SuaraPemerintah.ID – Kabupaten Tuban menunjukkan kemajuan signifikan dalam penurunan angka stunting berkat pelaksanaan program Gemarikan, yang diselenggarakan di Lapangan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel pada Selasa (17/09). Acara ini dihadiri oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., serta berbagai tokoh penting termasuk Sekda Kabupaten Tuban, perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), pimpinan OPD dan BUMN/BUMD, serta Camat dan Forkopimka Rengel.
Desa Bulurejo, yang dikenal sebagai sentra penghasil ikan lele asap, berperan penting dalam program ini dengan menyuplai komoditas ikan lele asap untuk Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Acara ini turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban dan menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk lomba mewarnai yang diikuti oleh 400 pelajar SD/MI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban. Selain itu, santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan juga diserahkan kepada ahli waris.
Bupati Tuban, Mas Lindra menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi yang dikembangkan DKP2P Kabupaten Tuban. Inovasi tersebut berhasil menghadirkan terobosan dalam penyediaan makanan bergizi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat guna menyukseskan program Pemkab Tuban.
Baca juga : Pemkab Tuban Canangkan 328 Desa dan Kelurahan Cinta Statistik
Program Gemarikan disebut Mas Lindra membawa efek ganda atau multiplier effect bagi masyarakat. Selain memberikan keuntungan bagi pembudidaya ikan lele, program ini juga berdampak positif bagi pengolah ikan lele. Mengingat sebanyak 31 persen dari total produksi budidaya perikanan merupakan ikan lele. “Sehingga, Gemarikan kali ini benar-benar memaksimalkan potensi perikanan, khususnya ikan lele,” ungkapnya.
Di samping itu, program ini secara langsung mendukung upaya Pemkab Tuban dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tuban. Berkat kolaborasi dan sinkronisasi program lintas sektoral, angka stunting di Kabupaten Tuban dapat ditekan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, Kabupaten Tuban berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,1 persen.
Dalam rangka mengampanyekan program Gemarikan, lanjut Mas Lindra, DKP2P Tuban terus menghadirkan inovasi yang menarik. Alhasil, pesan-pesan penting terkait manfaat makan ikan dapat tertanam dengan baik di benak masyarakat, khususnya anak-anak. Inovasi ini tak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan ikan, tetapi juga memperkenalkan berbagai cara olahan yang menarik dan lezat.
Baca juga : Pemkab Tuban Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum di Satuan Pendidikan
Mas Lindra mendorong masyarakat agar semakin kreatif dalam mengolah ikan menjadi berbagai produk olahan, seperti nuget ikan, ikan asap, dan bakso ikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus menarik minat lebih besar dari masyarakat untuk mengonsumsi ikan, demi kesehatan dan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Kepala DKP2P kabupaten Tuban, Eko Julianto menyebutkan setiap tahunnya produksi ikan budidaya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021, total produksi ikan budidaya mencapai 44.166 ton dan mengalami kenaikan menjadi 46.706 ton pada tahun 2022.
“Pada tahun 2023, juga mengalami kenaikan menjadi 49.057 ton,” ujarnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31,06 persen atau sekitar 12.548 ton merupakan ikan lele.
Eko Julianto menyebutkan program Gemarikan mendukung upaya Pemkab Tuban dalam menekan stunting. Kandungan gizi dalam ikan dapat menjadi alternatif olahan makanan yang dapat dinikmati keluarga. Selain itu, mampu meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Tuban.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)











