Beranda blog Halaman 4652

Kemenag Gelar Dialog Kerukunan Tokoh Agama & Masyarakat Di Sorong

Suarapemerintah.id – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama menggelar Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong. Dialog yang menjadi bagian dari Program ‘Kita Cinta Papua’ ini dibuka Sekjen Kemenag, Nizar.

“Acara ini bagian dari perekat kerukunan khususnya di Papua dan Papua Barat, sekaligus untuk mencari solusi dalam merawat kerukunan demi sejuk dan sejahteranya Papua,” kata Nizar di Sorong, Minggu (29/11).

Dialog kerukunan ini akan berlangsung tiga hari, 29 November hingga 1 Desember 2020. Hadir, para tokoh agama, adat, dan masyarakat, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua dan Papua Barat, Kankemenag se Papua Barat, dan Kemenag pusat.

Disampaikan Nizar, acara ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen kebangsaan. Seluruh elemen bangsa dengan latar belakang agama, budaya dan bahasa yang majemuk disatukan oleh Pancasila. Pendiri bangsa mewarsikan Pancasila sebagai dasar negara untuk membentuk bangsa yang rukun, damai, dan sejahtera.

“Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus terus menjaga kerukunan umat beragama. Salah satunya dengan dialog semacam ini,” tegas Nizar.

Menurut Nizar, menjaga kerukunan menjadi tanggungjawab bersama warga bangsa. “Tokoh adat dan agama menjadi modal berharga bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kerukunan umat beragama,” kata Nizar.

Melihat wilayah geografis Indonesia yang cukup luas, lanjut Nizar, tugas penguatan kerukunan umat beragama tentulah bukan hal mudah. Dari bentangan ujung ufuk Barat hingga ufuk Timur, dari Papua hingga Aceh harus terajut jembatan kesetiakawanan dan persaudaraan antar anak bangsa, dengan terus membangun kebersamaan dan membina kerukunan antar sesama.

Sebelumnya, Ketua Panita Ali Fachruddin melaporkan bahwa kegiatan dialog tokoh agama/adat ini bagian dari tindaklanjut program Kita Cinta Papua yang melibatkan semua tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan Kementerian Agama.

Tampak hadir, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, staff khusus Menag Zul Effendi Syarif, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, perwakilan gubernur Sorong, dan Forkompinda Provinsi Sorong.

Pembukaan Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong ini ditandai dengan pemukulan tifa bersama-sama oleh Sekjen Kemenag Nizar Ali, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Aloma Sarumaha, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Amsal Yowei, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Barat Yan Kristianus Kadang.

Nizar: KCP Dorong Percepatan Pembangunan Bidang Agama di Papua

Suarapemerintah.id – Pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sekjen Kemenag Nizar mengatakan, Inpres antara lain mengamanahkan Menteri Agama untuk bersama-sama tokoh adat, tokoh agama, dan lembaga keagamaan meningkatkan kehidupan keberagamaan yang toleran dan harmoni sebagai modal sosial pembanguan di tanah Papua.

Hal ini disampaikan Nizar saat memberikan  sambutan pada Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong, Minggu (29/11). Tampak hadir, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, Staff Khusus Menag Zul Effendi Syarif, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, perwakilan Gubernur Sorong, dan Forkompinda Provinsi Sorong. Dialog digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid 19.

Seiring terbitnya Inpres, lanjut Nizar, Menteri Agama menerbitkan SE Nomor 19 tahun 2020 tentang pelaksanaan program ‘Kita Cinta Papua’ (KCP). “KCP menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan pembangunan bidang agama di Provinsi Papua dan Papua Barat selaku etalase Indonesia di Ujung Timur,” kata Nizar.

 

Bagi Nizar, pemerintah bertekad untuk terus membangun dan mewujudkan Papua yang bermartabat dan membanggakan melalui pembangunan di bidang agama yang berkualitas demi kesejahteraan dan kedamaian bersama.

“Program Kita Cinta Papua (KCP) adalah salahsatu wujud nyata upaya dan niat luhur pemerintah dalam menghilangkan perasaan tertinggal yang telah lama terpendam di hati orang Papua,” tambah Nizar.

Disampaikan Nizar, dalam mewujudkan program KCP, jajaran Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, pusat dan daerah, LSM dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian pada pembanguan Papua, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Peran FKUB di daerah terus ditingkatkan untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat Papua dan Papua Barat yang adil bermartabat dalam harmoni kehidupan umat beragama,” kata Nizar.

Thomas Pentury: Dialog Kunci Terciptanya Kerukunan

Suarapemerintah.id – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat menggelar Dialog Kerukunan Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong.

Hadir sebagai salah satu narasumber, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menggarisbawahi pentingnya dialog untuk merawat kerukunan. Menyitir hukum Newton, Thomas yang juga merupakan profesor ilmu Matematika ini menggambarkan bahwa hubungan gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.

“Kita mengetahui bersama, ada paham kiri dan paham kanan, yang ditengah-tengahnya paham moderat. Untuk menghentikan gerak agar tidak terjadi benturan keduanya adalah dengan membuka dialog,” kata Thomas Pentury di Sorong, Minggu (29/11).

Tugas dan fungsi Kementerian Agama salah satunya adalah membangun kehidupan keagamaan hingga pengembangan dunia pendidikan keagamaan. “Dialog antar agama akan menghentikan gerak konflik dan menjadi kata kunci kehidupan beragama demi terciptanya kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” papar Thomas Pentury.

“Dialog kunci terciptanya kerukunan,” ulangnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha. Menurutnya, Ditjen Bimas Katolik terus berupaya membangun kehidupan keagamaan yang baik dan seimbang. “Kita duduk bersama dan terus melakukan dialog. Tujuannya adalah mengerucutkan tujuan masyarakat yang ingin hidup damai dan sejahtera,” kata Aloma Sarumaha.

Aloma Sarumaha juga menyampaikan bahwa Ditjen Bimas Katolik terus berupaya mewujudkan kebutuhan manusiawi dan kebutuhan keagamaan masyarakat Katolik agar terus bisa hidup lebih lembut. “Semoga dengan terus melakukan bermacam dialog menjadikan kita semua tetap rukun, damai dan sejahtera,” kata Aloma.

Staff khusus Menteri Agama, Zul Effendi Syarif juga menegaskan pentingnya membuka ruang dialog dalam upaya mewujudkan kehidupan keagamaan yang baik dan rukun. Untuk itu, dia mendorong penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama. “Keberadaan FKUB sebagai syarat penting membina kerukunan,” kata Zul Effendi.

“Mari kita terus tingkatkan forum-forum semacam ini baik tingkat lokal, nasional hingga internasional,” ajaknya.

KH Saiq Aqil Positif Covid-19, Menag Doakan Lekas Sembuh

Suarapemerintah.idMenteri Agama Fachrul Razi mendoakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj lekas sembuh dari Covid-19.

Kabar bahwa KH Said Aqil sakit tersiar dari penjelasan sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube Kang Said Official, Minggu, 29 November 2020.

“Saya mendengar kabar bahwa KH Said terkonfirmasi positif Covid-19. Saya dan seluruh jajaran Kemenag mendoakan semoga beliau lekas sembuh dan segera sehat sehingga bisa kembali membimbing umat,” ujar Menag di Jakarta, Senin (30/11).

“Doa kesembuhan juga saya panjatkan bagi seluruh masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Semoga semuanya lekas sembuh dan sehat,” sambungnya.

Sebagai penyintas Covid-19, Menag berpesan kepada mereka untuk fokus pada kesehatan, perbanyak istirahat, serta disiplin dalam isolasi dan menerapkan protokol kesehatan.

Menag juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras petugas kesehatan yang terus mendarmabaktikan dirinya dalam merawat pasien positif Covid-19 selama pandemi ini.

“Terima kasih untuk para petugas kesehatan. Pandemi belum berakhir. Ayo bantu mereka dengan disiplin dalam protokol kesehatan,”  tandasnya.

Maybank Catat Laba Bersih Kuartal III 2020 sebesar RM1,95 Miliar

Suarapemerintah.id -Laba bersih Kinerja Kuartal III 2020 (Pertumbuhan sembilan bulan pertama 2020 dibandingkan sembilan bulan pertama 2019)

  • Pendapatan berbasis dana sebesar RM4,13 miliar dari RM4,25 miliar pada kuartal III 2019
  • Pendapatan berbasis non bunga turun 1,3% menjadi RM1,95 miliar
  • Pendapatan operasional bersih turun 6,5% menjadi RM6,08 miliar
  • Biaya overhead mencatat  pengurangan 8,7% menjadi RM2,70 miliar
  • Laba operasional sebelum provisi (Pre-provisioning operating profit/PPOP) sebesar RM3,37 miliar dariRM3,53 miliar tahun lalu
  • Net impairment losses berkurang menjadi RM805,9 juta dari RM934,9 juta
  • Laba sebelum pajak sebesar RM2,61 miliar dari RM2,65 miliar
  • Laba bersih sebesar RM1,95 miliar dari RM2,00 miliar
  • Likuiditas yang kuat dengan LCR Group sebesar 146,6% dari 141,5%
  • Posisi modal yang kuat: rasio total modal 18,89% dan rasio CET1 15,28%

Maybank, bank keempat dengan aset terbesar di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan laba bersih kuartal III yang berakhir 30 September 2020 sebesar RM1,95 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, sebesar RM2,00 miliar. Group mencatat pendapatan operasional bersih yang lebih rendah sebagai dampak kelanjutan pandemi Covid-19,  meskipun hal ini sebagian diimbangi dengan pengurangan biaya overhead dan penurunan biaya impairment.  Laba sebelum pajak (PBT) untuk kuartal tersebut turun menjadi RM2,61 miliar dari RM2,65 miliar tahun lalu.

Pendapatan operasional bersih pada kuartal III 2020 turun 6,5% menjadi RM6,08 miliar dari sebelumnya, sebesar RM6,50 miliar.  Hal ini disebabkan penurunan sebesar 8,7% terhadap total pendapatan berbasis dana secara tahunan menjadi RM4,13 miliar, sebagai akibat pemotongan pada Overnight Policy Rate yang menekan marjin bunga bersih sebesar 27 basis poin secara tahunan. Disamping itu, Group juga mencatat penurunan 1,3% pada total pendapatan berbasis non bunga bersih menjadi RM1,95 mliar, terutama dari biaya inti yang lebih rendah menyusul aktivitas bisnis yang melambat karena pandemi, serta keuntungan investasi yang lebih rendah.

Sebagai bagian dari strategi bank untuk memitigasi penurunan pendapatan, Group terus berupaya mengendalikan biaya secara disiplin, dimana biaya overhead menjadi terkendali seiring dengan tren penurunan biaya overhead dari tahun lalu, yang mencatat penurunan 8,7% menjadi RM2,70 miliar pada kuartal III 2020 dari RM2,96 miliar pada kuartal III 2019.  Selain itu, net impairment losses pada kuartal tersebut mengalami penurunan 13,8% menjadi RM805,9 juta, sebagai hasil upaya Group menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya dalam memproyeksikan kebutuhan akan penyediaan biaya provisi ke depan.

Kuartal III 2020 vs Kuartal II 2020

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, April-Juni (kuartal II 2020), kuartal III 2020 mencatat laba bersih naik menjadi RM1,95 miliar dari sebelumnya RM941,7 juta. Laba sebelum pajak untuk kuartal III 2020 juga tumbuh RM2,61 miliar dari RM1,26 miliar pada kuartal II 2020.  Hal ini didukung oleh peningkatan 7,8% dalam total pendapatan berbasis non bunga dan peningkatan 7,5% dalam total pendapatan berbasis dana yang secara kolektif meningkatkan pendapatan operasional bersih sebesar 7,6%, seiring kembalinya aktivitas bisnis dan meningkatnya pergerakan aktivitas masyarakat setelah adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar di kuartal ini.

Sembilan bulan 2020 vs Sembilan bulan 2019

Selama sembilan bulan, hingga 30 September 2020 (9MFY20), Group membukukan penurunan laba bersih 14% menjadi RM4,94 miliar dibandingkan dengan RM5,75 miliar pada sembilan bulan 2019, sementara laba sebelum pajak juga turun 14% menjadi RM6,66 miliar dari RM7,75 miliar tahun lalu. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pendapatan berbasis dana bersih yang lebih rendah menyusul penurunan suku bunga dan dampak kerugian yang disebabkan dari penerapan Day-One modification  terhadap loan moratorium secara menyeluruh, serta peningkatan 76,4% dalam net impairment losses menjadi RM3,57 miliar dari RM2,02 miliar setahun sebelumnya.

Kenaikan impairment disebabkan sikap proaktif Group melalui penerapan management overlay dan proyeksi kedepan akan adanya pelemahan variabel makroekonomi, serta upaya topping up (penambahan) pada kredit Nasabah yang mengalami penurunan nilai.

Dividen

Direksi telah mengumumkan dividen interim sebesar 13,5 sen per saham hingga sembilan bulan yang berakhir 30 September 2020. Dividen akan dibayarkan berdasarkan Dividend Reinvestment Plan / DRP (Rencana Reinvestasi Dividen), dimana Bank dapat memilih untuk menginvestasikan kembali menjadi new ordinary shares (saham baru) atau dibayarkan secara tunai.

Pernyataan Chairman dan Group President & CEO Maybank

Chairman Maybank, Tan Sri Dato’ Sri Zamzamzairani Mohd Isa mengatakan dengan peningkatan kinerja kuartal ketiga, Maybank telah memutuskan untuk melanjutkan pembayaran dividen interim kepada para pemegang saham, meskipun dengan nilai yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya sehubungan dampak pandemi Covid-19.

“Meskipun posisi permodalan Maybank tetap kuat, tetapi kami akan tetap mengambil sikap berhati-hati dengan Dividend Reinvestment Plan / DRP (Rencana Reinvestasi Dividen) di mana seluruh porsinya dapat dipilih. Prioritas kami adalah untuk selalu berupaya menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dengan kebutuhan untuk menjaga buffer yang cukup jika terjadi ketidakpastian yang berkepanjangan, serta untuk mendanai rencana pertumbuhan kami di masa depan.”

Sementara, Group President & CEO, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan Maybank telah berupaya untuk memitigasi dampak dari modification loss, penurunan suku bunga dan provisi yang lebih tinggi melalui berbagai inisiatif seperti memastikan pertumbuhan di segmen Community Financial Services, merealisasikan nilai dari beberapa investasi, mengurangi biaya pendanaan dan mengelola overhead secara ketat sambil memastikan Group untuk terus berinvestasi di bidang yang dibutuhkan.

“Fokus kami ke depan adalah memanfaatkan kapabilitas manajemen risiko, operasional yang terdiversifikasi, dan kekuatan digital untuk mendorong bisnis kami di tahun mendatang. Pada saat yang sama, kami tetap berkomitmen untuk mendukung para pemangku kepentingan selama masa ini supaya mereka dapat tetap berjalan selalu.”

Kredit

Kredit di operasional Group (di Malaysia) tumbuh 5,2% secara tahunan per 30 September 2020, ditopang kenaikan 7,5% di segmen Community Financial Services, meskipun Global Banking mengalami penurunan 1,1%.  Pertumbuhan kredit, secara keseluruhan juga diimbangi dengan penurunan di pasar utama Singapura (-7,8%) dan Indonesia (-15,8%) sehubungan iklim operasional yang melemah serta bagian dari strategi Group untuk menyelaraskan kembali portofolionya menghadapi wabah pandemi.  Hal ini menyebabkan kredit bruto Group turun tipis 0,6% dibandingkan tahun lalu.

Simpanan

Sementara itu, deposits atau simpanan tumbuh 4,8% secara tahunan, didukung dengan peningkatan 10,2% di Singapura, 3,3% di Malaysia dan 0,8% di Indonesia.  Hal ini selaras dengan strategi untuk menjaga basis likuiditas yang kuat dan memperluas struktur pendanaan berbiaya-rendah. Akibatnya, rasio giro dan tabungan (CASA) Group meningkat menjadi 42,1% pada September 2020 dari 34,6% tahun lalu. Terlepas dari pertumbuhan yang sehat pada deposito dan rasio CASA, marjin bunga bersih (NIM) untuk periode sembilan bulan hingga September 2020 turun 19 basis poin menjadi 2,08% dibandingkan dengan 2,27% tahun lalu, yang disebabkan oleh penurunan suku bunga dan dampak bersih dari kerugian modifikasi untuk asumsi pembiayaan suku bunga tetap. Namun demikian, secara triwulanan, NIM kuartal III 2020 naik 9 basis poin menjadi 2,05% dari 1,96% di kuartal II 2020. Pengelolaan aset dan kewajiban yang hati-hati serta disiplin harga akan tetap menjadi fokus utama Group untuk mengelola tekanan pada NIM yang timbul dari iklim yang tidak pasti saat ini.

Modal dan Kekuatan Likuiditas

Maybank meneruskan strateginya untuk menjaga posisi modal dan likuiditas yang kuat, dengan rasio CET1 sebesar 15,28% dan total rasio modal sebesar 18,89%, membuat Maybank menjadi satu bank dengan modal terbaik di kawasan.  Rasio cakupan likuiditas Group tumbuh lebih kuat 146,6% dari 141,5% tahun lalu, jauh di atas persyaratan peraturan 100%.

Kualitas Aset

Group mencatat peningkatan kualitas aset dengan rasio Gross Impaired Loans (GIL) menurun menjadi 2,35% pada September 2020 dari 2,67% pada September 2019.  Meskipun demikian, Group terus mempertahankan sikap proaktif untuk meningkatkan management overlay terhadap berbagai bisnis atau kreditur korporat yang masih belum pulih, serta terhadap sektor ritel yang mudah dipengaruhi oleh variabel makroekonomi yang melemah.

Pemantauan ketat atas portofolio kredit tetap menjadi prioritas, dan Group terus secara aktif bekerja sama dengan nasabah yang terdampak pada kondisi (lingkungan) bisnis yang menantang saat ini, untuk memberikan bantuan dan saran dalam mengelola kewajiban finansial mereka.

Dukungan bagi nasabah yang terdampak pandemi Covid-19

Meskipun loan moratorium menyeluruh yang diterapkan di Malaysia telah berakhir pada 30 September 2020, Group tetap mendukung nasabah yang masih terkena dampak pandemi Covid-19 dengan menawarkan berbagai paket Repayment Asssistance (RA). Lebih dari 93.000 aplikasi RA telah diterima baik dari nasabah individu maupun UKM per tanggal 16 November 2020, dan semua aplikasi yang memenuhi syarat telah disetujui. Dari pengajuan yang disetujui, sekitar 43% diberikan penundaan pembayaran tiga bulan tambahan hingga 31 Desember 2020, terutama karena pengangguran, sementara nasabah lainnya telah meminta pengurangan pembayaran karena berkurangnya pendapatan.

Pasar Utama

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mengumumkan laba bersih untuk periode sembilan bulan 2020 tetap sama yaitu sebesar Rp1,1 triliun, meskipun laba sebelum pajak (PBT) turun sedikit sebesar 6,1% menjadi Rp1,5 triliun.  Pengelolaan biaya secara disipilin, disertai dengan pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah dan peningkatan pendapatan non bunga membantu mengurangi dampak volatilitas pasar dan penurunan kredit sebagai akibat wabah Covid-19.

Kemenparekraf Fasilitasi Pembentukan Badan Hukum 100 Pelaku Parekraf di Bali

Suarapemerintah.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sosialisasi sekaligus fasilitasi pendirian usaha berbadan hukum bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Melalui fasilitasi ini diharapkan kedepannya dapat semakin mendorong kegiatan ekonomi pelaku usaha para penerima fasilitasi tersebut.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam acara “Sosialisasi dan Fasilitasi Pendirian Bahan Usaha Berbadan Hukum”, di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (28/11/2020), mengatakan, sosialisasi dan fasilitasi ini diberikan kepada 100 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif baik dari binaan dinas terkait maupun pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas.

Sosialisasi dan fasilitasi ini diharapkan bisa mendorong tumbuhnya dunia usaha untuk bangkit dan semakin berkembang. Sehingga manfaat terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga semakin besar,” kata Fadjar Hutomo.

Ia mengatakan, perseroan terbatas (PT) sebagai wujud usaha berbadan hukum sangat penting karena memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha. Karena itu, dengan potensi yang besar, industri kreatif di Indonesia harus didukung dengan manajemen yang legal dan konkret.

Ada beberapa keuntungan dan kemudahan yang bisa didapatkan. Seperti legalitas, diakui sebagai subjek hukum bahkan juga bisa mendapatkan insentif pajak,” kata Fadjar.

Lebih lanjut Fadjar mengatakan, pendirian PT saat ini juga semakin dipermudah. Seperti tercantum di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Diantaranya adalah kemudahan modal setor menjadi Rp3 juta atau Rp5 juta dari yang sebelumnya Rp50 juta.

Begitu juga dengan jumlah badan hukum koperasi sebagai alternatif yang juga dipermudah, dimana syarat dari yang sebelumnya wajib 40 orang untuk mendirikan koperasi menjadi cukup tiga orang saja diperbolehkan. Badan hukum saat ini pun juga dimungkinkan berbentuk Bumdes.

Sosialisasi inilah yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf termasuk fasilitasi pendirian badan hukum sehingga persentase usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah berbadan hukum bisa meningkat,” kata Fadjar.

Sebelumnya, Deputi Bidang Investasi dan Investasi melalui Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenparekraf/Baparekraf juga menginisiasi kegiatan kelas kekayaan intelektual untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif dalam memahami dan memanfaatkan hak kekayaan intelektual (HKI) atas produk atau jasa yang mereka miliki.

Sekaligus memberikan fasilitas kekayaan intelektual (KI) untuk jenis KI privat, seperti merek, paten, hak cipta, dan desain industri dan KI komunal yaitu, indikasi geografis.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, pendampingan dan peningkatan kapasitas terhadap pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi hal yang terus ditingkatkan ke depan.

Selain menguasai produk, para pelaku ekonomi kreatif juga harus mampu memenuhi kebutuhan atas kemasan yang representatif, pemasaran yang tepat, akses permodalan, keuangan yang efektif, payment system, Hak Kekayaan Intelektual, badan hukum, hingga manajemen Hak Kekayaan Intelektual yang dapat meningkatkan nilai tambah dari produk kreatif jadi berlipat ganda,” kata Wishnutama.

HUT Korpri Ke-49, Presiden Joko Widodo : Transformasi Birokrasi-Struktural Harus Dipercepat

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke-49 untuk Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Presiden Jokowi juga mengapresiasi semangat Korpri di tengah pandemi COVID-19 sekaligus juga memberikan pesan.

Atas nama seluruh rakyat, pemerintah, dan negara, saya menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-49 kepada seluruh anggota Korpri di mana pun berada. Saya mengapresiasi, saya menghargai semangat anggota Korpri di tengah situasi pandemi seperti saat ini tetap menjalankan tugas-pengabdian dari negara, yaitu melayani masyarakat,” kata Jokowi, Minggu (29/11/2020).

Jokowi mengaku menyadari para anggota Korpri menemui banyak kesulitan dan keterbatasan dalam menjalankan tugas dari negara.

Namun Jokowi berharap, apa pun kesulitan dan keterbatasan yang dihadapi, itu bukan penghalang bagi seluruh anggota Korpri untuk bekerja sigap dan cepat dalam menghadapi masalah di masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun kesehatan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan bahwa reformasi birokrasi dan struktural harus dipercepat. Dia menilai pandemi COVID-19 seperti saat ini memberikan momentum untuk bekerja ekstra.

Pertama, kita harus terus mempercepat reformasi birokrasi bersamaan dengan reformasi struktural yang kita lakukan. Dan pandemi COVID-19 telah memberikan momentum untuk mengubah dari channel normal ke channel ekstranormal, dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa, dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart shortcut yang cerdas dan sigap. Cara baru tersebut harus memanfaatkan teknologi, terutama teknologi digital,” papar Jokowi.

Jokowi menuturkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga mempercepat transformasi digital.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Korpri sebagai aparat birokrasi lebih adaptif dan lebih terampil memanfaatkan teknologi dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Regulasi yang rumit dan menghambat kreativitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan. Kelembagaan pemerintahan yang gemuk, tumpang tindih, dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Jenjang eselonisasi yang panjang harus dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus diringkas dan fleksibel, dan berorientasi pada hasil,” tutur Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengingatkan transformasi digital yang terjadi harus disesuaikan dengan pola pikir yang berorientasi hasil.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut situasi dan kondisi yang saat ini terjadi memberikan ruang yang lebih besar kepada anggota-anggota Korpri muda untuk tampil.

Konsekuensinya, kompetensi SDM aparatur sipil negara harus menyesuaikan, mindset-nya harus goal oriented, berorientasi hasil, adaptif, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memberikan kesempatan kepada yang trampil dan ahli walaupun masih junior untuk tampil di depan serta berpikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” sebut Jokowi.

Walikota Hadiri Rakor Penerima Bantuan Hibah Pariwisata Kota Manado

Suarapemerintah.id – Walikota GS Vicky Lumentut,  Kamis (26/11) kemarin, menghadiri rapat koordinasi penerima bantuan program hibah pariwisata Kota Manado tahun 2020 (Hotel dan Restoran) yang dilaksanakan Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata Kota Manado, bertempat di Hotel Peninsula.

Pemkot Manado melalui Dinas Parisata Kota Manado, mendorong stakeholder pariwisata di ibukota provinsi Sulawesi Utara ini, agar turut berkomitmen, serta bekerja sama dalam program bantuan Dana Hibah Pariwisata diharapkan mempercepat proses pemulihan sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19 di Manado,  yang masuk dalam 10 besar daerah tujuan wisata di Indonesia.

Kesempatan itu, Walikota menegaskan kembali bahwa sektor pariwisata adalah tentang pengalaman. Tak cukup hanya memberi janji tentang keamanan dan keselamatan, serta protokol kesehatan. Penerapannya harus mampu membuktikan melalui pengalaman wisatawan yang datang bahwa Manado adalah destinasi bersih, sehat, dan aman untuk dikunjungi.

“ Saya yakin kepercayaan publik akan meningkat. Jika masyarakat yakin bahwa hotel, restoran, dan destinasi wisata yang mereka kunjungi menerapkan protokol kesehatan, mereka akan merasa aman dan pastinya konsumsi meningkat,” tegas Walikota didampingi Kadis Pariwisata Kota Manado lenda Pelealu.

