spot_img

BERITA UNGGULAN

Kala Simpatisan Ganjar dan Anies ‘Jual Beli’ Narasi Politik Identitas (6)

SuaraPemerintah.ID – Dalam sepekan terakhir, simpatisan Ganjar Pranowo getol menggelar narasi yang terstruktur dan sistematis untuk melabeli Anies Baswedan sebagai ‘Bapak Politik Identitas’.  Sebaliknya, pendukung Anies menuding balik pendukung Ganjar sebagai kelompok yang hobi menggoreng isu agama untuk menyudutkan Anies.

“Fenomena ‘jual beli’ serangan kian sengit. Kubu pendukung Ganjar melancarkan narasi labelisasi ke Anies lewat tagar spesifik, yaitu #BapakPolitikIdentitas,” ujar peneliti Drone Emprit, Munib Ansori, di Jakarta, Minggu (3/07).

- Advertisement -

Sepanjang periode pemantauan (27 Juni – 3 Juli), hashtag #BapakPolitikIdentitas selama dua hari berturut-turut (27-28 Juni) berhasil menduduki peringkat pertama digunakan dalam klaster percakapan tentang Anies.

Hal demikian mengindikasikan betapa seriusnya para haters menjalankan operasi penyematan stigma negatif untuk Gubernur DKI Jakarta. Cerita yang dibangun di tagar itu digelar dalam rupa-rupa topik, mulai dari politisasi agama dalam Pilgub DKI 2017, kedekatan dengan kaum radikal, hingga anti toleransi.

- Advertisement -
Grafis 1. Tagar #BapakPolitikIdentitas mendominasi percakapan tentang Anies Baswedan (sumber data: Drone Emprit)

Di saat para pendukung Anies gegap gempita mengamplifikasi semarak puncak perayaan HUT Jakarta, pada waktu yang sama para haters memainkan kampanye negatif  tersebut. “Tagar #JakartaHajatan495 yang dirancang sebagai glorifikasi kinerja Anies, pada waktu itu terpukul oleh hashtag #BapakPolitikIdentitas,” jelas Munib.

Kendati demikian, para influencer utama Anies tidak tinggal diam setelah itu. Mereka berupaya menggelar serangan balik, dengan menuding pendukung Ganjar sebagai pihak yang gemar menggoreng isu politik identitas sampai gosong.

Walhasil, klaster percakapan tentang Ganjar dikerumuni para pendukung Anies yang berupaya membalikkan tudingan tendensius tersebut. Pendukung Ganjar disebut sebagai pembela penista agama, pembenci ulama, tukang fitnah kepada Anies, dan sejenisnya.

“Pada momen itu, perang narasi makin seru. Mulai ada serangan balik, baik itu ditujukan langsung ke simpatisan Ganjar maupun spesifik ke personalitas kinerja Gubernur Jawa Tengah,” tandasnya.

Untuk Ganjar, para pendukung Anies memainkan sejumlah isu, mulai dari kasus e-KTP, polemik warga Wadas, hingga kebijakan sumur resapan yang belakangan disebut ditiru Ganjar dari Anies. “Terkadang, nama Ahok dibawa-bawa untuk menyudutkan Ganjar. Bahkan simpatisan Ganjar disebut duplikat Ahok karena terbiasa mempolitisasi isu agama dan etnis untuk kekuasaan,” ungkap Munib.

Grafis 2. Perbandingan favorabilitas Anies Baswedan vs Ganjar Pranowo (sumber data: Drone Emprit)

Kecamuk pertengkaran narasi kedua kubu yang tak berkesudahan ini, kata Munib, berimplikasi pada tingkat popularitas dan favorabilitas kedua figur. “Popularitas Anies terjaga dalam performa tinggi juga karena ulah para haters-nya yang terus menyerang setiap kebijakannya. Sekitar seperempat popularitas Anies disumbang para haters-nya,” tuturnya.

Dalam tabulasi data Drone Emprit, Anies membukukan 99 ribu mentions, jauh lebih populer dibanding Ganjar yang hanya 47 ribu mentions. Namun sentimen negatif untuk Gubernur DKI Jakarta juga lebih tinggi, mencapai 25 persen berbanding Gubernur Jawa Tengah yang hanya 16 persen terhadap seluruh percakapan tentangnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru