas, termasuk gedung poliklinik yang masih dalam tahap penyelesaian serta bangunan rawat inap dari sisi luar. Wapres juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan menyapa warga yang tengah menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

Direktur RSUD dr. Soekardjo, dr. Budi Terbadi, menyampaikan bahwa Wapres memberikan perhatian khusus terhadap penguatan fasilitas rumah sakit, termasuk percepatan penyelesaian pembangunan gedung pelayanan.

“Pak Wapres tadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Beliau juga melihat langsung gedung poliklinik yang masih dalam tahap penyelesaian dan mendorong agar koordinasi dengan pemerintah provinsi dapat segera dituntaskan,” ujar dr. Budi.

Lebih lanjut, dr. Budi menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang dilayani di RSUD dr. Soekardjo merupakan peserta BPJS Kesehatan. Ia menyampaikan bahwa Kota Tasikmalaya telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan tingkat kepesertaan BPJS mencapai sekitar 99 persen dari total penduduk.

“Keaktifan peserta saat ini berada di angka sekitar 83 persen. Tadi Pak Wapres juga meninjau pelayanan di beberapa poliklinik, seperti klinik anak, kebidanan, dan saraf, serta melihat pelayanan farmasi rawat jalan,” jelas dr. Budi.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga berdialog dengan keluarga pasien. Salah satu warga, Neng Neti, fasilitator Desa Sukamenak sekaligus pendamping Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Wapres terhadap kondisi pasien yang tengah menjalani proses rujukan medis.

“Alhamdulillah, Pak Wapres menanyakan langsung kondisi pasien dan menyampaikan bantuan agar proses rujukan pengobatan ke rumah sakit rujukan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Risma Ardhi Chandra Resmi Jadi Plt Bupati Pati Usai Sudewo Ditetapkan Tersangka KPK

Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra secara resmi didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Hal itu menyusul penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penunjukan sebagai Plt Bupati tersebut menindaklanjuti radiogram dari Menteri Dalam Negeri, yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi kemudian menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026, tentang penugasan Wakil Bupati Pati untuk melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Pati, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Surat penugasan itu diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, kepada Risma Ardhi Chandra, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1).

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta kepada Plt Bupati Pati, agar mengoordinasikan jalannya pemerintahan sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan Pemkab Pati.

“Saya nitip kepada Mas Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati, bisa mengoordinasikan, memberikan ketenangan, ketentraman, di lingkungan pemerintah kabupaten Pati,” ujar dia.

Wagub meminta kepada Plt Bupati Pati untuk terus menjaga soliditas dan profesionalitas ASN Pemkab Pati, agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Marilah bersama-sama bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas dan kewenangan, sesuai penugasan yang diberikan. Sekaligus berkomitmen menjaga integritas tata kelola pemerintahan, agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

“Kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Pati, dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Chandra menyatakan, kehadiran Wagub Jateng sebagai bentuk perhatian dan dukungan, sekaligus memberi arahan dan pedoman dalam situasi yang sedang dihadapi.

“Kami mohon dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pati dalam melanjutkan agenda pembangunan di Pati, agar dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Disambut Hangat Warga Desa, Menteri Dody Pastikan Negara Hadir Pascabencana Aceh Tamiang

Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, Privinsi Aceh pada 27 November 2025 tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga sempat melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Landuh, Kecamatan Rantau. Pascabencana, lumpur banjir setinggi pinggang yang menutup jalan lingkungan dan kawasan permukiman masih membekas di ingatan warga setempat.

Di tengah kondisi itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo datang langsung ke Desa Landuh pada Rabu, 24 Desember 2025. Tanpa ragu, Menteri Dody menyusuri sudut-sudut desa yang masih tertutup lumpur dengan membonceng sepeda motor. Tanpa pengawalan ketat, Menteri Dody menyapa warga dan mendengarkan langsung cerita mereka tentang hari-hari sulit pascabencana.

