Beranda blog Halaman 4804

Presiden Instruksikan Pemerintah Daerah Waspadai Tren Penyebaran Covid-19

Presiden Instruksikan Pemerintah Daerah Waspadai Tren Penyebaran Covid-19

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh gubernur dan pemerintah daerah untuk mewaspadai tren penyebaran Covid-19 di tingkat global. Meski di dalam negeri penyebaran pandemi tersebut masih relatif terkendali, Kepala Negara meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan betul data dan angka-angka pergerakan kasus  Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai pengarahan Presiden kepada para gubernur dalam menghadapi pandemi tren penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang digelar melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2020.

“Saya ingin mengingatkan agar para gubernur melihat data dan angka-angka pergerakan kasus Covid di wilayah masing-masing. Hati-hati, saat ini di berbagai negara kembali terjadi tren peningkatan kasus positif baik di negara-negara Eropa maupun kawasan Asia,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Presiden, per 31 Agustus 2020 terdapat kurang lebih 175 ribu kasus positif di Indonesia dari 2,23 juta pengujian yang telah dilakukan. Namun, angka tersebut diikuti dengan tingkat kesembuhan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Pada bulan April lalu misalnya, tingkat kesembuhan diketahui berada pada kisaran 15 persen dan pada Agustus meningkat drastis menjadi 72,1 persen. Angka tingkat kesembuhan tersebut lebih tinggi dari rata-rata tingkat kesembuhan secara global yang sebesar 69 persen.

“Jumlah kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77 persen di April menjadi sebesar 23,69 persen di bulan Agustus. Ini lebih baik dari rata-rata dunia yaitu sebesar 27 persen,” imbuh Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa pihaknya masih harus berupaya keras untuk menangani pandemi tersebut, utamanya untuk menurunkan tingkat kematian akibat virus korona jenis baru tersebut sekaligus agar tidak kehilangan kendali dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Kalau kita lihat dari perkembangan yang ada, untuk persentase kematian dari kasus positif tingkat nasional dari bulan April angkanya tinggi, kemudian menurun menurun menurun dan di bulan Agustus sudah berada pada posisi 4,27 persen. Ini yang harus kita upayakan terus agar persentase kematian semakin hari semakin membaik,” tuturnya.

Untuk itu, sekali lagi Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh jajarannya baik di pusat maupun daerah untuk bekerja lebih keras menangani pandemi beserta dampak kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkannya.

“Saya minta gubernur betul-betul kerja keras agar bisa ditekan angkanya. Kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu, sampaikan kepada kami di pemerintah pusat utamanya di Komite dan Gugus Tugas kita,” ucapnya.

Presiden Kepada para Gubernur: Tetap Fokus Kendalikan Covid-19

Presiden Kepada para Gubernur: Tetap Fokus Kendalikan Covid-19

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo mengingatkan para kepala daerah untuk fokus mengendalikan Covid-19 dan mengampanyekan penerapan protokol kesehatan secara luas. Hingga ditemukannya vaksin Covid-19 dan diaplikasikan kepada masyarakat, penerapan protokol kesehatan menjadi satu-satunya langkah pencegahan utama yang mutlak dilakukan.

“Saya ingin para gubernur yang berkaitan dengan jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun, tidak berdesakan ini harus diulang-ulang terus terutama yang berkaitan dengan pemakaian masker. Ini yang harus disampaikan terus. Kunci sebelum vaksinasi dilakukan itu pemakaian masker. Ini yang paling penting,” ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai pengarahan Presiden kepada para gubernur dalam menghadapi pandemi Covid-19 beserta pemulihan ekonomi nasional yang digelar melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2020.

Sosialisasi terhadap penerapan protokol kesehatan hingga pembagian masker kepada masyarakat harus dilakukan secara masif hingga ke kampung atau desa-desa dengan melibatkan tokoh dan elemen masyarakat setempat. Selain itu, pengawasan terhadap hal tersebut juga harus secara berkala dan tegas dilakukan.

“Akan lebih baik lagi kalau pengawasan lapangan itu betul-betul dilakukan. Pemberian sanksi yang tidak patuh betul-betul dilakukan sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan oleh seluruh masyarakat kita,” ucapnya.

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk mempercepat pengujian dan pengadaan vaksin Covid-19 di Tanah Air. Hingga akhir tahun ini, setidaknya komitmen untuk pengadaan 20 sampai 30 juta dosis vaksin apabila nantinya telah ditemukan telah diperoleh. Akhir 2021 mendatang, komitmen yang telah didapatkan Indonesia untuk pengadaan vaksin yang hingga kini tengah diuji coba tersebut mencapai 290 juta dosis vaksin.

Sambil menunggu adanya vaksin tersebut, Presiden meminta jajarannya baik di pusat maupun daerah untuk tetap berupaya keras melakukan penanganan pandemi di wilayah masing-masing dengan tidak mengendur sedikitpun.

“Saya minta kepada para gubernur untuk pengendalian Covid ini betul-betul tetap menjadi fokus dan konsentrasi kita. Karena memang kita perlu memperkuat ketahanan kita agar sampai betul-betul pada seluruh rakyat kita vaksin semuanya,” kata Presiden.

Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin lokal yang disebut vaksin Merah Putih. Bakal vaksin tersebut saat ini sedang dikerjakan oleh konsorsium nasional yang melibatkan lembaga biologi molekuler Eijkman, perguruan-perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga penelitian.

“Saat ini vaksin merah putih dalam tahap pembuatan benih vaksin dan prosesnya sudah sekitar 30-40 persen dan direncanakan dapat diuji klinis pada awal tahun depan. Insyaallah ini siap produksi di pertengahan 2021,” tuturnya.

Pertama Di Indonesia, Furniture Merek Panen Hadirkan Lemari Gambar Masjid

Pertama di Indonesia, Furniture Merek Panen Hadirkan Lemari Bergambar Masjid dengan Kunci Knock Down Antar Layer

Suarapemerintah.id – Panen, merek dagang furniture yang berada di bawah naungan PT Ganda Saribu Utama menghadirkan lemari plastik dengan gambar masjid pertama di Indonesia. Menariknya lagi, lemari yang dirakit dengan mesin berteknologi hot stamping tersebut juga dilengkapi dengan kunci knock down antar layer, sehingga sangat presisi dan kokoh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Produksi PT Ganda Saribu Utama, Poniman melalui surat elektronik yang diterima INFOBRAND.ID pada Senin (6/7). Menurutnya, gambar masjid dipilih mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam serta minat masyarakat yang tinggi terhadap gambar masjid.

“Dengan inovasi ini, masyarakat sangat antusias dan berminat dengan produk yang kami tawarkan ini. Terbukti dengan banyaknya permintaan dan toko-toko perabot yang telah banyak memesan produk kami,” ujarnya.

Poniman menyampaikan, serangkaian proses riset telah dilakukan sebelum akhirnya lemari plastik ini dipasarkan ke masyarakat. Mulai dari menentukan desain gambar masjid yang dipilih, mengambil sampel dan mengumpulkan data serta melakukan analisis dan interprestasi data. “Untuk proses pengembangan riset kami mulai dari tahun 2016 sampai 2017,” tambahnya.

Lemari plastik dari Panen ini memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dalam proses pemasangannya, lemari ini juga sangat kokoh dan tidak mudah roboh. Bahkan kata Poniman, lemari ini sanggup menahan beban mencapai 100kg.

Dalam berstrategi marketing, Panen telah memperbanyak iklan di setiap daerah dan tempat-tempat yang sering dikunjungi masyarakat. “Tidak hanya itu saja, kami juga membagikan lemari ke masjid-masjid yang ada di Kota Medan sampai pinggiran Kota Medan agar masyarakat dapat melihat langsung,” jelasnya.

Poniman menargetkan, lemari plastik Panen dengan gambar masjid itu dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang ada di seluruh Indonesia. “Harapannya semua masyarakat dapat menggunakan lemari Panen di setiap rumahnya,” harapnya.

Pertama di Indonesia, Lensa dan Kacamata Halal MUI Persembahan Atalla

Pertama di Indonesia, Lensa dan Kacamata Halal MUI Persembahan Atalla

Suarapemerintah.id – Guna mendukung program pemerintah menuju Industri Halal pada 2024 mendatang, PT Atalla Indonesia, perusahaan lokal yang memproduksi kacamata pada November 2019 lalu menghadirkan lensa dan kacamata bersertifikat halal pertama di Indonesia. Hal ini juga mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Berdasarkan data World Population Review, ada sekitar 229 juta orang Muslim yang ada di Indonesia atau sekitar 87,2% dari populari Indonesia yang mencapai 263 juta dan sekitar 13% dari populasi Muslim dunia.

Direktur Utama PT Atalla Indonesia, Wenjoko Sidharta dalam surat elektronik yang diterima INFOBRAND.ID mengatakan bahwa Atalla adalah satu-satunya produk lensa dan kacamata pertama di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Wenjoko, penerapan sertifikasi halal ini ada 2 point yang terpenting yaitu pertama ada pada bahan baku dan kedua pada aspek manajemennya yang terdiri dari 3 hal yaitu proses produksi, proses logistik dan proses distribusi, dimana di setiap proses tersebut diwajibkan menerapkan nilai-nilai kehalalan itu sendiri

“Kami telah menggunakan material dari bahan nabati, misalnya cat dan pewarna. Sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Dari awal proses pengajuan hingga keluarnya sertifikat halal hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun,” ujarnya.

Dalam pemasarannya, Wenjoko menyebut, pihaknya telah menggandeng beberapa marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Bahkan kata dia, Atalla juga akan segera bergabung dengan beberapa marketplace luar negeri seperti Amazon, Alibaba dan eBay.

Selama masa pandemi COVID-19, Atalla juga memproduksi kebutuhan produk seperti APD (Alat Pelindung Diri) seperti kacamata APD dan kacamata faceshield. Dengan begitu, pendapatan perusahaan pun meningkat, meski masih 80% dari pendapatan tahun sebelumnya.

“Harapan perusahaan adalah dapat menjadi salah satu pemain utama industri kacamata di dunia yang berbasis Halal dan 4.0,” pungkasnya.

Pemerintah Apresiasi Pandangan Fraksi terhadap RUU PDP

Pemerintah Apresiasi Pandangan Fraksi terhadap RUU PDP

Suarapemerintah.id – Pemerintah mengapresiasi dan menerima pandangan fraksi dalam Komisi I DPR RI  terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan Data Pribadi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam Rapat Kerja Pembicaraan Tingkat I Komisi I DPR RI dengan mengenai RUU Pelindungan Data Pribadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (01/09/2020).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan persetujuan fraksi-fraksi Komisi I DPR-RI untuk membahas RUU Pelindungan Data Pribadi bersama-sama dengan pemerintah dengan berbagai catatan yang telah disampaikan. Catatan-catatan tersebut akan menjadi bahan bagi kita bersama dalam pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi ini,” tutur Menteri Kominfo.

Menteri Johnny menegaskan kebutuhan pengesahan atas  RUU PDP sebagai legislasi primer agar bisa mendukung pemrosesan data antarnegara baik di tingkat global maupun di lingkungan regional ASEAN. Selain itu sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin rasa aman publik dalam penggunaan beragam platform aplikasi internet.

“Kebijakan negara-negara sahabat mensyaratkan agar memiliki pelindungan terhadap data pribadi yang setara (adequate level of protection) untuk pemrosesan data pribadi antarnegara. Juga memberikan jaminan rasa aman kepada publik dalam penggunaan internet, termasuk salah satunya aplikasi Pedulilindungi yang merupakan upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menteri Kominfo menyatakan RUU PDP memiliki arti penting dalam menjamin kepentingan nasional. “Tidak terbatas pada kedaulatan negara dan pelindungan terhadap data pribadi milik warga negara Indonesia,” tegasnya.

Apalagi, menurut Menteri Johnny saat ini insiden peretasan dan serangan siber yang semakin masif, serta penggunaan data pribadi masyarakat Indonesia dengan tanpa izin yang semakin marak terjadi.

“Itu semua makin memperkuat kebutuhan pelindungan data pribadi. Pemerintah berharap dapat bersama-sama DPR RI untuk segera tancap gas menyelesaikan RUU Pelindungan Data Pribadi dan mendapatkan persetujuan bersama antara Pemerintah dengan DPR RI,” ungkapnya.

Dalam raker itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Direktur Jenderal Peraturan dan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana dan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. Selain itu juga hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen SDPPI Ismail, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Widodo Muktiyo, Inspektur Jenderal Doddy Setiadji, Dirut BAKTI Kominfo Anang Latif dan Staf Ahli Menteri Kominfo Henri Subiakto.

Target Minggu Kedua November

Raker yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari membahas pandangan fraksi terhadap RUU PDP dan jawaban Pemerintah terhadap pandangan fraksi. Selanjutnya juga dibahas penyampaian Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) kepada Pemerintah serta  pembahasan jadwal dan mekanisme rapat. Pada akhir rapat juga dibentuk Panitia Kerja yang akan membahas secara maraton RUU PDP.

“Sesuai dengan pandangan fraksi akan dilanjutkan dengan pembahasan bersama Pemerintah. Dalam agenda yang kami susun, Komisi I DPR RI menargetkan RUU PDP dapat selesai pada minggu kedua November 2020,” ujar Abdul Kharis Almasyhari.

RUU Pelindungan Data Pribadi telah disampaikan Presiden kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) melalui Surat Presiden Nomor R-05/Pres/01/2020 tanggal 24 Januari 2020. Selanjutnya, Presiden menugaskan Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk bersama-sama maupun sendiri-sendiri mewakili Presiden dalam pembahasan RUU tersebut di DPR-RI.

Pada tanggal 25 Februari 2020, Komisi I DPR RI bersama Pemerintah telah melakukan Rapat Kerja yang beragendakan Penjelasan Pemerintah tentang RUU Perlindungan Data Pribadi sebagai langkah awal penetapan RUU Perlindungan Data Pribadi.  

Morinaga Hadirkan Susu Soya dengan Moricare Zigma Triple Bifidus

Pertama di Indonesia, Morinaga Hadirkan Susu Soya dengan Moricare Zigma Triple Bifidus

Suarapemerintah.id – Susu sapi merupakan minuman yang kaya kandungan kalsium dan protein di dalamnya. Meski bagus untuk kesehatan, tapi nyatanya tak sedikit anak yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Kalau sudah begitu, artinya si kecil memiliki masalah dengan sistem imunnya yang tidak bisa melawan enzim berbahaya yang terkandung dalam protein susu sapi.

Bahkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Annals of Allergy, Asthma & Immunology terungkap bahwa diantara anak-anak yang memiliki alergi makanan, setengah dari mereka memiliki alergi terhadap susu sapi. Tentunya, ini menjadi kekhawatiran bagi para orang tua karena dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil.

Berangkat dari hal itu, PT Sanghiang Perkasa melalui brand Morinaga pada Mei lalu menghadirkan susu formula pertumbuhan soya pertama dan satu-satunya dengan moricare zigma triple bifidus untuk tumbuh kembang si kecil yang alergi susu sapi.

Brand Manager Morinaga Specialties, Tommy Aditya saat dihubungi INFOBRAND.ID melalui sambungan telepon pada Jumat (24/7) mengatakan bahwa produk ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Sanghiang Perkasa dengan Morinaga Research dari Jepang. “Kita telah mengembangkan inovasi baru yaitu menggunakan triple bifidus atau tiga probiotik. Dimana probiotik yang kita gunakan yaitu menggunakan Bifidobacterium yang terbukti secara klinis dapat menurunkan gejala alergi pada anak yang alergi susu sapi,” ungkapnya.

Menurut Tommy, Morinaga Soya memiliki beberapa manfaat yang tak dimiliki pesaingnya. Selain dapat menurunkan gejala alergi pada anak yang alergi susu sapi, inovasi terbaru pada produk Morinaga ini juga membantu mencerdaskan otak si kecil berkat kandungan nutrisi di dalamnya yaitu AA (Arachidonic Acid), DHA, Omega 3 dan Omega 6.

“Kalau kita bandingkan dengan yang ada di pasaran saat ini, itu rata-rata hanya berfokus pada DHA-nya saja, tidak ada AA-nya. Makanya kita tambahkan AA untuk membantu mencerdaskan otak si kecil. Untuk pertahanan tubuhnya biar anaknya alergi juga tidak gampang sakit, jadi kita tambahkan pertahanan tubuh ganda di dalamnya ada lactoferin dan tripel bifidus tadi. Itulah yang menjadi pembeda kita dibanding dengan produk lainnya,” jelasnya.

Untuk memperkenalkan lebih jauh terkait inovasi produk terbaru dari Morinaga ini, lanjut Tommy, pihaknya telah melakukan edukasi melalui seminar-seminar online maupun webinar kepada masyarakat dengan total kurang lebih 5000 sampai 7000 parent yang ada di Indonesia.

