Beranda blog Halaman 4525

Implementasikan PP No.79 Tahun 2019, KKP Dukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Pesisir Utara Jawa Tengah

SuaraPemerintah.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung implementasi Perpres No. 79 Tahun 2019 khusus sektor kelautan dan perikanan dalam rangka meningkatkan investasi, pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan di kawasan pesisir utara Jawa Tengah.

“Dari sisi Kementerian Kelautan dan Perikanan, kita mendukung dan itu telah dibuktikan dengan rekomendasi teknis Pemanfaatan Ruang Laut terhadap pembangunan jalan tol Semarang Harbour (Semarang-Kendal),” ujar Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat menghadiri rapat koordinasi progres dan dukungan infrastruktur dan transportasi Jawa Tengah secara daring pada Rabu (10/2).

Perpres No. 79 Tahun 2019 membahas tentang percepatan pembangunan pada tiga kawasan ekonomi yang berdampak pada perekonomian regional dan nasional, yakni Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang dan Purwodadi), Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung), dan Bregasmalang (Brebes, Tegal, Pemalang). Peraturan ini berlaku sejak 25 November 2019.

Menteri Trenggono menjelaskan bahwa dukungan diberikan KKP sepanjang tidak mengganggu nelayan melaut, memperhatikan kajian dampak pembangunan jalan tol terhadap perairan sekitar dengan memperhatikan dinamika hidro oseanografi, dan penghidupan nelayan kecil.

KKP juga menaruh perhatian terhadap beberapa proyek di kawasan Kedungsepur yang memerlukan ruang perairan sehingga diperlukan payung hukum.

“KKP mendukung proses Rencana Zonasi dan Rencana Tata Ruang Kedungsepur sesuai dengan amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dimana saat ini sedang berlangsung Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional tersebut,” imbuh Menteri Trenggono.

Kedungsepur dinilai sebagai salah satu pusat perekonomian di Provinsi Jawa Tengah yang didukung oleh fasilitas pelabuhan, dan merupakan lokasi berbagai industri strategis nasional di bidang maritim. Selain Kedungsepur, prioritas pembangunan kawasan ekonomi pesisir utara Jawa Tengah juga meliputi wilayah Bregasmalang, salah satunya kawasan industri di Brebes.

Keindahan Danau Habema, Danau ‘di Atas Awan’ dan Danau Tertinggi di Indonesia

danau habena
Danau Habena sebagai danau tertinggi di Indonesia

SuaraPemerintah.id – Tanah Papua selalu punya panorama. Di balik Puncak Jaya yang tinggi menjulang menyimpan keindahan lain di puncaknya. Yaitu danau Habena sebagai ‘danau di atas awan’. Disebut-sebut sebagai danau tertinggi di indonesia.

Danau Habema sendiri berada dalam kawasan Taman Nasional Lorenz. Luasnya sekira 224,35 hektar. Danau ini sepi. Ia seperti menyendiri dalam kedinginan, berhadapan dengan gunung-gunung berselimut salju, dan hanya ditemani hamparan padang rumput basah.

Saat berjalan ke arah danau melewati padang rumput luas yang basah seperti lahan gambut, di beberapa titik padang luas itu ada aliran air kecil. Juga aneka bunga warna-warni terhampar.
Saat berjalan, kabut seperti berjalan tepat di depan mata. Suhu di handphone menunjukan angka delapan derajat celcius.

Danau Habena yang berada di ketinggian 3.255 mdpl merupakan danau tertinggi di Indonesia. Bagi penduduk setempat, danau Habena bernama asli Yuqinopa. Oleh masyarakat sekitar yakni suku Dani, penduduk Jayawijaya danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang menjadi sumber kesuburan dan kehidupan.

Danau ini berdekatan dengan pegunungan Trikora, jika tidak berkabut akan kelihatan puncaknya yang putih bersalju dari kejauhan. Lebih tepatnya berada di kaki gunung Trikora, kabupaten Jayawijaya, Papua. Danau ini berjarak kurang lebih 48 kilometer dari kota Wamena.

Karena masuk wilayah pegunungan akses menuju danau ini melewati jalan yang terjal dengan kontur tanah perbukitan. Pemandangan yang begitu indah, megah dan sangat mempesona akan menyambut pengunjung saat tiba di Danau Habema. Hamparan padang rumput di sekitar danau dan tanaman-tanaman endemik Papua seperti rumah semut atau anggrek hitam akan membuat Anda terpana menikmati alam indah Papua.

