Beranda blog Halaman 80

Gerakan Suka Menanam di Bojonegoro Libatkan 300 Peserta, Perkuat Upaya Hadapi Perubahan Iklim

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, menggelar Gerakan Suka Menanam di Lapangan Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, sebagai langkah memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim, yang dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah ini diikuti sekitar 300 peserta.

 

Dalam siaran tertulisnya, Jumat (31/7/2026), Wakil Bupati Nurul Azizah mengatakan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, jumlah desa yang mengalami kekeringan telah menurun dari 92 desa menjadi 72 desa. Meski demikian, sebagian besar desa tersebut masih memiliki keterbatasan sumber mata air. “Karena itu, gerakan menanam pohon menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan air,” ungkap Nurul Azizah.

 

Selain berperan dalam konservasi air, penanaman pohon juga menjadi salah satu strategi mendukung pemenuhan target Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik sebesar 20 persen sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, perluasan kawasan hijau menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

 

Keterlibatan pelajar SD serta anggota Pramuka Saka Kalpataru dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Wakil Bupati berharap kebiasaan menanam dan merawat pohon dapat terus tumbuh hingga dewasa sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

 

Sementara itu, Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah menekankan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman saja, tetapi juga ditentukan oleh komitmen bersama dalam merawat tanaman hingga tumbuh besar.

 

“Karena itu, kita harus memiliki visi dan semangat yang sama untuk menjaga setiap pohon yang ditanam agar tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” tuturnya.

 

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Suka Menanam sebagai bentuk ikhtiar bersama menjaga kelestarian alam. Menurutnya, semakin banyak pohon yang ditanam dan dirawat, semakin besar pula kontribusinya dalam mengurangi dampak cuaca panas serta menciptakan Bojonegoro yang teduh, guyub, dan nyaman untuk dihuni.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menko Airlangga Ajak Lestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu

Pada zaman modern yang sudah terdampak digitalisasi, tradisi dan budaya harus tetap dipegang teguh oleh masing-masing anak bangsa, agar identitas serta jati diri bangsa Indonesia ini juga tetap bertahan tidak tergerus zaman. Tradisi mengajarkan bahwa budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan, namun harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Salah satu tradisi budaya yang masih dilakukan secara turun-temurun sampai sekarang adalah Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig. Tradisi penyebaran penganan yang terbuat dari tepung beras tersebut bermula dari Kiai Ageng Gribig dan menjadi metode yang praktis dalam menyiarkan Islam di tanah Jawa. Bernama asli Syekh Wasibagno Timur, Kiai Ageng Gribig merupakan ulama besar yang gigih mensyiarkan ajaran Islam di tanah Jawa dan dikenal masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

“Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (31/07).

Tahun ini penyelenggaraan Grebeg Saparan mengangkat tema “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti” yang mengingatkan setiap orang bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Tema ini sangat selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan keikhlasan.

Rangkaian kegiatan Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tahun ini diawali pada 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai pertanda masuknya tanggal 1 Safar. Kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur’an pada 22 Juli 2026, dilanjutkan dengan Maulid Al Barzanji dan haul, disusul festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, Kirab Gunungan Apem dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

“Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi,” tegas Menko Airlangga.

Menurut Menko Airlangga, setiap tahunnya selalu bertambah pengunjung yang hadir. Pada hari ini diperkirakan sampai 50 ribu pengunjung yang hadir. Melalui kesempatan ini, beliau juga sangat mengapresiasi masyarakat Kabupaten Klaten yang hingga saat ini turut berkontribusi dalam melanjutkan tradisi dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

“Kita berharap bahwa apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig untuk terus dilanjutkan, terutama untuk kita mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat, nilai-nilai kebahagiaan dari masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun untuk menikmati apem,” jelas Menko Airlangga.

