Beranda blog Halaman 4683

Pinjamkan HP Dan Semut Wifi, Cara MTsN 6 Malang Atasi Kendala PJJ

Pinjamkan HP Dan Semut Wifi, Cara MTsN 6 Malang Atasi Kendala PJJ

Suarapemerintah.idMasa pandemi bukan menjadi halangan bagi guru MTsN 6 Malang untuk memberikan layanan belajar terbaik pada siswa. Melalui program Bidik Signal Abhikarsya “BISA”, sejumlah inovasi dilakukan tim MTsN 6 Malang, salah satunya dengan pinjamkan HP dan membelikan kuota wifi kepada siswa yang mengalami kendala saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

“Peminjaman HP dilakukan secara estafet sehingga seluruh siswa yang terkendala dapat mengikuti pembelajaran daring secara bergantian,” terang Kepala MTsN Malang Sutirjo di Malang, Selasa (10/11).

“Sementara pemberian kuota wifi menggunakan metode semut, salah satu siswa dibelikan kuota wifi dan temannya yang lain ‘nebeng’ wifi. Hal tersebut dilakukan sebagai usaha nyata dari MTsN 6 Malang untuk mengoptimalkan pembelajaran daring sehingga dapat diikuti oleh semua siswa,” sambungnya.

Menurut Sutirjo, kedua cara ini cukup efektif dalam mengatasi kendala siswa dalam pelaksanaan PJJ. Sejumlah siswa yang rumahnya didatangi tim MTsN 6 Malang mengaku terkejut dan berterima kasih atas perhatian pihak madrasah.

“Sangat bersyukur karena diperhatikan oleh madrasah dengan dipinjami HP, jadi bisa ikut pembelajaran daring,” ungkap Anjani, salah satu siswa kelas 8 yang mengalami kendala pembelajaran daring karena tidak memiliki HP.

Hal senada disampaikan ibu dari Teguh, siswa kelas 7 MTsN 6 Malanag. Dia bahkan sampai menitikkan air mata saat mendampingi anaknya menerima bantuan pinjaman HP.

“Setiap hari anak saya harus bergantian dengan adiknya yang juga harus belajar online. Teguh seringkali harus mengalah, keluar dari kelasnya supaya hp bisa dipakai adiknya,” tuturnya.

MTsN 6 Malang juga menggulirkan program “Mili Beras”. Tim MTsN 6 membagikan beras kepada siswa yang dikunjungi dalam program Bidik Signal Abhikarsya “BISA”.

MTsN 6 Malang juga membagikan masker kepada keluarga siswa dan masyarakat sekitar lingkungan rumah siswa sebagai wujud kepedulian dan berbagi di tengah pandemi.

“Di masa pandemi ini, tidak ada pendekatan, strategi atau metode yang baku. Yang ada justru dinamis setiap saat, bukan lagi berubah tiap minggu atau hari,” tutur Sutirjo.

Dari 36 anak yang terdampak pandemi, kata Sutirjo, sebanyak 11 siswa difasilitasi dengan model semut WiFi/subsidi WiFi, 6 anak dengan pendekatan peminjaman HP baru swadaya, dan 19 anak subsidi kuota.

“Pola dan jumlah seperti itu terus bergerak, yang penting tetap fokus memberikan solusi dan hadir mendidik dalam situasi apapun sebagai pilihan realitis untuk membangun pendidikan bangsa,” tandas Sutirjo.

66.778 Siswa Bersaing di Kompetisi Sains Madrasah Online 2020

66.778 Siswa Bersaing di Kompetisi Sains Madrasah Online 2020

Suarapemerintah.id – Kompetisi Sains Madrasah tahun 2020 digelar secara online sehingga disebut sebagai KSMO. Kompetisi ini diikuti lebih dari 66ribu siswa madrasah.

“Total ada 66.778 siswa yang mendaftar KSMO 2020, terdiri atas 22.120 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 23.449 siswa Madrasah Tsanawiyah, dan 21.208 siswa Madrasah Aliyah,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah di Jakarta, Selasa (10/11).

Kompetisi Sains Madrasah Online 2020 adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan Kemenag. KSMO menjadi wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains, sekaligus menumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat, serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spriritual. KSMO juga memberi kesempatan kepada para siswa madrasah untuk menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa.

Menurut Umar, KSMO 2020 digelar dengan sejumlah keunggulan, meski pada masa pandemi. Pertama, dari sisi konten, KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains. KSMO menuntut peserta mendapat bimbingan persiapan minimal dari lima guru, yaitu guru sains (sesuai bidangnya), Fiqih, Al-Quran Hadis, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan guru IT.

“Pendampingan pada masa persiapan harus dilakukan secara kolaboratif, karena materi KSMO mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains,” jelas Umar.

Kedua, soal KSMO menggunakan tiga bahasa, yaitu: Indonesia, Arab, dan Inggris. “Ketiganya digunakan sehingga menuntut pada siswa untuk menguasai semuanya,” tegas Umar.

Keunggulan ketiga, KSMO memanfaatkan teknologi digital berupa Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial untuk mengukur dan menguji integritas peserta. Menurut Umar, ada layanan kamera yang terpasang di setiap aplikasi yang digunakan peserta.

Kasubdit Kesiswaan Nanik menambahkan, ada sejumlah bidang yang dilombakan. Pada jenjang MI, lomba dibagi pada dua bidang: Matematika Terintegrasi dan Sains IPA Terintegrasi. Untuk MTs, ada tiga bidang lomba, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terpadu Terintegrasi, dan IPS Terpadu Terintegrasi. Sementara MA, ada lima bidang lomba, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi.

“KSMO MI digelar pada Senin kemarin. Hari ini, digelar KSMO untuk jenjang MTs. Besok, akan digelar untuk jenjang MA,” terang Nanik.

“Pemenang KSMO akan diumumkan pada 19 November 2020,” tandasnya.

Kemenag Harmonisasi Regulasi Turunan UU Pesantren

Kemenag Harmonisasi Regulasi Turunan UU Pesantren

Suarapemerintah.idKemenag melakukan harmonisasi regulasi yang menjadi turunan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pesantren (UU Pesantren). Proses harmonisasi berlangsung dua hari, 9 – 10 November 2020, di operation room gedung lantai dua Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Hamonisasi dilakukan terhadap Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan dan Penyelenggaraan Pesantren serta Rancangan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren, Pendidikan Pesantren, dan Ma’had Aly. Hamonisasi Rancangan Perpres diikuti perwakilan sejumlah kementerian, yaitu: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri. Sementara harmonisasi Rancangan PMA melibatkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Rancangan Perpres dan Rancangan PMA perlu dilakukan harmonisasi. Artinya secara substansi pengaturannya tidak mengalami perubahan, hanya dari aspek redaksional dan struktur pengaturannya saja agar sesuai dan tentu saja tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan lainnya,” terang Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, Senin (09/11).

“Kita berharap, setelah selesai tahap harmonisasi, kedua regulasi ini dapat segera diundangkan, tentu setelah ditandatangani oleh Presiden dan Menteri Agama. Sehingga ke depan Perpres dan PMA tersebut bisa dijadikan pedoman bagi para pihak, untuk melakukan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi terhadap pesantren,” sambungnya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur menambahkan, proses harmonisasi dilakukan setelah melalui beberapa kali tahap pembahasan, diskusi, konsultasi, dan uji publik bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, asosiasi pesantren, dan stakeholders terkait, baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Kembangkan Usaha Ekonomi, Pesantren PDF Walindo Gratiskan Santrinya

Kembangkan Usaha Ekonomi, Pesantren PDF Walindo Gratiskan Santri

Suarapemerintah.id – Kemandirian selama ini menjadi ciri pesantren. Hal ini salah satunya dikembangkan oleh Pesantren PDF Walindo Siti Zaenab Pekalongan. Pesantren ini mengembangkan usaha ekonomi hingga bisa mengasuh para santrinya secara gratis.

“Kami sejak awal sudah berniat untuk menggratiskan seluruh biaya santri. Mereka dibebaskan dari segala biaya, mulai dari makan, hingga biaya syahriah (bulanan),” terang  pengasuh Pesantren  KH Fardani saat acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengisian EMIS PDF di Pesantren PDF Walindo Pekalongan, Sabtu (07/11).

