Rabu, Maret 11, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Survei Menunjukkan Perempuan dan Anak-Anak Paling Terdampak Pademi Covid-19

Suarapemerintah.ID – Perempuan dan anak-anak menjadi kalangan yang paling terdampak selama pandemi berlangsung. Survei menunjukkan perempuan menanggung beban lebih berat selama pandemi Covid-19. Sementara itu, kini anak-anak kesulitan mendapatkan akses untuk memenuhi hak kesehatannya.

Survei KPPPA bersama PBB, AJI Jakarta, dan Indosat Ooredo menyebut bahwa pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kesehatan mental dan emosional perempuan.

- Advertisement -

Dalam laporan yang berjudul “Menilai Dampak Covid-19 terhadap Gender dan Pencapaian SDG’s di Indonesia” tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pandemi Covid-19 telah memperparah kerentanan ekonomi perempuan dan ketidaksetaraan gender.

Secara ekonomi, perempuan mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan ketimbang laki-laki. Padahal, kebanyakan perempuan juga masih harus menanggung beban tanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.

- Advertisement -

Hasil survei menunjukkan bahwa 82% perempuan yang bergantung pada usaha keluarga mengalami penurunan sumber pendapatan. Sedangkan laki-laki yang mengalami hal serupa mencapai 80%.

Selain itu, ada 36% perempuan pekerja informal yang harus mengalami pengurangan waktu kerja berbayar. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang laki-laki pekerja informal sebesar 30%.

Pembatasan sosial yang diterapkan selama pandemi pun membuat 69% perempuan dan 61% laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun begitu, perempuan ternyata memikul beban lebih berat.

Sekitar 61% di antara mereka harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengasuh dan mendampingi anak. Di sisi lain, hanya 48% laki-laki yang melakukan hal yang sama.

Beban ekonomi serta tanggung jawab mengurus rumah tangga, keluarga, dan pengasuhan anak berpotensi membuat para perempuan mengalami stress atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Hal tersebut diakui oleh 57% perempuan yang mengalami peningkatan stres dan kecemasan. Sementara hanya 48% laki-laki mengalami hal yang sama.

Di sisi lain, perempuan sebenarnya berkontribusi besar dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) yang mampu menanggulangi penyebaran virus Corona. Perempuan lebih disiplin dalam menerapkan prokes dan memastikan keluarganya melakukan hal sama.

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di antara perempuan lebih ketimbang laki-laki. Sebanyak 94,8% perempuan rajin menggunakan masker, sedangkan laki-laki 88,5%.

Perempuan juga lebih sering mencuci tangan, yaitu sebesar 80,1%, daripada laki-laki yang hanya 69,5%. Adapun dalam menghindari kerumunan, perempuan unggul dengan 81,2% ketimbang laki-laki 71,1%.

Anak-anak kehilangan hak kesehatan

Selama pandemi, banyak anak-anak di Indonesia yang tidak mendapatkan hak imunisasi lengkap. Padahal imunisasi ini sangat penting demi mencegah anak terserang penyakit berbahaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 228 juta anak berisiko terkena penyakit serius setelah pandemi Covid-19 mengganggu 60 kampanye imunisasi massal di banyak negara di dunia.

Survei WHO terhadap 135 negara menemukan bahwa setidaknya 50 negara telah menangguhkan kampanye imunisasi besar yang mencakup sekitar 228 juta orang, kebanyakan orang muda di Afrika.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, imunisasi dasar lengkap anak menurun sebanyak 93,7% pada 2019 menjadi 83,3% pada 2020.

Selain itu, cakupan pemberian air susu ibu (ASI) juga menurun dari 67,3% pada 2019 menjadi 64,3% pada 2020. Lalu, persentase balita ditimbang menurun dari 73,9% pada 2019 menjadi 66% pada 2020.

Di sisi lain, anak-anak juga berpotensi sama untuk terpapar virus Covid-19. Potensi mereka terpapar pun lebih tinggi mengingat anak berusia di bawah 12 tahun belum bisa mendapatkan vaksinasi. Hal ini semakin membuat kesehatan anak-anak terancam.

Oleh karena itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa anak perlu dilakukan upaya 3T yakni testing, tracing dan treatment. Dia pun mendorong agar masyarakat jangan ragu melakukan pemeriksaan atau swab pada anak yang bergejala serta tracing kontak pada anak.

“Hal ini turut memutus rantai penularan dan mencegah transmisi ke orang sekitar dan juga agar bila anak terpapar Covid-19 penanganannya dapat dilaksanakannya lebih dini dan lebih baik,” kata Dante seperti dilansir dari Berita Satu pada Minggu (18/7/2021).

Dia juga mengajak semua pihak untuk memperluas edukasi dan pendampingan keluarga untuk meningkatkan kemampuan melakukan isolasi mandiri pada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Harapannya, anak-anak dapat tetap mendapatkan layanan kesehatan di masa pandemi. Selain itu, dengan terjaminnya kesehatan anak dapat mengurangi tingkat kecemasan perempuan yang memiliki buah hati.

Kredit visual: cnnindonesia.com/ AFP

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru