spot_img

BERITA UNGGULAN

Malam Lailatul Qadar 2024 Jatuh Tanggal Berapa? Cek Jadwal di Sini

SuaraPemerintah.ID – Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia menanti-nantikan kedatangan Malam Lailatul Qadar. Malam yang penuh berkah ini merupakan salah satu malam teristimewa dalam bulan Ramadan, bulan suci yang penuh dengan berkah, ampunan, dan rahmat.

Lailatul Qadar adalah malam yang dipercaya lebih baik daripada seribu bulan, di mana amal ibadah yang dilakukan pada malam ini bernilai sangat besar.

- Advertisement -

Lailatulqadar adalah salah satu malam di bulan Ramadan. Lail berarti ‘malam hari’, sedangkan qadar berarti ‘ukuran’ atau ketetapan. Secara terminologis, Lailatulqadar berarti ‘malam yang mulia’.

Bukan sembarang malam, Allah SWT menyebut Lailatulqadar sebagai malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Umat Islam dianjurkan untuk meraih keberkahannya, tetapi tidak ada yang tahu pasti tentang waktu pasti terjadinya.

- Advertisement -

Hadis Rasulullah menyebutkan untuk mengejar malam mulia tersebut di 10 hari terakhir Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil.

Dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan keistimewaan Malam Lailatul Qadar dalam surah Al-Qadr (97:1-5):

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Perkiraan Tanggal Malam Lailatul Qadar 2024
Mayoritas ulama sepakat bahwa malam Lailatulqadar akan tetap ada hingga hari kiamat pada salah satu malam di bulan Ramadan setiap tahunnya. Kendati demikian, mereka berselisih pendapat mengenai tanggal pasti terjadinya Lailatulqadar.

Buku Shalat Tarawih, Iktikaf dan Lailatul Qadar oleh Syekh Salim bin Ied al-Hilali dan Syekh Ali Hasan Ali Abdul Hamid menyebutkan, pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan bahwa Lailatulqadar jatuh pada 10 hari terakhir Ramadan.

Namun, riwayat paling utama adalah yang secara spesifik menyebutkan bahwa Lailatulqadar jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.

“Carilah Lailatulqadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Dilansir Rumaysho, Ubay bin Ka’ab dengan tegas menyatakan bahwa Lailatulqadar jatuh pada malam ke-27. Namun, beberapa ulama lebih percaya bahwa malam spesial tersebut berpindah-pindah setiap tahunnya.

Dinukil oleh Imam Nawawi, disebutkan bahwa, “Menurut para ulama yang meneliti, Lailatulqadar itu berpindah-pindah setiap tahunnya. Kadangkala di suatu tahun terjadi pada malam ke-27, kadang di malam ke-23, atau bisa jadi di malam ke-21, atau di malam lainnya. Inilah pendapat yang lebih tepat karena kompromi dari berbagai macam dalil yang ada.”

Terlepas dari waktu pastinya yang hanya diketahui oleh Allah SWT, umat Islam dapat memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir Ramadan, terlebih di malam-malam ganjilnya.

Berikut jadwal 10 hari terakhir Ramadan 2024 berdasarkan perhitungan pemerintah dan Muhammadiyah:

  • Senin : 1 April 2024
  • Selasa : 2 April 2024
  • Rabu : 3 April 2024
  • Kamis : 4 April 2024
  • Jum’at : 5 April 2024
  • Sabtu : 6 April 2024
  • Minggu : 7 April 2024
  • Senin : 8 April 2024
  • Selasa : 9 April 2024

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Berdasarkan buku Shalat Tarawih, I’tikaf dan Lailatul Qadar oleh Syekh Salim bin Ied al-Hilali dan Syekh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, berikut tanda-tanda dari malam Lailatul Qadar:

1. Pagi Harinya Tidak Panas atau Menyilaukan
Dari Ubay, Rasulullah bersabda, “Pagi hari (dari) malam Lailatulqadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim 762)

2. Malam yang Cerah serta Tidak Panas maupun Dingin
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Lailatulqadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya hasan)

3. Terjadi di Akhir Bulan
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Kami menyebutkan malam Lailatulqadar di sisi Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah?” (HR. Muslim no. 1170)

Maksud dari syiqi jafnah adalah ‘bejana setengah’, di mana syiq berarti ‘setengah’ dan jafnah adalah ‘bejana’. Terkait hal ini Al-Qadhi ‘Iyadh menerangkan, hadis tersebut menjadi isyarat bahwa Lailatulqadar terjadi pada akhir bulan. Ini karena rembulan baru muncul dalam kondisi seperti syiqi jafnah di penghujung bulan.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru