SuaraPemerintah.IDÂ – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan pemerintah Indonesia sulit menghubungi tiga orang warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan relawan MER-C di Gaza, Palestina sejak Rumah Sakit Indonesia di Gaza diserang oleh Israel. Ia menyatakan terus mencoba melakukan kontak dengan RS Indonesia, seraya berkegiatan di Moskwa, Rusia.
Retno bersama Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Yordania, Mesir, dan Palestina saat ini tengah berkunjung ke berbagai negara untuk menggalang dukungan untuk Palestina. Sebelum ke Rusia, ia telah mengunjungi China.
“Sambil melakukan kegiatan di Moskow, saya terus melakukan kontak dengan Gaza, khususnya dengan RS Indonesia. Sampai saat ini, kontak langsung dengan tiga WNI yang bekerja sebagai relawan RS Indonesia di Gaza masih belum dapat dilakukan,” kata Retno dalam keterangannya, Rabu.
Retno menyampaikan, informasi yang pemerintah peroleh dari lembaga UN dan berbagai pihak yang berada di Gaza juga masih sangat minim.
“Dan kami akan terus berikhtiar secara maksimal,” ucapnya, dilansir dari Kompas.com
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas pada Senin (20/11/2023) menyebutkan, sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan Israel ke RS Indonesia di Gaza.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan, pasien dan pendamping mereka termasuk di antara korban tewas dalam serangan Israel ke rumah sakit di wilayah Jalur Gaza utara tersebut.
Dia mengatakan, serangan Israel ke RS Indonesia di Gaza juga telah melukai puluhan orang lainnya.
Sebagaimana dikutip dari AFP, Qudra menambahkan, sekitar 700 orang masih berada di dalam RS Indonesia di Gaza dalam kondisi “dikepung” oleh pasukan Israel.


.webp)
















