spot_img

BERITA UNGGULAN

Bangun Kedaulatan Pangan, Dikti Jajaki Kerja Sama dengan TaniHub

SuaraPemerintah.id – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah melakukan penjajakan awal mengenai kolaborasi dengan TaniHub Group.

Kerja sama yang terjalin adalah untuk mengidentifikasi potensi-potensi kerja sama yang dapat dilakukan antara Ditjen Dikti dan TaniHub terutama membangun kedaulatan pangan.

- Advertisement -

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam mengatakan, pertanian merupakan bidang multisektor mulai dari antropologi, komunikasi, dan lainnya. Sinergi tersebut perlu diakselerasi untuk membantu petani-petani milenial menjadi tulang punggung pembangunan perekonomian negara.

Menurut Nizam, sudah waktunya Indonesia membangun kedaulatan pangan, menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar produk pertanian. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah seharusnya dapat menduduki negara eksportir pertanian terbesar di dunia.

- Advertisement -

“Amat sangat aneh ternyata eksportir terbesar produk pertanian kedua di dunia adalah Belanda. Sedangkan Belanda memiliki sumber daya alam tidak lebih dari sumber daya alam di Indonesia, akan tetapi dapat menjadi eksportir pertanian terbesar kedua di dunia. Hal tersebut menjadi tantangan bagi kita,” ucap Nizam, Rabu (24/3/2021).

Nizam melihat saat ini masih terdapat produk-produk pertanian yang merupakan produk impor, seperti buah-buahan yang diimpor dari Kolombia, Panama dan negara lainnya.

Padahal apabila dilihat kembali, Indonesia memiliki berbagai jenis buah-buahan seperti berbagai macam jenis varietas buah mangga, buah pisang, dan lainnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Nizam, sinergi menjadi kata kunci dalam membangun kedaulatan Indonesia. Seperti saat ini Ditjen Dikti sedang mempersiapkan nota kesepahaman bersama Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membangun kedaulatan pada sektor kelautan dan perikanan.

Sejauh ini, Ditjen Dikti sudah melakukan kerja sama lewat nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanian. Ditjen Dikti, bekerja sama membangun 2,5 juta petani milenial untuk mencapai kedaulatan pangan.

“Sudah waktunya sinergi dibangun antara kampus, startup dan sektoral lainnya untuk bersinergi, karena tanpa sinergi kita hanya akan jalan di tempat,” kata Nizam.

Sementara itu, Ade Kadarisman, Tim Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti mengatakan, pengembangan ekosistem digitalis berbasis pertanian, finansial pertanian, logistik pertanian yang dilakukan oleh TaniHub sejalan dengan apa yang sedang dioptimalkan atau disinergikan oleh Ditjen Dikti. Dalam hal ini, terkait dengan optimalisasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan yang sama, VP of Corporate Service at TaniHub Group, Astri Purnamasari, mengatakan, TaniHub telah bekerja sama dengan beberapa kampus untuk membuat mata kuliah khusus mengenai pertanian, dari hulu sampai hilir serta telah membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk magang secara profesional, sehingga membantu meningkatkan performa perusahaan.

“TaniHub sangat terbuka bagi kampus yang ingin melakukan riset atau penelitian di TaniHub,” ujar Astri.

Astri mengharapkan dengan bekerjasama dengan kampus, maka pengembangan teknologi di perusahaan ada landasan ilmu dan teorinya yang membenarkan setiap pergerakan dari perusahaan.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru