Beranda blog Halaman 4675

Hawaya, Aplikasi Pencarian Jodoh Kaum Muslim Hadir Di Indonesia

Hawaya, Aplikasi Pencarian Jodoh Kaum Muslim Hadir Di Indonesia

Suarapemerintah.id – Diluncurkan pertama kali pada 2017, Hawaya menjadi salah satu platform populer yang melayani pencarian jodoh bagi umat Muslim. Dihadirkan oleh seorang pengusaha Muslim bernama Sameh Saleh, Hawaya telah memfasilitasi ribuan pernikahan. Tidak hanya di Mesir dan negara arab lainnya, Hawaya juga populer di Eropa, Amerika, dan Asia. Tahun ini Hawaya juga akan hadir untuk membantu pencarian jodoh bagi kaum Muslim di Indonesia.

Berdasarkan survei Hawaya (2020) yang melibatkan perempuan dan laki-laki Muslim Indonesia berusia antara 20-40 tahun sebagai responden, 93% responden perempuan terbuka untuk menggunakan aplikasi perjodohan untuk mencari pasangan hidup. Sebanyak 87% responden juga mengatakan bahwa mereka berharap menemukan seseorang dengan agama yang sama dan sejalan dengan harapan orang tua mereka. Aplikasi Hawaya kini sudah bisa diunduh di toko aplikasi Android dan iOS.

Kehadiran Hawaya di Indonesia tidak lepas dari meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 64 persen pada Januari 2020, demikian menurut We Are Social (2020). Hawaya sendiri mengklaim berupaya membantu pengguna di Indonesia menemukan pasangan dengan tetap menghormati tradisi dan budaya muslim.

CEO Hawaya Sameh Saleh mengatakan bahwa masuknya Hawaya ke pasar Indonesia untuk mengajak dan menghubungkan muslim berstatus lajang yang ingin mengenal satu sama lain secara mendalam sehingga menuju hubungan yang serius.

“Ketika kami memasuki pasar Indonesia, kami ingin mengajak dan menghubungkan setiap Muslim yang berstatus lajang di Indonesia yang ingin saling mengenal satu sama lain secara lebih mendalam hingga menuju ke hubungan yang serius,” kata Sameh Saleh.

Sameh Saleh menjelaskan bahwa aplikasi Hawaya menggunakan pendekatan ilmiah, aman, dan diterima secara budaya, dirancang untuk laki-laki dan perempuan Muslim dengan niat yang serius serta telah disesuaikan secara budaya dengan tradisi komunitas.

Hawaya mengklaim, platform ini berfokus pada privasi dan keamanan pengguna. Di mana, ketika pengguna mendaftarkan diri, aplikasi akan mengotentikasi semua pengguna baru dengan sistem verifikasi selfie.

Sistem ini menggunakan teknologi yang dikembangkan untuk membuat profil palsu. Aplikasi ini juga menawarkan opsi ke pengguna perempuan untuk mengaburkan foto profil. Selain itu, Hawaya dilengkapi fungsi keamanan Guardian yang memungkinkan pengguna melibatkan orang terpercaya seperti teman dan keluarga ketika berkomunikasi dengan lawan jenis.

Selain menghadirkan platform, Hawaya juga membentuk panel berisi para ahli yang berpengalaman dalam isu membangun hubungan. Panel ahli ini akan terlibat secara mendalam dalam program khusus yang dinamakan Sisters-in-Hearts.

Program di atas, akan membahas mengenai tantangan yang dihadapi para Muslim lajang dalam membangun hubungan dan memberikan solusi untuk menciptakan hubungan seumur hidup yang bermakna.

“Kami memahami bahwa sebagian orang Indonesia mungkin masih menghadapi tekanan masyarakat untuk menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tujuan hidup. Namun, kami juga menyadari bahwa ada berbagai tantangan dalam menemukan cinta di dunia modern ini. Perkenalan secara online hanyalah permulaan menuju hubungan yang lebih mendalam,” jelas Samah.