Bila beruntung, berbagai jenis burung khas Papua, seperti Cendrawasih pun dapat ditemui atau paling tidak dapat menikmati kicauannya. Suhu di sekitar Danau Habema memang dingin. Bisa mendekati nol derajat di waktu malam hari. Siang hari berkisar di angka delapan derajat. Tak heran kalau embun senantiasa menyelimuti rerumputan sepanjang hari. Banyak pendaki Pegunungan Jayawijaya dan Cartenz mampir di danau ini sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak tujuan mereka.

Jika ingin berkunjung ke Danau Habema yang terletak di atas awan ini, disarankan untuk datang pada pagi hari. Karena pada siang hari, pemandangan danau Habema yang indah akan tertutup kabut, yang menghalangi pandangan pengunjung.

Selain itu, kalau mengunjungi danau ini harus menyiapkan jaket yang cukup tebal. Karena Danau Habema yang terletak di ketinggian tentu membuat suhu di sekitar danau menjadi sangat dingin. (red/pen)

Tingkatkan Layanan, PGN Kembangkan 50 Ribu Jaringan Gas di 24 Kota

SuaraPemerintah.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berkomitmen memberikan layanan terbaik, salah satu caranya adalah mengembangkan 50 ribu jaringan gas dengan investasi mandiri untuk rumah tangga, dan pelanggan kecil (GasKita) di Jabotabek, Karawang, dan Cilegon.

Proyek ini merupakan proyek GasKita COCO (Corporate Owned, Corporate Operate), di mana infrastruktur pipanya menggunakan pipa milik PGN dan dioperasikan juga oleh perseroan.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan, seiring perubahan perilaku pasar dan gaya hidup yang semakin modern, maka perseroan melakukan modernisasi layanan gas bumi dengan mengusung teknologi seperti standar hidup di negara Jepang, Korea, Singapura, dan Eropa.

“GasKita akan disalurkan langsung ke rumah-rumah pelanggan menggunakan pipa gas. Sehingga lebih modern, ringkas, selalu siap digunakan kapanpun dibutuhkan dan memiliki layanan tambahan yang bermanfaat bagi pelanggan,” ujar Faris dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya, GasKita lebih aman digunakan masyarakat, karena gas yang dialirkan memiliki kandungan metana 98 persen yang mudah terurai di udara, apabila terjadi kebocoran.

Selain itu, GasKita juga dilengkapi oleh piranti keamanan berupa valve (keran), dan gas alarm system untuk mitigasi jika terjadi kebocoran gas.

“Apabila terjadi kebocoran, gas bumi akan mengeluarkan aroma dan tidak akan menyebabkan ledakan,” ucap Faris.

Jaringan gas (Jargas)merupakan salah satu proyek Strategis Nasional, di mana PGN akan melanjutkan penugasan dari Kementerian ESDM untuk melaksanakan pengembangan Jargas dengan dana APBN, KPBU, kemitraan dan investasi mandiri.

Pembangunan jargas pada 2021 akan dijalankan secara massif dalam rangka mengurangi subsidi energi impor, dan mendukung target Holding Migas PT Pertamina (Persero) untuk mencapai 500 ribu sambungan rumah di 24 kota.

PT Barata Indonesia Ekspor Komponen Pembangkit ke Bahrain dan Brazil

barata indonesia
PT Barata Indoneisa Ekspor ke Brasil & Bahrain

SuaraPemerintah.id – Sederet produk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menembus pasar internasional. Di awal tahun ini, PT Barata Indonesia (Persero) melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke dua negara. Divisi Pembangkit Barata, lewat pabrik komponen turbin di Cilegon, melakukan ekspor ke Bahrain dan Brazil.

Komponen yang diekspor ke Bahrain berupa dua komponen pembangkit andalan Barata Indonesia, yakni LP 𝑂𝑢𝑡𝑒𝑟 𝐶𝑎𝑠𝑖𝑛𝑔 dan 𝐶𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛𝑠𝑒𝑟. Rencananya perangkat itu akan digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Al Dur Phase II, yang dibangun di dekat site Al Dur Phase I IWPP Plant.

Di mana sebelumnya pembangkit tersebut telah menggunakan produk Barata Indonesia untuk penyediaan komponen pembangkit listrik. Proses pengerjaan pabrik komponen turbin Cilegon membutuhkan waktu sekitar 60.000 jam kerja.

Sementara ekspor ke Brazil berupa komponen pembangkit 𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑖𝑛𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛𝑠𝑒𝑟 ke Pembangkit Listrik Parnaiba V. Menjadi suatu hal yang membanggakan, ekspor komponen kali ini juga merupakan salah satu yang terbesar dan terpanjang yang pernah dikerjakan pabrik Cilegon dengan tonase mencapai hampir 500 ton.

Direktur Operasi Barata Indonesia, Bobby Sumardiat Atmosudirjo menjelaskan bahwa target perusahaan tidak berubah, yakni akan terus menjadi perusahaan manufaktur nasional yang berdaya saing hingga mancanegara. Perseroan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemulihan ekonomi nasional melalui performa ekspor.

”Target kami tahun 2021 sebesar 30 Juta USD. Ini adalah semangat optimisme kami untuk terus menghasilkan produk – produk manufaktur yang tidak hanya kompeten tapi berdaya saing global secara berkelanjutan,” ujar Bobby pada siaran pers, (28/1/2021).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2020, Barata berhasil mencatatkan performa penjualan sebesar Rp 1,2 Trilyun dan kinerja ekspor sebesar Rp388,7 Milyar.

Bobby juga mengaku optimistis kinerja perseroan dapat segera bangkit seiring dengan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong proyek pembangunan di berbagai industri kembali menggeliat sehingga berdampak pada peluang pendapatan perseroan.

Melalui ekspor, Barata Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. (red/pen)

 

 

Peduli Korban Banjir Pantura, PTPN IX Salurkan Bantuan

Peduli Korban Banjir Pantura, PTPN IX Salurkan Bantuan

SuaraPemerintah.idPT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di tiga daerah di Jawa Tengah yakni Semarang, Kudus dan Demak. Bantuan berupa sembako (beras, minyak, gula, mie instant) serta makanan dan perlengkapan bayi diserahkan pada Kamis, 11 Februari 2021.

Bekerjasama dengan Posko Relawan Nahdatul Ulama (NU) di wiilayah Kudus dan Demak serta warga di wilayah Sawah Besar Semarang. Tim Humas & PKBL PTPN IX memberikan bantuan secara langsung kepada pengungsi maupun dapur umum di wilayah terdampak banjir tersebut.

Penyerahan bantuan bagi korban banjir tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan perusahan atas bencana banjir yang melanda Kawasan Pantura. Serta menjadi salah satu wujud program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PTPN IX, yang berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada korban bencana alam.

PTPN IX juga akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan bencana kepada korban bencana alam. Upaya tersebut dilakukan guna meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana yang sejalan dengan program BUMN Untuk Indonesia, jelas Wahyudi selaku Sekretaris Perusahaan PTPN IX.

Meski Pandemi, Ekspor Rumput Laut Kaltim ke Korea Selatan Sangat Baik

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan kinerja ekspor untuk komoditas rumput laut sangat baik, terbaru akan mengekspor ke pasar Korea Selatan.

Salah satu UMKM yang melakukan ekspor CV Muilti Sarana Jaya melalui Direkturnya Samuel Kurniawan Ang menjelaskan pihaknya tengah menunggu keberangkatan 1 kontainer 20 feet ekspor rumput laut.

“Kalau nggak meleset sekitar tanggal 21 atau 24 [februari] kita kirim ke korea,” ujarnya, Rabu (10/1/2021).

Bisnis yang dimulai sejak pertengahan 2015 tersebut awal mulanya melihat dari potensi melimpah untuk sumber daya alam  Kaltim, di samping potensi kayu, batu bara, dan sawit.

“Saya berpikir rumput laut ini bagus karena budi daya berkelanjutan, itu yang membuat saya tertarik untuk menggeluti,” katanya.

Samuel menambahkan pihaknya melakukan ekspor pertama kali pada April 2020. Sebelumnya, dia hanya melakukan perdagangan domestik hingga tahun 2019 memulai penjajakan terkait perdagangan luar negeri.

Samuel mendapatkan bahan baku rumput laut dari Kota Bontang, Kaltim dan Provinsi Kaltara (Tarakan dan Nunukan) dengan kisaran harga di petani mencapai Rp13.500 per kilogram.

Dia mengungkapkan bahwa dalam sebulan dapat menjual rata-rata 12 ton rumput laut ke beberapa daerah seperti Makassar dan Surabaya yang dapat menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp30 juta per bulan.

“Potensinya bagus, permintaan cukup tinggi kadang-kadang kita kekurangan bahannya, masalahnya justru harga tidak stabil, tergantung supply dan demand,” ungkapnya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 membuat dampak yang cukup besar bagi Samuel. Pasalnya, baik permintaan domestik maupun ekspor menurun cukup drastis sepanjang 2020.

Dia menjelaskan bahwa sebelum keadaan pandemi, pengiriman rumput laut ke Eropa lancar. Namun, untuk saat ini, terjadi penurunan pengiriman yang menyebabkan Samuel kehilangan 50 persen pendapatan.

“Sekarang pangsa pasar kurang karena Covid-19, permintaan di luar juga agak berkurang, stok mereka juga selalu cukup,” jelasnya.

Adapun, Samuel mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana membuat raw material rumput laut menjadi produk olahan sebagai komoditas ekspor ke depannya.

“Kita tidak ingin mengekspor dalam barang mentah, kalau ada potensi kita ingin mengembangkan olahan agar mendapatkan value added sehingga kita bisa terus menjamin petani kita yang di bawah karena kalau [harga] terlalu rendah khawatir mereka tidak bisa mencukupi kehidupan mereka,” terangnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Purwadi menyatakan bahwa pemerintah daerah dapat secara simultan mendorong ekspor dengan melakukan pemetaan terhadap indeks daya saing UMKM di Kaltim.

“Sebenarnya itu tantangan untuk pemerintah daerah, bahwa banyak potensi yang belum digali,” katanya.

Purwadi memaparkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan dalam menyusun indeks daya saing dalam kaitannya kepada standar produk, lingkungan, bahan baku, kontinuitas dalam skala tertentu.

“Tentunya melibatkan banyak instansi terkait sektor keuangan, penanaman modal, dan pelaku usaha sendiri (Kadin),” pungkasnya.

Pandemik virus corona atau COVID-19 menggempur Benua Etam dalam sepuluh bulan terakhir. Meski demikian kinerja ekspor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kaltim mencatatkan kinerja positif. Selama corona mewabah pada 2020 lalu sektor ini mampu kumpulkan Rp428,2 miliar.

“Patut  diapresiasi. Meski pandemik, UKM kita masih tetap bisa menembus pasar ekspor,” ujar Yadi Robyan Noor, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim saat dikonfirmasi pada Selasa (9/2/2021).

Kata Yadi,-sapaan karibnya- sukses itu diperoleh lantaran pihaknya memanfaatkan fasilitas Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) sepanjang 2020. Total ada 15 UKM yang turut ambil bagian dalam program tersebut.

Sementara komoditas yang dikirim ke negara lain itu beragam. Mulai dari olahan kayu, minyak jelantah hingga asam lemak bebas. Khusus olahan kayu diminati Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Jerman, Italia, Belanda, Islandia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Sedangkan, lidi nipah dan sawit digemari India.

Khusus minyak jelantah dikirim ke Belanda dan Malaysia. Udang diberangkatkan ke Jepang, Inggris dan Taiwan. Rumput laut ke Korea Selatan. Merica diekspor ke Singapura, Amerika, Afrika Selatan dan Islandia.

ESDM Targetkan Bangun 25 Sistem jaringan Tenaga Listrik Pintar

SuaraPemerintah.id – Kementerian ESDM menargetkan akan membangun 25 sistem jaringan tenaga listrik pintar atau smart grid di kawasan Jawa dan Bali.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad menyebutkan smart grid akan dibangun dengan target hingga 2024 mendatang.

Ia menambahkan target ini sebenarnya sudah mulai dikejar sejak tahun lalu.

“Targetnya, setiap tahun pada periode 2020 sampai 2024, di-instal lima sistem (smart grid) baru di Jawa-Bali, sehingga dalam lima tahun ke depan, dibangun 25 sistem smart grid baru,” kata Munir, Rabu (10/2).

Munir menjelaskan sistem smart grid ini memungkinkan pengaturan kelistrikan secara efisien dan beragam, termasuk untuk energi baru terbarukan (EBT). Sistem ini akan memberikan peningkatan layanan kelistrikan kepada masyarakat.

Smart grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien.

Termasuk, menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Menurut Munir, teknologi smart grid merupakan salah satu strategi yang diupayakan oleh pemerintah dalam penyediaan listrik nasional sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan listrik dalam jumlah yang cukup, dengan kualitas yang baik, dan dengan harga yang terjangkau.