Pada saat acara tersebut berlangsung terjadi lonjakan pendapatan para pelaku usaha mikro yang ada di sekitar lokasi, seperti pedagang kaki lima dan penyedia oleh-oleh. Mereka mampu memperoleh tambahan penghasilan yang besar selama sepekan rangkaian acara. Selanjutnya, para pembuat dan penjual kue apem kebanjiran pesanan pembuatan apem yang dapat mencapai 6 hingga 7 ton total sebaran, sehingga pasokannya harus melibatkan warga lokal maupun daerah tetangga.

“Terdapat juga pemberdayaan sektor jasa yang diberikan oleh warga sekitar, seperti pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, dan warga yang membuka warung atau angkringan juga mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan yang datang selama rangkaian acara,” pungkas Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam acara ini yaitu di antaranya Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Tim Ahli Menko Perekonomian Boo Hyung Lee, Tim Asistensi Menko Perekonomian Abdul Kodir Djaelani, Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian Hari Nugroho, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KEK SAMOTA Sumbawa Dinilai Berpotensi Jadi Motor Baru Ekonomi NTB, Ini Pesan Senator Mirah

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang tengah mempersiapkan kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (SAMOTA) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurutnya, gagasan tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkuat posisi Sumbawa sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional di sektor pariwisata, ekonomi biru, serta investasi berkelanjutan (31/07).

Namun demikian, Senator Mirah menilai informasi mengenai kesiapan dokumen administrasi yang baru mencapai sekitar 10 persen harus menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa proses pembentukan KEK tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan harus dibangun di atas perencanaan yang matang, berbasis data, dan didukung oleh kesiapan seluruh pemangku kepentingan.

“KEK bukan sekadar penetapan status sebuah kawasan, tetapi merupakan komitmen jangka panjang yang akan menentukan arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, seluruh persyaratan administrasi, kajian potensi, hingga kesiapan infrastruktur harus dipastikan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Senator Mirah.

Menurutnya, SAMOTA memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan tidak dimiliki banyak daerah lain. Keberadaan Teluk Saleh sebagai pusat biodiversitas laut, Pulau Moyo dengan wisata alam kelas dunia, kawasan Gunung Tambora yang memiliki nilai sejarah sekaligus geowisata, hingga habitat hiu paus dan jalur pelayaran internasional merupakan modal besar untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan berbasis konservasi dan ekonomi berkelanjutan.

Besarnya potensi sekaligus tanggung jawab pengelolaan kawasan tersebut tercermin dari data UNESCO. Cagar Biosfer SAMOTA memiliki luas sekitar 724.631 hektare, yang terdiri atas 364.509 hektare wilayah daratan dan 360.123 hektare wilayah laut, serta mencakup kehidupan sekitar 146.660 penduduk. Skala tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan perlu mempertimbangkan keterhubungan antara kegiatan ekonomi, perlindungan ekosistem, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Meski demikian, Mirah mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah KEK tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Karena itu, ia mendorong agar konsep pengembangan KEK SAMOTA benar-benar mengedepankan pemberdayaan masyarakat, pelaku UMKM, nelayan, petani, serta pelaku pariwisata lokal sebagai bagian utama dalam ekosistem kawasan.

Sebagai gambaran, hingga akhir 2025, sebanyak 25 KEK di Indonesia secara kumulatif telah mencatatkan investasi sekitar Rp336 triliun dan menyerap 249.072 tenaga kerja. Capaian nasional tersebut menunjukkan bahwa pengembangan KEK memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi perlu disertai sasaran investasi, penciptaan lapangan kerja, dan manfaat bagi perekonomian lokal yang terukur sejak tahap perencanaan.

“Kita ingin masyarakat Sumbawa menjadi pelaku utama, bukan hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Pengembangan KEK harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Senator Mirah juga menilai koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat perlu diperkuat sejak awal proses penyusunan dokumen. Kolaborasi tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persyaratan sekaligus menghasilkan dokumen yang komprehensif dan memiliki daya saing tinggi saat diajukan kepada Dewan Nasional KEK.