Healthtech Pertama Layani Tes COVID-19, Halodoc Perluas Layanan Tes Swab Antigen

Healthtech Pertama Layani Tes COVID-19, Halodoc Perluas Layanan Tes Swab Antigen

Suarapemerintah.id – Sejak Oktober lalu, WHO mengeluarkan rekomendasi dua produk tes cepat antigen menggunakan metode swab. Untuk penuhi layanan tes swab, Halodoc, sebagai platform healthtech terkemuka di Indonesia, meluncurkan layanan Tes Swab Antigen. Halodoc klaim sebagai platform healthtech pertama di Indonesia yang memfasilitasi Tes Swab Antigen.

Halodoc akan memperluas layanan Tes Swab Antigen yang sudah tersedia sejak awal Oktober 2020. Halodoc sudah mengadakan layanan Tes Swab Antigen ini di Jakarta dan Surabaya. Halodoc sendiri mengklaim sebagai platform healthtech pertama di Indonesia yang memfasilitasi Tes Swab Antigen.

Tes Swab Antigen ini dilakukan dengan mengambil sampel dari cairan nasofaring melalui teknik swab untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu dengan hasil diagnosis yang cepat. Tes ini dapat diakses melalui layanan drive thru maupun membuat janji terlebih dulu di mitra fasilitas kesehatan.

Menurut Chief Business Officer dan Co-Founder Halodoc Doddy Lukito mengatakan bahwa akses bagi masyarakat untuk melakukan tes akurat yang lebih cepat dan terjangkau merupakan strategi mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Hal inilah yang melandasi Halodoc untuk terus memperluas layanan tes COVID-19, dalam hal ini Tes Swab Antigen, dan menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku industri yang menyediakan akses ke layanan tes terbaru ini,” ungkap Doddy.

Adapun Tes Swab Antigen di fasilitas drive thruHalodoc tersedia mulai Rp 299.000. Tes ini menggunakan produk Panbio dari Abbott yang memiliki tingkat sensitivitas 91,4 persen dan spesifisitas 99,8 persen (khusus untuk Covid-19).

Hasil Tes Swab Antigen juga bisa diperoleh hanya dalam waktu 60 menit. Nantinya, seluruh petugas kesehatan yang bertugas akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, seperti masker, face shield, baju hazmat, dan sarung tangan karet.

Selain menyediakan akses ke Tes Swab Antigen, Halodoc juga akan terus memperluas akses ke tes COVID-19, termasuk Rapid Test dan Tes PCR, yang telah dilaksanakan sejak awal pandemi merebak.

Sebagai platform healthtech andalan masyarakat, Halodoc terus berkomitmen menjadi #TemanHidupSehat dengan terus memperluas akses dan cakupan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat.

“Perluasan pelaksanaan tes COVID-19 menjadi langkah nyata Halodoc dalam mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat penanganan COVID-19 di tanah air,” pungkas Doddy.

Baru-baru ini Halodoc juga menjadi salah satu health-tech startup yang masuk ke dalam daftar Digital Health 150 versi CB Insights. Daftar ini memuat 150 health-tech startup paling inovatif dan menjanjikan di seluruh dunia.

Menanggapi daftar ini, Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc mengaku merasa terhormat karena Halodoc dapat kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights.

“Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi kami sebagai perusahaan rintisan karya anak bangsa untuk terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Jonathan.

Google: 3 Startup Indonesia Lulus Google for Startups Accelerator 2020

3 Startup Indonesia Lulus Google for Startups Accelerator 2020

Suarapemerintah.idGoogle for Startups Accelerator: Southeast Asia merupakan program akselerator online yang diadakan Google selama tiga bulan.

Program itu terbuka bagi startups teknologi yang dianggap berpotensi besar di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, plus Pakistan. Sejak dimulai pada Juni lalu lebih dari 600 startup mendaftar program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia.