“Pemanfaatan teknologi smart grid tidak terbatas pada konsumen listrik perkotaan dan skala besar, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan pada skala kecil di pedesaan dan daerah terpencil dengan akses yang sulit ke jaringan transmisi,” ujarnya.

Koordinator Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda H Kanam mengatakan konsep smart grid ini mengikuti tren industri 4.0 yang konsumennya juga berperan sebagai produsen, dapat memproduksi, menyimpan, dan menjual listrik kepada penyedia atau sesama konsumen listrik.

“Jadi, konsumen semakin cerdas untuk memanfaatkan listrik dan didukung peralatan cerdas,” terang Senda.

Smart grid merupakan konsep jaringan tenaga listrik cerdas untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi dua arah antara produsen listrik dan konsumen dengan tujuan agar efisien, andal, pemanfaatan energi EBT yang lebih baik, dan penurunan emisi CO2.

“Tantangan untuk implementasi smart grid di Indonesia adalah biaya investasi yang besar, organisasi sistem pelaksanaan mengenai komitmen organisasi, selain itu peraturan untuk standardisasi dan teknologi yang menuntut pengaplikasian yang berbeda,” jelasnya.

Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka mengatakan PLN telah melakukan beberapa proyek percontohan smart grid.

Saat ini, beberapa proyek smart grid sedang berjalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) sesuai Perpres No 18 Tahun 2020.

“Pada tahap awal, implementasi smart grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagementsustainability, dan self-healing,” tandas Hot Martua.

Pemerintah Gandeng Prodia Jadi Mitra Resmi Pemeriksaan Covid-19

SuaraPemerintah.id – Emiten laboratorium PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) telah menghubungkan hasil pemeriksaan terkait Covid-19 dari laboratoriumnya dengan Electronic Health Alert Card (eHAC) bagi pelaku perjalanan domestik dan internasional di wilayah Indonesia melalui bandara maupun pelabuhan.

Kartu ini dikembangkan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang berfungsi sebagai sistem monitoring pergerakan mobilisasi masyarakat yang bepergian dari satu daerah ke daerah lain melalui Bandara, Pelabuhan, Check Point, dan Stasiun Kereta Api.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan dengan adanya eHAC, pengawasan pergerakan mobilisasi masyarakat akan lebih mudah dilakukan sehingga identifikasi status kesehatan pelaku perjalanan dapat dengan cepat diketahui.

Prodia ditetapkan sebagai salah satu laboratorium pemeriksa Covid-19 dalam rangka travel corridor arrangement berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No.HK.02.2/I/10979/2020 tentang Penetapan Laboratorium Pemeriksa Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) dalam rangka Travel Corridor Arrangement (TCA).

Adapun jejaring layanan Laboratorium Prodia yang tergabung sebagai laboratorium pemeriksa Covid-19 dalam rangka TCA, adalah Laboratorium Pusat Rujukan Nasional di Prodia Pusat Kramat Jakarta, dan Laboratorium Rujukan Regional yang ada di Surabaya, Medan, dan Makassar.

Prodia memiliki tugas diantaranya menerima dan melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan Real Time PCR dengan hasil kurang dari 24 jam untuk pelaku perjalanan tertentu dan melakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, emiten bersandi PRDA ini wajib mengirimkan spesimen untuk uji pemantapan mutu ke laboratorium rujukan nasional Covid-19 (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) secara berkala; memasukan dengan segera seluruh hasil pemeriksaan Covid-19 melalui aplikasi allrecord-tc19 setiap hari; dan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

PRDA juga wajib mengunggah hasil pemeriksaan dalam aplikasi Elektronik Health Alert Card (eHAC) untuk pelanggan pelaku perjalanan. Pada awalnya, unggahan dokumen kesehatan dilakukan secara mandiri oleh pelaku perjalanan ke aplikasi eHAC.

Laboratorium pemeriksa Covid-19 yang akan memasukkan data hasil pemeriksaan laboratorium tersebut ke eHAC sehingga pelaku perjalanan cukup menunjukkan hasil di eHAC yang telah terkoneksi ke sistem dan dashboard di pihak maskapai penerbangan dan travel agent.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 266 outlet di 34 provinsi dan 127 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Antisipasi Karhutla, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 30 Miliar

SuaraPemerintah.id – Untuk mengantisipasi dan menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan akan mengalokasikan anggaran sebesar 30 miliar rupiah.