Tak hanya itu, seminar edukasi yang dilakukan juga telah menggandeng beberapa pihak seperti 10 top rumah sakit di 10 kota, lalu kerjasama juga dengan 10 top digital media serta kerjasama dengan e-health digital seperti klikdokter dan juga membuat moms community.

“Kita terus mengedukasi bahwa anak alergi itu bisa diturunkan gejalanya dan kualitas hidupnya bisa sama seperti anak normal lainnya, serta pertumbuhannya juga bisa normal dengan produk kita,” katanya.

Lebih lanjut Tommy mengatakan bahwa Morinaga Soya terbagi menjadi 4 segmen yakni BMT Soya (0-6 bulan), Chil Mil Soya (6-12 bulan), Chil Kid (1-3 tahun) dan Chil School (3-12 tahun). Sementara untuk gramasinya sendiri terdiri dari 300 gr dan 600 gr, kecuali untuk Chil School yang hanya ada 300 gr saja.

“Harapan kami bahwa Morinaga Soya khususnya bisa menjadi total alergi solusi untuk anak-anak di Indonesia. Sehingga tidak ada perbedaan antara anak yang alergi dan non alergi. Tentunya untuk ke arah sana dibutuhkan nutrisi sama simulasi yang baik. Nah, kita dari Morinaga menyiapkan nutrisi yang baik dan parenting portal atau materi atau edukasi dan tips untuk simulasinya Morinaga kita punya,” pungkasnya.

Gree G-Tech, AC Inverter Berkonsep Modular Pertama di Indonesia dengan Fungsi Penjernih Udara Ruangan

Gree G-Tech, AC Inverter Berkonsep Modular Pertama di Indonesia dengan Fungsi Penjernih Udara Ruangan

Suarapemerintah.id – Perusahaan pendingin udara terbesar di Tiongkok, Gree melalui PT Gree Electric Appliances Indonesia memperkenalkan Gree G-Tech, AC inverter berkonsep modular pertama di Indonesia dengan fungsi penjernih udara ruangan. Sebenarnya produk ini sudah diluncurkan dan diperkenalkan sejak setahun yang lalu (tepatnya 17 Juli 2019-red). Hanya saja, baru di bulan ini Gree mulai jor-joran dalam hal promosi terkait produk pendinginnya itu.

Marketing and Brand Manager PT Gree Electric Appliances Indonesia, Catrin Fong mengatakan bahwa Gree G-Tech memiliki beberapa keunggulan yang boleh dibilang lebih baik dibandingkan dengan AC konvensional lainnya. Misalnya seperti adanya generator cold plasma yang dapat membunuh bakteri sekaligus bisa menghilangkan bau.

“Selain punya cold plasma, AC kami ini juga smart cleaner yang bisa dibersihkan sendiri oleh penggunanya hingga ke bagian dalam. Dan satu lagi yaitu modular sehingga mudah untuk dibongkar pasang oleh penggunanya,” kata Catrin saat dihubungi INFOBRAND.ID melalui sambungan telepon pada Selasa (28/7).

Menurut Catrin, hadirnya G-Tech sekaligus menjawab kebutuhan pengguna AC di Indonesia. Terkait dengan proses dan pengembangannya sendiri, kata dia, langsung dilakukan dari kantor pusatnya di China dengan melihat kebutuhan para pengguna yang menginginkan AC hemat, mudah perawatan dan punya fitur canggih.

Dia menambahkan, AC G-Tech juga memiliki teknologi 3D Spiral Web pada reflektor udara yang menghadirkan pasokan udara lebih besar dan terasa seperti angin alami. Ada juga fitur WiFi smart control yang memungkinkan pengguna untuk konfigurasi lewat smartphone kapan saja dan dimana saja.

Selain itu, teknologi G-Tech juga mengombinasikan deflektor udara yang besar yang membantu hembusan udara bekerja maksimal dan masalah teknis saat melakukan perawatan. Munculnya G-Tech melengkapi seri AC inverter dari Gree. Teknologi inverternya juga bisa membuat pengguna lebih hemat listrik.

“Semoga AC inverter berkonsep modular ini bisa menjadi salah satu trend agar masyarakat bisa hidup lebih sehat lagi. Artinya, AC ini dapat menjadi solusi untuk masyarakat hidup sehat,” pungkasnya.

Air Purifier Teknologi CEP Pertama di Indonesia Efektif Membunuh Virus

Gree Luncurkan Air Purifier Pertama di Indonesia dengan Teknologi CEP yang Efektif Membunuh Virus di Udara

Suarapemerintah.id – Jumlah kasus virus corona sejak pertengahan Maret 2020 lalu masih belum menunjukkan penurunan. Bahkan berdasarkan data Worldometer, hingga Rabu (29/7) kemarin tercatat mencapai 104.432 kasus positif corona yang terkonfirmasi di Indonesia atau urutan kesembilan untuk tingkat Asia, dengan korban meninggal mencapai 4.975 orang dan 62.138 orang yang dinyatakan sembuh.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan perihal kemungkinan virus corona menyebar di udara. Hal ini menyusul laporan dari lebih dari 200 ilmuwan dunia. Menurut WHO, penularan melalui udara didefinisikan sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran nukleus tetesan (aerosol) yang tetap menular ketika melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

Beranjak dari hal itu, perusahaan pendingin udara terbesar di Tiongkok, Gree melalui PT Gree Electric Appliances Indonesia pada awal Mei lalu meluncurkan air purifier pertama di Indonesia dengan teknologi CEP yang efektif membunuh virus di udara yakni Gree Air Purifier GCC400DENA.

Marketing and Brand Manager PT Gree Electric Appliances Indonesia, Catrin Fong mengatakan bahwa Gree Air Purifier GCC400DENA dibekali dengan empat lapisan filter yang dapat bekerja dalam hal pemurnian udara dari virus, bakteri dan partikel PM 2.5.

“Filter pertama berfungsi menyaring partikel kecil dan halus yang ada di udara. Kemudian filter kedua membawa virus, bakteri dan partikel PM 2.5 serta membunuhnya dengan gelombang listrik. Lalu filter ketiga menyaring dan membunuh kembali sisa-sisa partikel, bakteri dan virus. Dan filter yang terakhir adalah mengubah udara kotor yang tertinggal setelah penyaringan menjadi udara segar,” kata Catrin saat dihubungi INFOBRAND.ID melalui sambungan telepon pada Selasa (28/7) kemarin.

Selain itu, lanjut Catrin, Gree Air Purifier GCC400DENA juga telah dilengkapi dengan indikator LED yang dapat menginfokan kualitas udara pada ruangan seperti hijau yang menandakan udara bersih, kemudian biru menunjukkan udara yang biasa saja, lalu merah yang menunjukkan udara yang buruk.

Catrin menyatakan, Gree Air Purifier GCC400DENA telah dilakukan pengujian pada ruang CT Examination Jinyintan Hospital, Wuhan oleh Analyzing and Testing Center of Guangzhou Institute of Chemistry, Chinese Academy of Sciences Guangzhou CAS Test Technical Services Co., Ltd.

“Hasilnya, setelah bekerja selama 1 jam, kandungan asam nukleat dari coronavirus (nilai CT 39) secara signifikan lebih rendah daripada sebelum pemurnian (CT 36.4). Jadi tingkat pembunuhan virus di udara itu tercatat mencapai 90% dan virus di udara berkurang setidaknya 10 kali lipat,” katanya.

Sebagai informasi, Gree Air Purifier GCC400DENA memiliki jangkauan 70 meter persegi dengan daya 70 watt. Produk ini sangat cocok digunakan pada ruangan rumah dan beberapa rumah sakit di Indonesia yang menangani pasien corona untuk menjaga kualitas udara pada ruang pasien dan staf medis.

Peduli UMKM Terdampak Covid, Kemenag Dukung Program Inovasi Wakaf

Peduli UMKM Terdampak Covid, Kemenag Dukung Program Inovasi Wakaf

Suarapemerintah.id – Kemenag mendukung lembaga filantropi yang mengeluarkan program inovasi wakaf untuk membantu pelaku UMKM terdampak Covid 19. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Muhammad Fuad Nasar mengatakan, pihaknya mengapresiasi lembaga filantropi yang menjadikan wakaf sebagai jaring pengaman sosial.

Fuad menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama dari tinjauan fikih, bagaimana skema wakafnya, siapa wakifnya, serta peruntukan dana wakafnya dan siapa mauquf alaihinya. “Ini penting agar tidak melanggar syariat dari hukum wakaf,” katanya di Jakarta, Selasa (01/09).