Tahun ini Google khusus mencari startup dengan tujuan memecahkan tantangan yang sedang dihadapi. Mulai dari solusi baru di bidang perawatan kesehatan, pendidikan, keuangan, atau logistik di tengah pandemi Covid-19. Startup yang dipilih harus menggunakan AI/ML atau analisis data dengan cara yang efektif; atau yang memanfaatkan teknologi untuk menjadikan dunia lebih ramah bagi manula atau difabel.

Google Umumkan 3 Startup Indonesia Lulus Google for Startups Accelerator 2020

Tiga startups lokal Indonesia berhasil menyelesaikan Google for Startups Accelerator: Southeast Asia. Setelah mendapatkan bimbingan online dan dukungan khusus selama tiga bulan, Hacktiv8, Kata.ai, dan Riliv bersama 12 peserta lain akhirnya resmi lulus dari program tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada 15 startup Asia Tenggara, termasuk Kata.ai, Hacktiv8, dan Riliv dari Indonesia, atas kelulusan mereka. Google, melalui program Accelerator, senang sekali bisa mendukung mereka semua, ” kata Randy Jusuf, Managing Director Google.

Berikut adalah profil singkat tiga star up Indonesia yang lulus dari Google for Startups Accelerator: Southeast Asia:

1. Kata.ai

Kata.ai memulai bisnisnya pada 2016 dengan mengembangkan platform AI percakapan yang memungkinkan berlangsungnya percakapan alami antara bisnis dan pelanggan. Kata.ai berdiri berangkat dari permasalahan customer engagement melalui aplikasi media sosial atau aplikasi pesan (chatting) yang berjalan manual, di sisi lain para pelanggan ingin mendapatkan respons yang optimal dan cepat menggunakan aplikasi media sosial atau aplikasi pesan.

Irzan Raditya selaku CEO Kata.ai menyatakan, pihaknya ingin memberi dampak yang lebih bagi industri kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

“Kita ingin jadi enabler. Kita sediakan ekosistem untuk developer lokal bisa berkreasi di bidang conversational AI,” jelas Irzan.

Irzan juga berharap dengan adanya Kata.ai, perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa memberikan pelayanan dan customer engagement yang terintegrasi dengan artificial intelligence atau biasa disebut oleh Kata.ai sebagai conversational artificial intelligence.

2. Hacktiv8

Di kalangan perusahaan teknologi seperti startup, tren saling membajak SDM kerap terjadi pada saat ini. Merasa resah melihat akan kondisi tersebut, Roland Ishak bersama rekannya Riza Fahmi mendirikan startup bernama Hacktiv8 pada 2016 lalu.

Berbasis di Jakarta, Hacktiv8 merupakan sekolah di bidang IT berbentuk bootcamp yang menawarkan solusi program pembelajaran intensif untuk membuat seorang pemula menjadi pengembang aplikasi web yang siap pakai, hanya dalam 12 minggu.

3. Riliv

Riliv merupakan one-stop aplikasi kesehatan mental pertama di Indonesia yang resmi didirikan pada 2015. Startup ini memiliki tujuan agar semua orang bisa sehat mental dengan mendapatkan akses kesehatan mental yang mudah dan efektif, dengan harga yang terjangkau, serta bebas stigma.

Audrey Maximillian Herli, Co-Founder dan CEO Riliv, mengatakan melalui program Google for Startup, dia mendapat banyak sekali kesempatan seperti lebih memahami mengenai human capital demi menciptakan talent yang baik, produk, dan perkembangan dalam startup dari para ahli Google, serta perspektif dan ilmu yang telah menjadi best practice di dunia teknologi, dan juga kerangka kerja Google.

Menag: Syukuri Kebhinekaan, Tunjukkan Akhlak Mulia

Menag: Syukuri Kebhinekaan, Tunjukkan Akhlak Mulia

Suarapemerintah.idMenag Fachrul Razi menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berbhineka. Kebhinekaan ini patut disyukuri dengan cara saling menghargai perbedaan dan keragaman, bukan saling cela, apalagi unjuk kekuatan.