Selain aspek administrasi, Mirah menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seperti konektivitas transportasi, pelabuhan, akses jalan, jaringan telekomunikasi, energi, air bersih, hingga pengelolaan lingkungan. Menurutnya, seluruh aspek tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menanamkan modalnya di kawasan SAMOTA.

Ia juga berharap pengembangan KEK SAMOTA dapat menjadi penghubung strategis antara KEK Mandalika di Pulau Lombok dan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian, kawasan SAMOTA dapat menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia yang berbasis pariwisata berkualitas, ekonomi biru, dan konservasi lingkungan.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Senator Mirah menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta mendorong sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proses pembentukan KEK SAMOTA dapat berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Potensi SAMOTA sudah diakui dunia. Tugas kita sekarang adalah memastikan seluruh persiapan dilakukan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, saya optimistis KEK SAMOTA akan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Sumbawa sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sektor pariwisata dan ekonomi biru dunia,” tutup Senator Mirah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Krisis Air Bersih Meluas, Ketua DPR Puan Maharani Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Rakyat

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang semakin membesar buntut kemarau ekstrem. Ia meminta Pemerintah segera mengambil langkah-langkah darurat dan memastikan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.

 

Puan menegaskan bahwa krisis air bersih yang terus berulang setiap musim kemarau tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan rutin tahunan. “Air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan. Ketika masyarakat harus menunggu bantuan, menempuh jarak jauh, atau mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk memperoleh air, kondisi tersebut menunjukkan negara belum sepenuhnya menjamin hak dasar rakyatnya,” ungkap Puan dalam keterangan persnya, Rabu (29/7/2026).

 

“Tidak boleh ada masyarakat Indonesia yang berjuang sendiri hanya untuk mendapatkan air bersih. Pemerintah harus bertindak sekarang, memastikan kebutuhan hari ini terpenuhi, sekaligus menyelesaikan penyebabnya agar krisis yang sama tidak terus diwariskan dari satu musim kemarau ke musim berikutnya,” lanjut mantan Menko PMK itu.

 

Seperti diketahui, krisis air bersih tengah melanda banyak daerah akibat kemarau ekstrem di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laporan terbarunya menyatakan sebanyak 39 daerah di Pulau Jawa terancam mengalami krisis air bersih akibat potensi kekeringan parah pada musim kemarau ini.

 

Adapun daerah-daerah tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan, beberapa daerah terdeteksi masuk dalam potensi peringatan kategori tertinggi, yakni status Awas.

 

Sementara itu, baru-baru ini Pemprov Banten melaporkan terdapat 140 titik di wilayahnya yang terdampak kekeringan dengan sebaran di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mencatat sebanyak 30.593 jiwa di Kabupaten Bekasi terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang kini memasuki puncaknya. Belum lagi krisis air bersih di berbagai daerah lain.

 

Menurut Puan, krisis air bersih yang melanda berbagai daerah itu harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat dan daerah. “Pemerintah tidak boleh menunggu sumur semakin banyak mengering atau jumlah warga terdampak terus bertambah sebelum mengerahkan seluruh kapasitas negara,” sebut Puan.

 

Lebih lanjut, Puan meminta Pemerintah segera menetapkan penanganan krisis air bersih sebagai prioritas lintas kementerian bersama pemerintah daerah. Menurutnya, harus ada satu komando yang memastikan seluruh wilayah terdampak terdata, kebutuhan warga dihitung, sumber pasokan ditentukan, dan distribusi berlangsung setiap hari sampai akses air kembali pulih.

 

“Masyarakat tidak boleh dibiarkan mencari pertolongan sendiri di tengah pembagian kewenangan antarlembaga. Pemerintah harus mengetahui siapa warga yang belum menerima air, bukan hanya berapa banyak tangki yang telah diberangkatkan,” tegas Puan.

 

Dalam masa darurat, Puan menyebut distribusi air harus dijamin berdasarkan kebutuhan minimum setiap warga, bukan semata-mata berdasarkan ketersediaan armada. Ia meminta Pemerintah untuk menambah mobil tangki, tandon, titik pengisian, personel, dan sumber pasokan apabila kapasitas daerah tidak mencukupi.

 

Menurut Puan, lembaga/instansi seperti TNI, Polri, BUMN, perusahaan air minum, dan unsur lain yang memiliki sarana distribusi harus dapat dikerahkan melalui koordinasi Pemerintah untuk mempercepat pelayanan dengan jadwal dan lokasi distribusi yang harus diumumkan secara terbuka setiap hari. “Jangan sampai masyarakat, terutama lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas, harus mengantre berjam-jam tanpa kepastian atau berjalan jauh membawa air,” tuturnya.

 

Di sisi lain, Puan meminta Pemerintah menjamin sekolah, puskesmas, rumah sakit, rumah ibadah, panti sosial, dan permukiman padat tidak kehilangan pasokan. “Fasilitas-fasilitas umum harus masuk dalam urutan prioritas karena terhentinya akses air dapat segera berkembang menjadi masalah kesehatan, sanitasi, dan keselamatan masyarakat,” ujar Puan.

 

Puan juga mengingatkan agar krisis air bersih tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Pemerintah daerah harus mengawasi harga air di wilayah terdampak. Kelangkaan tidak boleh dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

 

“Jika air bersih harus diperoleh melalui distribusi darurat, Pemerintah wajib memastikan layanan tersebut dapat diakses tanpa membebani masyarakat,” tambah Puan.

 

Puan juga meminta Pemerintah menyiapkan skenario apabila kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan. Ia menyebut cadangan air, kapasitas armada, sumber pasokan alternatif, dan perlindungan kesehatan harus dihitung untuk kondisi terburuk. DPR pun dipastikan akan mengawasi agar penanganan krisis air bersih tidak berhenti pada laporan jumlah bantuan yang disalurkan.

 

“Ukuran keberhasilannya harus jelas, bahwa seluruh warga menerima air dalam jumlah yang memadai, tidak ada fasilitas publik yang berhenti beroperasi, tidak terjadi kenaikan penyakit akibat kualitas air yang buruk, dan semakin sedikit wilayah yang kembali mengalami krisis pada musim kemarau berikutnya,” paparnya.

 

Puan menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan ukuran penting kehadiran negara karena air merupakan hak dasar rakyat. “Negara wajib memenuhi kebutuhan hak dasar warga, termasuk pemenuhan terhadap tersedianya air bersih,” tutup Puan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Bertemu Kadin Indonesia, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah serta para pimpinan asosiasi dunia usaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan dunia usaha mengenai kondisi perekonomian, pelaksanaan program prioritas nasional, serta peluang penguatan kerja sama ke depan.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Kepala Negara menilai pertemuan dengan Kadin penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam pembangunan nasional.

“Saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara di sini. Waktu saya dilaporkan bahwa Kadin ingin datang, saya bilang ini sangat penting, dan saya prioritaskan untuk menerima saudara-saudara,” ujar Presiden.

Dalam laporannya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.

Ia juga menyampaikan bahwa dunia usaha terus mempersiapkan diri menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global. Kadin memilih untuk menjaga optimisme sekaligus mencari solusi bersama pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional.

“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi, karena ke mana pun kami pergi, setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ungkap Anin.

Menurutnya, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah. Pertumbuhan tersebut tidak hanya bersumber dari APBN dan APBD, tetapi juga dari investasi, kreativitas, serta inisiatif para pelaku usaha di daerah.

Ketua Umum Kadin juga melaporkan pelaksanaan empat program prioritas yang diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis Gotong Royong, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, perlindungan dan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia, serta renovasi rumah tidak layak huni.

Dalam program Makan Bergizi Gratis, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur, termasuk 128 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Kadin juga menyiapkan sertifikasi dan pelatihan bagi 208 ribu pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi, serta mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor dan membuka lapangan kerja.

Pada bidang diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office untuk membantu mengoptimalkan berbagai kesepakatan perdagangan dan kemitraan ekonomi. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjembatani peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi dengan para pelaku usaha, termasuk Kadin daerah dan asosiasi.

Kadin turut memperkenalkan inisiatif “We Buy From Indonesia”, sebuah platform teknologi dan perdagangan yang menampilkan produk-produk Indonesia yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas pasar, meningkatkan pembelian produk nasional, serta memperkuat kapasitas produsen dalam negeri.

Menutup laporannya, Ketua Umum Kadin menyampaikan kesiapan dunia usaha untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendukung upaya Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.

“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun 5 persen. Tapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Dan kami melihat apabila kita bekerja sama, ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” tuturnya.

Pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah bersama Kadin optimistis mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri PANRB Dorong LAN Jadi Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Kepemimpinan ASN

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendorong Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, dan inovasi birokrasi dalam mendukung transformasi aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut disampaikan Menteri Rini saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 LAN di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Rini, selama hampir tujuh dekade LAN telah memberikan kontribusi besar dalam membangun birokrasi Indonesia melalui pengembangan kompetensi ASN, lahirnya berbagai inovasi administrasi negara, serta penguatan reformasi birokrasi.

“Kekuatan LAN sesungguhnya bukan hanya terletak pada institusinya. Kekuatan itu ada pada insan-insan di dalamnya. Bapak dan Ibu sekalianlah yang setiap hari menyiapkan ASN untuk menjadi pribadi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap memimpin perubahan,” ujar Menteri Rini.

Disampaikan bahwa angka enam puluh sembilan tahun bukan sekadar perjalanan usia, tetapi perjalanan panjang pengabdian dalam membangun birokrasi Indonesia. Selama itu pula, LAN telah menjadi bagian penting dalam melahirkan berbagai pemimpin, inovasi, dan gagasan yang memperkuat reformasi birokrasi.

Menteri Rini menjelaskan jika tema “Transformasi Membangun Negeri”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Transformasi bukan sekadar perubahan sistem, struktur, atau prosedur, tetapi juga cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat. Transformasi juga bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus terus dilanjutkan.

Perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tantangan global akan terus berkembang. Karena itu, birokrasi juga harus terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri. Kita membutuhkan birokrasi yang agile, mampu membaca perubahan, meresponsnya dengan cepat, dan menghadirkan solusi yang semakin berdampak bagi masyarakat. Semangat inilah yang selama ini terus dijaga oleh LAN dalam mengembangkan kapasitas aparatur negara.

“Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, ASN dituntut semakin adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Namun demikian, integritas, empati, dan orientasi pelayanan harus tetap menjadi fondasi. Sebab pada akhirnya, teknologi bukan menggantikan nilai-nilai pelayanan, melainkan memperkuatnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala LAN Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa selama hampir tujuh dekade, LAN telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam membangun administrasi pemerintahan, memperkuat kapasitas aparatur sipil negara, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

“Jika dahulu tantangan kita adalah membangun fondasi kelembagaan dan sistem administrasi negara, maka hari ini tantangan kita jauh lebih kompleks. Perkembangan teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, perubahan kebutuhan masyarakat, serta dinamika global menuntut birokrasi untuk mampu bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan semakin kolaboratif,” katanya.

Disampaikan jika pihaknya berkomitmen agar transformasi terus dilakukan agar LAN tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan birokrasi Indonesia. Transformasi yang di lakukan bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi ataupun penyempurnaan proses bisnis. Yang lebih penting adalah transformasi cara berpikir, budaya kerja, dan cara kita memberikan nilai tambah bagi organisasi, bagi aparatur sipil negara, dan pada akhirnya bagi masyarakat.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Festival Mangrove Jatim ke-10, Senator Lia Istifhama: Menanam Mangrove Berarti Menanam Masa Depan

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove. Menurutnya, menjaga hutan mangrove bukan hanya upaya melindungi lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi masyarakat dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan senator yang akrab disapa Ning Lia saat menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Menurut Lia, festival tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani hutan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

“Agenda ini menjadi wadah konkret untuk menjaga alam sekaligus mengerek daya tarik wisata di sepanjang kawasan pantai utara,” ujarnya.

Lia mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Tuban, Kelompok Tani Hutan (KTH), serta masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Menurutnya, pelestarian lingkungan hanya dapat berhasil apabila dilakukan melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh pihak.

“Ini wujud kolaborasi yang sangat apik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, jajaran pemerintah daerah, hingga masyarakat membuktikan bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja bersama. Festival ini tidak sebatas seremoni, melainkan media edukasi agar kepedulian publik terhadap lingkungan kian menguat,” katanya.

Lia menegaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Menurutnya, Kabupaten Tuban yang memiliki garis pantai sekitar 65 kilometer memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan pesisir secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian mangrove.

“Menanam mangrove itu sama artinya dengan menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang kita tanam hari ini menjadi penyangga lingkungan yang sehat dan membuka peluang pariwisata pesisir yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Tuban yang terus melakukan perawatan kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Lia berharap tata kelola kawasan pantai di berbagai daerah semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan meminimalkan alih fungsi lahan yang berpotensi merusak lingkungan.

Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Lia, semangat kolaborasi yang tercermin dalam Festival Mangrove Jawa Timur diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat konservasi pesisir sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kemkomdigi Perkuat Kemitraan Digital Indonesia-India, Wamen Nezar Dorong Kolaborasi AI dan Talenta Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kerja sama digital Indonesia dengan India sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang inklusif dan berdaya saing global. Kemitraan kedua negara diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga kolaborasi riset, penguatan talenta digital, infrastruktur, hingga investasi inovasi.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Menurut Nezar, hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin sejak berabad-abad melalui jalur rempah kini memasuki babak baru melalui kolaborasi di bidang transformasi digital dan pengembangan AI.

“Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi,” ungkap Wamen Nezar Patria.

Wamen Nezar mengatakan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret.

Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.

Pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

“Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas,” tegas Wamen Nezar.

Ia menambahkan Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru.

Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI.

Sebagai tindak lanjut, Wamen Nezar mendorong kolaborasi yang lebih erat melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan perusahaan teknologi India di Indonesia.

“Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan,” tambah Wamen Nezar.

Wamen Nezar juga menegaskan Kemkomdigi berkomitmen memastikan setiap kolaborasi Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kemensetneg Ajak 206 Pelajar Kenali Istana Kepresidenan Lewat Program “Istana untuk Anak Sekolah”

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali menggelar program edukasi “Istana untuk Anak Sekolah” dengan mengajak 206 pelajar dari berbagai sekolah dan komunitas untuk mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya Kemensetneg memperkenalkan sejarah, fungsi, dan peran Istana Kepresidenan sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan kenegaraan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Sebanyak 206 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 35 siswa SMP Islam Arrayaahiin, 104 siswa SMK Negeri 26 Jakarta, serta 67 peserta dari Komunitas Jakarta Mendunia.

Kegiatan diawali di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, sebelum para peserta diajak berkeliling kawasan Istana Kepresidenan Jakarta.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Faisal Fahmi mengatakan program ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai lembaga kepresidenan, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

“Jadikan kunjungan hari ini sebagai motivasi, inspirasi, dan penyemangat bagi kalian untuk memiliki mimpi yang setinggi-tingginya. Bermimpilah setinggi langit. Kalaupun belum sampai ke langit, setidaknya kalian akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujar Faisal.