Pembebasan biaya mesantren ini, kata KH Fardhani, tidak terlepas dari usaha produk air mineral dalam kemasan yang dimiliki pesantren. Mereka produk air mineral pesantren ini adalah “Santriqua”.  Keuntungan dari penjualan produk air mineral dalam kemasan ini diwakafkan untuk membiayai santri yang menimba ilmu di pesantren.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengapresiasi kemandirian pesantren PDF Walindo. Ia sangat berterimakasih karena pesantren berkontribusi besar dalam mendidik para santri, bahkan tanpa dimintai biaya.

“Saya sangat berterimakasih kepada pak kyai yang mau mengasuh santri secara gratis,” tutur Waryono.

Waryono menambahkan, bahwa produk pesantren ini sangat layak untuk dipasarkan ke khalayak lebih luas. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, ia akan menjajaki kerjasama modal dengan Bank Indonesia. Program tersebut, termasuk salah satu program nasional yang digalakkan pasca merebaknya wabah Covid-19, dalam rangka  pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Saya akan jajaki kerjasama modal dengan Bank Indonesia,” tutup Waryono.

Acara sosialisasi dan bimbingan teknis pengisian EMIS ini, diinisiasi oleh Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif) yang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan peserta dari seluruh penyelenggara Pendidikan diniyah formal se-Indonesia.

PKBM Memiliki Kontribusi Besar Bagi Pendidikan di Kota Yogya

PKBM Memiliki Kontribusi Besar Bagi Pendidikan di Kota Yogya

Suarapemerintah.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sejahtera Kecamatan Matrijeron mengadakan acara pemotongan tumpeng serta pembukaan tirai papan nama oleh Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, Selasa (10/11), di halaman depan Sekretarian PKBM Sejahtera Mantrijeron.

Dalam sambutannya, Wawali Heroe Poerwadi mengungkapkan turut berbahagia atas ulang tahun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang ke 22. Mengingat selama 22 tahun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat telah menorehkan banyak manfaat bagi masyarakat dan prestasi yang bisa diukir oleh masyarakat.

“Saya mendengar bahwa ada alumni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sejahtera ini ada yang diterima di Universitas Gajah Mada, hal ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini bisa disandingkan dengan lulusan-lulusan sekolah formal lainnya,” katanya.

Wawali menegaskan bahwa semua tempat pembelajaran adalah sarana yang bisa menjadikan seseorang bisa meraih sebuah langkah ke depan. Selain itu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat juga memiliki kontribusi besar bagi kinerja pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Hal ini ditandai dengan sejak beberapa tahun lalu Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Yogyakarta tertinggi se Indonesia.

“Dengan adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ini, para peserta yang mungkin dulu sempat terhenti proses belajarnya masih bisa diberi kesempatan belajar. Hal ini tentu meningkatkan tingkat harapan belajar masyarakat yang menjadi indikator dalam penentuan IPM,” kata Heroe Poerwadi.

Lebih lanjut, Wawali mengingatkan kepada para pengurus dan tutor di PKBM Sejahtera agar memperhatikan pentingnya pendidikan vokasi dan inovasi-inovasi model pendidikan, sehingga peserta tidak hanya sekadar mendapatkan surat selesai belajar di PKBM. Tetapi PKBM juga bisa menunjukkan bahwa proses pembelajaran di PKBM bisa meluluskan peserta yang kualitasnya bagus.

“Eksistensi PKBM selama 22 tahun tentu kualitas pembelajarannya tidak hanya sekadar formalitas untuk mendapatkan surat kelulusan, tetapi mampu menciptakan peserta didik yang berkualitas,” kata Wawali.

Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sejarahtera, Eko Ratmoko, menuturkan bahwa peringatan hari jadi yang ke 22 ini diharapkan agar PKBM Sejahtera bisa semakin maju dan bisa membantu masyarakat yang ingin belajar dan memperoleh pendidikan yang lebih baik.

“Ke depannya kami berharap PKBM menjadi lebih baik, sehingga kami bisa membantu masyarakat untuk meraih pendidikan yang lebih baik. PKBM Sejahtera menerima peserta didik dari semua kalangan tidak mengenal usia, jenis kelamin, dan pekerjaan,” katanya.

Nisrina Nabila salah seorang alumni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Sejahtera yang berhasil menembus seleksi mahasiswa di Universitas Gajah Mada menuturkan bahwa ia memilih PKBM sebagai jejang pendidikannya karena bisa memilih dan menentukan pelajaran yang ia inginkan. Selain itu karena waktu pembelajaraannya yang fleksibel sehingga ia bisa membantu orangtua bekerja.

Pegadaian BUMN Pertama Terapkan Sistem Pemindai Wajah E-KYC Dukcapil

Suarapemerintah.id – Guna meningkatkan akurasi data nasabah serta menambah kecepatan, keamanan dan keamanan transaksi, PT Pegadaian (Persero) mengimplementasikan sistem pemindai wajah (face recognition sytem). Peluncuran sistem pemindai wajah ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diresmikan di Kantor Pusat Pegadaian Jakarta Selasa, 10 November 2020.

Saat ini Pegadaian merupakan BUMN  pertama yang memanfaatkan teknologi Electronic Know Your Customer (e-KYC) dengan memanfaatkan sistem pemindai wajah (face recognition sytem).

Kolaborasi antara Pegadaian dan Dukcapil ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh disaksikan oleh Jajaran Direksi Pegadaian serta pejabat Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) mengatakan bahwa kemajuan teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan  kepada masyarakat. Oleh karena itu Pegadaian mengimplementasikan aplikasi Pegadaian Digital yang membutuhkan identitas nasabah yang benar sesuai data Dukcapil.

“Kerjasama ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan data melalui pengenalan  wajah (face recognition) sebagai bagian dari verifikasi data nasabah dalam pengenalan nasabah (Know Your Customer) secara elektronik”.

Lebih lanjut Kuswiyoto mengatakan bahwa program ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data nasabah Pegadaian, mencegah fraud dan pemalsuan  data nasabah, serta meningkatkan kecepatan, keamanan dan kenyamanan.

Sementara itu Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh di sela acara peluncuran mengharapkan agar kerjasama ini  membawa kebaikan dalam membangun peradaban baru melalui penggunaan data administrasi kependudukan yang baik.

“Saya bangga dan berterima kasih Pegadaian menjadi BUMN yang pertama dalam membangun sebuah ekosistem bisnis baru dengan memanfaatkan e-KYC. Dengan membangun sistem Single Identity Number maka upaya membangun peradaban yang baik dapat diwujudkan. Verifikasi keaslian data kependudukan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga tindakan fraud dapat dicegah”.

Penerapan sistem pemindai wajah dalam registrasi aplikasi Pegadaian Digital prosesnya mudah, cukup dengan  menggunakan foto KTP dan swafoto data langsung dapat diricek dengan sistem Dukcapil. Dengan aplikasi Pegadaian Digital ini masyarakat dapat mengakses produk dan layanan dimana saja tanpa harus datang ke outlet. Proses bisnis pun menjadi lebih cepat, aman dan nyaman.

Wabup Bogor Hadiri Pemusnahan 15.266 Botol Miras

Wabup Bogor Hadiri Pemusnahan 15.266 Botol Miras
Suarapemerintah.idWakil Bupati (Wabup) Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) mengikuti pemusnahan 15.266 Botol minum keras (Miras), Pemusnahan dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2020 di area Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada (10/11).
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, peringatan Hari Pahlawan 2020 ditandai dengan pemusnahan belasan ribu botol miras dari berbagai jenis.
“Pemusnahan juga merupakan 100 hari kerja Kasatpol PP Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Ia berharap, Satpol PP Kabupaten Bogor konsisten dan fokus untuk melakukan operasi miras, karena menjadi sumber permasalahan dimasyarakat. 
Sehingga operasi ini harus terus dilakukan, agar terkendali dan Kabupaten Bogor menjadi aman.
“Intinya miras, biangnya permasalahan, sehingga nobat yang lain bisa diminamilisir,” katanya.
Sementara itu, Kasatpol PP, Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, operasi miras merupakan hasil kerja keras Satpol PP bersama Polres Bogor dan TNI.
“Kami dapati dari tempat hiburan malam, ada juga dari pengecer, dan sebagainya. Ini hasil operasi pekat yang kami lakukan,” ujar Agus.
Menurutnya, Operasi Pekat merupakan Program Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan daerah yang nyaman dan berkeadaban.
“Kami mendukung program ini. Dan operasi pekat akan terus dilakukan,” jelas Agus.
Ada berbagai jenis minuman keras yang dimusnahkan. Mulai dari miras jenis bir hingga ciu yang biasa dijumpai di warung eceran.
Agus menyebut, minuman keras sangatlah berbahaya, karena efek yang ditimbulkannya bisa berbuah malapetaka. Sehingga, melalui operasi pekat ini diharapkan bisa meminimalisir masalah yang ada.

Wawali Yogyakarta Berikan Pelayanan Prima Yang Disebut Mantul

Wawali Yogyakarta Berikan Pelayanan Prima Yang Disebut Mantul

Suarapemerintah.idPemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada warga masyarakat Kota Yogyakarta.

Salah satunya dengan memberikan dokumen administrasi kependudukan kepada pasangan pengantin langsung pada saat perkawinan dilaksanakan berupa kutipan akta perkawinan, kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) terbaru.

Layanan tersebut diberi nama Mantul (manten anyar entuk telu atau pengantin baru dapat tiga) yang berarti bahwa setiap pengantin baru akan langsung memperoleh tiga dokumen kependudukan sekaligus yaitu kutipan akta perkawinan, kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang datanya sudah dimutakhirkan.

“3 dokumen yang diserahkan tersebut adalah kutipan akta perkawinan, sebagai bukti bahwa negara hadir dan melindungi hak pribadi penduduk untuk kawin dan membentuk keluarga baru, Kartu Keluarga (KK) yang menandai bahwa pengantin telah menjadi satu keluarga tersendiri, terpisah dari KK orang tuanya, dan Kartu tanda penduduk (KTP) dimana status perkawinan masing-masing telah berubah dari sebelumnya belum kawin menjadi kawin” kata Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta, Lucy di gereja Baciro Yogyakarta, Christina Lucy Irawati di gereja Katholik Kristus Raja, Baciro Yogyakarta, Sabtu (7/11/2020).

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meyerahkan langsung 3 dokumen tersebut. Pasangan pengantin yang menerima langsung dokumen Mantul tersebut adalah Yudha Prasetya Indranata dan Roberta Niken Tri Rahmawati.

Menariknya dokumen yang diserahkan dan ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta adalah putrinya sendiri, ia adalah orang tua dari pengantin wanita.

Penandatanganan secara elektronik oleh kepala dinas memungkinkan dokumen administrasi kependudukan dapat dilakukan dimana saja tanpa dibatasi oleh ruang kantor.

“Karena sudah secara elektronik bisa ditanda tangani dimana saja, tidak harus di kantor,” jelasny.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta berharap melalui inovasi tersebut warga Kota Yogyakarta tidak akan merasa direpotkan karena harus mengurus berbagai dokumen tersebut secara terpisah yang tentunya membutuhkan waktu lebih lama.

“Pemkot Yogya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar sesuai dengan tuntutan yaitu pelayanan administrasi kependudukan yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, tertib, dan tidak diskriminatif,” katanya.

Ia menyebut, pelayanan pencatatan perkawinan dalam inovasi Mantul sudah mengintegrasikan berbagai kaidah pelayanan publik yang baik yaitu berkepastian hukum, percepatan pelayanan, integrasi sistem pelayanan, penyederhanaan sistem pelayanan, dan tanpa biaya.

“Pelayanan ini mengintrgasikan pelayanan pencatatan sipil dan pendaftaran penduduk,” katanya.

Pihaknya memastikan, layanan tersebut dapat diakses secara mudah yaitu calon pengantin cukup mendaftar di Dindukcapil Kota Yogyakarta dan melengkapi berkas yang dibutuhkan.

“Nanti, seluruh dokumen akan langsung diberikan usai pernikahan dengan status yang sudah dimutakhirkan. Status kependudukannya pun sudah berganti menjadi kawin,” katanya.

INKA Dan Perusda Bali Sepakat Bangun Sarana Transportasi Bus Listrik di Bali

INKA Dan Perusda Bali Sepakat Bangun Sarana Transportasi Bus Listrik

Suarapemerintah.id – Setelah menandatangani nota kesepahaman pembangunan dan penyelenggaraan sarana transportasi perkotaan di wilayah Provinsi Bali bulan lalu (22/10), PT INKA (Persero) dan Perusda Bali Kembali membuat kesepakatan dengan melibatkan Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), hari ini (6/11). Kesepakatan kali ini mengenai Pengadaan dan Pengoperasian Sarana Transportasi Bus Listrik di Wilayah Provinsi Bali.

