SuaraPemerintah.ID – Ganjar Pranowo dan Erick Thohir kerap dipasangkan sebagai capres-cawapres dalam simulasi sejumlah lembaga survei. Begitu pun Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono serta Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.
Ketiga paslon versi polling ini punya elektabilitas yang mentereng dengan basis dukungan cukup solid di akar rumput. Akan tetapi, realitas pendukung yang solid dalam temuan survei tidak senantiasa beriringan dengan perilaku simpatisan masing-masing paslon di media sosial.
Misalnya, dari keterkaitan narasi, data Drone Emprit menyebutkan, pendukung Ganjar-Erick terdeteksi paling dekat satu sama lain, disusul simpatisan Anies-AHY. Sedangkan untuk Prabowo-Muhaimin, para pendukung keduanya tampak berjarak dalam narasi.

Berbasis data yang ditabulasi dari platform Twitter, didapati pola pembentukan klaster yang menunjukkan saling terhubung narasi antar pendukung. Lewat pola retweet, yang menunjukkan persetujuan substansi konten, pendukung Ganjar dan Erick memiliki topik yang terkait erat.
Secara umum, pendukung Erick dan simpatisan Ganjar, sama-sama mendorong kedua figur ini berduet di Pilpres 2024. Sejumlah akun yang militan mendukung Ganjar, juga menyokong Erick. Begitu pun sebaliknya.
Kecuali isu pencapresan, para pendukung Ganjar-Erick juga terbaca mengambil posisi berseberangan dengan simpatisan Anies sehingga kerap terjadi perang narasi antara kedua klaster.
Sementara pada sisi lain, partisan Anies dan AHY juga terdeteksi saling dukung, meski tak sesolid simpatisan Ganjar-Erick. Sesekali akun-akun relawan pendukung Anies menggelar polling di Twitter untuk duet Anies-AHY dalam kepentingan pembangunan opini.
Uniknya, simpatisan Anies memang punya posisi berseberangan dengan pendukung Ganjar. Kedua kubu acapkali saling cemooh dalam narasinya. Pertengkaran narasi dan kasak-kusuk antar kedua pihak seringkali mencuat dalam berbagai isu.
Nah, kedekatan pendukung Ganjar-Erick dan Anies-AHY tidak berlaku untuk simpatisan Prabowo-Cak Imin. Penyokong Prabowo punya narasi sendiri, kendati supporter Cak Imin tampak berupaya mendekatkan kedua figur dalam satu narasi Pilpres.
Akun-akun pendukung tampak lebih sibuk mengusung citra positif Prabowo, dengan mengasosiasikannya pada leadership yang kuat seperti sifat tegas dan sukses memimpin Kemenhan. Rupa-rupa image, teks, dan video digelar untuk menegaskan personal branding Prabowo.
Simpatisan Prabowo terpantau tidak memposisikan diri ‘memusuhi’ kubu mana pun. Berbeda dengan pendukung Ganjar, Anies, Erick, dan AHY yang terdeteksi saling serang. Partisan Prabowo seperti tidak mau terbawa oleh arus yang digelar para pendukung Cak Imin yang cukup agresif menarasikan keduanya untuk berduet.
Jadi, menurut temuan Drone Emprit, terjadi kesesuaian antara perilaku pendukung Ganjar-Erick dan Anies-AHY menurut hasil survei dengan yang terjadi di media sosial. Akan tetapi, untuk simpatisan Prabowo dan Cak Imin belum satu frekuensi dalam narasi yang dibangun di media sosial.


.webp)