Walikota Hadiri Sidang Paripurna DPRD Dengan Agenda Penetapan KUA PPAS TA 2021

Suarapemerintah.id – DPRD Kota Manado menggelar sidang paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Pimpinan DPRD dengan Walikota Manado terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2021.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey didampingi Wakil Ketua Adrey Laikun.

“ Rapat paripurna DPRD Kota Manado dalam rangka penanda-tanganan KUA-PPAS tahun anggaran 2021 berakhir tepat pukul 02.40 Wita, Sabtu subuh (28/11) dipimpin langsung Ketua DPRD Manado, “ Demikian disampaikan Kabag Pem-Humas Kota Manado, Sonny Takumansang.

Menurut, Kabag Pem-Humas Kota Manado ini, meskipun berlangsung subuh hari, namun Walikota Manado, GS Vicky Lumentut,  ikut menghadiri rapat paripurna. “ Pak Walikota mengikutinya dengan penuh hikmat sampai selesai. Karena memang semenjak siang, sore sampai malam Pak Walikota dengan setia menunggu. Kita berharap batas waktu yang diberikan sampai 30 November mendatang, APBD Kota Manado tahun 2021 sudah bisa ditetapkan DPRD.

Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, sendiri mengatakan, meskipun momentum pembahasan KUA-PPAS tahun 2021 dilaksanakan dalam musim Pilkada, namun, dirinya tetap berharap kepentingan masyarakat diatas segala-galanya.

“ Jangan lagi masyarakat kota Manado jadi korban politik hanya karena Pilkada,” kata Walikota.

Hadir dalam rapat paripurna tersebut, Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler CS Lakat, serta para pejabat eselon IIdan III dilingkup pemerintahan kota Manado.

Pemkot Manado Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Suarapemerintah.id – Selamat kepada Kota Manado atas prestasinya yang telah berhasil meraih Bhumandala Kanaka (Medali Emas) untuk kategori Kota, serta Bhumandala Kencana (Pemanfaatan Simpul Jaringan Terbaik) untuk kategori Kota.

Demikian disampaikan Master Ceremony dalam acara menyerahan penghargaan Bhumandala Tahun 2020 yang akan diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) , Jumat (27/11) pekan lalu, bertempat Hotel Borobudur, Jl. Lap. Banteng Selatan, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta.

Diterima oleh, Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Manado, Liny Tambajong, sebagai mewakili Walikota Manado, GS Vicky Lumentut.

Diketahui Kota Manado telah berhasil membangun Simpul Jaringan dengan baik, aktif dan operasional. Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kota Manado memanfaatkan data geospasial skala besar yang telah menggunakan SRGI 2013.

“ Arahan dan dukungan yang kuat dari Walikota telah mampu memotivasi dan menginspirasi perangkat daerah untuk menyelenggarakan IG dengan baik. Anggaran dan fasilitas yang tersedia dengan baik membuat Kota Manado sangat kreatif dalam membangun simpul jaringan Kota Manado yang handal “ Ujar Tambajong dalam kesempatan tersebut.

Ditambahkan, Tambajong simpul jaringan IG melibatkan banyak OPD Penyelenggaraan Bhumandala Award – Penghargaan Simpul Jaringan Informasi Geospasial telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2014.

Dalam perjalanannya, proses monitoring dan evaluasi terhadap kinerja simpul jaringan selalu disinergikan dengan Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Selain itu, terbitnya Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia menjadi komitmen bahwa penyelenggaraan Informasi Geospasial harus memenuhi standar data, memiliki metadata yang baku serta memenuhi kaidah interoperabilitas data.

Sementara itu, Walikota memberikan apresiasi kepada semua OPD yang sudah bekerja dengan baik dan cerdas sehingga di tahun 2020 ini,  kembali Kota Manado meraih bhumandala dengan dua kategori.
“Terimakasih Kawan-Kawan Perangkat Daerah yang sudah kerja dan kerja untuk Rakyat Manado, ” ujar Walikota.