Turut hadir Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju dan Direktur Operasi PT INKA (Persero) I Gede Agus Prayatna. Turut hadir pula secara daring dari Provinsi Bali yakni Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Utama Perusda Bali Nyoman Kami Artana, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta dan Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa.

Kesepakatan atau proyek yang dimaksud meliputi dan tidak terbatas pada pengadaan dan pengoperasian transportasi bus listrik di wilayah Provinsi Bali. Ketiga perusahaan tersebut nantinya akan melaksanakan kerja sama yang mencakup pada perencanaan, pengadaan, dan pengoperasian pada proyek tersebut.

SM PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto mengatakan bahwa pada seremonial penandatangan tersebut para undangan mencoba Bus Listrik E-Inobus produksi PT INKA (Persero). Untuk selanjutnya, bus tersebut akan diuji coba di kawasan wisata Bali.

“Pada kesempatan ini pula, Bis Listrik E-Inobus PT INKA (Persero) dibawa ke Bali sekaligus menguji endurance perjalanan Madiun ke Bali dengan beberapa penghentian untuk mengisi baterai mulai hari Rabu (4/11) hingga Kamis (5/11). Rencananya selama 1 bulan ke depan E-Inobus akan diuji coba di seputar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) seperti Kuta, Sanur dan Ubud,” jelas Bambang

Pjs Wali Kota Medan Dukung Pengembalian Fungsi Lap. Merdeka Medan

Pjs Wali Kota Medan Dukung Pengembalian Fungsi Lap. Merdeka Medan

Suarapemerintah.idPjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T mendukung dikembalikanya fungsi Lap.Merdeka Medan sebagai cagar budaya dan ruang terbuka hijau yang memiliki nilai sejarah kemerdekaan di Kota Medan.

Hal ini disampaikan Pjs Wali Kota Medan saat menerima audiensi dari Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumut di Kantor Wali Kota Medan, Senin (9/11).

Dalam audiensi tersebut, Mayjend TNI (purn), M. Hasyim selaku Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumut mengatakan tujuan dari audiensi ini ialah untuk menyampaikan rekomendasi terkait situs bersejarah yang ada di kota Medan.

Dimana Hasyim dan pengurus lainya berkeinginan agar Lap. Merdeka Medan dikembalikan fungsinya seperti semula yaitu sebagai cagar budaya dan ruang terbuka hijau.

“Kita ingin lap. Merdeka dijadikan seperti sediakalah menjadi lapangan terbuka hijau yang memiliki nilai history sejarah perjuangan Kota Medan.”kata Hasyim.

Selain itu, Hasyim juga mengusulkan agar nama pahlawan nasional, Teuku M.Hasan yang merupakan Gubernur Provinsi Sumatra pertama dan nama Sutan Mohammad Amin Nasution yang merupakan Gubernur Sumut Pertama disematkan namanya sebagai salah satu nama jalan di Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut Pjs Wali Kota Medan, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, M.T didampingi Plt Aspem, Renward Parapat, dan Kaban Kesbangpol, Sulaiman Harahap mengaku sedih melihat kondisi Lap. Merdeka saat ini, karena ruang publik yang memiliki nilai sejarah panjang ini kehilangan nilai-nilai historynya.

Karena itu Pjs Wali Kota Medan sangat mendukung dengan rencana pengembalian fungsi Lap.Merdeka Medan, sebab menurut Pjs Wali Kota Medan situs sejarah harus terus dipertahankan agar generasi mudah tetap mengingat sejarah dari Kota Medan.

“Jangan sampai generasi millenial kita lebih mengenal Merdeka Walk ketimbang sejarah dari Lap. Merdeka itu sendiri.”Kata Pjs Wali Kota Medan.

Disamping itu, terkait dengan nama jalan yang di usulkan, Pjs Wali Kota Medan akan segera mengkajinya lebih lanjut.

“Secara pribadi saya juga ingin kedua nama pahlawan ini menjadi salah satu nama jalan di kota Medan.”ungkapnya.