Warga menyampaikan bahwa sebelum kunjungan tersebut, belum ada pejabat negara yang meninjau langsung kondisi Desa Landuh. Kehadiran Menteri Dody menjadi penguat tersendiri bagi masyarakat bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa yang terdampak paling parah.

Menteri Dody mengatakan, percepatan pembersihan, khususnya fasilitas umum menjadi prioritas agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih.

“Kita semua ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit,” kata Menteri Dody.

Usai berkeliling desa dan menyerap aspirasi masyarakat, Menteri Dody langsung memerintahkan unit teknis Kementerian PU untuk bergerak cepat. Alat berat dikirimkan ke lokasi guna membantu pembersihan lumpur, terutama di jalan-jalan lingkungan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Komitmen tersebut tidak berhenti pada kunjungan pertama. Pada Selasa, 20 Januari 2026, Menteri Dody kembali mengunjungi Desa Landuh untuk memastikan bahwa penanganan benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hasilnya, pembersihan telah dilakukan secara signifikan, khususnya pada jalan-jalan lingkungan desa yang kini sudah dapat dilalui kembali.

Kepala Desa Landuh Helmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih langsung kepada Menteri Dody atas perhatian dan tindak lanjut yang dilakukan Kementerian PU. Helmi menggambarkan perubahan yang dirasakan warganya, dari kondisi jalan yang sebelumnya tertutup lumpur hingga kini kembali bisa dilalui, sehingga aktivitas masyarakat dan roda ekonomi perlahan mulai bergerak kembali.

“Sekarang warga sudah bisa beraktivitas, anak-anak bisa melintas, dan kegiatan ekonomi mulai hidup lagi,” ujarnya.

Pertemuan Menteri Dody dengan Kepala Desa menjadi bukti menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memastikan penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada respons awal, tetapi berlanjut hingga masyarakat benar-benar merasakan pemulihan dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Menteri Dody menyampaikan pesan keteguhan kepada masyarakat Desa Landuh dan mengajak warga untuk tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan, terus berdoa, serta menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Kita hadapi ini bersama. Negara tidak akan nenunggalkan bapak-bapak,” pesan Menteri Dody kepada warga.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tak Terpengaruh Situasi Politik, Wagub Jateng Bawa OPD Serahkan Bantuan Korban Banjir Pati

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap memberikan perhatian penuh terhadap para korban banjir di Kabupaten Pati. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membawa serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terjun langsung ke lokasi banjir, untuk menyerahkan bantuan, Rabu (21/1), tanpa terpengaruh situasi politik yang terjadi di kabupaten setempat.

Gus Yasin, begitu karib disapa, yang ditemani istri, Nawal Arafah meninjau sejumlah dapur umum dan tempat pengungsian di Desa Bumirejo dan Doropayung, Kecamatan Juwana. Dia berdialog dengan warga korban banjir. Suasana terasa akrab dan hangat.

Kehadiran Wakil Gubernur, istri beserta sejumlah OPD, selain untuk menyerahkan bantuan, juga memastikan kondisi para warga. Baik kesehatan, kebutuhan logistik, dan makanan, sekaligus mencari solusi penanganan jangka pendek hingga panjang.

“Hari ini kami meninjau masyarakat yang masih terdampak banjir di Kabupaten Pati,” ujar Gus Yasin.

Dari laporan yang diterima di lokasi, masih ada sekitar 18 desa yang masih tergenang air. Dan sedikitnya 16 ribu warga yang terdampak.

“Ini semangat kolaborasi dan gotong royong dalam penanganan banjir di Pati. Ada dapur umum dan tempat pengungsian yang sudah didirikan di Juwana,” lanjutnya.

Menurut wagub, penyediaan makan dari dapur umum sudah layak dan cukup, termasuk kandungan gizinya. Obat-obatan pun sangat cukup.

“Makanannya bagus, ada gizi, kalsium, karbohidratnya cukup semua,” paparnya.