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru di Palembang, Rabu (10/2) mengemukakan melalui porsi anggaran dari APBD ini diharapkan dapat menekan kebakaran hutan dan lahan seperti halnya 2020.

“Tahun lalu ada karhutla, tapi tidak banyak. Bahkan Sumsel tercatat sebagai daerah yang relatif bebas kabut asap,” kata Herman Deru dalam rapat koordinasi penanganan karhutla 2021. Ia optimistis target zero karhutla dapat tercapai mengingat Sumsel telah berpengalaman dalam penanganan bencana alam ini.

Saat ini Sumsel lebih mengedepankan mitigasi (pencegahan) dengan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari Polri/TNI, BPBD, perusahaan perkebunan, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat.

Salah satu strategi yang dipadang cukup jitu yakni memetakan daerah yang rawan terbakar.

Kemudian, semua sumber daya dipusatkan untuk menjaganya sehingga dapat menekan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kawasan mudah terbakar itu umumnya merupakan areal bergambutyang rawan terbakar saat musim kemarau.

Sumsel memiliki sekitar 1,4 juta hektare kawasan gambut yang tersebar di 10 kabupaten di antaranya Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muaraenim.

“Saya tak henti-hentinya mengingatkan kepala daerah untuk fokus pada pencegahan, saat-saat seperti ini sangatlah tepat untuk persiapan sehingga saat kemarau, semua sarana dan prasaran sudah siap,” kata dia.

Pada 2020, Pemprov Sumsel mengalokasikan Rp 45 miliar untuk membantu 10 kabupaten/kota yang dinilai rawan karhutla.

Sementara pada 2021 dianggarkan Rp 30 miliar yang akan digunakan untuk membuat sekat kanal, sumur bor dan sarana dan prasarana pendukung.

Data Satgas Karhutla Sumsel menyebut luasan lahan terbakar sepanjang 2020 tercatat hanya 418 hadengan 4.434 titik panas (hotspot) atau turun signifikan dibandingkan 2019 yakni 428.356 hektare dengan 17.024 hotspot. Penurunan intensitas karhutla dipengaruhi juga musim kemarau basah yang melanda wilayah Sumatera Selatan.

Dubes Arab Saudi Apresiasi Kinerja Tim RSDC Wisma Atlet Kemayoran

SuaraPemerintah.id – Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi memberikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada tim Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran. Mereka dinilai sukses merawat pasien Covid-19, termasuk pasien Warga Negara Asing (WNA).

Apresiasi dianugerahkan secara langsung oleh Dubes Arab Saudi kepada Koordinator Rumah Sakit Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono di kantor Kedubes Arab Saudi Jakarta, Selasa, 9 Februari 2021.

“Mudah-mudahan ini tidak hanya dirasakan beliau tetapi layanan ini dirasakan oleh semua pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini,” kata Tugas dikutip dari siaran persnya, Rabu (10/2/2021).

Berdasarkan data, terdapat 40.000 pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Adapun 82 persen diantaranya merupakan warga DKI Jakarta sementara 18 persen adalah masyarakat luar DKI Jakarta, termasuk WNA dari Arab Saudi, Taiwan, China, Korea, hingga Ukraina.

Tugas mengatakan setidaknya ada 1.000 warga negara Arab Saudi yang datang ke RSDC Wisma Atlet Kemayoran di masa awal pandemi. Setelah menjalani swab, sekitar 50 orang dinyatakan reaktif dan menjalani isolasi mandiri dan perawatan.

“Dubes Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap pelayanan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tentunya ini menambah stimulasi bagi kita semua untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Dia mengaku sempat membahas soal peningkatan kolaborasi internasional untuk memutus rantai penularan Covid-19 bersama Dubes Arab Saudi. Tugas menyampaikan bahwa penanganan Covid-19 harus dilakukan bersama secara terpadu oleh masyarakat internasional.

“Penanganan Covid-19 ini tidak hanya dilakukan satu negara tetapi dilakukan semua masyarakat dunia, bahwa ini adalah pandemi yang menyebar ke seluruh dunia. RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini bagian dari suatu komponen yang ikut dalam penanganan pandemi,” jelas dia.

Tugas menuturkan bahwa RSDC Wisma Atlet Kemayoran memang didirikan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Kendati begitu, dia menekankan bahwa RSDC Wisma Atlet tetap menerima WNA terpapar virus corona yang membutuhkan perawatan.

“Siapapun yang membutuhkan perawatan, akan mendapat pelayanan yang sama,” ucap Tugas