Kedua, perlu dilakukan telaah skema wakaf terkait penggunaan dana dan sumber wakaf. Jika sumber dana wakaf ini berasal dari hasil pengelolaan aset  Wakaf lembaga filantropi, maka diperbolehkan. Tapi kalau ini sumbernya langsung berasal dari dana wakif berupa wakaf uang ini sudah tidak sesuai dengan UU.

“Kalau seperti itu, lebih tepatnya program sedekah bukan wakaf yang notabenenya bagi habis dan tidak ada pengembalian dan keabadian dana tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, meski program tersebut merupakan inovasi produk wakaf, hal yang menjadi prinsip adalah tidak boleh mengesampingkan mitigasi risiko dan melanggar regulasi. “Perhatikan aspek-aspek manajemen profesional seperti transparansi, akuntabilitas pelaporan, serta kemudahan akses oleh wakif dan publik,” ujarnya.

Fuad pun mengingatkan apakah lembaga filantropi tersebut memiliki izin kelembagaan untuk mengeluarkan program wakaf sehingga dapat menjadi Nazir (Pihak Pengelola Dana dari Wakif)?  “Oleh karena itu, lembaga filantropi yang menjalankan program wakaf juga harus berkoordinasi dengan Badan Wakaf Indonesia selaku koordinator pelaksana program wakaf di Indonesia menurut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.41 Tahun 2004,” jelasnya.

“Fungsi kordinasi dan aspek legalitas ini sangat penting karena suatu lembaga yang memiliki program wakaf wajib menjaga keabadian harta benda wakaf tersebut dan mengelolanya secara baik, tumbuh dan bermanfaat. Selain itu, legalitas ini nantinya bisa menjadi salah satu alat untuk memitigasi risiko penyelewengan dana wakaf yang harus abadi dan bermanfaat,” ujarnya.

Kemenag Akan Gelar Peringatan Hari Santri 2020 dengan Protokol Kesehatan

Suarapemerintah.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan gelar peringatan Hari Santri tahun 2020 Oktober mendatang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, peringatan Hari Santri tahun 2020 ini akan digelar dengan protokol kesehatan ketat. Ini dilakukan, mengingat peringatan tersebut berlangsung di tengah suasana Pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok  Pesantren (PD Pontren) Waryono, dalam Focus Group Discussion Gelar Peringatan Hari  Santri 2020 di ruang sidang lantai 8 gedung Kementerian Agama, jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta. “Saat ini yang terpenting adalah menyusun panduan peringatan Hari Santri 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutur Waryono, Selasa (01/09).

Saat ini, menurut Waryono, Kemenag melalui Direktorat PD Pontren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PP RMI PBNU) dan Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM) sedang mematangkan desain peringatan Hari Santri 2020 .

“Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, seluruh desain peringatan Hari Santri 2020 yang akan menjadi panduan bagi seluruh stake holders, seperti Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Madrasah, bahkan oleh Pesantren di seluruh Indonesia harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat”, terang Waryono.

Beberapa tahapan pun dilakukan oleh tim, mula dari mematangkan pembahasan tentang tema, logo, dan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri 2020. “Meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19, peringatan hari Santri harus tetap digelar, untuk membangkitkan semangat para santri Indonesia, agar negeri ini semakin kuat dan maju,” ujar Waryono.

Pihak perwakilan PP RMI PBNU dan LP2PPM yang hadir, mengapresiasi langkah Kementerian Agama dengan melibatkan Ormasi Islam. Sekaligus agar selanjutnya ada kemitraan dan partisipasi aktif antara Kementerian Agama dan Ormas Islam dalam penyelenggaraan peringatan Hari Santri 2020, sekalipun di internal Ormas Islam akan melaksanakan sesuai dengan agenda kegiatan masing-masing.

“Mengingat sudah memasuki bulan September 2020, kiranya agar secepatnya diterbitkannya Surat Edaran yang memuat Panduan Penyelenggaraan Peringatan Hari Santri 2020, agar kita semua memiliki kesiapan dan panduan penyelenggaraan, terlebih dengan segala keterbatasan saat situasi COVID-19”, pinta perwakilan Ormas Islam.

Sejak tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomer 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, Kementerian Agama selalu menyelenggarakan peringatan Hari Santri pada setiap tahunnya dengan mengusung tema yang berurutan, mulai tema “Dari Pesantren untuk Indonesia” (2016), “Wajah Pesantren Wajah Indonesia” (2017), “Bersama Santri Damailah Negeri” (2018), dan “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” (2019).