Beranda blog Halaman 4750

Direktur Utama Pertamina resmikan PFpreneur di Hari Batik

Suarapemerintah.id – Dalam upaya membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik perempuan Indonesia, Pertamina Foundation menyelenggarakan program PFPreneur dengan tema kegiatan Women Leader and  Entrepreneurs.

Para wirausaha perempuan Indonesia yang ditantang untuk berpartisipasi ialah perempuan yang berusia minimal 18 tahun serta memiliki usaha di bidang kerajinan, kuliner, dan pakaian minimal selama 6 bulan. Program ini juga mempunyai kuota khusus untuk perempuan disabilitas, perempuan yang menjadi kepala keluarga, dan kelompok perempuan rentan lainnya.

Pendaftaran PFPreneur mulai dari tanggal 2 Oktober sampai 25 Oktober 2020 melalui website PFPreneur preneur.pertaminafoundation.org

 

Para peserta PFPreneur yang terpilih akan mendapatkan paket pelatihan, mentoring, pembinaan mulai dari pengembangan kewirausahaan, dan pengenalan teknologi pendukung usaha e-commerce dari para ekspertise serta lembaga kementerian.

Tidak hanya itu, para peserta juga mendapatkan jaringan usaha dari pengusaha sukses, kesempatan untuk mempromosikan produknya, apresiasi (reward) bagi wirausahawan perempuan terbaik, dan akses permodalan dari Program Kemitraan PT Pertamina (Persero) sampai dengan Rp 200 Juta per-UMKM dengan jasa administrasi hanya 3% per-tahun.

Seluruh rangkaian program akan dilakukan secara daring melalui e-learning yang disediakan oleh Pertamina Foundation.

Program ini resmi diluncurkan secara virtual pada tanggal 2 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Pada acara peluncuran, tiga UMKM yaitu Sekar Kawung, Padu Padan, dan Cita Tenun Indonesia, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pertamina Foundation.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyambut baik inisiasi program PFPreneur karena melibatkan perempuan untuk berkontribusi langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Program PFPreneur merupakan wujud dukungan PT Pertamina (Persero) agar kita semua dapat keluar dari beban pandemi Covid-19 yang sangat berdampak pada perekonomian nasional. PFPreneur menjadi bagian solusi penciptaan lapangan kerja dan menghidupkan kembali ekonomi melalui kewirausahaan kelompok perempuan. Kekuatan perempuan adalah pada ketangguhan dan kesabarannya dalam berwirausaha,” ungkap Nicke.

 

PFPreneur adalah program Women Leaders and  Entrepreneurs yang bertujuan mengembangkan kewirausahaan perempuan yang unggul berbasis pengelolaan usaha modern dan berdaya saing tinggi melalui pemanfaatan teknologi dengan akses permodalan Program Kemitraan PT Pertamina (Persero). Women Leaders adalah aktor perempuan muda yang mampu menjadi motor penggerak bagi anggotanya untuk secara bersama-sama lebih ulet dan kreatif mengembangkan kewirausahaan serta siap sukses bersama program PFPreneur Pertamina Foundation,” tambah Direktur Utama Pertamina, Nicke.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan bahwa bulan Oktober menjadi bulan untuk para womenpreneurs.

Bulan Oktober menjadi jiwa dan semangat program PFPreneur dimana womenpreneurs akan memiliki kapasitas yang memadai untuk mengembangkan usaha mikronya menjadi unit usaha menengah atau bahkan makro yang memiliki daya saing pasar sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan hidup yang lebih baik,” ujar Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.

Melalui program PFPreneur, Pertamina Foundation akan membentuk 5000 kewirausahaan perempuan selama 5 tahun kedepan untuk menjadi kewirausahaan yang unggul berbasis pengelolaan usaha modern, memiliki daya saing pasar, dan memiliki jaringan serta sinergitas kemitraan.

Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi fokus dalam program PFPreneur karena UMKM mampu menjadi solusi bagi Indonesia untuk keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sebelum pandemi mewabah, sektor UMKM berkontribusi sebesar 61,41% (Rp 9,11 triliun) terhadap PDB Indonesia yang mencapai Rp 14.837 triliun dan mayoritas merupakan usaha yang dibangun oleh wirausaha perempuan pada golongan usaha mikro.

Oleh karena itu, program PFPreneur menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa UMKM milik perempuan Indonesia punya potensi untuk memajukan perekonomian Indonesia dan mampu menjadi Women Leaders yang menginspirasi.

Pimpin HUT TNI ke-75, Jokowi Ingin TNI Lakukan Transformasi Teknologi

Suara Pemerintah – Presiden Joko Widodo pada 5 Oktober 2020, memimpin upacara HUT TNI ke-75.  Dalam kata sambutannya Presiden Jokowi menegaskan TNI harus terus melakukan transformasi teknologi. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai bahwa pertempuran yang akan terjadi pada masa depan akan berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenangnya.

Jokowi mengungkapkan, dunia saat ini bergerak sangat cepat dan dinamis. Maka, transformasi TNI harus selalu disesuaikan dengan dinamika lingkungan strategis dan ancaman sesuai perkembangan teknologi militer.

Sejak awal reformasi telah banyak transformasi organisasi TNI yang telah dilakukan untuk memastikan TNI mendukung secara tepat kebutuhan konsolidasi demokrasi, untuk memastikan TNI bisa adaptif dengan ancaman pasca-perang dingin,” tutur dia.

Terutama ancaman-ancaman non konvensional dan ancaman transnasional, dan untuk memastikan TNI mampu mengadopsi perkembangan terkini berbasiskan teknologi nano dan teknologi otomatisasi,” lanjut Jokowi.

Selain itu, TNI harus siap pula menghadapi pertempuran hibrida yang menggabungkan berbagai taktik sekaligus, baik taktik konvensional dengan yang tidak konvensional, serta taktik lintas dimensi, baik sosial, politik, maupun ekonomi.

Untuk menguasai lompatan teknologi militer terkini, kita harus bersungguh-sungguh untuk mengubah kebijakan kita. Dari kebijakan belanja pertahanan, menjadi kebijakan investasi pertahanan,” ucap Jokowi.

Kebijakan investasi pertahanan itu berpikir jangka panjang, yang dirancang sistematis, dan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Hanya melalui investasi pertahanan jangka panjang yang terencana, TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo juga menyebut sepanjang sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI), kontribusi TNI untuk bangsa dan negara bukan hanya lewat operasi militer untuk perang saja.

Melainkan operasi militer selain perang. Seperti membantu masyarakat saat menghadapi bencana alam, termasuk pandemik COVID-19 dan resesi ekonomi

“Sebagai panglima tertinggi tentara Indonesia, saya menaruh harapan besar dan selalu mendukung transformasi penguatan TNI,” kata Jokowi dalam amanatnya di Upacara Peringatan HUT ke-75 TNI yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/10/2020).

Atas nama rakyat Indonesia, Jokowi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI, juga kepada prajurit yang sedang bertugas di manapun, serta kepada para purnawirawan yang telah mewariskan institusi dan prajurit TNI yang selalu berbakti untuk kemajuan negeri dalam dunia yang selalu berubah.

Puskesmas Tegalrejo Tingkatkan Kesehatan Mental Bagi Karyawannya

Suarapemerintah.id – Agar dapat terus melayani masyarakat Kota Yogya secara optimal, Puskesmas Tegalrejo Kota Yogya menggagas program Puan Marwan Tejo atau peningkatan upaya kesehatan mental bagi karyawan Puskesmas Tegalrejo

Kepala Puskesmas Tegalrejo, dr Abdul Latief, mengatakan Puskesmas Tegalrejo  Kota Yogya terus memperhatikan kesehatan fisik maupun mental bagi para karyawannya, salah satunya melalui program Puan Marwan Tejo.

Ia menjelaskan jika program tersebut hadir sebagai salah satu upaya untuk memberikan layanan kesehatan kepada seluruh karyawan di Puskesmas tegalrejo.

“Selain kesehatan fisik kondisi mental para karyawan tak kalah pentingnya, terutama untuk tenaga medis yang dituntut untuk sehat fisik maupun mentalnya,” jelasnya, Senin (5/10/2020).

Ia membeberkan jika sebelum pandemi, dalam rangka meningkatkan kesehatan mental, Puskesmas Tegalrejo rutin mengadakan pelatihan excellent service setiap tahunnya.

Namun saat pandemi seperti sekarang ini, lanjutnya, pihaknya memberikan pelatihan manajemen stres yang diadakan di Puskesmas Tegalrejo dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami rutin memberikan pelatihan manajemen stres yang diadakan di Puskesmas Tegalrejo dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, karena pandemi ini berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi para tenaga kesehatan seperti stres, kecemasan, rasa takut, hingga depresi,”jelasnya.

Dengan adanya program tersebut para karyawan di Puskesmas tegalrejo diharapkan kesehatan pegawai meningkat, sehingga dapat berpengaruh dalam melayani masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya program ini para karyawan dapat lebih tangguh sehingga pelayanan kepada masyarakat akan lebih optimal,” katanya.

HUT Ke-75 TNI, Jokowi Angkat Tema “Sinergi Untuk Negeri” Untuk Bangun Kekuatan Pertahanan

Suarapemerintah.idHUT Ke-75 TNI  (Tentara Nasional Indonesia) yang mengangkat tema “Sinergi untuk Negeri”, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa sinergi yang dilakukan oleh TNI dengan berbagai elemen bangsa merupakan hal yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan pertahanan yang kokoh dan efektif. Oleh karena itu, seluruh anggota dan prajurit TNI dengan karakter pejuangnya harus mampu bersinergi dengan lainnya agar dapat bahu-membahu mewujudkan kokoh dan efektifnya pertahanan bangsa dan negara.

“Selalu siap untuk bersinergi, bekerja sama bahu-membahu dengan berbagai elemen bangsa, sinergi antarkorps, sinergi antarmatra, sinergi antarinstansi, dan sinergi antara TNI dan Polri. Sinergi adalah kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif,” ujar Presiden dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara pada Peringatan HUT Ke-75  TNI di Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.

Selain terus bersinergi, transformasi organisasi TNI juga sudah selayaknya untuk dilanjutkan agar TNI tetap relevan dalam mengemban tugasnya di era perubahan saat ini.

Presiden mengatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, TNI telah melakukan transformasi organisasi secara signifikan dengan melakukan pembentukan satuan-satuan organisasi yang baru untuk mendukung hal itu. Di antaranya ialah pembentukan organisasi baru seperti Divisi 3 Kostrad, Komando Operasi Angkatan Udara III, Komando Armada III, Pasukan Marinir 3, hingga Satuan Siber TNI.

“Pembentukan satuan-satuan organisasi baru TNI ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus melakukan transformasi organisasi TNI agar TNI semakin kokoh dalam menjalankan perannya,” imbuhnya.

Ke depannya, transformasi organisasi tersebut harus didukung oleh transformasi teknologi dan personel yang mengendalikannya. Saat ini kita sedang berada dalam era lompatan teknologi yang akan memengaruhi taktik, strategi, dan ancaman keamanan.

Untuk itulah transformasi diperlukan dalam rangka memahami sekaligus memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung tugas-tugas TNI. Seluruh pihak juga harus bersungguh-sungguh untuk mengubah kebijakan dari kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan jangka panjang yang dirancang sistematis dan dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Hanya melalui investasi pertahanan jangka panjang yang terencana TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju,” kata Presiden.

Di pengujung amanatnya, Kepala Negara sekaligus menyampaikan apresiasinya atas kontribusi prajurit TNI yang selalu siap mengawal Pancasila, NKRI, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika serta yang penuh kesungguhan bertugas di daerah pedalaman, wilayah perbatasan, wilayah terpencil di pulau-pulau terdepan, dan yang bertugas di luar negeri sebagai pasukan pemelihara perdamaian.

Presiden juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang selalu berada di garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan atas peran aktif TNI dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 baik dalam mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan maupun dalam perawatan di rumah sakit TNI.

“Terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan untuk menerima tugas-tugas selanjutnya. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan sumpah prajurit, jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat, jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun negeri dan membawa Indonesia menjadi negara maju,” tandasnya.

Pelatihan Perkuat UMKM Guna Percepat Transformasi Digital Nasional

Suarapemerintah.idKementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital untuk memperkuat dan memberdayakan pelaku UMKM di tanah air. Program itu ditujukan untuk memanfaatkan akses internet secara produktif guna percepatan transformasi digital nasional.

Pelatihan UMKM Digital diinisiasi BLU Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).  Program itu diutamakan untuk wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Program Pelatihan UMKM Digital Online BAKTI merupakan program pendampingan bagi UMKM/UMi untuk melakukan on-boarding, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP). ntuk memperluas akses pemberdayaan secara adil dan merata, khususnya dalam penguatan perekonomian digital,” jelasnya dalam Peluncuran Pelatihan Digital UMKM Indonesia di Aula Anantakupa Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (05/10/2020).

Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengapresiasi sinergitas semua pihak yang mendukung program Pelatihan UMKM Digital.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi demi terselenggaranya program ini. Perluasan dan pendalaman Program Pelatihan UMKM Digital merupakan wujud dari komitmen pemerintah untuk memajukan, memperkuat, serta memberdayakan UMKM/UMi di tanah air,” jelasnya.

Menurut Mentri Johnny, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Kominfo adalah memastikan terselenggaranya pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo bersama operator seluler mentargetkan pembangunan infrastruktur internet 4G di 12.548 desa/kelurahan yang selama ini belum terjangkau hingga akhir tahun 2022.

“Di saat bersamaan, kita juga mentargetkan peluncuran Satelit Multifungsi SATRIA-1 yang mampu menyediakan akses internet cepat di 150.000 titik layanan publik pada tahun 2023 nanti. Di masa pandemi inipun BLU BAKTI Kominfo telah menghadirkan 7.634 akses internet gratis di berbagai pelosok negeri. Seluruh agenda kebijakan ini tentu selaras dengan arahan Presiden Bapak Joko Widodo untuk melakukan percepatan transformasi digital nasional,” jelasnya.

Imbangi Pemanfaatan

Agenda perluasan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, menurut Menteri Kominfo harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan akses internet yang ada.

“Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait perlu memastikan bahwa internet yang sudah tersedia dapat digunakan untuk tujuan yang positif dan produktif, guna mewujudkan ruang digital Indonesia yang sehat. Kebijakan ini menggambarkan pendekatan yang komprehensif, dimana pemerintah memberikan perhatian pada “pemberdayaan ekosistem telekomunikasi” sebagai satu kesatuan yang holistik,” tegasnya.

Program Pelatihan Digital UMKM BAKTI Kominfo dan idEA memiliki peran ntuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitasmasyarakat, khususnya pelaku UMKM/UMi, untuk dapat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada secara optimal.

“Perlu kita perhatikan bersama bahwa UMKM/UMi memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya pandemi COVID-19, tidak sedikit pegiat usaha terdampak oleh pembatasan fisik dan sosial karena masih berbasis pada usaha konvensional atau offline,” tutur Menteri Kominfo.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Menteri Johnny menyatakan saat ini  terdapat 64 juta UMKM/UMi di Indonesia yang berkontribusi hingga 60,34% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional. Di saat bersamaan, aktivitas perekonomian digital meningkat pesat, di mana pada bulan April 2020, penjualan daring meningkat 480% dibandingkan pada bulan Januari 2020.

“Merespons peluang tersebut, pemerintah terus mengupayakan program pendampingan UMKM/UMi untuk melakukan perluasan aktivitas bisnis ke ruang-ruang digital atau yang disebut dengan digital onboarding. Aspek ini harus dioptimalkan, mengingat jumlah UMKM/UMi go-online baru menyentuh angka 9,4 juta atau sekitar 14,6% dari jumlah UMKM secara nasional,” paparnya.

2000 UMKM/UMi Lokal

Pelatihan UMKM Digital Kelas BAKTI merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dengan durasi program sepanjang 2,5 bulan, didukung oleh kurikulum dengan 60 modul pilihan, program ini adalah bentuk intensifikasi kegiatan pendampingan yang umumnya hanya dilakukan dalam 3 s.d. 7 hari pelatihan.

“Program ini akan diikuti oleh 2.000 UMKM/UMi, baik di level on-boarding (masuk ke bisnis digital) maupun upscaling (pengembangan bisnis di ruang digital,” jelas Menteri Kominfo.

Melalui program itu, kawasan 3T dan DPSP mendapatkan perhatian khusus atas dasar komitmen pemerintah untuk memperluas akses pemberdayaan secara adil dan merata, khususnya dalam penguatan perekonomian digital.

“Selama ini, lima provinsi yang mencatatkan keberhasilan on-boarding seluruhnya berada di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Kami juga ingin keberhasilan yang sama dirasakan oleh pegiat UMKM/UMi yang berada di seluruh penjuru negeri, termasuk di daerah 3T dan DPSP,” tegas Menteri Johnny.

Menteri Kominfo menegaskan semangat yang dibawa oleh program pendampingan ini adalah semangat keberagaman dan penghargaan terhadap lokalitas, yang ditunjukkan dalam dua agenda, yaitu:

Pertama, program pendampingan ini menitikberatkan pada keberagaman potensi lokal UMKM/UMi di daerah sasaran. “Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memaksimalkan karakteristik dan keunikan perekonomian lokal di kawasannya, sebagai nilai tambah untuk pengembangan usahanya,” ungkapnya.

Hal kedua, yang menjadi  fokus program ini memberikan perhatian terhadap kondisi UMKM/UMi yang beragam. Bagi UMKM/UMi yang masih berada di tahap awal, akan diarahkan ke dalam program prioritas lokal, untuk dapat siap dan bersaing dalam skala wilayah setempat.

“Sedangkan, bagi UMKM/UMi lokal yang sudah dinilai kuat, akan diarahkan ke dalam program prioritas nasional agar dapat semakin melebarkan sayapnya di level nasional,” tegas Menteri Johnny.

Komprehensif, Perkuat Nilai Tambah

Pelatihan UMKM Digital Kelas BAKTI Kominfo dirancang dengan pendekatan pendampingan yang menyeluruh. Menurut Menteri Kominfo hal itu, diperlukan agar para pegiat UMKM/UMi tidak hanya berhenti pada tahap on-boarding saja, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang-ruang digital secara lebih produktif, hingga melakukan perluasan usaha (scaling-up)secara nasional maupun internasional.

“Lebih dari itu, kami juga melihat bahwa pendekatan komprehensif ini dapat mendorong penguatan nilai tambah produk dalam negeri agar mampu bersaing dalam global value chain (rantai nilai global),” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan akses internet juga tidak saja untuk aktivitas produktif semata, bahkan Kementerian Kominfo melakukan penyediaan akses internet untuk kebutuhan layanan kesehatan.

“Kementerian Kominfo akan segera menghadirkan akses internet untuk fasiitas kesehatan, yang mencakup rumah sakit dan puskesmas yang selama ini belum terjangkai Dari 10.133 rumah sakit dan puskesmas masih terdapat 3.126 yang belum terjangkau akses internet. Tahun ini Kementerian Kominfo akan menyediakan akses internet untuk 2.500 puskesmas dan sisanya pada akhir tahun 2021.

Menteri Kominfo mengucapkan selamat atas peluncuran Pelatihan UMKM Digital oleh BLU BAKTI Kominfo dan iDEA. “Meski di tengah pandemi Covid-19, semangat kita untuk terus memajukan industri lokal apalagi industri kecil kita dan #BanggaBuatanIndonesia harus tetap menyala; demi terwujudnya agenda besar bangsa: kesehatan pulih ekonomi bangkit!” tegasnya.

Gerakkan Ekonomi Nasional

Bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), BAKTI Kominfo merancang 60 tema edukasi digital yang akan dijabarkan dalam rangkaian edukasi secara daring atau online.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif menegaskan komitmen dalam mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital. “Kami melihat pentingnya UMKM memahami cara memaksimalkan teknologi digital untuk bisa bertahan. Dengan menguasai teknologi digital mereka bisa bangkit dari ekonomi yang terdampak pandemi seperti saat ini,” tegasnya.

Pelatihan Digital UMKM Indonesia akan dimulai pada 5 Oktober hingga 12 Desember 2020 dan digelar secara daring. Mempertimbangkan kondisi ekonomi setiap peserta UMKM, idEA dan BAKTI Kominfo menyediakan subsidi kuota internet berbentuk pulsa untuk mengikuti rangkaian webinar ini. “Kami berharap hal ini dapat meringankan beban kuota internet para UMKM untuk bisa tetap mengikuti semua kelas pelatihan online ini,” jelas Direktur Anang.

Ketua Umum idEA, Bima Laga menyatakan, pelatihan yang akan berlangsung hingga Desember 2020 itu ditaretkan akan menjangkau lebih dari 6 ribu pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha menggunakan teknologi digital.  “Program Pelatihan UMKM Digital yang dikemas komprehensif dengan fokus pada pelaku UMKM yang menjual produknya secara online ke pasar lokal,” ujarnya.

Konsep pelatihan ini disusun secara komprehensif mengakomodasi kebutuhan UMKM dalam bertransformasi digital. Mulai edukasi pengembangan bisnis dan keahlihan digital; edukasi tentang pentingnya kehadiran merek secara digital, edukasi dan fasilitasi UMKM untuk mengenal dan memanfaatkan e-commerce, baik e-commerce lokal maupun e-commerce nasional.

“Ada edukasi dan fasilitasi UMKM untuk memahami dan memanfaatkan pemasaran digital (digital marketing), serta pengoperasian digital, melalui penggunaan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas usaha agar usahanya dapat tumbuh lebih cepat dan makin efisien,” tuturnya.

Mengutip hasil riset idEA, jumlah UMKM yang terbesar yang belum ter-digitalisasi adalah UMKM lokal, seperti para pedagang/toko eceran, toko grosir, pengusaha resto, kafe, pemilik warung, pengusaha rumahan, petani penghasil, peternak penghasil, nelayan pengepul, jasa servis/teknik, jasa lainnya dan bisnis lokal lainnya.

“Dengan pelatihan ini, mereka dapat menjual produknya melalui e-commerce lokal. Cukup mengandalkan jaringan internet lokal, mereka dapat memperluas pasar lokal tanpa ada hambatan logistik antar kota atau antar propinsi,” tegasnya.

Ketua Umum idEA melihat pentingnya memanfaatkan tren penjualan dan belanja online yang terus meningkat tajam belakangan ini. Menurutnya, belanja online, terlebih melalui platform e-commerce terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan sejak pandemi, peningkatannya sangat signifikan.

“Peningkatannya mencapai ratusan persen. Artinya, ada potensi besar untuk bisa menggerakkan perekonomian nasional melalui platform e-commerce,” kata Bima menjelaskan.

Sejak pertama diumumkan, Pelatihan Digital UMKM Indonesia mendapat sambutan yang sangat antusias dari seluruh UMKM di Indonesia. Total pendaftar mencapai lebih dari 6.500 UMKM. Program yang menyasar UMKM di seluruh Indonesia itu difokuskan untuk UMKM di luar Jawa.  Pelatihan ini menekankan perhatian sangat besar pada daerah 3T serta DPSP yakni Kawasan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. 

BPJPH & Unida Gontor Sinergi Jaminan Produk Halal

Suarapemerintah.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag  menjalin kerja sama di bidang Jaminan Produk Halal (JPH) dengan Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Sinergi ini ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala BPJPH Sukoso dan Rektor UNIDA Amal Fathullah Zarkasyi, secara virtual, Minggu (04/10) pagi.

Amal mengungkapkan terima kasih kepada BPJPH atas kesempatan menjalin kerja sama. Amal mengaku pihaknya selama ini concern dengan halal.

“Sebelumnya kami juga telah  mengadakan seminar internasional tentang halal food, dengan peserta di dalam berjumlah 1000 dan peserta virtual sekitar 2000 sehingga total ada 3000 peserta,” ungkap Amal.

“Alhamdulillah kami juga menghasilkan sejumlah produk termasuk kurma. Semoga produk kami juga dapat bersertifikat halal semuanya,” imbuhnya.

Amal berharap MoU ini bisa segera ditindaklanjuti. Dia optimis, ke depan produk halal akan berkembang lebih baik di Indonesia. “Produk halal yang bagus ini kini berkembang bukan di negara muslim saja. Sehingga, kita dorong rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini agar produk halalnya berkembang,” ujarnya.

Kepala BPJPH Sukoso mengapresiasi dukungan Unida dalam penyelenggaraan JPH di Indonesia. Menurutnya,  peran serta masyarakat memang sangat diperlukan dalam penyelenggaraan JPH di Indonesia yang telah berjalan secara mandatory sejak 17 Oktober 2019. JPH merupakan tugas besar pemerintah karena cakupannya  sangat luas, sehingga kerja sama dan peran semua pihak  sangat dibutuhkan.

“Ini merupakan bentuk pelaksanaan dari amanat Undang-undang Jaminan Produk Halal. Kerja sama ini dapat diwujudkan dalam pendirian LPH (Lembaga Pemeriksa Halal),” terang Sukoso.

“Undang-undang mengamanatkan bahwa pemerintah dan/atau masyarakat dapat mendirikan LPH dengan auditor halalnya. Dalam hal ini perguruan tinggi atau yayasan keagamaan Islam termasuk di dalamnya,” sambungnya.

Sukoso berharap, setelah ada MoU, di Unida dapat segera berdiri LPH, Halal Center (HC), dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang nantinya mendorong penyelenggaraan JPH di Indonesia. “Bahkan, nantinya saya harapkan kantinnya menjadi contoh sebagai kantin halal,” harapnya.

Pasal 13 UU JPH mengatur persyaratan mendirikan LPH, yaitu: a. memiliki kantor sendiri dan perlengkapannya; b. memiliki akreditasi dari BPJPH; c. memiliki Auditor Halal paling sedikit 3 (tiga) orang; dan d. memiliki laboratorium atau kesepakatan kerja sama dengan lembaga lain yang memiliki laboratorium.

“LPH yang didirikan masyarakat,  harus diajukan oleh lembaga keagamaan Islam berbadan hukum,” jelas Sukoso.

Terkait Halal Center, Sukoso melihat hal itu sangat potensial membantu UMKM dalam pelaksanaan sertifikasi halal. Hal ini penting mengingat UMKM memiliki kontribusi signifikan di Indonesia. UMKM berperan sebesar 62,57% PDB, menyerap 96,5% tenaga kerja, dan mendukung ekspor nonmigas sebesar 16,45%.

Hadir juga dalam penandatanganan MoU ini,  Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Sri Ilham Lubis besera jajarannya. Selepas penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan diskusi seputar jaminan produk halal.

Kemenag Latih GTK Daerah Perbatasan Tingkatkan Kompetensi

Suarapemerintah.idKemenag latih guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang bertugas di daerah perbatasan. Ini menjadi bagian dari program Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di kawasan 3T (Terpencil, Terluar, dan Tertinggal).

Pelatihan di Pulau Sabang, Aceh yang berlangsung selama empat hari, 1 – 4 Oktober 2020 ini dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, H. Iqbal. Hadir juga, Kasubbag TU Direktorat GTK Madrasah, H. M. Sidik Sisdiyanto.

Kakanwil mengatakan, kompetensi yang dimiliki guru sangat menentukan kualitas pendidikan. Menurutnya, guru madrasah harus benar-benar betugas sebagai guru, tidak sibuk persoalan administrasi.

Iqbal memandang guru sebagai kunci hadirnya kualitas yang baik terhadap pendidikan. Di tangan para guru yang mumpuni, siswa-siswi bisa mengembangkan diri secara optimal. Karenanya, upaya meningkatkan mutu seluruh guru madrasah sangat penting.

“Mulai dari guru, Kepala madrasah dan pengawas harus saling mendukung serta bersama-sama membangun sinergi untuk mencari solusi terbaik terhadap kemajuan pendidikan di madrasah,” katanya di Subang, Kamis (01/10).

Kasubbag TU Direktorat GTK Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto menjelaskan, Ditjen Pendidikan Islam memilih Aceh sebagai lokus karena merupakan wilayah paling ujung Indonesia bagian barat dan strategis. “Selain Sabang sebagai daerah terluar, ini bentuk apresiasi terhadap provinsi Aceh yang tahun lalu menjadi juara umum kompetisi guru dan tenaga kependidikan madrasah berprestasi tingkat nasional,” katanya.

Sidik menjelaskan bahwa latih-an ini bertujuan meningkatkan kompetensi GTK Madrasah di daerah perbatasan. Tujuan lainnya adalah memberi support moral bahwa pemerintah hadir dan akan bersama-sama memperbaiki sistem pendidikan, khususnya di daerah perbatasan. Pelatihan ini juga untukm memberikanbekal pemahaman moderasi beragama untuk diterapkan dalam proses belajar-mengajar di madrasah.

Ia menambahkan, pelatihan diisi dengan materi terkini dan disesain menyenangkan. Sehingga, di tengah pandemi Covid-19, guru dalam pembelajarannya bisa memanfaatkan berbagai media.

“Tetap semangat dan optimis, di tengah banyaknya tantangan di masa wabah Covid-19. Tingkatkan motivasi menuju kompetensi. Insya Allah menjadi kebaikan di dunia dan amal akhirat nanti,” pesan Sidik.

Kegiatan ini merupakan implementasi Madrasah Education Quality Reform, kerja sama Ditjen Pendis dengan The World Bank.

Turut hadir dalam pelatihan ini, Kabid Penfidikan madrasah Aceh H Zulkifli dan Kepala Kankemenag Kota Sabang, H. Zainuddin.

Perkuat Guru Perbatasan, Kemenag: Fasilitasi, Distribusi, dan Insentif

Suarapemerintah.idKemenag terus berupaya melakukan penguatan pendidikan madrasah di wilayah perbatasan (terluar), terpencil, dan terdalam (3T).

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain mengatakan, setidaknya ada tiga pendekatan yang dilakukan, yaitu: fasilitasi, distribusi, dan insentif.

“Negara harus hadir untuk memberikan fasilitasi dan akses pendidikan di wilayah 3T, seperti Sabang, Natuna, Papua, Papua Barat dan NTT,” terangnya saat secara virtual menutup Pelatihan GTK di Daerah 3T (Terluar, Terpencil, dan Terdalam) yang berlangsung di Sabang, Minggu (04/10). Bekerjasama dengan World Bank,  pelatihan ini sekaligus dalam rangka Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru, Kepala Madrasah, dan Tenaga Kependidikan Madrasah.

Pelatihan ini diikuti perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kankemenag Kota Sabang, pengawas madrasah, serta kepala madrasah dan guru madrasah.

Ikhtiar kedua, lanjut Zain, meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu caranya adalah melalui distribusi guru yang berkeadilan dan merata. “Ini penting dalam rangka pemerataan sekaligus transfer pengetahuan dan pengalaman,” jelasnya.

“Terakhir, kita lakukan pendekatan dengan pemberian insentif untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan madrasah di wilayah 3T,” sambungnya.

Kepada peserta, Zain berpesan tentang pentingnya penguatan literasi, baik agama, sains, sosial maupun budaya. Caranya adalah dengan banyak membaca buku. Menurutnya, buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, guru dapat memperluas wawasan dan bisa berkontribusi lebih besar dalam memajukan bangsa Indonesia yang unggul dan religius.

“Menurut seorang filsuf, Francis Bacon, books are the ships which pass through the vast sea of time. Buku ibarat kapal yang melintasi lautan waktu yang sangat luas. Dengan buku kita bisa terhubung dengan siapapun dan zaman apapun,” pesannya.

“Buku adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya. Buku juga sebagai teman setia,  sumber inspirasi, dan penjaga kewarasan bangsa,” sambungnya.

Kasubbag TU GTK Madrasah menambahkan bahwa selain pemahaman terhadap literasi moderasi beragama, pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan tendik di daerah perbatasan. Caranya, mengajarkan aplikasi sederhana seperti membuat video pembelajaran menggunakan smartphone, dan lainnya.

Kegiatan ini sekaligus memberikan dukungan moral bahwa pemerintah ada dan akan terus berupaya memperbaiki sistem pendidikan, khususnya di daerah perbatasan.

1.969 Peserta Daftar MTQ Tingkat Nasional XXVIII di Sumbar

Suarapemerintah.id – Pendaftaran peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ditutup pada 30 September 2020. MTQ Nasional XXVIII ini akan berlangsung di Sumatera Barat, 12 – 21 November 2020.

“Pendaftaran MTQ Tingkat Nasional ditutup pada Rabu, 30 September 2020. Tercatat ada 1.969 peserta yang telah mendaftar, termasuk yang berstatus cadangan,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi di Jakarta, Minggu (04/10).

“Mereka mendaftar melalui aplikasi e-MTQ,” lanjutnya.

Menurut Juraidi yang juga Sekretaris Umum  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional, peserta yang sudah mendaftar berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Hanya provinsi DI Yogyakarta yang tidak mendaftarkan pesertanya sampai penutupan.

“Kami selanjutnya akan melakukan verifikasi tahap I kurang lebih selama satu minggu. Peserta lolos verifikasi akan diumumkan dan ada masa sanggah selama satu minggu,” tuturnya.

“Habis masa sanggah, dilanjutkan verifikasi tahap II, kemudian dilakukan penetapan peserta MTQ Tingkat Nasional. Penetapan peserta ini rencananya akan dilakukan secara virtual,” sambungnya.

Gelaran Nasional ke-28 ini mengangkat tema “MTQ Mewujudkan SDM yang Unggul, Profesional, dan Qur’ani menuju Indonesia Maju”. Karena diperkirakan masih dalam suasana pandemi, kata Juraidi, gelaran MTQ Nasional akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bahkan sejak keberangkatan peserta  dari daerahnya masing-masing.