“Mari bersyukur atas kebhinekaan kita, dan merawatnya dengan penuh kebahagiaan dan sukacita. Indonesia milik kita, tidak boleh ada kelompok orang yang merasa hebat lalu unjuk kekuatan dengan tidak menghormati aturan yang ada. Itu bukan gaya masyarakat Indonesia dan bisa merusak sendi kehidupan berbangsa,” tegas Menag di Jakarta, Senin (16/11).

“Mari tunjukkan akhlak mulia yang diajarkan setiap agama,” sambungnya.

Menag mengatakan, semua agama di Indonesia tidak mengajarkan gaya-gaya yang arogan dan unjuk kekuatan. Semua agama mengajarkan kesantunan dan ahlak terpuji. Menjadi pemimpin adalah amanah, dan tidak seharusnya melakukan tindakan provokatif.

“Ajak umat untuk bersama, bergandengan tangan menjaga NKRI dan kebhinekaan Indonesia,” jelas Menag.

Menurutnya, penduduk Indonesia saat ini mencapai 270 juta. Seberapapun besar jumlah anggota organisasi di negeri ini, tidak lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Kalau ada organisasi yang memiliki anggota hingga 1 juta misalnya, masih ada banyak organisasi lain yang anggotanya juga tidak kalah banyak.

“Jumlah yang ada bukan untuk unjuk kekuatan, tapi untuk dioptimalkan dalam meneguhkan cinta kedamaian dan ketenangan dalam negara NKRI ini,” pesan Menag.

“Jangan teriakkan hal-hal yang memicu sentimen keagamaan dan pemahaman agama. Mari kedepankan keteladanan untuk tegaskan persatuan,” tandasnya.

‘Ngaso’ UIN Walisongo Juara Lomba Video Pencegahan Korupsi

‘Ngaso’ UIN Walisongo Juara Lomba Video Pencegahan Korupsi

Suarapemerintah.idUniversitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menjadi Juara I lomba video pencegahan korupsi tahun 2020. Kompetisi yang digerlar Itjen Kemenag ini bertajuk Rektor/Ketua PTKIN Bicara dan Cegah Korupsi.

Lomba video pencegahan korupsi tahun 2020 digelar dalam rangka Hari Antikorupsi se-Dunia yang diperingati setiap 9 Desember. Even ini diikuti seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Pemenag kompetisi ini diumumkan pada Senin, 16 November 2020. UIN Walisongo memproduksi Short Movie Anti-Corruption Campaign bertajuk “Ngaso” yang berarti “Istirahat”. Film pendek ini diputar pada channel youtube UIN Semarang.

Film yang diproduseri Tim Humas UIN Walisongo ini mengangkat tema pencegahan anti korupsi lewat nilai-nilai yang diterapkan di kampus. Nilai-nilai keyakinan, komitmen, dan sistem kontrol korupsi, disajikan lewat pembicaran santai di waktu istriahat oleh para pemeran film yang merupakan pegawai dan dosen UIN Walisongo.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq, menjadi pemeran utama dalam film berdurasi 10 menit tersebut. Dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Imam Taufiq bersyukur atas penghargaan yang diberikan Itjen Kemenag. “Ini karya bersama sebagai wujud komitmen perang melawan korupsi yang benar-benar sebagai musuh bersama kita,” katanya di Semarang, Selasa (17/11).

Guru Besar Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Humaniora ini menuturkan, promosi dan kampanye digital yang inovatif dengan gaya milenial diharapkan dapat meningkatkan kualitas zona integritas di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di PTKN.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan lomba ini. Upaya kampanye pencegahan korupsi sangat penting karenanya kemasan lomba yang inovatif harus terus ditradisikan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo ini.