Selain menemui warga, Gus Yasin juga berkoordinasi dengan OPD Provinsi Jawa Tengah dan setempat, untuk segera melakukan penanganan secara cepat dan jangka panjang.

“Kami juga berkoordinasi dengan pusat. Semoga segera terselesaikan,” terangnya.

Dalam kunjungannya ke Pati, Gus Yasin juga memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Pati. Dia menekankan penguatan integritas penyelenggara pemerintahan.

Menurutnya, komitmen integritas tidak boleh hanya sebatas dokumen, namun harus diterapkan dalam keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pakta integritas jangan hanya berhenti di kertas, tetapi juga harus melekat ke dalam keseharian kita, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas wagub.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan, situasi politik yang terjadi di Kabupaten Pati tidak memengaruhi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam memberikan perhatian kepada korban banjir.

“Pada prinsipnya kami terus melakukan kegiatan-kegiatan. Di Pati itu ada bencana yang berdampak kepada warganya. Jadi kami harus tetap memberikan perhatian serius,” tuturnya.

Ditambahkan, Dinkes menyalurkan bantuan obat-obatan dan memberikan pelayanan kepada kaum renta, seperti lansia, ibu hamil, balita, disabilitas dan penyakit kronis, yang membutuhkan penanganan.

Dia juga memastikan fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas, buka dan memberi pelayanan selama 24 jam.

“Makanan juga harus dipastikan layak dan sehat konsumsi, dapur umum dan tempat pengungsian harus nyaman dan aman,” tambahnya.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursari menambahkan, penanganan bencana pada prinsipnya adalah kemanusiaan, dan itu sudah menjadi kewajiban pemerintah. Sehingga, tidak terpengaruh dengan adanya situasi politik di Kabupaten Pati.

“Penanganan dan bantuan terus kita lakukan. Jadi, soal bencana tidak ada kaitannya dengan situasi politik,” tuturnya.

Pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik kepada para korban. Selain itu, berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat, untuk mendistribusikan bantuan logistik, makanan, dan sebagainya.

“Kami kolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk penanganan banjir ini,” tandas Bergas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Atasi Konflik Manusia dan Gajah, Lampung Ajukan Anggaran Rp105 Miliar ke Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Lampung semakin mengintensifkan upaya penanganan konflik antara manusia dan satwa liar Gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sebagai langkah strategis dalam satu tahun terakhir, pemerintah merencanakan pembangunan tanggul pengaman sepanjang 11 kilometer yang akan membentang di Kecamatan Way Jepara, lokasi dengan frekuensi konflik tertinggi.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, menyatakan bahwa Gubernur Lampung telah mengambil langkah konkret untuk merealisasikan infrastruktur mitigasi tersebut melalui pengajuan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

“Bapak Gubernur Lampung telah mengajukan proposal senilai lebih kurang 105 milyar rupiah kepada Menteri Pekerjaan Umum melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air untuk fasilitasi pembangunan tanggul dan kita akan terus follow up agar dapat direalisasikan pada tahun ini,” ujar Yanyan dalam keterangannya, Senin (19/1).

Pembangunan tanggul pengaman ini bertujuan sebagai barier fisik untuk membatasi pergerakan gajah liar agar tidak keluar dari zona konservasi. Hal ini dinilai krusial untuk melindungi populasi gajah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di desa penyangga TNWK.

“Tanggul Pengaman diperlukan dalam membatasi pergerakan gajah untuk tidak keluar dari kawasan TN Way Kambas dan menurunkan risiko konflik, baik risiko bagi gajah liar maupun risiko bagi masyarakat,” papar Yanyan.

Yanyan selanjutnya menjelaskan bahwa tipologi konflik manusia-gajah bervariasi di setiap daerah, sehingga metode mitigasi yang diterapkan harus adaptif. Klasifikasi konflik berkisar dari tipe ringan yang jarang terjadi, hingga tipe berat yang sangat parah. Oleh karena itu, diperlukan desain kombinasi solusi yang presisi di setiap kilometer batas kawasan sebagai solusi permanen.