“Semua kafilah wajib melakukan tes swab. Setiap venue akan dijaga ketat oleh petugas untuk memastikan dipatuhinya protokol covid-19,” tegas Juraidi.

“Kami akan mengantisipasi sejak awal agak tidak ada kerumunan selama penyelenggaraan MTQ Nasional,” tandasnya.

Denfest 2020 Akan Tampilkan Juara “Gebrax Drum Competition”

Suarapemerintah.id – Gelaran “Gebrax Drum Competition” bakalan menggebrak even musik skala Bali-Nusa Tenggara.  Minimnya even musik sebagai ajang mengasah kreativitas dan kesempatan untuk tampil di panggung selama pandemi, membuat para komunitas atau pemerhati musik di Bali mengadakan ajang kompetisi drum online dengan tajuk “Gebrax Drum Competition” Bali-Nusa Tenggara.

Deky Tawas, pemilik toko musik DeBeat Bali selaku penggagas even mengatakan gelaran ini awalnya muncul dari inisiatif sejumlah musisi Bali yang melihat perkembangan even musik seperti gelaran kompetisi online begitu marak di pulau Jawa. Lantas, hal ini membuat ia mepertanyakan hal serupa kenapa tidak diadakan di Bali.

“Inisiatif ini ternyata disambut positif dari beberapa sponsor yang siap mendukung gelaran kompetisi drum ini dan dibantu oleh beberapa musisi yang ibaratnya kerja ngayah,” ungkapnya saat Jumpa Pers gelaran yang sudah membuka pendaftaran sejak 1-30 September 2020.

Sejumlah musisi yang ikut membantu gelaran itu diantaranya  Iwan & Krisna (KRSone music pro  Teguh), Gede Kurniawan (Rockness music), Demores  Ongky (Studioversal). Deky mengungkapkan sebenarnya even ini mendapat antusiasme peserta untuk di luar Bali dan Nusa Tenggara. Terbukti dari peserta yang mendaftar saat ini sudah mencapai 40 peserta. Namun, ia mendapat masukan agar dibatasi dulu skup Bali agar musisi di Bali mendapat apresiasi di tempatnya sendiri.

“Rencana setelah kompetisi ini akan dibentuk wadah atau komunitas drummer. Kemungkinan even kedepannya kami akan membuka gelaran kompetisi tidak hanya drum namun juga alat musik lain dan skup yang lebih luas atau nasional,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Ongky menjelaskan secara teknis kompetisi drum online ini di Bali dibagi dalam 2 segmen, yakni anak-anak yang berusia di bawah 11 tahun (Kids) dan umum. Untuk pendaftaran dan pelaksanaan lomba, ia menuturkan di wilayah Bali akan terbagi dalam 4 wilayah, yaitu di Singaraja (Demores Rumah Musik), Denpasar (Studio Versals), Tabanan (KRSOne), dan Gianyar (Rockness Music).

Secara teknis pelaksanaan lomba dilakukan dengan protokol kesehatan yakni secara bergilir di studio tempat pendaftaran tersebut. Mereka diberi kesempatan 15 menit pemanasan lalu diambil rekaman video sesuai dengan durasi lagu. Adapun lagu yang ditetapkan panitia sebagai iringan hentakan lomba drum ini dipilih “Growing Up” dari Kotak. Lagu yang menjadi tema soundtrack film Gundala ini akan dihapus irama drumnya, lalu diisi nantinya oleh peserta.

“Kami telah mendapat hak cipta lagu dari produser Kotak sendiri yakni Niko Feriyadi, banyak aransemen drum yang bisa dimodifikasi pada bagian-bagian dari lagu ini, dan cocok untuk kompetisi ini,” ungkapnya.

Dari rekaman di studio tersebut nantinya akan diserahkan pada 5 juri untuk dinilai diantaranya, Putu Deni (drummer Dialog Dini Hari), Gustu Brahmanta (drummer Jazz), Falel (Navicula), Bagus Mantra (Pregina), dan Co Produser Kotak, Niko Feriyadi. “Yang dinilai adalah kreativitas, tempo, dan ketepatan iringan lagu,” sebutnya.

Sistem penilaiannya, lanjut Ongky, akan dipilih 5 besar peserta dari masing-masing segmen dan diseleksi menjadi juara 1, 2, dan 3 masing-masing segmen. Selain itu juga ada juara yang paling banyak disukai dimedia sosial instagram panitia yaitu @gebraxdrumcompetition. Jadi, total ada 7 kategori juara dan nantinya mereka yang menang akan melakukan pertunjukan langsung (offair) yang rencananya di acara Denpasar Festival (Denfest) 2020.

“Ini untuk membuktikan bahwa dia adalah Juara yang benar-benar Jawara karena juga siap mental di panggung, bukan hanya studio,” jelasnya.

Untuk hadiah yang diperebutkan dalam kompetisi ini diantaranya totaluang tunai sebesar Rp10 Juta, Snare Drum Set, Cymbal Set, Head Drum Set, drum sticks dan showcasenya, dan hadiah lainnya.