Lomba ini dimulai sejak Oktober 2020. Setiap PTKN diminta mengunggah video karyanya pada akun media sosial masing-masing. Video karya tim UIN Alauddin Makasar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dinobatkan sebagai Juara 2 dan 3.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi prestasi  UIN Walisongo, UIN Alauddin Makasar, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Keberhasilan UIN Walisongo menjadi Juara 1 dan dua UIN lainnya semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika PTKI dalam mengembangkan budaya anti korupsi,” harapnya.

Dhani mengatakan, keberhasilan meraih kejuaraan ini menjadi simbol dan supremasi kalangan civitas akademika PTKIN dalam mengimplementasikan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama. ”Rektor sebagai Pimpinan PTKIN menjadi model sekaligus pencerah bagi masyarakat dalam membudayakan prilaku hidup jujur dan anti korupsi,” katanya.

Ma’had Al-Jamiah & Rumah Moderasi Masuk dalam PMA Statuta PTKN

Ma’had Al-Jamiah & Rumah Moderasi Masuk dalam PMA Statuta PTKN

Suarapemerintah.id – Ditjen Pendidikan Islam tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) tentang Statuta dan Ortaker Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Ma’had Al-Jami’ah dan Rumah Moderasi Beragama akan diatur dalam PMA tersebut.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno dalam Full Day Meeting Membahas Statuta dan Ortaker PTKIN. Rapat daring ini diikuti Pejabat Eselon III dan IV, serta sejumlah Jabatan Fungsional Umum (JFU) Diktis.

“Dalam PMA Statuta dan Ortaker ini, akan dimasukan Ma’had Al-Jamiáh dan Rumah Moderasi Beragama sebagai desiminator keberagamaan yang moderat atau wasathiyah,” terang Suyitno di Jakarta, Senin (16/11).

“Perlu ada penguatan dan penambahan yang memang dibutuhkan seperti Ma’had Al-Jaamiah dan Rumah Moderasi Beragama karena kebutuhan organisasi saat ini,” sambungnya.

Namun demikian, Suyitno mengingatkan jajarannya bahwa penyusunan PMA tetap harus berangkat dari prinsip efisiensi dan konteks penyederhanaan birokrasi. Penambahanan nomenklatur harus didasarkan pada kebutuhan yang sifatnya mendasar dan urgen. “Semangat efisiensi harus menjadi dasar penting agar kampus tidak terkesan sangat birokratis,” tegasnya.

Guru Besar UIn Raden Fatah Palembang ini mencontohkan kampus-kampus di Luar Negeri yang ramping strukturnya dan terlihat tidak banyak Wakil Rektornya. “Rata-rata hanya Bidang Akademic dan International Affairs. Namun dikuatkan dengan lembaga-lembaga yang kaya fungsi,” tambahnya.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Muhammad Adib Abdushomad melaporkan, penyusunan PMA Statuta dan Ortaker diawali pembahasan kriteria pemberian atau penambahan Jabatan Organisasi PTKN. Ini untuk memastikan agar setiap rencana penambahan didasarkan pada alasan yang tepat dan dalam semangat penyederhanaan birokrasi.

Draft RPMA ini selanjutnya akan dibahas lintas Eselon I yang membawahi PTKN untuk  diharmonisasi. Khusus untuk Ditjen Pendidikan Islam, PMA ini nantinya akan menjadi rujukan bagi 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Hadir sebagai nara sumber dalam rapat ini, Tim Biro Ortala Setjen Kementerian Agama yang dipimpin Lukman Hakim dan sejumlah pakar. Nampak hadir juga, Kasubdit Ketenagaan Ahmad Syafií, Kasubdit Akademik Mamat Salamat Burhanuddin, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, dan Kasubbag TU Diktis Abdulloh Hanif, serta Para Kasi di lingkungan Direktorat Diktis.

Juknis Pencairan Subsidi Gaji GTK Madrasah dan PAI Sudah Terbit

Juknis Pencairan Subsidi Gaji GTK Madrasah dan PAI Sudah Terbit

Suarapemerintah.id – Petunjuk Teknis atau Juknis pencairan bantuan subsidi gaji (BSG) guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non PNS pada madrasah sudah terbit. Termasuk juga, juknis pencairan BSG untuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non PNS pada sekolah umum.

Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. “Juknis pencairan sudah saya tandatangani kemarin. Sedang disiapkan SK calon penerima Bantuan Subsidi Gaji bagi GTK Non PNS di madrasah dan Guru PAI Non PNS pada sekolah umum,” ujar Ali Ramdhani di Jakarta, Selasa (17/11).

“Semoga pencairan bantuan subsidi gaji ini bisa menjadi kado Hari Guru Nasional,  25 November mendatang,” lanjutnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain menambahkan, BSG akan diberikan dalam bentuk bantuan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Ada 543.928 guru RA/Madrasah Non PNS yang akan menerima bantuan dengan anggaran Rp979.070.400.000.

Selain itu, ada 93.480 guru Pendidikan Agama Islam Non PNS di Sekolah Umum yang juga menerima bantuan. Anggarannya, Rp168.264.000.000

“Jadi, total ada 637.408 GTK Non PNS, baik di madrasah maupun PAI pada sekolah umum, yang menerima BSG dengan total anggaran Rp1.147.334.400.000,” tandasnya.

Jasa Raharja Menandatangani MoU dengan BOP Labuan Bajo

Jasa Raharja Menandatangani MoU dengan BOP Labuan Bajo

Suarapemerintah.idPT Jasa Raharja bersinergi dengan Badan Otorita Pariwisata (BOP) guna memberikan perlindungan dasar kepada pelaku Pariwisata. Jasa Raharja dan BOP Labuan Bajo melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memberikan Perlindungan Asuransi bagi para Penumpang Kapal Wisata di Kawasan Super Premium Labuan Bajo.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh oleh Kepala Cabang Jasa Raharja NTT, Radito Risangadi dan Direktur Utama BOP Ibu Shana Fatina dan disaksikan oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo S. dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Putera, Zulmahdiar. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Ayana Komodo Resort Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Rabu (11/11/2020).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini merupakan perwujudan Negara memberikan perlindungan Dasar bagi penumpang atas risiko kecelakaan sejak keberangkatan sampai dengan turun di dermaga tujuan.

Adapun Upaya Upaya pencegahan yang juga menjadi substansi dalam MoU yakni dukungan pemasangan rambu laut, pemberian bantuan alat keselamatan, sosialisasi keselamatan kepada awak kapal dan pelayanan pengobatan gratis bagi penumpang dan awak kapal.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo S. dalam sambutannya menyampaikan  ucapan terima kasih kepada Direktur Utama BOP yang telah bersinergi dengan Jasa Raharja dalam meningkatkan kualitas  pelayanan bagi pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Budi juga menyampaikan bahwa kerjasama akan ditingkatkan melalui upaya pengembangan layanan dan pencegahan kecelakaan melalui transformasi digital.

Untuk diketahui bahwa Badan Otorita Labuan Bajo adalah pengelola dan pengendali Zona otorita Kawasan Pariwisata Labuan Bajo – Flores yang didalamnya terdapat Angkutan Wisata Laut di Taman Nasional Komodo maupun Angkutan Wisata Darat di Sepanjang Pulau Flores.

Pentas Seni Budaya Nusantara Jaga Kesatuan NKRI

Pentas Seni Budaya Nusantara

Suarapemerintah.id – Pentas Seni budaya Nusantara bertajuk “Memperkokoh Kesatuan Persatuan Bangsa Menuju Indonesia Baru,” yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogya dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Yogya, berlangsung meriah. Acara ini dibuka secara simbolis oleh Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi dengan menabuh jimbe, pada Senin (16/11), di Hotel Royal Darmo Yogya.