Sebelum berkeliling di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pemaparan dari Pranata Humas Ahli Pertama, Dimas Agung Fatahillah, mengenai sejarah, fungsi, dan peran Istana Kepresidenan Jakarta sebagai salah satu simbol serta pusat penyelenggaraan kegiatan kenegaraan.

“Saya berharap kunjungan kali ini dapat menjadi inspirasi dan sumber pengetahuan bagi teman-teman semua. Nanti setelah pulang, jangan lupa ceritakan pengalaman dan hal-hal yang kalian dapatkan di sini kepada teman-teman yang belum sempat berkunjung, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Sampaikan juga kepada keluarga agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui apa saja yang dilakukan pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta,” ujar Dimas.

Kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta disambut antusias oleh para peserta. Selama kegiatan, mereka berkesempatan melihat bagian di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dan menambah wawasan mengenai sejarah dan fungsi istana sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan.

Salah seorang peserta, Rara, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Hari ini kami mendapat kesempatan untuk mengunjungi Istana Negara dan Istana Merdeka. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melihat langsung Istana Kepresidenan, mengenal sejarahnya, serta mempelajari tempat tempat yang merupakan bagian bersejarah yang ada di dalamnya,” ujar Rara.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Izzati Hanifa, mengaku antusias dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta memberikan pengalaman baru sekaligus wawasan yang sebelumnya belum pernah diperoleh.

“Kegiatannya seru banget karena kami belum pernah mendapat kesempatan seperti ini. Di sini kami jadi tahu bahwa Istana bukan hanya tempat pelantikan, tetapi juga memiliki berbagai fungsi penting. Semoga program ini terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan seperti yang kami rasakan hari ini,” ujar Izzati.

Melalui program ini, diharapkan menjadi sarana edukasi yang interaktif sehingga para peserta dapat mengenal lebih dekat lembaga kepresidenan dan dapat menumbuhkan semangat belajar serta memotivasi para peserta untuk terus mengembangkan diri.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Wamen Isyana Perkuat Sinergi Kemendukbangga/BKKBN dan Kemensos untuk Implementasi PIK-R di Sekolah Rakyat

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memperkuat sinergi lintas kementerian dalam mendukung implementasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di lingkungan Sekolah Rakyat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial yang dipimpin Wamen Isyana bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian menyepakati pentingnya memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pembinaan remaja yang komprehensif melalui Program PIK-R di Sekolah Rakyat.

Wamen Isyana menjelaskan bahwa Program PIK-R diarahkan menjadi ruang edukasi sekaligus pendampingan bagi remaja agar mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui program tersebut, peserta didik akan memperoleh layanan konseling sebaya, edukasi kesehatan reproduksi yang disesuaikan dengan jenjang usia, serta penguatan deteksi dini kesehatan mental sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif.

Implementasi PIK-R di lingkungan Sekolah Rakyat juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan remaja secara menyeluruh, baik dari aspek kesehatan, psikologis, maupun pembentukan karakter.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial juga membahas pentingnya peran wali asuh serta tenaga pendamping dalam mendukung keberhasilan implementasi Program PIK-R.

Penguatan kapasitas pendamping akan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan berkelanjutan, serta pemanfaatan berbagai media edukasi agar program dapat berjalan secara optimal di lingkungan Sekolah Rakyat.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan peserta didik memperoleh pendampingan yang lebih komprehensif, tidak hanya terkait kesehatan reproduksi dan kesehatan mental, tetapi juga dalam pembentukan karakter serta keterampilan hidup.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menindaklanjuti kerja sama pada tingkat teknis, termasuk menyusun mekanisme implementasi Program PIK-R serta mengembangkan pilot project di sejumlah Sekolah Rakyat.

Kemendukbangga/BKKBN menilai kolaborasi lintas kementerian menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembinaan remaja yang lebih terintegrasi.

Melalui sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial, pemerintah berharap Program PIK-R dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik sekaligus memperkuat upaya mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News