“Ada wilayah yang perlu dibuat tanggul pengaman, ada yang harus dipasang pagar kejut listrik, ada juga wilayah yang hanya perlu dipagar dengan kawat saja,” jelasnya.

Terealisasinya infrastruktur mitigasi sepanjang 11 km ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas patroli petugas dalam pengamanan habitat.

Selain aspek teknis, pembangunan ini juga diharapkan dapat membangun kolaborasi yang solid antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar dalam upaya menekan frekuensi konflik.

Pemerintah Provinsi Lampung menekankan perlunya keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat tindak lanjut rencana ini, guna mencegah jatuhnya korban dan menjaga keseimbangan konservasi.

Menutup keterangannya, Yanyan menyoroti tantangan pembiayaan dan pentingnya sinergi lintas sektor.

“Mengingat ketersediaan anggaran yang terbatas, bahkan disemua level pemerintahan, kita semua harus bisa mencari sumber pembiayaan untuk dapat membiayai batas taman nasional secara jangka panjang dan permanen dan mudah-mudahan semuanya bisa mendukung,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Targetkan Penarikan Utang Rp832 Triliun untuk Tutup Defisit APBN 2026

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan penarikan utang baru sebesar Rp832,20 triliun untuk membiayai defisit APBN 2026 yang mencapai Rp689,14 triliun. Target tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2026.

Nilai penarikan utang baru atau pembiayaan utang pada 2026 meningkat 7,26 persen dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar Rp775,86 triliun.

Dari total Rp832,20 triliun pembiayaan utang yang direncanakan, sebagian besar akan berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Pemerintah menargetkan penerbitan SBN senilai Rp799,53 triliun, naik signifikan dari target 2025 yang hanya Rp642,56 triliun.

Sementara itu, porsi pinjaman justru menurun. Total pinjaman yang akan ditarik pada 2026 dipatok Rp32,67 triliun, jauh lebih rendah dari target pinjaman 2025 sebesar Rp133,30 triliun.

Untuk pinjaman dalam negeri, pemerintah menargetkan penarikan Rp7,33 triliun. Namun setelah dikurangi pembayaran cicilan pokok sebesar Rp13,87 triliun, pinjaman dalam negeri secara neto tercatat minus Rp6,53 triliun.

Sementara itu, target penarikan pinjaman luar negeri tahun depan sebesar Rp144,54 triliun, turun 33,23 persen dibandingkan target 2025 yang mencapai Rp216,49 triliun. Dari total tersebut, Rp105,33 triliun dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok.

Sisa pinjaman luar negeri akan digunakan untuk pinjaman tunai Rp41,92 triliun serta pinjaman kegiatan senilai Rp102,61 triliun. Secara keseluruhan, pinjaman luar negeri neto pada 2026 diperkirakan Rp39,21 triliun, merosot 69,39 persen dari target 2025.

Dari total penarikan utang dalam APBN 2026 yang sebesar Rp832,20 triliun, sebagian akan digunakan untuk investasi senilai Rp203,05 triliun.

Terdiri dari investasi ke BUMN dan BLU Rp41,45 triliun, organisasi atau lembaga keuangan internasional (LKI) maupun badan usaha internasional Rp1,96 triliun, investasi pemerintah oleh Bendahara Umum Negara atau (non permanen) Rp51,79 triliun, investasi lainnya untuk pembiayaan pendidikan, cadangan pembiayaan investasi dan pembiayaan lainnya Rp111,83 triliun, serta penerimaan kembali investasi Rp3,99 triliun.

Adapula yang digunakan untuk pemberian pinjaman kepada BUMN ataupun pemda senilai Rp404,15 triliun.

Dengan catatan ini, total pembiayaan anggaran dalam APBN 2026 yang digunakan untuk menutup defisit senilai Rp689,14 triliun, termasuk berasal dari pembiayaan lainnya dalam bentuk saldo anggaran lebih (SAL) Rp60,4 triliun dan hasil pengelolaan aset Rp400 miliar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News