Sejumlah tari-tarian, yaitu Tari Pasembahan Sumatera Barat, Tari Balean Dadas Kalimantan Tengah, Senam Taichi Etnis Tionghoa, Tari Pergaulan 4 Suku Sulawesi Selatan, Tari Yosfan Papua, dan Tari Jaran Sembodho, turut memeriahkan ajang yang bertujuan untuk menjaga kesatuan NKRI dan menjaga kerukunan budaya di Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga Kota Yogya menjadi kota yang toleran. Menjadikan Kota Yogya, kota iklusi yang menjadi dasar mental, moral dan karakter bagi mereka yang bekerja dan belajar di Yogya, sehingga mereka memiliki wawasan kebangsaan akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semoga tahun depan kita bisa menyelenggarakan acara ini lebih meriah lagi.  Ke depannya, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan ekespresi kerukunan yang ada di Kota Yogya. Kami harapkan proses kreatif dan kerjasama ini menjadi dasar pembauran, menjadi dasar kebersamaan dan menjadi dasar kerukunan bersama,” katanya.

Ketua FPK Kota Yogya, Wahyu Susanto, menjelaskan, acara pentas seni budaya nusantara diselenggarakan pada tanggal 16 November yang bertepatan dengan Hari Kesetiakawanan Internasional. Kegiatan ini tidak lain adalah untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kerukunan dan perdamaian dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

“Acara ini digelar untuk mengingatkan kita akan pentingnya kerukunan dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, demi mewujudkan cita-cita pembangunan nasional tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan,” ujarnya.

Wahyu juga menjelaskan bahwa karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, di antaranya adalah Festival Kuliner Nusantara. Selain itu, sebagian tari-tarian hanya bisa ditampilkan secara daring demi menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.

Menkumham Sebut RUU Larangan Minuman Beralkohol Masih Sebatas Usul Sejumlah Anggota DPR

Menkumham Sebut RUU Larangan Minuman Beralkohol Masih Sebatas Usul Sejumlah Anggota DPR

Suarapemerintah.idMenteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut Pemerintah belum membahas soal kemungkinan memasukkan RUU Larangan Minuman Beralkohol ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Menurut Yasonna, hal ini tak lain karena RUU tersebut belum resmi menjadi usul DPR.

“Hingga saat ini kami masih belum membahas tentang kemungkinan dimasukkannya RUU Larangan Minuman Beralkohol ke Prolegnas 2021 yang akan segera ditetapkan bersama oleh Pemerintah dan DPR,” kata Yasonna dalam keterangan kepada wartawan.

“Kami mendengar Badan Legislasi DPR sendiri belum satu bahasa terkait RUU Larangan Minuman Beralkohol ini. Karenanya, Pemerintah masih dalam posisi melihat dulu bagaimana perkembangannya,” ucap politikus dari partai PDI Perjuangan ini.

Yasonna juga meminta masyarakat tak perlu terlibat dalam polemik tak jelas mengingat RUU tersebut masih harus melewati proses panjang.

“RUU Larangan Minuman Beralkohol merupakan usulan atau inisiatif dari beberapa anggota DPR dan masih dalam pembahasan. Proses serta kajiannya masih panjang sebelum DPR mengambil keputusan apakah RUU ini akan dilanjutkan atau tidak,” ucap Menkumham Yasonna.

“RUU ini juga belum resmi sebagai usul inisiatif DPR, masih sebatas rencana yang diajukan ke Baleg. Karenanya, saya berharap tidak perlu ada polemik berlebihan terkait RUU ini di tengah masyarakat,” tutur Guru Besar Ilmu Kriminologi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ini.

Sebagaimana diketahui RUU tersebut kembali dibahas di Baleg usai diusulkan oleh 21 anggota DPR RI dari fraksi PPP, PKS, dan Gerindra. RUU ini baru dalam tahap penjelasan dari pengusul rancangan regulasi untuk bisa dikaji oleh Baleg sebelum menentukan RUU tersebut bisa dilanjutkan atau tidak.

Seperti dilansir laman resmi DPR, RUU tersebut terdiri atas 7 bab dan 24 pasal. Adapun RUU masih saja berhenti di wacana sejak pertama kali diusulkan pada tahun 2015.